SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 282. Meminta Maaf


Setelah berhasil membunuh pemimpin organisasi Singa Darah, Liu Ryu langsung melesat cepat ke arah ledakan. tentu untuk mencari Cincin Ruang milik sosok tersebut.


" Hmmm... Tangkapan besar." Liu Ryu tersenyum lebar sambil memeriksa isi Cincin Ruang tersebut.


Straaing!


Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah pasukan anggota organisasi Singa Darah yang masih tersisa, lalu membunuh mereka untuk membantu Istrinya.


Mendapatkan bantuan dari suaminya, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain yang awalnya terlihat kewalahan, kini bernafas lega.


" Terimakasih suamiku." Ucap Sheng Zhishu di sela pertarungannya.


" Mmmm." Liu Ryu mengangguk, lalu melesat ke arah kelompok pihak lawan yang semuanya berubah wujud menjadi sosok Singa.


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Elemen Kehampaan yang menyatu dengan Pedang Naga Petir, membuat kelompok Singa tersebut terlihat ketakutan.


Anggota Organisasi Singa Darah tidak menyangka bahwa pemimpin mereka bisa dikalahkan oleh sosok Naga yang melesat ke arah mereka.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Satu-persatu anggota organisasi Singa Darah mati dalam kondisi tubuh terpotong atau terbelah dari setiap ayunan Pedang Naga Petir.


Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang sebelumnya hanya dalam posisi bertahan, meskipun sudah menggunakan teknik terkuat mereka, kini kembali bergerak liar untuk membunuh anggota organisasi Singa Darah.


" Tidak menyangka kemampuan mereka bisa berlipat ganda saat melakukan perubahan wujud." Tan Shuying dengan nafas memburu sambil melakukan serangannya.


Jika saja Sheng Zhishu dan beberapa Istri Liu Ryu tidak menggunakan teknik ilusi, dapat dipastikan mereka akan terluka berat.


Begitupun dengan Gong Ziya yang sudah menggunakan teknik duplikat Bulan, hanya mampu mengurangi kecepatan bergerak pihak lawan.


" Terimakasih karena sudah menahan mereka." Ucap Liu Ryu sambil membantu Istrinya yang sedang menghadapi kesulitan.


Dengan adanya bantuan dari Liu Ryu, kini satu-persatu Istrinya bisa bergerak dengan bebas untuk melakukan serangan balik ke pihak lawan.


Setelah melakukan pertarungan cukup lama, akhirnya semua anggota organisasi Singa Darah berhasil dikalahkan, hingga tidak ada satupun yang tersisa.


Begitupun dengan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta, juga berhasil membunuh Ketua perampok beserta bawahannya.


Meskipun pasukan Semesta tidak ada yang mati, namun kondisi mereka tidak dalam keadaan baik-baik kini saling memapah satu sama lain agar bisa berjalan mendekati Liu Ryu.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Anggota pasukan Semesta menundukkan kepala.


" Kembalilah ke Kekaisaran Atas Awan dan pulihkan kondisi kalian. Biar masalah ini menjadi urusan kami." Ucap Liu Ryu, lalu menciptakan cincin raksasa.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak, lalu satu-persatu masuk ke dalam portal teleportasi.


Saat semua anggota pasukan Semesta telah pergi, Liu Ryu meminta kepada Istrinya untuk beristirahat dan memulihkan diri di Dunia Quzhu.


" Suamiku, kamu tenang saja! Luka kami tidak terlalu parah." Sheng Zhishu dan yang lain berusaha untuk terlihat tenang, meskipun mengalami luka berat.


" Kalian tidak perlu berbohong! Aku tau kalian sedang terluka berat." Ucap Liu Ryu dengan nada tinggi, karena merasa tidak enak telah membawa Istrinya dalam situasi seperti itu


Mendengar ucapan dari suami mereka yang baru pertama kali menunjukkan kemarahannya, kini Sheng Zhishu dan yang lain hanya menunduk dan berdiam diri, lalu kembali ke Dunia Quzhu.


Namun itu semua karena Liu Ryu tidak ingin melihat Istrinya dalam keadaan terluka, meskipun tidak bisa dihindarkan ketika saat bertarung.


Liu Ryu yang kini hanya seorang diri, kini memeriksa beberapa bangunan untuk mencari ruang Sumberdaya.


