SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 262. Markas Perampok 4


Begitupun dengan Long bersaudara dan Huang bersaudara juga telah berubah wujud menjadi Naga Laut dan Phoenix Awan juga tidak mau kalah, langsung menyerang para perampok dari berbagai arah.


" Kalian terlalu bersemangat." Gumam Liu Ryu yang melihat istrinya sudah menggunakan perubahan wujud, hanya bisa menggelengkan kepala.


Melihat kejadian itu, membuat para perampok sangat ketakutan dan berkeringat dingin seakan tidak ingin lagi untuk bertarung.


Bahkan tanpa bantuan Liu Ryu, Sheng Zhishu yang sudah berubah wujud menjadi seekor Kirrin, kini menyerang ketua perampok dengan ganas.


Mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Sheng Zhishu, ketua perampok memasang wajah jelek. Jangankan untuk melindungi bawahannya, melindungi dirinya sendiri juga tidak mampu.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Ratusan Hujan elemen Kehampaan dari Liu Ryu menghanguskan semua lautan para perampok yang disekitarnya.


" Ini... Ini benar-benar Pembantaian." Gumam ketua perampok sambil melihat serangan dari Liu Ryu dimana setiap sambaran elemen Kehampaan mampu membunuh bawahannya yang sudah mencapai Bintang Suci.


" Kalian semua, serang pemuda Itu!" Ucap ketua perampok sambil menunjuk ke arah Liu Ryu.


" Baik." Keenam anggota perampok yang sudah mencapai Bintang Alam, langsung melesat ke arah Liu Ryu.


Bboooom!


Gabungan serangan elemen cahaya dari keempat sosok tersebut, membuat Liu Ryu terpental puluhan meter.


Dengan sebuah senyuman, Liu Ryu mulai bangkit dengan kondisi tubuh tidak mengalami luka apapun lalu mengangkat tangannya, dimana Pedang Naga Petir langsung berpindah tempat ke tangannya.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Gumam keenam sosok tersebut, merasa ketakutan saat melihat Liu Ryu yang tidak mengalami luka sedikitpun.


Di sisi lain Liu Ryu tersenyum lebar sambil menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar pada Pedang Naga Petir.


'' Jalan Bayangan.''


Wuush!


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Ryu membentuk bayangan hitam melesat berbagai arah menebas semua para perampok yang berada di dekatnya dengan serangan yang tidak bisa terbaca, membuat ratusan para perampok mati tanpa mengetahui dari mana arah serangan tersebut.


" Gluug." Ketua perampok menelan ludah seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Sesaat ketua perampok menoleh ke arah Sheng Zhishu yang selalu menekan pergerakannya.


" Bagaimana Mungkin? Aku sendiri yang sudah mencapai Bintang Bumi masih tidak bisa melihat serangan yang dilancarkan Pemuda ini." Gumam ketua perampok di sela pertarungannya.


Kini tatapan ketua perampok tertuju pada Sheng Zhishu yang berwujud Kirrin yang hanya mencapai Bintang Alam, namun dengan mudah menekan pergerakan seorang Kultivator yang sudah mencapai Bintang Bumi.


Tentu kejadian tersebut sangat jarang ditemukan karena perbedaan antara Bintang Alam dan Bintang Bumi sudah terlalu jauh.


" Apa mereka menggunakan Artefak khusus?" Gumam ketua perampok sambil meningkatkan kewaspadaan.


Ggooooaaarr!


Sheng Zhishu mengaum keras, lalu menerkam ke arah ketua perampok, membuat sosok tersebut terlihat pucat karena merasakan tubuhnya seperti ditimpa beban berat akibat raungan dari Sheng Zhishu.


Craaash! Craaash! Craaash!


Dengan wujud seekor Kirrin, Sheng Zhishu mencakar tubuh ketua perampok hingga dalam hitungan detik langsung kehilangan nyawa.


Namun itu bukan keputusan yang bijak, karena Liu Ryu dan Istrinya berpindah tempat untuk memburu dan membunuh mereka.


Tidak lama kemudian Liu Ryu dan Istrinya berhasil membunuh semua anggota perampok tersebut hingga tidak ada yang tersisa.


" Sheng Zhishu, apa kamu menemukan sesuatu yang berharga di Cincin milik Ketua perampok ini?" Tanya Qin Shuomei yang sudah mengetahui tujuan dari Organisasi Singa Darah.


