
Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berada di Istana Kekaisaran Atas Awan, kini menatap ke arah para gadis yang jumlahnya sekitar 300 orang.
" Kalian boleh memilih kamar sebagai tempat tinggal kalian di Istana ini." Ucap Xie Hua, sambil menatap ke arah 300 selir Liu Ryu.
" Baik Permaisuri." 300 selir menundukkan kepala lalu berjalan untuk memilih kamar mereka.
Dari semua 300 selir justru sangat senang karena mereka bisa menjadi selir Kaisar Ryu yang memiliki kekuatan besar.
Tidak hanya itu saja, 300 selir berdecak kagum melihat Istana Kekaisaran Atas Awan yang begitu besar dan megah.
Bahkan 300 selir itu tidak menganggap itu sebagai hukuman, melainkan sebuah keberuntungan langit.
" Meskipun suami kita bermusuhan dengan ayah kita, tapi aku rasa disini kita jauh lebih baik."
" Ya... Kaisar Ryu tidak hanya kaya dan kuat, tapi juga sangat tampan."
" Aku tidak sabar melayani Yang Mulia Kaisar.'
" Apa malam ini kita akan melayani Yang Mulia Kaisar?"
Sebuah diskusi dari 300 selir tersebut dengan wajah berseri-seri, membayangkan dirinya berada di dekapan Liu Ryu.
Mereka seakan melupakan kejadian sebelumnya, karena pikiran mereka sudah dipenuhi dengan wajah Liu Ryu yang memanjakan mereka.
" Meskipun kami tidak memiliki hak atas Kekaisaran Atas Awan, aku ingin melahirkan anak dari Kaisar Ryu."
" Ya... Aku juga berpikir begitu."
" Semoga saja Yang Mulia Permaisuri bisa mengizinkan kita menemani Yang Mulia Kaisar malam ini."
Semua selir tersebut seakan tidak memiliki beban sedikitpun, berharap agar bisa melayani suami mereka dengan baik.
Sedangkan Liu Ryu dan Istrinya langsung masuk ke Dunia Quzhu, saat para selir tersebut sedang memilih kamarnya.
Liu Ryu kembali ke Dunia Quzhu karena mendapatkan pesan jiwa dari Luan Hua dan kelima rekannya.
Di depan Pagoda Jiwa, Liu Ryu dan Istrinya berdiri sambil menatap ke arah puncak Pagoda Jiwa tersebut.
Wuush! Wuush! Wuush!
Terlihat enam cahaya berwarna putih keluar dari puncak Pagoda Jiwa, dimana merupakan wujud dari Luan Hua dan kelima rekannya.
Secara perlahan keenam cahaya turun ke tanah, hingga membentuk sosok manusia yang mengeluarkan cahaya dari tubuh mereka.
" Suamiku, kami sudah berhasil." Luan Hua dan kelima rekannya terlihat senang lalu merangkul tubuh suami mereka.
" Tidak menyangka kalian sudah mencapai Bintang Bumi, tapi aura kalian sangat kuat." Liu Ryu terlihat senang karena keenam Istrinya itu bisa menjadi Dewa.
Luan Hua dan kelima rekannya terlihat senang dengan pencapaian mereka, karena mereka disandingkan dengan Istri Liu Ryu yang lain.
Karena Luan Hua dan kelima rekannya tidak memiliki kemampuan khusus seperti Istri Liu Ryu yang lain, sehingga mereka harus melakukan latihan tertutup.
" Suamiku, kami juga sudah memiliki dunia kecil masing-masing. Dengan demikian, kami sudah menjadi Dewa mereka yang tinggal disana." Luan Hua menceritakan tentang apa yang mereka dapatkan dari Pagoda Jiwa.
Luan Hua bisa menjatuhkan hujan pedang dari atas langit, Luan Quan menciptakan lahar api, Luan Qian bisa menciptakan hujan petir, Luan Qiang bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati dalam waktu tertentu, Luan Weily bisa membangkitkan pasukan mayat hidup dan Wenlie bisa membelah diri menjadi seribu, sesuai dengan jumlah Qi miliknya.
