SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 387. Ancaman dari Liu Ryu


Tidak lama kemudian, para petarung bawahan Duke Barley telah berkumpul di depan Istana keluarga Barley dengan senjata lengkap.


Duke Barley tidak main-main, karena untuk menghadapi seorang gadis yang bisa mengalahkan orang dalam satu kali pukulan, dapat dipastikan dia adalah sosok yang kuat.


Di sisi lain, para petarung yang berjumlah seratus orang merasa heran karena Duke Barley baru pertama kali mengerahkan semua bawahannya hanya untuk menghadapi seorang gadis.


Namun tidak ada yang berani bertanya, karena perintah Duke Barley adalah hal yang mutlak.


" Sekarang kita berangkat ke restoran." Duke Barley memberi perintah, lalu berjalan paling depan.


Pemilik restoran juga ikut bersama rombongan, menuju ke restoran miliknya, meskipun perasaannya begitu khawatir.


Selama dalam perjalanan, banyak sekali para warga yang menyaksikan kejadian tersebut, membuat mereka merasa heran.


" Kemana mereka pergi?"


" Apa kota Ludya sedang diserang hewan buas?"


Tanya beberapa warga yang kebetulan berpapasan dengan rombongan keluarga Barley.


" Tidak! Sepertinya mereka menuju ke restoran, karena pemilik restoran juga ikut bersama mereka."


" Ya... Jika ada serangan hewan buas, maka arah mereka tidak kesitu."


" Lalu kenapa mereka pergi ke arah restoran? Apa ada yang berani mengusik keluarga Barley?"


" Lebih baik kita lihat saja! Aku yakin ada orang yang kuat, sehingga membuat keluarga Barley mengerahkan seluruh bawahannya."


Para warga yang berdatangan, kini mulai mengikuti arah para petarung keluarga Barley dari arah belakang.


*******


Di sisi lain, Liu Ryu dan Elena yang baru saja selesai makan,. kini Liu Ryu menaikkan alisnya karena dia dapat merasakan kehadiran beberapa sosok yang menuju ke arah restoran.


" Sepertinya mereka bosan hidup." Liu Ryu menggelengkan kepala, lalu berjalan mendekati pintu restoran.


Elena yang membayar biaya makanan mereka, kini langsung berjalan mendekati Liu Ryu dan menggandeng tangannya.


Sesaat terlihat beberapa sosok yang muncul di halaman depan restoran. Pemilik restoran juga langsung menunjuk ke arah Elena yang keluar dari restoran bersama Liu Ryu.


" Duke Barley, itu dia orangnya." Ucap pemilik restoran, sambil menunjuk ke arah Elena.


" Oh... Jadi kamu yang melukai putraku?" Ucap Duke Barley, sambil menatap ke arah gadis itu.


" Ya... Aku melakukannya, karena mereka yang lebih dulu membuat masalah." Elena berkata dengan nada datar.


Sesaat Duke Barley menatap ke arah Elena yang memiliki paras yang cantik, sehingga sangat disayangkan jika wanita itu terluka.


Duke Barley memberikan penawaran kepada Elena agar menjadi Istrinya. Dengan demikian dia tidak akan memperhitungkan permasalahan sebelumnya.


" Bagaimana? Apa kamu mau?" Tanya Duke Barley.


" Tenang saja, aku akan memberikan kontribusi yang layak kepada suamimu dan memberikan harta dalam jumlah besar untukmu. Asalkan kamu mau menjadi Istriku." Meskipun Duke Barley terlihat sudah tua, namun saat melihat paras cantik Elena, hatinya begitu tertarik.


" Tidak! Aku sama sekali tidak kekurangan harta." Elena menjawab dengan tegas, sambil menatap ke arah Liu Ryu yang dia anggap sebagai harta yang tidak ternilai.


Bahkan Elena menunjukkan kemesraan mereka di hadapan Duke Barley dengan mencium bibir Liu Ryu dengan lembut.


" Kurang ajar! Bunuh pemuda itu!" Duke Barley yang terlihat marah, langsung meminta kepada bawahannya untuk membunuh Liu Ryu agar dia bisa mendapatkan Elena.


Wuush!


Liu Ryu melepaskan Aura Dewa Agung, membuat semua petarung muntah darah, hingga jatuh terkapar di tanah.


