
Seperti mendapatkan mainan baru, Ryu terus membelai sayap Xie Xian yang menurutnya sangat unik.
" Gege, hentikan! Itu sangat geli." Ucap Xie Xian yang merasa tidak tahan karena sepasang sayapnya begitu sangat sensitif untuk disentuh.
" Hmmm... Aku kira tidak terjadi apapun." Ryu menghentikan aksinya lalu menatap ke arah Pagoda Jiwa yang terus menghisap asap hitam dari tanah.
Ryu dapat memperkirakan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga dia berinisiatif untuk membawa Xie Xian pergi ke Dunia Quzhu.
" Xian'er, apa kamu yakin tidak ingin bertemu dengan ayahmu?" Ryu bertanya kembali kepada sosok tersebut.
" Untuk sekarang aku belum siap. Pasti anggota Klan Xie akan merasa jijik melihat penampilanku sekarang." Ucap Xie Xian sambil memasang wajah murung.
Ryu yang merasa tidak enak, langsung membawa Xie Xian turun ke tanah, lalu menggendong wanita itu mendekati Pagoda Jiwa.
" Gege, apa kamu tidak merasa kepanasan saat menyentuhku?" Tanya Xie Xian yang merasa heran karena Ryu bisa menyentuhnya dengan mudah.
Xie Xian berpikir jika orang lain yang menyentuhnya, sudah pasti akan terbakar.
" Tidak." Jawab Ryu dengan singkat.
Ryu sedikit penasaran dengan bentuk tubuh Xie Xian yang bisa seperti itu. Jika dilihat dengan teliti, Xie Xian seperti tidak menggunakan sehelai kain pun dimana ditumbuhi bulu-bulu halus seperti seekor burung di beberapa bagian tubuhnya.
Namun Ryu tidak ingin mempertanyakan hal itu, karena dia tidak ingin membuat Xie Xian tersinggung.
" Gege, apa kita akan terus seperti ini?" Tanya Xie Xian dimana dia selalu digendong suaminya.
" Tidak masalah... Lagi pula orang itu adalah Istriku sendiri." Ucap Ryu lalu membawa mereka ke Dunia Quzhu.
" Gege, tempat ini sepertinya sedikit berubah dari pertama kali kamu membawaku kesini." Xie Xian memperhatikan dimana Istana yang dulu memiliki corak keemasan, kini berubah menjadi berwarna putih mengkilap seperti kristal.
" Ya... Karena keluarga kita semakin bertambah." Ryu tersenyum pahit sambil menatap istrinya.
Ryu pun menceritakan tentang kondisinya sekarang, dimana dia tidak menyembunyikan apapun dari Xie Xian.
Xie Xian yang mendengar ucapan dari Ryu sontak kaget, namun berusaha untuk menerima keluarga barunya.
Apalagi dengan kondisinya sekarang, masih bersyukur jika Ryu masih mencintainya.
" Xian'er, aku ingin membawamu ke suatu tempat." Ryu langsung berpindah tempat di dekat danau Air Embun Surgawi.
Xie Xian yang terus berada di pelukan Ryu, hanya tersenyum sambil menatap ke arah suaminya ingin mencium suaminya itu, namun kembali mengurungkan niatnya karena dia berpikir bahwa Ryu tidak akan melakukannya.
" Xian'er, ada apa?" Ryu merasakan reaksi yang berbeda dari Xie Xian.
" Gege, apa aku boleh menciummu?" Tanya Xie Xian meskipun sedikit ragu.
Tanpa merasa jijik sedikitpun Ryu menyetarakan tubuh mereka, lalu mencium bibir Xie Xian yang berwarna hitam pekat dengan penuh perasaan dengan mengalungkan tangannya di pinggang Xie Xian.
Mendapatkan perlakuan tersebut, jantung Xie Xian berdetak kencang seraya menutup mata, lalu membalas ciuman tersebut seraya mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Kini perasaan Xie Xian penuh dengan kebahagiaan dimana lidah keduanya saling menyerang.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya kedua insan melepaskan ciuman mereka dimana Ryu langsung menoleh ke arah danau Air Embun Surgawi yang ada di samping mereka.
" Xian'er, aku tidak tau apa Air Embun Surgawi ini bisa menyembuhkan mu, tapi aku harap kamu bisa melakukannya." Ucap Ryu sambil berjalan mendekati Danau.
