SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 290. Salah Lawan


Sambil berjalan menaiki tebing yang curam, Kalajengking raksasa teringat akan sebuah tempat yang sangat berbahaya di hutan larangan.


" Tidak ada tuan. Hanya satu tempat yang paling berbahaya di hutan larangan ini. Tidak ada satupun Kultivator yang berani mendekati wilayah itu." Kalajengking raksasa merasa ragu untuk memberitahukan tempat tersebut.


" Kalajengking... Tunjukkan saja dimana tempatnya." Ucap Liu Ryu.


Tentu Liu Ryu sangat menginginkan Sumberdaya yang lebih banyak lagi, karena dia ingin meningkatkan Kultivasi lebih cepat lagi.


Meskipun Liu Ryu dan Istrinya sudah banyak mengumpulkan Sumberdaya, namun itu semua masih belum cukup.


Untuk satu Istrinya saja sudah membutuhkan satu juta Pil Susu Awan agar bisa menerobos Bintang Langit.


Itu artinya Liu Ryu membutuhkan 10 juta Pil Susu Awan agar bisa menerobos Bintang Raja dan untuk Istrinya membutuhkan 129 juta Pil Susu Awan agar bisa menerobos Bintang Langit.


Belum lagi Shang Wushuang dan 73 saudarinya yang masih belum diketahui tingkat Kultivasi mereka, karena masih ditekan oleh energi tidak kasat mata di hutan larangan.


Jika dihitung jumlah Sumberdaya yang sudah mereka konsumsi, maka jumlahnya melebihi harta kekayaan Kekaisaran Han hingga puluhan kali lipat.


" Baiklah tuan. Tapi aku tidak bisa mengantar tuan kesana. Ucap Kalajengking raksasa, lalu mengeluarkan sebuah cahaya yang merupakan sepenggal ingatannya agar Liu Ryu bisa menemukan tempat tersebut.


Saat berada di tempat tinggal Kalajengking raksasa, Liu Ryu langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Kalajengking raksasa.


" Aku harus mencari Sumberdaya lebih banyak lagi. Aku tidak ingin seperti para Kultivator lainnya yang membutuhkan waktu selama ribuan tahun hanya untuk naik satu tingkat." Gumam Liu Ryu, sambil melangkahkan kakinya.


Tanpa sadar Liu Ryu sudah diawasi oleh beberapa sosok yang ditugaskan oleh Kaisar Langit untuk membunuh para Kultivator yang berada di hutan larangan.


Tentu Liu Ryu tidak bisa menemukan keberadaan mereka, karena tingkat Kultivasi mereka setara dengannya.


Terlebih para Kultivator itu memiliki kemampuan khusus dalam penyamaran, membuat Liu Ryu tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka.


Di sisi lain beberapa Kultivator yang mengawasi Liu Ryu dari balik pepohonan, kini tersenyum lebar karena target mereka hanya satu orang.


" Saudara... Tunggu apa lagi? Kita harus segera membunuh orang itu." Ucap salah satu sosok yang bersembunyi di balik pepohonan.


" Aku tidak yakin pemuda itu memiliki banyak harta. Dia terlalu muda dan belum genap 50 tahun. Itu artinya diluar sana, tingkat Kultivasinya kemungkinan hanya mencapai Bintang Berlian."


" Itupun jika dia berasal dari Klan Besar." Salah satu rekannya berasumsi bahwa Liu Ryu hanya mencapai Bintang Berlian jika keluar dari hutan larangan.


" Tapi Kaisar Langit memberi perintah kepada kita untuk membunuh siapapun yang kita temui." Ucap sosok tersebut kepada rekannya.


Tujuan Kaisar Langit tidak lain agar para Kultivator dari Benua lainnya tidak berani lagi pergi ke hutan larangan.


Meskipun hutan larangan saling terhubung dengan Benua lainnya, namun para Kultivator tidak bisa menggunakan hutan larangan agar bisa pergi ke benua lainnya.


Jika Kultivator itu berasal dari Benua Timur, maka dia akan kembali ke Benua Timur lagi, begitupun sebaliknya.


" Baiklah, kalau begitu kamu saja yang membunuhnya." Ucap salah satu dari mereka meminta kepada sosok di sampingnya.


