SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 317. Murabal


Namun yang menjadi pertanyaan bagi Haruki, kenapa di Istana Kekaisaran Atas Awan ada dua Permaisuri?


Perdana menteri yang melihat sambutan baik dari Istri Liu Ryu, kini bernafas lega, lalu memohon diri untuk kembali ke Istana Kekaisaran Taiyang.


Setelah perdana menteri telah pergi, Sheng Zhishu dan yang lain langsung membawa Haruki ke Dunia Quzhu untuk memperkenalkan apa yang ada di tempat itu.


Di sisi lain, Liu Ryu kembali ke halaman depan Istana Kekaisaran Atas Awan untuk menjelaskan strategi Formasi yang akan mereka gunakan nantinya.


*******


Di sebuah tempat yang dimana terdapat sebuah hutan yang lebat yang tidak pernah tersentuh oleh para Kultivator yang berada di Benua Timur, kini terlihat beberapa sosok yang memiliki ukuran besar setinggi tiga meter.


Kelompok tersebut bisa dikatakan sebuah suku atau Klan raksasa, karena ukuran mereka lebih besar dari ukuran para Kultivator pada umumnya.


Tidak hanya memiliki ukuran besar, fisik mereka juga sangat kuat, hingga mampu menumbangkan pepohonan tanpa mengeluarkan Qi.


Meskipun demikian suku Raksasa yang tinggal di pedalaman hutan, sangat patuh kepada Kerajaan Naga Langit yang berada di Benua Tengah akibat perjanjian pada masa lalu.


Meskipun tinggal di pedalaman hutan, suku Raksasa memiliki jumlah yang sangat banyak, hingga jumlah mereka melebihi jumlah prajurit Kekaisaran.


Karena itulah Kekaisaran Taiyang yang kebetulan berbatasan dengan mereka, tidak berani masuk ke dalam hutan yang merupakan wilayah kekuasaan suku Raksasa.


Suku Raksasa juga memiliki dua kelompok, yaitu yang berbatasan dengan Kekaisaran Taiyang dan kelompok lainnya memiliki wilayah di perbatasan Kekaisaran Tanah Merah.


Meskipun sama-sama memiliki ukuran besar, kelompok yang berada di perbatasan Kekaisaran Taiyang memiliki sepasang taring. Sedangkan kelompok yang lain, memiliki sepasang tanduk seperti tanduk kerbau.


" Aku telah mendapatkan pesan giok jiwa dari Yang Mulia Raja Naga Langit, bahwa Dewi Matahari sudah keluar dari persembunyiannya." Ucap Ketua suku Raksasa yang bernama Murabal.


Murabal mengatakan bahwa Raja Naga Langit meminta bantuan kepada mereka untuk menculik Dewi Matahari yang tinggal di Kekaisaran Taiyang.


" Jika saja bukan karena perjanjian leluhur kita, maka aku tidak akan keluar dan membantu mereka." Meskipun Murabal lebih senang tinggal di pedalaman hutan, namun dia dan kelompoknya tidak bisa menolak permintaan dari Raja Naga Langit.


" Ketua... Bukankah leluhur kita pernah berpesan untuk tidak menggangu siapapun, kecuali mereka masuk ke wilayah kita." Salah satu dari mereka mengeluarkan pendapatnya.


" Aku tau itu. Tapi segel darah kita ada di tangan Raja Naga Langit. Dengan kata lain, hidup kita berada di tangannya." Meskipun Murabal sangat kejam dan pemarah, namun kelompoknya tidak pernah masuk ke wilayah Kekaisaran Taiyang untuk melakukan kekacauan.


" Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu dari mereka.


" Kita harus mengirimkan pernyataan perang terhadap Kekaisaran Taiyang. Suku Raksasa memiliki prinsip, tidak akan menyerang secara diam-diam."


Murabal adalah sosok yang memegang teguh prinsip dari suku Raksasa, lebih baik mati di medan peperangan, dibandingkan dengan menang dengan cara licik.


" Baiklah, aku akan menyampaikan pesan pernyataan perang terhadap Kekaisaran Taiyang." Ucap sosok yang lain, lalu berjalan mendekati pohon yang paling besar.


Sosok itupun mencabut pohon tersebut, lalu mengukir sebuah simbol di pohon itu sebagai tanda perang.


Wuush!


Sosok itupun melemparkan batang pohon ke arah langit, hingga menuju ke wilayah Kekaisaran Taiyang.