" Ya... Aku menemukan sebuah Kitab." Ucap Sheng Zhishu, sambil menunjukkan sebuah Kitab di tangannya.


Sedangkan Xie Xian dan Istri Liu Ryu yang lain membawa mereka untuk menjarah Sumberdaya yang berada di tempat tersebut.


" Istriku, apa yang kamu ketahui tentang Organisasi Singa Darah?" Tanya Liu Ryu.


" Organisasi Singa Darah sedang mencari beberapa benda untuk membangkitkan darah Naga Kuno. Salah satunya adalah Kitab Naga Kuno yang berada di tangan Sheng Zhishu." Qin Shuomei menjelaskan apa yang dia ketahui.


Itulah kenapa Organisasi Singa Darah bekerjasama dengan para perampok yang tersebar di seluruh Benua Timur, agar bisa mengumpulkan Kitab Naga Kuno, Prasasti Naga, Altar Naga Kuno, peta terlarang Klan Naga dan darah Naga Kuno yang dimiliki Ras Naga Langit.


" Hanya itu saja yang aku ketahui." Ucap Qin Shuomei menutup pembicaraannya.


" Organisasi Singa Darah? Naga Kuno?" Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena menurutnya ada sesuatu yang mengganjal.


Liu Ryu berspekulasi bahwa Organisasi Singa Darah berasal dari Klan Demi-Human yang bisa berubah wujud menjadi seekor Singa.


Namun yang menjadi pertanyaan bagi Liu Ryu, mengapa Organisasi Singa Darah mengambil sesuatu yang seharusnya milik Ras Naga?


" Sebaiknya kita harus mencari tau tentang Organisasi Singa Darah! Aku yakin ada sesuatu yang sangat berharga yang sedang mereka cari." Sheng Zhishu berpikir bahwa akan terjadi sesuatu yang besar, jika Organisasi Singa Darah berhasil menemukan benda yang mereka cari.


" Baiklah, kita harus mencari tau tujuan mereka." Ucap Liu Ryu.


Tidak lama kemudian Xie Xian dan yang lainnya sudah berhasil menjarah Sumberdaya di tempat tersebut, lalu berjalan mendekati Liu Ryu.


" Suamiku, sepertinya kita memiliki jarahan lebih banyak dari sebelumnya." Ucap Xie Xian, yang kini sudah berada di depan Liu Ryu.


" Baiklah, kita akan mencari kota terdekat untuk membeli Sumberdaya, sebelum melanjutkan perjalanan." Liu Ryu langsung melangkahkan kakinya ke arah kuda mereka.


Setelah semuanya sudah berada di kudanya masing-masing, Liu Ryu langsung memacu kudanya menuju ke sebuah kota.


Saat berada di kota, Liu Ryu dan Istrinya tidak mengalami hambatan apapun karena para penjaga gerbang langsung patuh saat melihat Lencana yang dimiliki Liu Ryu.


Begitupun saat berada di Rumah Sumberdaya di kota kecil tersebut, manager Rumah Sumberdaya langsung meminta kepada para pelayan untuk mengumpulkan Sumberdaya senilai Batu Roh yang diberikan oleh Liu Ryu kepada mereka.


Karena Sumberdaya yang mereka cari sudah didapatkan, Liu Ryu dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke markas , perampok yang ketiga.


Saat berada di tengah perjalanan, Liu Ryu menghentikan kudanya, karena kuda mereka terlihat kelelahan.


" Suamiku, kenapa kita berhenti?" Tanya Xie Hua.


" Sebaiknya kita mencari rumput roh untuk kuda kita. Lagipula sebentar lagi hari mulai gelap." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah hutan yang berada di samping jalan.


" Tidak masalah... Tapi kita harus mencari sumber air." Ucap Sheng Zhishu.


Seakan mengerti keinginan Istrinya, Liu Ryu membuka sebuah peta wilayah Kekaisaran Han.


" Aku rasa di hutan ini ada sebuah sungai." Ucap Liu Ryu, lalu membawa Istrinya memasuki hutan tersebut.


Meskipun tidak tertera di dalam peta, namun Liu Ryu merasa yakin bahwa di dalam hutan tersebut ada sebuah sungai kecil.