Saat berada di ruang Sumberdaya, Liu Ryu disuguhkan dengan tumpukan Sumberdaya dan berbagai jenis benda yang belum dia ketahui.


Namun Liu Ryu mengambil semuanya, karena dia berfikir bahwa beberapa benda tersebut sangat berguna.


Setelah ruangan tersebut sudah bersih tanpa sisa, Liu Ryu kembali mengumpulkan Cincin Ruang yang dimiliki anggota perampok dan anggota Organisasi Singa Darah yang mereka bunuh sebelumnya.


" Sepertinya aku harus melanjutkan perjalanan seorang diri." Liu Ryu tersenyum pahit karena tidak didampingi Istrinya.


Saat berada di tempat menaruh kuda mereka, Liu Ryu mengibaskan tangannya untuk membawa kuda milik Istrinya ke Dunia Quzhu, lalu melanjutkan perjalanan.


Namun setelah melakukan perjalanan selama seharian, Liu Ryu merasa tidak enak karena sebelumnya telah bersikap kasar kepada Istrinya.


Terlebih saat melakukan perjalanan, Liu Ryu merasa ada sesuatu yang kurang dari dirinya, sehingga dia memutuskan untuk menghentikan laju kudanya dan pergi ke Dunia Quzhu.


Situasi hening pun terjadi saat Liu Ryu berada di Istana Kristal, karena Sheng Zhishu dan yang lain tidak berani bersuara.


" Istriku, aku minta maaf. Sebelumnya aku telah bersikap kasar kepada kalian." Liu Ryu menghela nafas, lalu berjalan mendekati Istrinya.


" Suamiku... Kami juga minta maaf. Seharusnya kami mendengar perkataanmu." Xie Hua merasa dirinya tidak pernah mendengar ucapan dari suaminya.


" Suamiku, Aku juga minta maaf."


Satu-persatu Istri Liu Ryu mengeluarkan suara, sambil memeluk suami mereka secara bergantian.


Suasana yang awalnya terlihat hening, kini kecanggungan diantara mereka kembali seperti semula dimana Liu Ryu juga tidak ingin mengekang Istrinya.


" Untuk beberapa saat, kita habiskan waktu disini saja. Aku ingin dimanjakan oleh wanita tercantik" Ucap Liu sambil menggoda Istrinya.


" Sekarang kamu sudah pandai merayu." Sheng Zhishu tertawa kecil sambil menyandarkan kepalanya di bahu Liu Ryu.


Setelah cukup lama berbincang kecil untuk mempererat hubungan mereka, Kini Liu Ryu mengganti topik pembicaraan mereka.


" Sebelumnya aku telah mendapatkan beberapa benda yang menurutku sangat langka. Apa kalian mengenal benda ini?" Tanya Liu Ryu, sambil mengeluarkan benda yang dia kumpulkan sebelumnya.


Sesaat Sheng Zhishu dan yang lain memperhatikan setiap benda yang dikeluarkan oleh suami mereka dengan penuh selidik.


Namun tidak ada yang mengetahui jenis benda tersebut, kecuali Qin Shuomei yang pernah menyerap informasi dari perampok sebelumnya.


" Suamiku, benda ini adalah sebuah kunci untuk membuka wilayah terlarang Klan Naga. Itu artinya kita harus menemukan peta terlarang Naga Kuno agar bisa terhubung ke wilayah terlarang Klan Naga." Qin Shuomei menjelaskan fungsi dari benda yang diperlihatkan oleh Liu Ryu.


Mendengar keterangan dari Qin Shuomei, Liu Ryu terdiam sejenak karena untuk mencari peta wilayah terlarang Naga Kuno bukanlah perkara mudah.


" Suamiku, bagaimana menurutmu? Apa kita harus mencari peta wilayah terlarang Naga Kuno?" Tanya Tai Bai.


" Ya... Sepertinya darah Naga Kuno sangat berguna untuk kita. Hanya saja jika salah sedikit, maka kita tidak bisa mengendalikan pikiran kita." Liu Ryu tidak ingin bertindak gegabah, meskipun darah Naga Kuno memiliki kekuatan besar.


Dengan kata lain, Liu Ryu harus mempelajari tentang cara membangkitkan darah Naga Kuno, agar tidak terjadi kesalahan.