
Mendengar ucapan tersebut, Xu Tianpeng langsung mengirimkan seratus pasukan miliknya.
Saat itu juga Dewi Malam mengaktifkan portal teleportasi untuk menyambut kedatangan seratus pasukan bawahan Xu Tianpeng.
" Jika masih kurang, kamu bisa bicara denganku lagi. Ingatlah! Saat kamu menemukan ketujuh Penyihir itu, kamu ambil jantung mereka agar aku bisa masuk ke dunia itu." Xu Tianpeng mengingatkan kepada Xu Beng untuk menjalankan tugas-tugasnya, karena dia tidak bisa pergi ke dunia itu jika tanpa menggunakan tujuh jantung penyihir Legenda.
Mendengar ucapan tersebut, Dewi Malam dan ratu peri merah saling berpandangan karena mereka tidak akan membiarkan Xu Tianpeng pergi ke dunia itu sebelum mereka benar-benar sudah kuat.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab ratu peri merah yang meniru suara Xu Beng.
Tidak lama kemudian Altar Kuno mengeluarkan cahaya, yang menandakan bahwa pasukan kiriman dari Xu Tianpeng akan muncul di tempat itu.
Dengan sigap, Dewi Malam dan ratu peri merah menyambut kedatangan mereka dan menganggap bahwa pasukan yang dikirim Xu Tianpeng sebagai hidangan mereka.
Saat pasukan bawahan Xu Tianpeng bermunculan, saat itu juga Dewi Malam dan ratu peri merah menghisap darah mereka, hingga terdengar suara jeritan dari pasukan bawahan Xu Tianpeng.
*******
Di sisi lain, Liu Ryu yang sudah berada di dalam kapal, kini menyerap Inti Roh raja dan ratu siluman juga Inti Roh dewa dan dewi hewan buas yang dia kumpulkan sebelumnya.
Liu Ryu kembali berlatih teknik yang dia miliki, juga melatih kemampuan baru yang dia miliki di alam jiwanya.
Karena kemampuan Inti elemen yang dia miliki sudah berkurang, sehingga Liu Ryu menyempurnakan teknik yang dia miliki dengan energi asap ungu dari Flains.
" Sepertinya aku harus mencari lawan, untuk mempraktekkan kemampuan yang aku miliki sekarang." Gumam Liu Ryu, sambil menoleh ke arah ketiga Istrinya yang juga sedang Berkultivasi.
Dengan bimbingan dari Liu Ryu, kini Liu Yunxia juga bisa Berkultivasi seperti Dewi Arinia dan Elena.
" Jika memungkinkan, aku akan meningkatkan Kultivasiku di dunia ini, hingga mencapai Bintang Dewa."
Meskipun sangat mustahil, Liu Ryu harus meningkatkan Kultivasi dengan sumberdaya yang ada di tempat itu.
Tentu Liu Ryu juga memikirkan kepentingan ketiga Istrinya, karena Dewi Arinia dan Elena sudah mencapai Bintang Emas.
Sedangkan Liu Yunxia yang memiliki kekuatan lebih besar dari Dewi Arinia dan Elena, sehingga dia bisa mencapai Bintang Berlian.
Beberapa saat kemudian, ketiga Istrinya membuka mata, lalu menoleh ke arah Liu Ryu, meskipun mereka belum ada peningkatan.
" Suamiku, apa kita belum sampai? Tanya Liu Yunxia, karena dia merasa ada sesuatu yang aneh pada perjalanan mereka.
" Aku juga tidak tau. Lebih baik kita menanyakan kepada ketiga bersaudara itu." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan keluar dari kamar mereka menuju ruang kemudi.
Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan ketiga Istrinya mendatangi Zigas yang kebetulan sedang mengemudi kapal.
" Teman, apa yang terjadi? Kenapa kapal ini berhenti?" Liu Ryu merasa heran karena terlihat dari raut wajah Zigas begitu ketakutan.
Zigas begitu terkejut, sambil menyeka keringatnya yang bercucuran karena baru pertama kali mereka mendapatkan masalah seperti itu.
" Master... Sepertinya kita salah mengambil jalur." Ucap Zigas, karena angin laut telah membawa menyeret kapal mereka ke sebuah tempat yang tidak seharusnya mereka lewati.