" Kita kembali ke kediaman kita, sambil menunggu mereka sudah bersiap untuk berperang." Ucap Murabal, lalu membubarkan kelompoknya untuk kembali ke kediaman masing-masing.


*******


Kini Kaisar Haguro dan seluruh petinggi Istana Kekaisaran Taiyang terlihat panik, karena telah mendapatkan tantangan perang dari suku Raksasa.


" Selama ini suku Raksasa tidak pernah mengganggu wilayah kita. Tapi kenapa sekarang mereka menyatakan perang kepada kita?" Kaisar Haguro merasa heran sekaligus panik karena tidak seperti biasanya suku Raksasa bersikap seperti itu.


" Apa mungkin salah satu dari warga kita telah melakukan kesalahan kepada mereka?" Perdana menteri juga tidak kalah panik, karena untuk menghadapi suku Raksasa bukanlah perkara mudah.


Disamping suku Raksasa memiliki ukuran besar, namun mereka memiliki kekuatan fisik yang tidak masuk akal.


" Yang Mulia Kaisar, bagaimana kalau kita meminta bantuan kepada Kekaisaran Atas Awan?" Salah satu petinggi Istana memberi usul.


Sesaat Kaisar Haguro terdiam sejenak, karena tidak mudah untuk meminta bantuan kepada Kekaisaran Atas Awan, meskipun putrinya Haruki adalah salah satu Ratu di Istana Kekaisaran Atas Awan.


Namun jika tidak meminta bantuan kepada Kekaisaran Atas Awan, tidak menutup kemungkinan bahwa Kekaisaran Taiyang akan hancur.


" Perdana menteri... Kiriman utusan pergi ke Istana Kekaisaran Atas Awan! Beritahukan secara detail tentang suku Raksasa." Kaisar Haguro memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap perdana menteri, lalu menoleh ke arah Jenderal Besar yang berada di ruangan itu.


" Aku meminta bantuanmu agar mencari para wanita terbaik sebanyak seribu orang di wilayah Kekaisaran Taiyang untuk menjadi pelayan di Istana Kekaisaran Atas Awan." Ucap perdana menteri.


" Baik perdana menteri." Jenderal Besar memberi hormat, lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Tentu Jenderal Besar mengetahui apa yang dikatakan perdana menteri, wanita terbaik adalah disamping memiliki paras cantik, juga sangat pandai dalam melakukan pekerjaan.


Begitupun dengan perdana menteri, juga mempersiapkan keberangkatannya ke Istana Kekaisaran Atas Awan dengan membawa para pelayan wanita nantinya.


*******


( Istana Kekaisaran Atas Awan )


Liu Ryu yang sedang duduk di kursi kebesarannya, kini menatap ke arah perdana menteri lalu menoleh ke arah para wanita yang berdiri di belakang perdana menteri.


" Yang Mulia Kaisar, mereka adalah pelayan yang kami berikan untuk melayani Istana Kekaisaran Atas Awan. Mereka semua adalah gadis yang terbaik di wilayah Kekaisaran Taiyang." Perdana menteri menjelaskan tentang seribu sosok wanita yang berdiri di belakangnya.


Perdana menteri juga mengatakan bahwa Liu Ryu berkuasa atas hidup dan mati para pelayan itu.


Dengan kata lain Liu Ryu bisa melakukan apapun kepada seribu pelayan tersebut, jika Ratu mereka yaitu Ratu Haruki tidak memiliki waktu untuk melayani kebutuhan Liu Ryu.


Di dalam aturan sebuah Istana, para pelayan bisa menggantikan posisi Haruki untuk melayani suaminya jika sedang berhalangan.


Meskipun demikian, para pelayan tidak memiliki hak untuk mengambil posisi sebagai Ratu di Istana Kekaisaran Atas Awan, karena tugas mereka hanya membantu Ratu Haruki.


Begitupun dengan para pelayan dari Kekaisaran Han, juga bisa menggantikan posisi Han Linxi untuk melayani suaminya jika sedang berhalangan.


Namun bagi Liu Ryu tidak menginginkan hal itu, meskipun dia memiliki kuasa atas hidup dan mati para pelayan juga dengan tubuh mereka.


Tentu bagi Liu Ryu dengan adanya 205 Istrinya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga Liu Ryu membebaskan kepada para pelayan untuk menentukan pilihan hidup mereka.