SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tan Shuying


Melihat Xie Xian dan Jiu Wei Hu yang menggelengkan kepala, Ryu juga tidak ingin mengecewakan istrinya.


" Jenderal maafkan aku. Sepertinya aku tidak bisa bersama kalian, aku melanjutkan perjalanan kembali." Ryu menolak secara halus.


" Tuan Pendekar, aku harap kamu bisa meluangkan waktumu. Yang Mulia Kaisar akan menerimamu dengan baik." Jenderal Gong juga bersuara.


" Pendekar Ryu... Aku sendiri mewakili ayahku Kaisar Sun Gozi. Kami akan menunggu kedatanganmu disana." Sun Kim Ai memberikan Lencana Giok Istana kepada Ryu.


' Suamiku, sepertinya aku berubah pikiran. Aku ingin melihat Istana Kekaisaran yang ada di Dunia Yuzhou ini.' Jiu Wei Hu mengirim pesan jiwa kepada Ryu.


" Baiklah, nanti aku bersama Istriku akan kesana!" Ucap Ryu seraya membawa Xie Xian dan Jiu Wei Hu meninggalkan tempat tersebut.


'Istri? Ternyata Dia sudah memiliki Istri. Tidak, tidak mungkin.' Sun Kim Ai membatin dimana hatinya sedang berkecamuk.


Seketika wajahnya tampak lesu kemudian menatap para pengawalnya untuk segera berangkat ke Istana.


Di sisi lain Ryu dan Istrinya yang sudah meninggalkan tempat tersebut menuju ke tempat yang aman untuk memastikan tidak ada yang melihatnya.


Setelah merasa sudah aman, Ryu memanggil semua bawahannya untuk mengetahui apa yang mereka dapatkan.


Tiga hari kemudian, kini satu-persatu Pasukan Semesta mulai bermunculan dari berbagai arah.


" Hmmm, sepertinya kalian melakukan perjalanan jauh." Ryu membuka suara saat mereka semua sudah berkumpul.


" Benar Dewa Agung. Kami telah menyusuri setiap wilayah. Untuk sekarang kami tidak mengalami kendala apapun." Wu Tian tersenyum lebar karena tidak menyangka dengan pencapaian mereka.


" Mau dibawa ke berbagai Dunia sekalipun, kami tidak peduli lagi. Meskipun harus berkali-kali mengalami penurunan Kultivasi." Guang Cheng yang merupakan mantan perompak tersenyum lebar.


Semua anggota Pasukan Semesta setuju, dengan penurunan Kultivasi tidak menjadi halangan untuk mereka melakukan petualangan di berbagai Dunia.


Tentu mereka sangat senang karena saat bertemu dengan kelompok yang berani mengganggu mereka, tidak ada satupun yang selamat.


Mendengar keterangan dari Pasukan Semesta, Ryu tersenyum lebar karena telah berhasil membuat bawahannya menjadi tidak terkalahkan.


" Itu semua berkat Pil Pelangi yang sudah kalian serap. Sekarang apa saja yang kalian temukan?" Tanya Ryu yang terlihat serius.


" Semua daratan di Dunia Yuzhou sudah kami taklukkan, tapi masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan penguasa elemen Kegelapan." Ucap Yan Ran sambil mengeluarkan berbagai harta benda yang mereka dapatkan.


Begitupun dengan yang lain, mereka satu-persatu mengeluarkan Sumberdaya hasil buruan mereka selama melakukan perjalanan.


" Kalian memang terbaik. Luan Hua, bawa semua Sumberdaya ini ke ruang penyimpanan." Ucap Ryu sambil menatap ke arah Luan Hua.


" Ba... Baik Dewa Agung." Luan Hua bersama kelompoknya mengambil tumpukan Sumberdaya.


" Dewa Agung, hanya satu tempat yang belum kami kunjungi. Yaitu wilayah padang rumput. Dikabarkan bahwa di tengah padang rumput terdapat jurang hitam."


" Kami sudah berkali-kali memeriksa wilayah itu, namun selalu membuat kami tersesat. Beruntung kami bisa keluar dari tempat itu." Jiu Tou She menjelaskan.


" Benar Dewa Agung, padang rumput itu terlihat sederhana, namun banyak membuat orang tersesat." Tou Shuijing ikut menimpal.