Dengan penuh percaya diri, Kultivator itupun keluar dari persembunyiannya lalu melesat ke arah Liu Ryu.


Tanpa basa-basi, Kultivator itupun mengarahkan tombaknya kedepan untuk menyerang Liu Ryu.


" Hmmm." Liu Ryu hanya berdehem, seraya mengeluarkan Pedang Naga Petir lalu mengayunkan pedangnya untuk menangkis tombak dari pihak lawan.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan antara Pedang Naga Petir dan tombak dari pihak lawan, menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.


Di sisi lain Liu Ryu langsung mengirim pesan jiwa kepada Istrinya di sela pertarungannya untuk mempersiapkan diri, karena dia berfikir bahwa sosok yang berada di depannya pasti memiliki kelompok.


" Anak muda.... Di usiamu yang seperti itu, sepertinya kamu sudah sering melakukan pertarungan. Jika kamu berada di Benua Tengah, Kaisar Langit akan merekrutmu." Ucap sosok tersebut sambil memainkan tombaknya ke arah Liu Ryu.


" Kaisar Langit? Jadi mereka berasal dari Benua Tengah?" Fikir Liu Ryu.


" Aku tidak butuh." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada pedangnya, lalu mengayunkan ke arah pihak lawan.


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Pedang Naga Petir yang sudah diselimuti elemen Kehampaan, kini mengeluarkan energi yang sangat kuat.


Traaang!


Dalam satu kali ayunan, tombak dari pihak lawan langsung hancur berkeping-keping, membuat sosok tersebut sontak kaget.


Craaash!


Sebelum sosok tersebut menyadari situasi, Liu Ryu menebas tubuhnya hingga terbelah menjadi dua bagian.


" Saudara."


Wuush! Wuush! Wuush!


Sebuah teriakan dari balik pepohonan, dimana terlihat beberapa sosok keluar dari tempat tersebut menuju ke arah Liu Ryu.


Mereka tidak menyangka bahwa rekan mereka bisa dikalahkan dengan mudah oleh seorang pemuda.


Wuush! Wuush! Wuush!


Satu-persatu Istri Liu Ryu serta Shang Wushuang dan 73 saudarinya bermunculan, membuat Kultivator dari Benua Tengah langsung meningkatkan kewaspadaan.


Melihat kehadiran 203 sosok bertopeng dan menggunakan baju Zirah, para Kultivator dari Benua Tengah memasang wajah jelek karena mereka telah berhadapan dengan orang yang salah.


" Ah... Saudara... Terimakasih telah membunuh rekan kami ini. Dia memang selalu membuat onar di Klan kami." Salah satu sosok dengan cepat bersikap lembut, karena dapat dipastikan mereka akan kalah.


Di hutan larangan, tentu para Kultivator dari Benua Tengah tidak bisa berbuat apa-apa, karena tingkat Kultivasi mereka sudah ditekan.


Meskipun jumlah mereka sekitar seratus orang, namun masih kalah jumlah dengan Liu Ryu dan Istrinya.


" Jadi orang itu adalah rekan kalian?" Tanya Liu Ryu sekedar basa-basi.


" Benar saudara... Karena anda sudah membunuhnya, kami akan memberikan hadiah yang pantas." Salah satu dari mereka langsung memberikan Cincin Ruang yang dia miliki kepada Liu Ryu.


" Sepertinya orang yang baru saja aku bunuh, memiliki harga yang tinggi. Kalau begitu aku meminta kepada kalian untuk memberikan semua Cincin Ruang yang ada pada kalian." Ucap Liu Ryu dengan nada tinggi.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, para Kultivator tersebut memasang wajah masam karena itu sama saja dengan perampokan.


Namun jika mereka tidak menuruti keinginan sosok tersebut, maka hidup mereka tidak akan lama lagi.


" Baik saudara. Kami akan memberikan harta yang kami miliki." Ucap sosok tersebut sambil memberi isyarat kepada rekannya.


Satu-persatu Kultivator dari Benua Tengah melepaskan Cincin Ruang mereka, lalu memberikan kepada Liu Ryu dengan tangan gemetar berkeringat dingin.