Melihat tingkah dari Zigas yang tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi, Liu Ryu menghela nafas panjang lalu berjalan ke arah haluan kapal, dimana terlihat Zhiggy juga terdiam mematung.
" Zhiggy... Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kalian tidak seperti biasanya?" Tanya Liu Ryu yang merasa heran karena tiga bersaudara itu seperti memiliki ketakutan tersendiri.
" Master... Kita dalam bahaya. Seharusnya kita tidak terdampar di teluk naga ini. Sepertinya ini perbuatan dewa pulau. Dewa pulau sedang marah kepada kita." Zhiggy menjelaskan kepada mereka bahwa tempat itu bukan jalur yang seharusnya mereka lewati.
Namun karena adanya terpaan angin aneh yang membawa mereka, kini kapal yang mereka tumpangi justru berada di teluk naga.
Zhiggy menjelaskan bahwa teluk naga didiami oleh sekelompok hewan laut yang berbentuk naga.
Di pertengahan teluk naga juga terdapat sebuah pulau kecil tempat tinggal dewa pulau yang berwujud naga raksasa.
" Kenapa di dunia ini banyak makhluk yang mengatakan dirinya adalah dewa? Apa ini ada hubungannya dengan Dewa Laut yang asli?" Liu Ryu sedikit mengerutkan kening karena terlalu banyak perwakilan dari Dewa yang tinggal di dunia itu.
Di sisi lain, ketiga Istri Liu Ryu saling berpandangan karena jika ada makhluk yang mengatakan bahwa dirinya adalah dewa, tentu makhluk itu memiliki kekuatan besar.
" Zhiggy... Tunjukkan kepadaku dimana arah pulau itu! Aku ingin bertemu dengan dewa pulau ini." Liu Ryu terlihat penasaran dengan wujud dewa pulau, sekaligus memberi pelajaran kepada mereka.
" Master... Itu sangat berbahaya. Jika dewa pulau marah, maka kapal ini akan tenggelam hanya dalam satu kali gerakan."
" Lebih baik kita menunggu saja, sampai dewa pulau mengembalikan angin agar kita bisa berlayar kembali."
Zhiggy mengingatkan bahwa dewa pulau sudah melegenda, dimana dia akan mengembalikan arus angin, jika dia tidak marah.
" Kamu tenang saja! Aku hanya ingin berbicara dengannya saja." Liu Ryu meyakinkan kepada Zhiggy, karena dewa pulau tidak akan menggangu mereka.
Karena Liu Ryu masih bersikeras, dengan terpaksa Zhiggy menunjukkan keberadaan pulau meskipun tidak terlihat karena wilayah itu diselimuti kabut merah.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melompat dari kapal, lalu melesat ke arah pulau yang ditunjukkan oleh Zhiggy.
" Suamiku, kami ikut." Ketiga Istri Liu Ryu langsung melesat ke arah Liu Ryu yang sedang terbang dengan kecepatan penuh.
Melihat kejadian tersebut, Zhiggy, Staid dan Priscilla menelan ludah kasar karena keempat sosok itu tidak merasa takut sedikitpun terhadap dewa pulau yang sudah melegenda selama jutaan tahun.
" Apa kalian juga bisa terbang seperti burung?" Tanya Zhiggy, sambil menatap ke arah kedua sosok itu.
" Tidak." Jawab Staid dan Priscilla serempak, karena apa yang dilakukan Liu Ryu dan ketiga Istrinya sudah diluar kemampuan mereka.
*******
Di sisi lain, Liu Ryu dan ketiga Istrinya yang sudah berdiri di bibir pantai sebuah pulau, kini menatap tajam ke arah beberapa makhluk laut yang berdatangan menghadang mereka.
" Apa yang kalian inginkan?" Tanya Liu Ryu, sambil menatap ke arah sosok naga berwarna hijau tua yang rata-rata seukuran 50 meter.
" Tentu saja kami ingin memakan daging kalian, karena daging kalian bisa menambah kekuatan kami." Jawab salah satu dari naga hijau yang memiliki ukuran lebih besar dari yang lain.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menyipitkan matanya karena para naga hijau itu terlalu percaya diri.