SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 437. Zigas, Zhiggy dan Muggy


Pemimpin penjaga gerbang itupun menjelaskan bahwa hanya ada satu kapal saja yang berani berlayar ke daratan Kwunko.


Kapal itu pemiliknya adalah tiga bersaudara, Zigas, Zhiggy, dan Muggy yang dikenal sebagai petarung kelas SSS.


Selain itu tiga bersaudara juga memiliki belasan anak buah kapal yang memiliki kemampuan bertarung cukup mumpuni.


Namun ketiga bersaudara itu memiliki kebiasaan aneh, sehingga sulit untuk ditebak.


Terkadang mereka meminta bayaran yang sangat tinggi untuk para penumpang, terkadang juga secara gratis.


" Jika kalian mencari tiga bersaudara itu, pergilah ke pelabuhan! Di pinggir laut terdapat sebuah kedai, dimana tempat mereka sering makan disana." Pemimpin penjaga gerbang mengarahkan kepada Liu Ryu dan kedua Istrinya untuk bertemu dengan tiga bersaudara itu secara langsung.


" Terimakasih saudara. Kalau begitu, kami pamit dulu." Ucap Liu Ryu, lalu membawa kedua Istrinya untuk bertemu dengan tiga bersaudara itu.


Di atas atap sebuah bangunan, kini dua sosok yang terus memperhatikan Liu Ryu dan kedua Istrinya dari atas atap rumah.


Satu sosok pria dengan rambut terurai memanjang dengan sebilah pedang di punggungnya. Sedangkan satu sosok wanita memiliki rambut kuncir kuda dengan sebuah senjata di pinggangnya.


Senjata yang digunakan wanita itu tidak seperti biasanya, karena dia berasal dari daratan Muktho yang sudah lama tidak bisa pulang karena portal sihir tidak bisa digunakan lagi.


" Kakak... Apa kamu mendengar percakapan mereka?" Tanya wanita itu yang bernama Priscilla.


" Ya... Aku mendengar jelas percakapan mereka. Hanya saja tiga bersaudara itu memiliki permintaan yang aneh-aneh." Pria itu menghela nafas berat, karena keinginan mereka untuk kembali ke daratan Muktho tidak kesampaian.


Pria itu adalah kakaknya Priscilla yang bernama Staid, dimana mereka berdua sudah terkurung di kota pelabuhan sejak remaja.


" Tapi kita harus mencobanya! Sepertinya ketiga orang itu bukan orang biasa." Priscilla berniat ingin meminta bantuan kepada Liu Ryu dan kedua Istrinya agar bisa menumpang di kapal milik tiga bersaudara.


" Baiklah, kita akan mencobanya. Tapi kita jangan terlalu banyak berharap." Ucap Staid, lalu melompat dari atas atap rumah yang diikuti oleh Priscilla.


Keduanya mendarat dengan sempurna, tanpa menimbulkan getaran apapun, karena pemahaman bertarung mereka cukup tinggi.


*******


Di tempat lain, Liu Ryu dan kedua Istrinya yang sudah berada di sebuah kedai di pinggir laut, kini sedang mencari tiga bersaudara dengan ciri-ciri yang dijelaskan oleh pemimpin penjaga gerbang sebelumnya.


" Selamat datang tuan dan nona. Apa yang bisa aku bantu?" Tanya salah satu pelayan yang berada di kedai itu.


" Pelayan... Kami ingin memesan makanan terbaik disini, juga satu kamar untuk menginap beberapa hari." Ucap Liu Ryu, sambil memberikan satu koin emas kepada pelayan itu.


" Baik tuan. Silahkan tunggu di meja disana." Ucap pelayan itu, sambil menunjuk ke arah meja makan yang terlihat kosong.


Liu Ryu mengangguk pelan, lalu berjalan menuju meja yang tersedia bersama kedua Istrinya.


Tidak lama kemudian, dua pelayan mendatangi meja mereka, lalu meletakkan hidangan di atas meja.


" Silahkan dinikmati tuan, nona... Untuk masalah kamarnya, sedang kami siapkan." Ucap pelayan dengan ramah.


