SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 430. Penguasa Hewan Buas


Di sisi lain, Liu Ryu melepaskan kekuatan spiritual miliknya untuk memastikan keamanan dari para warga.


" Sepertinya aku harus membersihkan semua hewan buas ini terlebih dulu, sebelum berhadapan dengan sosok yang mengendalikan hewan buas ini." Gumam Liu Ryu, karena dia dapat merasakan bahwa ada satu sosok yang memimpin sekaligus mengendalikan hewan buas.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Macan kumbang yang berada di depan pintu gerbang berusaha untuk menerobos masuk ke dalam kota.


Kwaaaak! Kwaaaak! Kwaaaak!


Dari balik pepohonan, kini terlihat ratusan burung hantu dan berbagai jenis burung yang lain terbang mendekati tembok pertahanan.


" Panah!"


" Panah!"


" Panah!"


Teriak beberapa sosok yang dipercaya untuk memimpin para warga yang berbaris di atas tembok pertahanan di berbagai penjuru.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Ratusan serangan anak panah dari berbagai tempat untuk menghalau gerombolan burung yang memiliki ukuran besar.


Dari setiap anak panah yang dilepaskan oleh para warga juga mengandung racun, karena para burung itu tidak biasa sehingga tidak bisa dibunuh dengan cara biasa.


Wuush! Wuush! Wuush!


Satu-persatu dari burung yang terbang mendekati tembok pertahanan jatuh dari udara karena tidak mampu menahan racun dari anak panah.


*******


( Tembok Pertahanan bagian kiri )


Elena yang bertugas untuk menjaga tembok pertahanan bagian kiri juga tidak tinggal diam, langsung menyalurkan Qi miliknya pada busur panahnya.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Dalam satu kali serangan, puluhan anak panah dari Elena mampu membunuh satu-persatu hewan buas yang bisa terbang.


Wuush! Wuush! Wuush!


Satu-persatu korban dari serangan anak panah Elena jatuh ke tanah.


Dengan ketangkasannya, Elena terus melancarkan serangan anak panahnya membuat hewan buas yang bisa terbang tidak bisa mendekati tembok pertahanan.


Dalam waktu singkat, semua jenis hewan buas yang bisa terbang, tidak ada yang tersisa.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Elena kembali mengarahkan busur panahnya pada hewan buas yang berada di bawah mereka yang mencoba merusak tembok pertahanan.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Ledakan demi ledakan dari belasan anak panah dari Elena membuat semua hewan buas yang berada di sekitar serangan, langsung berhamburan ke berbagai arah hingga mati seketika.


Para warga yang menyaksikan kejadian tersebut, kini memasang wajah serius, karena serangan anak panah dari Elena tidak seperti biasa.


" Penjaga, siapa wanita itu?" Tanya salah satu warga kepada salah satu penjaga gerbang di sampingnya.


" Aku juga tidak tau, mereka bertiga baru saja datang ke kota ini siang tadi." Jawab penjaga gerbang, yang juga ikut melancarkan serangan anak panahnya.


Meskipun sangat kagum dengan kemampuan Elena, namun para warga tetap fokus untuk menyerang hewan buas yang terus mendekati tembok pertahanan.


*******


Di tembok pertahanan bagian kanan juga terlihat Dewi Arinia melakukan hal yang sama, dimana efek serangan anak panahnya begitu akurat dan mematikan.


Para warga yang menyaksikan kejadian tersebut, kini bernafas lega karena kali ini mereka bisa membunuh hewan buas dalam jumlah banyak.


Meskipun demikian, para warga berusaha tetap fokus untuk melancarkan serangan anak panahnya untuk membantu membunuh hewan buas yang mendekati tembok pertahanan.


*******


Pada saat yang sama, di tempat lain, Liu Ryu juga langsung terbang ke udara sambil menjatuhkan Hujan Kehampaan.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Setiap tempat yang dia lewati, semua hewan buas yang berada di sekitarnya mati dalam kondisi menggenaskan.