" Meskipun kalian sudah memiliki kemampuan khusus, namun masih ada beberapa Kultivator yang bisa membatalkan kemampuan khusus kalian. Jadi jangan pernah menganggap remeh lawan kita." Liu Ryu mengingatkan kepada Istrinya agar tetap berhati-hati, ketika sedang bertarung.
" Suamiku, kamu tenang saja. kami akan selalu mendengar ucapanmu." Jawab Lu Quan dengan tegas.
Sesaat Liu Ryu menatap ke arah keenam Istrinya itu, karena tubuh mereka terus bersinar terang.
" Apa kalian bisa menghilangkan sinar yang berada di tubuh kalian?" Tanya Liu Ryu.
" Sepertinya tidak bisa dihilangkan, kecuali jika ada yang menyerap energi Yin murni milik kami." Ucap Luan Qiang sambil menggoda suaminya.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu mengangguk kecil lalu membawa keenam Istrinya menuju kamar utama Istana Kristal.
Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain yang melihat suami mereka sudah tidak sabar ingin bersama Luan Hua dan kelima rekannya, kini hanya menggelengkan kepala, lalu kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan.
*******
( Istana Kerajaan Naga Langit )
Terlihat para Jenderal dan prajurit yang sudah terikat dengan segel budak oleh Long Que Zhu dan saudarinya.
Para prajurit Kerajaan Naga Langit terlihat khawatir karena semua ras Naga Langit tidak ada yang kembali ke Benua Tengah.
" Jenderal... Apa ada pesan jiwa dari majikan kita?" Tanya salah satu prajurit.
" Kita hanya ditugaskan untuk menjaga wilayah Kerajaan Naga Langit ini sebelum mereka memberi perintah kepada kita." Jawab salah satu Jenderal Besar, sambil menatap ke arah para prajurit.
Mendengar ucapan tersebut para prajurit hanya bisa bersikap pasrah karena mereka tidak bisa melepaskan segel budak dari tubuh mereka.
Tentu Long Que Zhu dan saudarinya meminta kepada pasukan dari Kerajaan Naga Langit yang mereka kirim kembali sebelumnya agar tetap berjaga seperti biasa.
Dengan demikian tidak ada kerajaan lain yang merebut kekuasaan Kerajaan Naga Langit, karena pihak luar akan menganggap bahwa kerajaan tersebut masih baik-baik saja.
*******
Sebuah tempat di Benua Timur, tepat di wilayah perbatasan Kekaisaran Tanah Merah, terdapat sebuah hutan yang sangat lebat.
Tidak ada satupun yang berani masuk ke dalam hutan tersebut, karena tempat itu ditinggali oleh suku Raksasa.
Suku Raksasa yang berada di perbatasan Kekaisaran Tanah Merah sangat berbeda dari suku Raksasa yang berada di perbatasan Kekaisaran Taiyang yang pernah Liu Ryu taklukkan.
Suku Raksasa yang kedua memiliki ukuran besar dan memiliki sepasang tanduk seperti tanduk kerbau.
Salah satu sosok dari suku Raksasa langsung maju ke depan, karena dia baru saja mendapatkan pesan jiwa dari Raja Phoenix Langit.
" Ketua... Apa yang ingin anda sampaikan?" Tanya salah satu sosok yang berada di tempat itu.
" Aku baru saja mendapatkan pesan jiwa dari Raja Phoenix Langit. Dia mengatakan bahwa Dewa Naga Cahaya baru saja lahir di Istana Kekaisaran Tanah Merah." Sosok itu menjelaskan tentang apa yang dikatakan oleh Raja Phoenix Langit.
Sosok yang menjadi ketua suku Raksasa yang bernama Draka Zurad itu menjelaskan bahwa Dewa Naga Cahaya lahir dari Klan Naga.
Lebih tepatnya Dewa Naga Cahaya adalah cucu dari Kaisar Jie Fey.
" Raja Phoenix Langit meminta kepada kita untuk mengambil bayi itu dan menyerahkan kepadanya." Ucap Draka Zurad dimana mereka juga terkena segel budak dari Raja Phoenix Langit.
Meskipun suku Raksasa yang dipimpin oleh Draka Zurad tidak pernah mengganggu wilayah Kekaisaran Tanah Merah, namun perintah dari Raja Phoenix Langit adalah keharusan.