" Pelayan... Aku ingin bertemu dengan Zigas , Zhiggy dan Muggy. Apa mereka ada disini?" Tanya Liu Ryu, karena dia tidak menemukan sosok yang dengan ciri-ciri yang dijelaskan oleh pemimpin penjaga gerbang.


" Jika tuan ingin bertemu dengan mereka, mereka sedang berada di lantai bawah kedai ini." Pelayan itupun menjelaskan bahwa di kedai itu ada ruangan bawah tanah.


" Baiklah, aku akan menemui mereka jika sudah selesai makan." Ucap Liu Ryu.


Pelayan itupun meninggalkan tempat tersebut, meskipun ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, namun ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya.


Setelah selesai makan, Liu Ryu mengantar kedua Istrinya ke kamar yang sudah disediakan, lalu kembali ke kedai sebelumnya untuk bertemu dengan tiga bersaudara.


Di depan tangga yang sebagai akses untuk menuju ruangan bawah tanah, kini dijaga ketat oleh empat sosok petarung yang memiliki tubuh besar.


" Maaf tuan. Jika ingin masuk ke ruang bawah tanah, anda harus membayar biaya sebesar satu koin emas disana." Ucap salah satu penjaga, sambil menunjuk ke arah meja kasir.


" Baiklah." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan menuju meja kasir agar bisa memiliki akses ke ruangan bawah tanah.


Setelah memberikan satu koin emas, pelayan yang berada di meja kasir memberikan sebuah Token berwarna emas yang akan ditunjukkan kepada petugas yang berjaga.


" Sekarang tuan boleh masuk." Ucap keempat petugas keamanan, lalu memberikan jalan kepada Liu Ryu.


Liu Ryu mengangguk pelan, lalu menuruni tangga itu, hingga terlihat ruangan itu sangat berbeda dari kedai yang berada di atasnya.


Di tempat itu juga terdapat beberapa sosok yang sedang dimanjakan oleh wanita penghibur yang diiringi musik yang terasa asing di telinga Liu Ryu.


Melihat kedatangan Liu Ryu, beberapa wanita penghibur yang awalnya hanya duduk untuk menunggu para tamu, kini langsung bergegas ke arah Liu Ryu dengan gerakan yang menggoda.


" Selamat datang tuan." Lima wanita penghibur menyapa ramah kepada Liu Ryu, sambil mengusap beberapa bagian tubuhnya.


" Maaf, aku hanya ingin bertemu dengan Zigas, Zhiggy dan Muggy." Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah beberapa sosok yang sedang dimanjakan oleh wanita penghibur lainnya.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, kelima wanita penghibur saling berpandangan karena sangat jarang seorang pria justru bertemu dengan pria lainnya.


" Apa tuan tidak tertarik dengan lawan jenis? Bukankah kami justru lebih menarik daripada ketiga bersaudara disana." Ucap salah satu wanita penghibur, sambil menunjuk ke arah satu meja yang terlihat tiga sosok pria berbadan kekar.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu berjalan mendekati ketiga sosok itu, lalu duduk di sebuah kursi yang tersedia.


" Apa kalian adalah Zigas, Zhiggy dan Muggy?" Tanya Liu Ryu sambil menatap ke arah ketiga pria berbadan kekar.


Tanpa berkata apapun ketiga sosok itu menoleh ke arah Liu Ryu dengan tatapan penuh selidik.


" Ada apa kamu mencari kami?" Tanya salah satu dari tiga bersaudara.


" Aku membutuhkan bantuan kalian untuk mengantar kami ke daratan Kwunko." Liu Ryu tidak ingin basa-basi, langsung mengutarakan tujuannya.


" Hei, mana kesopananmu? Paling tidak kamu harus mentraktir kami untuk meminum arak sepuasnya." ucap sosok yang lain dari tiga bersaudara.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu mengeluarkan tumpukan koin di atas meja, membuat tiga bersaudara dan para wanita penghibur yang menyaksikannya membuka matanya lebar-lebar.


" Baiklah, kamu lulus ujian pertama. Perkenalkan namaku Zigas, Zhiggy dan Muggy." Ucap Zigas sambil memperkenalkan kedua saudaranya yang duduk di sampingnya.


Liu Ryu mengangguk pelan, lalu memperkenalkan dirinya, karena bagaimanapun dia membutuhkan bantuan ketiga bersaudara itu.