" Hmmm, begitu ya? Tidak salah lagi, kemungkinan penguasa elemen Kegelapan berada di jurang hitam itu." Ryu berasumsi sambil memegang dagunya.


" Untuk sementara biar aku yang melakukannya. Oh ya, kita punya anggota baru. Perlakukan mereka dengan baik. Siapa tau bisa menjadi kekasih kalian." Ucap Ryu sambil menggoda bawahannya hingga membuat mereka langsung tegang.


" Kalian tidak perlu tegang seperti itu. Sudah waktunya bagi kalian untuk mencari pasangan hidup. Dunia Quzhu sangat luas, masih bisa menampung anggota keluarga kalian." Ryu menggelengkan kepala karena bawahannya terlalu menjiwai tugas mereka, sehingga mengabaikan masalah pribadi mereka.


Hanya enam sosok wanita yang terlihat murung, namun Ryu tidak memperdulikan masalah tersebut karena dia berpikir suatu saat nanti mereka akan menemukan pasangan hidup mereka.


" Luan Hua, berikan Pil Pelangi kepada anggota baru kita! Juga Sumberdaya yang kita miliki." Ryu memberi perintah.


" Ba... Baik Dewa Agung." Luan Hua masih terlihat gugup karena sebelumnya mereka telah bertemu dengan Istri Ryu yang lain untuk belajar teknik yang mereka miliki.


Namun keenam wanita itu harus menelan pil pahit karena ditolak mentah-mentah oleh Istri Ryu, karena teknik tersebut hanya dimiliki oleh Istri Ryu saja.


" Shuijing, Jiu... Di pulau kecil juga ada Xie Shui yang tersesat dari Dunia Dongwu. Biarkan dia bersama kalian." Ucap Ryu.


" Baik Dewa Agung." Ucap mereka berdua.


" Sekarang kalian boleh kembali!" Ucap Ryu dengan singkat, lalu menghilang dari pandangan.


Melihat Ryu sudah kembali ke Dunia Quzhu, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta juga langsung menuju ke kediaman masing-masing di Dunia Quzhu.


Di Istana Kristal, Ryu langsung disambut oleh Istrinya dengan perasaan senang.


Hanya satu orang yang masih berdiam diri, yaitu Tan Shuying yang merupakan cucu Raja Bai.


" Tidak lama lagi kita akan pergi ke Dunia Nuse. Sepertinya aku sudah menemukan letak penguasa elemen Kegelapan." Ucap Ryu sambil menatap Istrinya.


" Benarkah? Aku sudah tidak sabar ingin melihat dunia para Peri." Qing Yun dan yang lain terlihat senang.


Terlebih untuk Jin Niu dan 69 Peri cahaya, tentu mereka sangat senang karena bisa melihat dunia asal leluhur mereka.


" Baiklah, kalau begitu aku membersihkan diri dulu." Ucap Ryu lalu berpindah tempat ke kamar utama.


Sementara itu Tan Shuying masih berdiam diri, membuat Xie Xian dan yang lain tertuju padanya.


" Kenapa kamu masih disini? Cepat temani suami kita!" Xie Xian menatap ke arah Tan Shuying.


" Tapi...." Tan Shuying masih tertunduk malu dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.


" Kamu beruntung bisa mendapatkan persetujuan dari kami. Jika kamu tidak berhasil melayani suami kita malam ini, maka kamu harus tinggal di tempat Pasukan Semesta." Jiu Wei Hu dengan nada mengancam.


" Ba... Baik." Tan Shuying yang terlihat gugup langsung berlari kecil menuju ke kamar utama.


" Haaahh, ada-ada saja." Xie Xian menggelengkan kepala.


" Itu wajar saja karena dia belum berpengalaman." Ucap She Xia sambil melirik ke arah Long bersaudara dan Huang bersaudara.


" Ya... Itu karena kami masih muda dan Suami kita adalah cinta pertama kami." Ucap Long Que Zhu dengan nada santai.


Percakapan itupun terus berlanjut hingga satu-persatu meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar masing-masing.


Sedangkan di kamar utama, tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan Ryu bersama Tan Shuying.


Yang pasti Tan Shuying tidak melewatkan kesempatan tersebut agar dia tidak diusir dari Istana Kristal.


Tentu Tan Shuying harus melayani kebutuhan Ryu seperti yang diinginkan Istri Ryu yang lainnya.