
" Ternyata kalian adalah saudaraku. meskipun sudah jauh, namun tetap saja kita sama. Sayangnya aku tidak bisa merangkul tubuh kalian dengan wujud seperti itu." Guang Liang menggelengkan kepala karena ukuran Jin Niu dan 69 Istri Ryu.
Mendengar perkataan dari Guang Liang, Jin Niu dan yang lain membulatkan mata karena terlihat jelas mata Guang Liang berbinar binar.
Sebagai satu garis keturunan, tentu Guang Liang sangat berharap agar memiliki banyak saudara.
Tentu hal itu bukanlah perkara mudah. Jika mereka ingin menambah keturunan, maka membutuhkan Sumberdaya yang sangat banyak karena membutuhkan kekuatan spiritual yang sangat kuat.
" Jin Niu... Apa aku boleh meminta bantuan kepada suami kalian untuk menciptakan benih Peri Cahaya? Sepertinya benih yang ditanam di perut kalian memiliki aura yang sangat kuat. Dengan begitu aku bisa memiliki anak yang sangat kuat." Dengan wajah datar Guang Liang mengutarakan tujuannya sambil menatap ke arah Ryu.
Mendengar perkataan tersebut Ryu dan 70 Istrinya membulatkan mata dengan rahang terbuka.
Tentu Guang Liang berfikir bahwa untuk mendapatkan keturunan hanya dengan menggunakan kekuatan spiritual.
" Yang Mulia Ratu, cara kami untuk mendapatkan keturunan bukan menggunakan kekuatan spiritual. Tapi kami memiliki cara yang berbeda." Jin Niu menggelengkan kepala karena ide konyol tersebut.
" Berbeda? Maksudnya?" Guang Liang merasa heran.
" Yang Mulia Ratu, kami mendapatkan keturunan dengan cara seperti layaknya manusia. Tidak seperti Peri Cahaya pada umumnya." Jin Niu menjelaskan sambil memasang wajah memerah karena malu.
" Oh begitu." Ucap Guang Liang dengan santai, tanpa merasa bersalah.
Di sisi lain Ryu hanya tersenyum masam karena permintaan tersebut sangat tidak masuk akal, apalagi melihat tubuh mungil Guang Liang. Bagaimana ceritanya?
Setelah itu Ryu langsung mengeluarkan 26 Naga Kerang yang lain, karena mereka juga berasal dari Ras Peri Cahaya.
" Oh... Kalian juga memiliki wujud yang berbeda." Guang Liang menatap ke arah 26 pemuda tersebut.
" Ini semua berkat bantuan Dewa Agung." Jawab mereka serempak.
" Kalian bisa tinggal disini untuk sementara. Besok pagi aku akan membawa kalian ke suatu tempat." Ucap Guang Liang.
" Baik Yang Mulia Ratu." Ucap Ryu dan yang lainnya.
" Kalian semua adalah saudaraku. Kalian tidak perlu memanggilku seperti itu." Ucap Guang Liang sambil menatap beberapa sosok Peri cahaya yang lainnya.
Mendapatkan Isyarat tersebut beberapa sosok tersebut langsung terbang mendekati Ryu dan yang lain.
" Mari ikuti aku Tuan, nona." Pelayan Istana Peri cahaya membawa mereka ke sebuah tempat.
Dengan sebuah anggukan kecil Ryu dan Istrinya berjalan mengikuti sosok mungil tersebut menuju lantai atas Istana.
" Silahkan masuk Tuan! di dalam kamar juga telah disediakan air cahaya. Kalian boleh mengambilnya sesuai kebutuhan." Pelayan Istana Peri cahaya mempersilahkan mereka untuk masuk, meskipun sedikit kebingungan karena Ryu dan 70 Istrinya tinggal dalam satu kamar.
" Terimakasih pelayan." Jin Niu menatap ke arah peri kecil tersebut.
Dengan sebuah anggukan kecil, pelayan istana meninggalkan tempat tersebut, sementara Ryu dan 70 Istrinya langsung masuk ke kamar.
Di dalam kamar, terlihat sebuah air mengalir membentuk aliran sungai pada umumnya seperti ada sebuah Formasi yang membuat air cahaya agar tidak berserakan.
" Suamiku, apa kita memberikan air cahaya ini kepada Pasukan Semesta?" Tanya Jin Niu.
