SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Kera Batu


Setelah melakukan penelusuran di lorong bawah air dimana mereka sudah banyak mengumpulkan Inti Kepiting Batu dan Ular Laut.


Tidak hanya itu saja, mereka juga banyak menemukan kristal spiritual, kristal roh, Batu Pelangi, Batu Bintang, Besi Awan dan Mutiara kerang langit.


Hanya saja Ryu dan bawahannya tidak menemukan Batu Meteor yang merupakan jenis benda yang paling kuat diantara yang lain.


Kini Ryu dan pasukan Semesta telah berada di sebuah daratan yang cukup aneh dibawah air.


" Dewa Agung, kenapa ada daratan dibawah air? Tanya Wu Tian sedikit mengerutkan kening.


Bahkan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta yang lain juga merasa heran dengan keanehan tersebut.


" Sepertinya tidak lama lagi kita akan menemukan tempat Portal Teleportasi itu." Ryu memperkirakan segala kemungkinan yang terjadi.


Kini 22 Istri Ryu juga muncul di tempat itu, dimana mereka juga merasa heran.


" Suamiku, tempat apa ini?" Tanya Huang Xi Yun yang merasakan ada perbedaan energi di tempat itu.


" Aku juga tidak tau. Tapi sepertinya kita sudah berada di luar Dunia Abadi." Ryu merasakan tubuhnya melemah.


Sebenarnya bukan lemah, namun lebih tepatnya di daratan tersebut tidak memiliki energi alam lagi.


Artinya Ryu dan Istrinya serta Pasukan Semesta harus membiasakan diri dengan energi di tempat itu.


Begitupun dengan Tou Shuijing dan Jiu Tou She, mereka juga merasakan kekuatan mereka turun drastis.


" Kemungkinan besar kita telah sampai di persimpangan ke Dunia yang lain." Ucap Ryu sambil menatap ke arah depan, dimana daratan tersebut semakin tinggi seperti sebuah tangga.


" Dewa Agung, mengapa kekuatanku seperti masih mencapai Pendekar Bumi tahap akhir saat berada di tempat ini?" Luan Hua terlihat khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.


" Ya, itu karena perbedaan energi. Bahkan aku sendiri yang sudah mencapai Pendekar Semesta tahap awal, hanya bisa menggunakan kekuatan Pendekar Langit tahap awal." Kini Ryu terlihat serius sambil memikirkan segala kemungkinan.


" Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus Berkultivasi lagi untuk menyesuaikan diri dengan energi di tempat ini?" Tanya Wenlie yang juga tidak kalah khawatir.


" Tidak perlu! Itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan bisa memakan waktu selama puluhan tahun. Itulah kenapa aku memberikan kepada kalian Pil Pelangi. Yang kita butuhkan sekarang adalah menyerap Inti Roh yang ada di tempat ini sebanyak mungkin. Dengan demikian kekuatan kita akan berangsur kembali seperti semula." Ryu tidak ingin membuang waktu hanya untuk menyesuaikan diri terhadap energi di tempat itu.


" Sekarang kita lanjutkan perjalanan! Tapi kalian harus berhati-hati. Sekarang kita seperti Elang perkasa yang sedang belajar berenang di dalam air." Ryu kembali meng ibaratkan posisi mereka sekarang.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke bagian terdalam daratan tersebut, dimana terlihat seperti anak tangga.


Setelah berjalan satu Kilo meter, mereka Kembali dihadapkan dengan kelompok Kera Batu yang memiliki elemen kegelapan.


Ryu dan 22 Istrinya serta Pasukan Semesta. dengan sigap menghadapi Puluhan Kera Batu tersebut hingga pertempuran sengit Kembali menggema.


Para Pasukan Semesta Pria dengan cepat mengeluarkan Hewan Kontrak masing masing hingga mereka pun berhasil menguasai jalannya pertempuran.


" Ggooooaaarr."


Sebuah Suara Auman dari berbagai arah menuju ke arah Ryu dan kelompoknya.


Wuush!


Ryu langsung melepaskan Aura Dewa Agung untuk memperlambat gerakan dari kelompok Kera Batu.


Swing!