Pemimpin penjaga gerbang dan semua warga yang menyaksikan, kini menelan ludah kasar karena tanpa sempat mereka melancarkan serangan anak panah, Liu Ryu sudah menghabiskan semua hewan buas yang berada di sekitarnya.


" Apakah dia adalah Dewa tertinggi yang turun untuk membantu kita?" Gumam pemimpin penjaga gawang, karena aksi heroik dari Liu Ryu sangat diluar nalar.


" Cepat bantu ke arah yang lain." Merasa hewan buas yang berada di tempat itu dengan mudah dikalahkan oleh Liu Ryu, pemimpin penjaga memberi perintah kepada para warga untuk berlari ke arah tembok bagian belakang.


Di sisi lain, Liu Ryu yang melayang di udara, kini terus terbang mengitari tembok pertahanan, dimana sema hewan buas yang dia lewati, tidak ada satupun yang selamat.


" Benar-benar sangat mengerikan."


Itulah kata-kata yang keluar dari mulut para warga yang menyaksikan aksi heroik dari Liu Ryu yang membunuh hewan buas yang sudah tidak terhitung jumlahnya tanpa menyentuh mereka.


Hujan elemen Kehampaan terus keluar dari ruang hampa di sekitar Liu Ryu membuat semua hewan buas berkurang secara drastis.


Jika saja para warga melihat jelas apa yang dilakukan oleh Liu Ryu, tentu mereka akan muntah darah, karena dibalik kegelapan malam jumlah hewan buas yang mati di tangannya tidak masuk perhitungan mereka.


Wuush! Wuush! Wuush!


Diluar jarak pandang para warga, Liu Ryu menarik tumpukan mayat hewan buas yang tidak dilihat oleh para warga karena gelapnya malam.


Di tempat yang cukup jauh, kini terlihat dua ekor Macan Hitam sedang mengawasi dari kegelapan malam.


Kedua sosok itu adalah dewa dan dewi hewan buas yang mengendalikan hewan buas yang merupakan bawahan mereka.


Kedua sosok itu memiliki ukuran yang sangat besar, menyamai bukit kecil, sehingga tidak bisa bersembunyi dibalik pepohonan yang tinggi.


" Suamiku, bagaimana menurutmu? Dewa itu memiliki kekuatan besar." tanya dewi hewan buas, sambil menatap ke arah dewa hewan buas di sampingnya.


" Sekuat apapun Dewa itu, dia tidak akan mampu melawan kita berdua." Ucap dewa hewan buas, sambil menatap ke arah tembok pertahanan.


Keduanya merasa menyesal karena selama ini mereka hanya meminta kepada bawahannya saja untuk menghancurkan kota itu.


Tentu kedua makhluk raksasa itu menganggap bahwa manusia yang tinggal di kota itu terlalu lemah, sehingga mereka hanya memberi perintah kepada bawahan mereka.


Di sisi lain, Liu Ryu yang sudah menyelesaikan pertarungannya, kini langsung berpindah tempat ke tempat makhluk raksasa yang mengendalikan hewan buas.


" Jadi kalian yang membuat kekacauan disini?" Tanya Liu Ryu, sambil menatap ke arah kedua makhluk raksasa itu.


Kini kedua makhluk raksasa itu saling berpandangan. Tidak menyangka bahwa sosok yang melayang di depan mereka sudah mengetahui keberadaan mereka.


" Siapa kamu sebenarnya? Kami tidak memiliki urusan denganmu." Dewi hewan buas memasang sikap waspada, karena instingnya mengatakan bahwa sosok yang berada di depan mereka adalah sosok yang tidak bisa disinggung.


" Jika kalian berani mengusik kehidupan manusia disini, maka kalian harus berhadapan denganku." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.


Wuush! Wuush!


Dalam sekejap, kedua makhluk raksasa itu melompat untuk menjauhi Liu Ryu, karena mereka tidak mungkin bisa menghadapi sosok tersebut.


Liu Ryu tersenyum lebar, lalu melesat ke arah kedua, sambil mengayunkan pedangnya hingga terlihat siluet pedang raksasa menuju ke arah leher dewa hewan buas.