Sesaat kemudian Air Embun Surgawi mendapatkan reaksi, dimana seakan mendidih.
Begitupun dengan Xie Xian. Api merah yang menyelimuti tubuhnya kini secara perlahan mulai menghilang dan berganti dengan kulit putih bersih dan halus.
Bulu-bulu halus juga mulai terlepas hingga sepasang sayap dari Xie Xian mulai mengecil, seakan masuk ke tulang punggungnya.
Kepala Xie Xian yang awalnya tidak ditumbuhi rambut sedikitpun, kini mulai muncul rambut halus berwarna putih yang seakan mulai memanjang.
Ryu yang menyaksikan perubahan tersebut merasa senang karena tubuh Xie Xian seakan mendapatkan respon, meskipun wanita itu tidak merasa sakit sedikitpun dari keganasan Air Embun Surgawi.
Ryu berpikir bahwa kejadian itu karena Xie Xian memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat, bahkan dia sendiri pernah merasakan keganasan Air Embun Surgawi.
" Xian'er, sepertinya kamu memiliki kekuatan fisik melebihi milikku." Ryu bergumam sambil memperhatikan proses tersebut.
Dengan penuh kesabaran, Ryu tidak pernah meninggalkan wanita itu karena takut akan terjadi sesuatu pada Xie Xian.
Hari terus berlalu hingga mereka menghabiskan waktu selama satu tahun lebih, dimana Ryu terus menunggu proses tersebut.
Kini Xie Xian telah berhasil menghilangkan api merah dan bulu-bulu halus di tubuhnya dimana telah berganti dengan kulit layaknya manusia.
Bahkan sepasang sayap burung seakan ditarik ke tulang punggungnya dan kuku tajam juga diganti dengan kuku yang indah.
Tidak hanya sampai disitu saja, Xie Xian juga memiliki rambut tipis warna putih memanjang mencapai lutut. Namun terlihat jelas memiliki kekuatan khusus dari rambutnya.
" Gluug." Ryu menelan ludah melihat pemandangan di depan matanya, dimana Xie Xian memiliki bentuk tubuh yang sempura dengan kulit putih bersih dan halus.
" Gege, kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Xie Xian yang merasa heran dimana dia baru saja keluar dari danau Air Embun Surgawi.
" Xian'er... Kamu sangat cantik." Ryu tidak bisa lagi menyembunyikan kekagumannya.
Mendengar perkataan dari Ryu, Xie Xian langsung melihat seluruh tubuhnya yang kini tidak menggunakan sehelai kain pun.
" Gege, kamu tidak perlu melihatku seperti itu, karena semuanya sudah menjadi milikmu." Xie Xian juga merasa kagum dengan tubuhnya yang sekarang.
Tanpa merasa canggung, Xie Xian berlari kecil langsung memeluk erat suaminya tanpa memperdulikan kondisinya sekarang.
" Baiklah, Kita akan ke Istana Kristal sekarang!" Ryu yang berada di pelukan Xie Xian langsung berpindah tempat di Istana Kristal.
" Gege, aku merasakan ada sesuatu yang unik dari arah sana." Ucap Xie Xian yang masih memeluk suaminya sambil menunjuk ke sebuah tempat dimana letak ruang penyimpanan Harta.
" Baiklah, kita akan kesana." Ryu kembali membawa Xie Xian berpindah tempat ke ruangan penyimpanan harta.
Sesaat mata Xie Xian tertuju pada tumpukan Pedang Neraka yang baru saja dijarah oleh Tou Shuijing, Jiu Tou She, Pasukan Naga Gunung dan Pasukan Harimau Awan.
" Xian'er, jangan sentuh pedang itu! Pedang Neraka bisa mengendalikan pikiran orang yang memegangnya." Ryu memperingati Xie Xian.
" Gege tenang saja! Pedang ini sangat cocok untuk menciptakan pakaian untukku." Xie Xian langsung memusatkan pikirannya.
Terlihat tumpukan Pedang Neraka seakan menyatu hingga membentuk sebuah pakaian berwarna Hitam dengan corak bunga yang timbul.
Sesaat kemudian, Xie Xian langsung menggunakan pakaian yang dia ciptakan membuat Ryu merasa kagum dengan penampilan Istrinya.