Kini Xie Xian langsung menggunakan teknik teleportasi ke arah Kera Batu yang berukuran sepuluh kali lipat dari Kera Batu yang lain.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Xie Xian muncul dengan tiba-tiba di samping Kera Batu tersebut langsung menghujam beberapa pukulan keras.


Bboooom!


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Ryu menjatuhkan Hujan Petir Hitam diikuti elemen Api Hitam mengarah kepada kelompok Kera Batu yang berada di depannya hingga mati seketika.


Beruntung Ryu sudah mendapatkan anugerah dari Penguasa Elemen, jadi serangannya tidak berkurang sedikitpun.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Ryu kembali menjatuhkan Hujan Petir Hitam menghantam tubuh Kera Batu yang lebih besar dari sebelumnya, seketika terluka parah dan tubuhnya merasakan panas yang luar biasa.


" Aaarrrggghhhh." Raja Kera batu berusaha bangkit.


Kini anggota Pasukan Semesta juga langsung menghadang kelompok Kera Batu, dengan segenap kemampuan yang mereka miliki.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga tidak mau kalah, dengan perubahan wujud mereka langsung menghadang kelompok Kera Batu.


Kini suara pertarungan menggema di berbagai tempat, dimana dari kedua belah pihak terlihat berimbang.


Namun untuk 22 Istri Ryu, mereka tidak kesulitan untuk menghadapi kelompok Kera Batu tersebut, dimana mereka semua langsung menggunakan teknik teleportasi.


" Sepertinya Hewan Roh di tempat ini sangat cocok untuk mempraktekkan teknik Pelahap Jiwa Bintang." Ryu bergumam di sela pertarungannya.


' Pelahap Jiwa Bintang!'


Kini di kedua telapak tangan Ryu membentuk lobang hitam yang seakan siap menghisap jiwa makhluk hidup yang dia sentuh.


Swing!


Ryu juga menggunakan teknik teleportasi, berpindah tempat ke arah targetnya.


Buussshh!


Pukulan dari telapak tangan Ryu bersarang di tubuh satu Kera Batu, hingga dalam hitungan detik langsung mengering yang menandakan bahwa jiwanya telah tersedot.


Buussshh!


Kini Kera Batu yang kedua juga mengalami hal yang sama dimana tubuhnya langsung mengering.


Tentu Ryu tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk menambah kekuatan jiwanya.


Ryu merasa jika bertarung secara langsung, tidak terlalu efektif, maka dia hanya fokus menggunakan elemen yang dia miliki dan juga Aura Dewa Agung.


Semua anggota Pasukan Semesta merasa heran dengan teknik teleportasi yang dimiliki Ryu dan 22 Istrinya.


Terlebih untuk anggota wanita Pasukan Semesta, mereka ingin sekali memiliki sayap yang begitu indah dari 22 Istri Ryu.


Apalagi dengan kekuatan mereka yang meningkat pesat, tentu siapapun pasti ingin memilikinya.


" Saudari Luan Hua, sepertinya latihan kita tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kekuatan yang dimiliki Istri Dewa Agung." Ucap Wenlie yang sambil melirik ke arah Istri Ryu di sela pertarungannya.


" Kamu benar... Jujur saja, aku sangat iri dengan kemampuan mereka. Jika saja aku tau Dewa Agung selalu menambah Istri, sejak dulu aku juga ingin menjadi bagian dari keluarga mereka." Luan Hua menggelengkan kepala, karena dia melihat sendiri kebahagiaan dari Istri Ryu yang lain.


Tentu Luan Hua juga ingin bertambah kuat seperti Istri Ryu, dimana layaknya seorang Kultivator. Pasti menginginkan kekuatan, terlebih untuk sebuah keindahan yang memiliki kesenangan tersendiri.


" Ya, mungkin dulu kecantikan kita masih setara dengan kecantikan Istri Dewa Agung. Tapi sekarang, jauh seperti langit dan bumi." Wenlie menggelengkan kepala.


Bukannya dengan bertambah usia, kecantikan Istri Ryu semakin pudar. Malah semakin lama mereka terlihat lebih muda dan sangat cantik.