SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Sekte Lembah Es


" Tetua Agung, kebetulan Kaisar Ryu adalah pemilik Kekaisaran Shin, kita serahkan saja penyusup itu." Bing Yixia berharap dengan keputusannya itu, Ryu merasa tertarik kepadanya.


" Baik Matriak." Tetua Agung memberi isyarat kepada sosok yang berada di tempat itu.


Sosok itu pun menundukkan kepala lalu meninggalkan ruangan untuk membawa kedua sosok yang mereka anggap sebagai penyusup.


Tidak lama kemudian, terlihat sosok sebelumnya telah membawa dua pria paruh baya dengan tangan terikat.


Kedua Pria paruh baya itupun langsung diseret agar berlutut di hadapan Ryu, sehingga Ryu sedikit penasaran karena dari penampilan mereka bukanlah orang biasa.


" Berlututlah di hadapan Yang Mulia Kaisar!" Bentak Bing Yixia sambil berdiri dari kursinya.


Kedua Pria paruh baya itu saling berpandangan mencoba mencerna situasi tersebut.


" Ampun Yang Mulia Kaisar, kami bukan penyusup." Kedua Pria paruh baya berlutut di hadapan Ryu, tersadar bahwa sosok yang ada di depan mereka adalah orang yang mereka cari.


Ryu pun memberi isyarat kepada sosok sebelumnya untuk melepaskan ikatan kedua pria paruh baya itu.


Tanpa menunggu lama sosok itu pun langsung melepaskan mereka berdua, karena perintah Kaisar lebih tinggi dari Matriak atau petinggi Sekte.


" Apa tujuan kalian kesini sehingga meninggalkan latihan tertutup kalian? Apa ada hal yang mendesak?" Ryu memperkirakan bahwa kedua pria paruh baya itu tidak sesederhana yang dipikirkan.


Meskipun terlihat lebih muda, namun usia mereka sudah mencapai ribuan tahun.


Mendengar perkataan dari Ryu, semua yang ada di tempat itu sontak kaget, kecuali Bing Ruyue karena dia dapat merasakan bahwa kedua pria paruh baya itu sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir yang sebentar lagi akan menerobos.


" Yang Mulia Kaisar, kami diperintahkan oleh Putri Mahkota Qing Yun. Karena itulah kami sampai datang kesini." Salah satu dari utusan tersebut sambil melirik beberapa sosok yang ada di tempat itu.


" Gege, bawa saja mereka tidak kediamanku." Bing Ruyue memahami keinginan kedua utusan tersebut, karena ada hal yang bersifat pribadi.


" Tidak masalah Senior. Kalian boleh menggunakan ruangan ini." Bing Yixia memberi isyarat kepada yang lain untuk meninggalkan ruangan tersebut, meskipun terlihat penasaran dengan apa yang mereka sampaikan.


Kini semua langsung meninggalkan ruangan yang hanya menyisakan Ryu, Bing Ruyue dan kedua utusan.


Sementara Bing Yixia langsung pergi ke sebuah tempat, karena ingin mendengar percakapan mereka.


Ryu yang menyadari hal tersebut langsung menciptakan pelindung Transparan mengelilingi ruangan tersebut agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka.


" Sialan. Ternyata Kaisar Ryu mengetahui keberadaanku." Bing Yixia menggerutu dalam hati mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut.


Kini kedua utusan tersebut melirik ke arah Bing Ruyue, seakan meminta penjelasan.


" Dia adalah Istriku." Ryu mengetahui tujuan dari kedua utusan agar Bing Ruyue juga meninggalkan ruangan.


" Oh.. Maaf Yang Mulia Ratu." Kedua utusan langsung memperbaiki sikap lalu memberi hormat.


" Mmmm." Bing Ruyue mengangguk kecil terlihat penasaran dengan apa yang mereka ingin sampaikan.


" Yang Mulia Kaisar, sebenarnya Kami diutus untuk mencari keberadaan Yang Mulia. Putri Mahkota Qing Yun begitu menginginkan agar Yang Mulia Kaisar bisa berkunjung ke Istana Kekaisaran Beruang Putih." Ucap salah satu utusan.