" Gluug." Duke Barley menelan ludah kasar, karena tanpa menyentuh, Liu Ryu sudah mengalahkan bawahannya.


Kini Duke Barley terlihat pucat seperti roh yang meninggalkan raganya. Bahkan pemilik restoran juga terlihat pucat..Merasa menyesal karena telah berani mengusik Liu Ryu dan Elena.


" A... Ampun tuan muda. Ini semua salah putraku." Duke Barley berlutut di hadapan Liu Ryu, karena mereka tidak mungkin bisa mengalahkan Liu Ryu, meskipun sudah mengerahkan seluruh bawahannya.


" Baiklah, aku akan memaafkan dirimu! Tapi besok pagi kamu harus menjual Sandflier kepada orang yang berasal dari Serikat Petarung."


" Jika tidak, maka aku tidak akan memusnahkan seluruh anggota keluarga kalian. Satu lagi, aku meminta bantuan kalian untuk mengumpulkan batu alam yang berada di Ludya ini."


" Jika tidak, maka aku akan membunuh keluarga kalian dan siapapun yang berani menolaknya." Ucap Liu Ryu dengan nada santai.


Namun bagi Duke Barley dan pemilik restoran, ucapan dari Liu Ryu seperti bunyi kilat yang menggelegar.


" Baik master." Jawab keduanya dengan cepat, karena tidak ingin mengambil resiko jika seluruh keluarga mereka dimusnahkan.


" Mmmm, aku tunggu sampai besok siang." Ucap Liu Ryu, lalu meninggalkan tempat itu bersama Elena.


Saat Liu Ryu dan Elena yang tidak terlihat lagi, Duke Barley dan pemilik restoran baru bisa mengatur napas dengan baik.


Duke Barley menatap ke arah seratus petarung bawahannya yang masih jatuh terkapar, dengan tatapan jelek.


Para petarung yang dia andalkan selama ini, sama sekali tidak berkutik ketika berhadapan dengan Liu Ryu.


Duke Barley berjanji dalam hati, untuk mematahkan kedua kaki putranya sendiri,. karena akibat ulah putranya, keluarga Barley hampir musnah.


" Kamu bantu aku untuk mengumpulkan batu alam. Jika tidak, maka aku akan membakar restoran milikmu!" Duke Barley menatap ke arah pemilik restoran, dengan penuh ancaman.


" Ba... Baik Duke Barley." Pemilik restoran berkeringat dingin, langsung meminta kepada para pelayan dan petugas keamanan untuk mengumpulkan batu alam dari setiap pedagang.


Sedangkan Duke Barley menendang bokong para petarung bawahannya, agar mereka bisa membantunya untuk mengumpulkan batu alam dari keluarga besar yang lain di Ludya.


*******


Sementara di tempat lain, Liu Ryu dan Elena yang sudah berada di penginapan,.kini langsung disambut oleh para pelayan.


" Pelayan, kami ingin menyewa satu kamar terbaik disini." Liu Ryu langsung memberikan satu koin emas kepada pelayan yang menyambut kedatangan mereka.


" Baik tuan muda, nona... Mari saya antar." Pelayan itupun mengantar mereka ke sebuah kamar yang berada di lantai tiga.


Dengan satu koin emas, Liu Ryu dan Istrinya bisa mendapatkan kamar yang sangat mewah, bahkan juga disiapkan hidangan dan arak.


Liu Ryu dan Elena yang sudah berada di dalam kamar, kini langsung membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Suamiku, apa sekarang aku sudah cukup kuat?" Tanya Elena yang sudah tidak sabar ingin menikmati malam pertamanya.


" Aku rasa sudah cukup." Jawab Liu Ryu,. diikuti sebuah senyuman dari wajahnya.


Mendengar perkataan dari suaminya, Elena tidak sungkan lagi, langsung melepaskan satu-persatu kancing bajunya.


Ciuman dari keduanya saling bertemu, membuat gairah mereka semakin meningkat, hingga dengan kemampuan fisiknya Elena tidak mudah untuk kelelahan.


Meskipun pada awalnya Elena membutuhkan waktu agar bagian intinya bisa mengimbangi keperkasaan Liu Ryu, namun secara perlahan dia mulai begitu menikmatinya.