" Baiklah, kami akan membawa air cahaya ini ke Istana Kristal." Ucap Jin Niu sambil mengarahkan tangannya di aliran air cahaya.
Setelah beberapa saat, Jin Niu dan 69 Istri Ryu langsung masuk ke Istana Kristal, sedangkan Ryu sendiri masih mempelajari Formasi yang ada di air cahaya tersebut.
" Hmmm... Sepertinya Formasi ini hanya bisa dipelajari oleh Ras Peri Cahaya." Ucap Ryu, lalu menuju ke Istana Kristal.
Saat berada di Istana Kristal, Ryu disambut oleh Istrinya dimana mereka berbincang kecil untuk mengisi waktu luang.
*******
Pada keesokan pagi, Ryu dan semua Istrinya kembali ke Istana Peri dan memperkenalkan 22 Istrinya yang lain kepada Guang Liang.
Setelah melakukan percakapan, Guang Liang membawa mereka ke sebuah tempat yang merupakan tempat kediaman Ras Peri Hutan.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah Hutan yang sangat indah dimana banyak sekali tumbuhan merambat seakan membentuk sebuah labirin.
Di tempat itu terlihat beberapa sosok yang mirip seperti manusia, namun memiliki telinga panjang dan menggunakan pakaian dari dedaunan.
Ras Peri Hutan yang berada di tempat itu berkisar seratus orang, baik jenis kelamin pria maupun wanita dimana semua memakai pakaian dari dedaunan.
Di atas kepala mereka juga terdapat sepasang tanduk rusa yang membuat mereka terlihat unik.
Tanduk tersebut menandakan usia mereka, dimana jika masih muda, maka tanduk di kepalanya hanya menonjol sedikit.
Sedangkan untuk yang sudah berusia ratusan hingga ribuan tahun adalah yang memiliki tanduk memanjang dan bercabang.
Hanya satu sosok yang memiliki tanduk yang warnanya berbeda dari yang lain, dimana terdapat sepasang tanduk berwarna keemasan bercabang tiga yang menunjukkan bahwa sudah dewasa dan berusia lebih dari seribu tahun.
Sosok tersebut seperti seorang wanita karena dapat dilihat dari lekuk tubuh, pakaian dedaunan yang digunakan dan rambut memanjang mencapai pinggang.
Saat melihat kedatangan Guang Liang, mereka langsung mengambil sikap hormat sambil menatap ke arah Ryu dan Istrinya.
" Salam Ratu Sifa. Aku datang kesini untuk memperkenalkan saudariku yang baru datang ke Dunia Nuse ini bersama suami mereka." Guang Liang memperkenalkan Ryu dan Istrinya yang lain.
" Jadi begitu... Salam semuanya. Perkenalkan namaku Gong Sifa, Ratu dari Peri Hutan." Gong Sifa menyapa ramah kepada Ryu dan Istrinya.
" Salam Yang Mulia Ratu." Ryu dan Istrinya memberi hormat.
" Kalian tidak perlu sungkan. Panggil saja namaku Gong Sifa atau Sifa saja." Gong Sifa merasa tidak enak dengan panggilan itu karena dia dan bawahannya hanya menumpang di wilayah Kerajaan Peri Cahaya.
Hal itu tentu menjadi pertanyaan di benak Ryu, kenapa seorang Ratu Peri Hutan bisa mengungsi di kediaman Peri Cahaya.
" Kalian pasti ingin bertanya mengapa Ras Peri Hutan berada di tempat ini?" Gong Sifa menoleh ke arah Ryu dan Istrinya dengan suara anggun dan berwibawa layaknya seorang Ratu.
Meskipun tidak menjawab, Ryu dan Istrinya hanya mengangguk kecil sambil menunggu penjelasan dari Gong Sifa.
" Kerajaan Peri Hutan telah dihancurkan oleh sekelompok Hewan Roh dari Dunia Dongwu dan bekerjasama dengan Ras Peri Kegelapan." Ucap Gong Sifa dengan penuh keanggunan seorang Ratu tanpa memasang ekspresi apapun.
Mendengar ucapan tersebut Ryu sedikit menaikkan alisnya kenapa makhluk dari Dunia Dongwu berada di Dunia Nuse.