
Craaakk!
Craaakk!
Craaakk!
Energi dari pelindung transparan kembali menciptakan siluet pedang, mengarah kepada Liu Ryu, hingga tiga kali mendapat luka sayatan di tubuhnya, karena kecepatan serangan balik membuat Liu Ryu tidak sempat menghindar.
Liu Ryu dengan buru-buru menjauhi siluman mimpi, karena dia merasakan ada sesuatu yang janggal.
" Kenapa tebasanku justru menyerang balik?" Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah siluman mimpi yang masih berada di tempat semula.
Karena Pedang Naga Petir tidak cocok untuk melawan siluman mimpi, Liu Ryu mengembalikan pedang tersebut, lalu mengeluarkan Tongkat Api.
Wuush!
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu kembali melesat ke arah siluman mimpi, lalu mengayunkan tongkat di tangannya.
Baaang! Kwaaahhh!
Baaang! Kwaaahhh!
Baaang! Kwaaahhh!
Pukulan demi pukulan bersarang pada siluman mimpi, hingga mengeluarkan ******* setelah Liu Ryu menyerangnya.
Akibat pukulan keras dari Tongkat Api, siluman mimpi terlempar berkali-kali, karena Liu Ryu tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk membunuhnya secepat mungkin.
GOOAAAH!
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu gelembung udara keluar dari mulut siluman mimpi dengan kecepatan tinggi, ke arah Liu Ryu.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat untuk menjauhi arah serangan.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai tempat, seakan mengikuti arah Liu Ryu yang berusaha untuk menghindar.
Akibat ledakan tersebut, membuat wilayah sekitar menjadi tanah gersang diikuti pepohonan yang hancur berkeping-keping.
" Sialan... Makhluk macam apa ini?" Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena siluman mimpi memiliki kemampuan yang sangat aneh.
Sepanjang perjalanan Liu Ryu, baru pertama kali berhadapan dengan lawan yang memiliki kemampuan yang tidak biasa.
Tembakan bola angin yang keluar dari mulut siluman mimpi, seakan tidak berhenti hingga membuat Liu Ryu kesulitan mencari celah untuk melakukan serangan balik.
" Sepertinya hanya teknik teleportasi saja yang paling efektif untuk mengalahkan siluman mimpi ini."
Sriiiiiing!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, lalu mengayunkan tongkatnya.
Baaang! Kwaaahhh!
Baaang! Kwaaahhh!
Baaang! Kwaaahhh!
Pukulan demi pukulan bersarang pada siluman mimpi, membuat ukurannya semakin mengecil.
Meskipun demikian, siluman mimpi juga tidak tinggal diam, langsung berbalik arah lalu mengeluarkan bola angin ke arah Liu Ryu.
Wuush!
Liu Ryu yang sudah memahami cara untuk menghadapi siluman mimpi, kini langsung melesat cepat untuk menghindar.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Saat berada di tempat yang cukup jauh, Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, lalu mengayunkan tongkatnya.
Baaang! Kwaaahhh!
Baaang! Kwaaahhh!
Baaang! Kwaaahhh!
Dengan kecepatan penuh, Liu Ryu memukul siluman mimpi hingga berkali-kali, hingga kekuatan siluman mimpi mulai melemah. Diikuti ukurannya mulai mengecil.
Seperti sebelumnya, saat siluman mimpi sudah berukuran kepalan tangan, kemampuan serangannya juga tidak bisa melukai tubuh Liu Ryu.
" Sungguh lawan yang unik."
Bboooom!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu memukul siluman mimpi dengan menggunakan Tongkat Api, hingga menjadi kabut darah.
Liu Ryu menghela nafas panjang, lalu mencari tempat untuk memulihkan diri, karena saat melakukan pertarungan melawan siluman mimpi sangat menguras tenaganya.
Jika dibandingkan harus berhadapan dengan hewan buas atau Siluman lainnya, Liu Ryu tidak pernah merasa kelelahan seperti itu.
Liu Ryu mengakui kehebatan dari siluman mimpi yang bisa membuatnya merasa kelelahan seperti itu, karena kecepatan serangan jarak jauh dari siluman mimpi tidak pernah Liu Ryu temukan dari lawannya yang pernah dia temui.