" Kami tidak menyangka bahwa sosok yang kami cari adalah seorang Kaisar besar. Sebelum Tuan Putri Mahkota Qing Yun sakit parah, dia bersumpah di atas makam para leluhur Klan Qing. Bagi siapa yang menyembuhkan penyakitnya, maka dia bersedia menjadi Istri orang itu. Saat kejadian itu salah satu makam leluhur Klan Qing bergetar hebat hingga mengeluarkan sebuah cahaya yang dimana terdapat sebuah catatan cara menyembuhkan penyakitnya yaitu dengan mengkonsumsi Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan." Utusan yang lain melanjutkan.


" Itu memang benar Yang Mulia. Tapi sebuah sumpah tidak bisa ditarik kembali. Karena kami sangat percaya bahwa leluhur kami tidak pernah melakukan hal yang salah." Ucap utusan tersebut.


" Kalian lihat sendiri keadaanku? Aku sudah memiliki Istri sebanyak tiga puluh tiga." Ryu memperhitungkan bahwa Istrinya ada 30 yang ada bersamanya, sedangkan tiga yang lain yaitu She Ling, She Bing, dan She Zhilin.


Karena Ryu sendiri ingin mengambil ketiga wanita itu. Bagaimanapun ketiga putranya sudah berada di kediamannya, yang tentu akan mencari ibu mereka.


" Untuk masalah itu, kami serahkan kepada Putri Mahkota." Salah satu dari utusan mengeluarkan sebuah cermin lalu mengalirkan Qi miliknya.


Ryu dan Bing Ruyue yang melihat benda tersebut sedikit menaikkan alisnya, karena tidak menyangka bahwa utusan tersebut memiliki Pusaka langit meskipun bukan untuk bertarung.


Terlihat sosok wanita cantik yang muncul di layar cermin tersebut, sehingga kedua utusan langsung berlutut.


" Salam Putri Mahkota." Kedua utusan berlutut di hadapan cermin tersebut.


" Ada apa pengawal?" Tanya sosok yang berada di cermin tersebut yang tidak lain adalah Putri Mahkota Qing Yun.


Dari raut wajah wanita itu, terlihat murung karena belum mendapatkan kabar dari orang yang dia cari.


" Putri Mahkota." Tanpa banyak bicara, utusan tersebut mengarahkan cermin kepada Ryu sehingga keduanya saling berpandangan.


" Ka- Kau?" Qing Yun sambil menunjuk ke arah Ryu dari balik cermin.


Wanita itu memasang ekspresi tidak bisa tergambarkan karena dalam hatinya ada rasa marah dan senang.


Meskipun Qing Yun hanya pernah melihat wajah Ryu dari lukisan, namun dia yakin bahwa sosok yang dia lihat sekarang adalah orang yang dia cari.


" Salam Putri Mahkota Qing Yun." Ryu menundukkan kepala sambil memasang ekspresi wajah tenang.


" Apa kamu Ryu'gege?" Qing Yun langsung melemparkan pertanyaan.


" Benar... Apa yang membuatmu sampai mengirim utusan untuk mencariku?" Ryu sekedar memastikan apa yang dikatakan kedua utusan.


" Mungkin kedua utusan itu sudah menceritakan semuanya. Aku harus memenuhi sumpahku." Qing Yun yang terlihat marah dan senang langsung ke topik pembicaraan.


" Sebaiknya Putri Mahkota pikirkan lagi, aku sudah memiliki Istri sebanyak 33. Jadi aku harap agar kamu melupakan sumpahmu." Ucap Ryu sambil menarik tangan Bing Ruyue yang kini langsung duduk di sampingnya.


Mendengar ucapan tersebut Qing Yun langsung terdiam sambil memikirkan langkah apa yang dia ambil.


Di sisi lain Qing Yun tidak ingin harus berbagi Suami, namun mengingat kembali akan sumpahnya. Tentu saja tidak bisa ditarik lagi.


Butuh waktu yang lama bagi Qing Yun memutuskan hal tersebut, sehingga Ryu merasa yakin bahwa wanita itu menarik keputusannya.


Ryu pun memberikan cermin itu kembali kepada utusan sebelumnya, namun langsung dicegah oleh Qing Yun.


" Tunggu! Aku akan tetap memenuhi sumpahku. Jadi kapan kamu akan melamar ku?" Qing Yun dengan cepat mengambil keputusan, meskipun terlihat gugup.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu tersenyum pahit sambil menatap Bing Ruyue lalu menoleh ke arah kedua utusan yang terlihat tersenyum lebar meskipun berusaha untuk menyembunyikannya.