Setelah selesai memulihkan diri, Liu Ryu kembali terbang ke arah pulau melayang berikutnya.
" Siluman mimpi ini sangat kuat dan memiliki kemampuan yang sangat unik. Sayangnya tidak ada sesuatu yang berharga pada tubuh mereka." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah siluman mimpi yang ketiga.
Menyadari kehadiran Liu Ryu, siluman mimpi itupun terbangun dari tidurnya sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Jadi raja dan ratu peri meminta bantuanmu untuk mengambil wilayah mereka kembali?" Tanya siluman mimpi, sambil menyelimuti tubuhnya dengan uap berwarna merah.
Tanpa berkata apapun, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya, karena sosok yang berada di depannya tidak bisa dianggap remeh, meskipun berbentuk telur.
" Karena kamu sudah membangunkan tidurku, aku akan mengucapkan HALO dan DADAH."
GOOAAAH!
Cliiing!
Bersamaan dengan ucapannya, siluman mimpi menciptakan pelindung transparan mengelilingi tubuhnya.
GOOAAAH!
Ccuuumbb!
Ccuuumbb!
Ccuuumbb!
Tembakan bola energi unsur tanah, satu-persatu melesat cepat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
" Kali ini aku tidak akan tertipu lagi." Gumam Liu Ryu, lalu berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, sambil mengayunkan tongkatnya.
Bboooom! Kwaaahhh!
Sebuah pukulan keras dari tongkat yang berada di tangan Liu Ryu, bersarang pada siluman mimpi.
Cliiing!
Energi aneh keluar dari pelindung transparan. membentuk sebuah tongkat, lalu mengarah kepada Liu Ryu.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Siluman mimpi memantulkan kembali pukulan dari Liu Ryu, hingga tiga kali bersarang pada tubuh Liu Ryu hingga terlempar ke udara.
" Uhuuuk." Liu Ryu memuntahkan darah segar dari mulutnya, lalu menatap ke arah siluman mimpi.
Liu Ryu dengan buru-buru melesat ke sebuah arah, karena tembakan energi unsur tanah terus menyerangnya, membuat Liu Ryu tidak sempat mengambil nafas.
Di sisi lain, siluman mimpi tidak memberikan jeda sedikitpun kepada Liu Ryu, sehingga Liu Ryu kesulitan untuk mendekatinya.
" Sangat merepotkan." Liu Ryu mengumpat dalam hati, sambil berlari untuk menjauhi wilayah serangan.
Karena Tongkat Api tidak bisa mengalahkan siluman mimpi, Liu Ryu mengembalikan tongkat tersebut lalu mengambil Pedang Naga Petir.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, lalu mengayunkan pedangnya.
Craaakk! Kwaaahhh!
Sebuah tebasan yang sangat kuat bersarang pada siluman mimpi, namun luka sayatan tersebut kembali menutup.
Cliiing!
Energi aneh keluar dari pelindung transparan, hingga menciptakan siluet pedang mengarah kepada Liu Ryu.
" Sial." Liu Ryu mengumpat, lalu menangkis tebasan dari pihak lawan.
Traaang!
Craaakk!
Craaakk!
Tiga kali tebasan dari siluman mimpi, dimana Liu Ryu hanya sempat menangkis satu tebasan.
Sedangkan dua tebasan dari siluman mimpi, bersarang pada tubuh Liu Ryu, hingga menciptakan luka sayatan yang cukup dalam.
GOOAAAH!
Wuush!
Wuush!
Wuush!
Bola energi unsur tanah satu-persatu keluar dari mulut siluman mimpi, mengarah kepada Liu Ryu.
" Seni Naga Kehampaan, Langkah Bayangan."
Meskipun sedang terluka, Liu Ryu dengan buru-buru melesat ke sebuah arah untuk menghindari arah tembakan dari siluman mimpi.
Sambil menghindar dari arah serangan, Liu Ryu berpikir keras untuk menghadapi siluman mimpi, karena kedua senjata miliknya tidak efektif untuk mengalahkan siluman mimpi.
*******
Meskipun novel ini sudah kurang peminat dan hanya menghasilkan kurang dari 60 ribu dalam sebulan, namun Author akan tetap melanjutkan cerita ini hingga sampai TAMAT.