SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 394. Menaklukkan Dewi Arinia


( Dunia Tiantang )


Satu bulan setelah Liu Ryu tersedot Angin Kekacauan, tidak ada kebahagiaan dari raut wajah semua Istri Liu Ryu.


Meskipun mereka mengetahui bahwa Liu Ryu masih hidup, namun sebagai seorang istri, tentu mereka sangat mengkhawatirkan suaminya.


Sementara para prajurit Kekaisaran Atas Awan juga ikut merasakan kesedihan dari Istri Liu Ryu, karena selama ini Istri Liu Ryu tidak pernah keluar dari Istana.


Sebenarnya kelima Jenderal Besar ingin sekali menjelajahi seluruh benua yang berada di Dunia Tiantang. Namun karena belum mendapatkan perintah dari Permaisuri dan Ratu, mereka tidak berani melakukan tindakan.


" Kita tidak bisa terus berdiam diri. Kita harus melanjutkan rencana suami kita." Pada akhirnya Huli Yue mengeluarkan suara, karena bagaimanapun mereka harus mengemban tugas suami mereka.


" Ya... Sekalipun kita merindukan suami kita, namun bukan berarti kita harus berdiam diri." Xie Xian ikut menimpal.


Terlebih untuk Xie Hua dan Nan Sian yang sudah hamil tua, tentu akan mengganggu perkembangan bayi mereka.


Bukan hanya Xie Hua dan Nan Sian, tapi juga semua Istri Liu Ryu bahkan selirnya juga sedang mengandung.


" Kalian benar... Kita harus pergi ke Benua Tengah dan membangun Kekaisaran disana." Ucap Xie Hua.


Sesuai dengan keinginan Liu Ryu sebelumnya, mereka juga harus membangun Kekaisaran yang baru.


" Nan Sian, Aku titipkan Kekaisaran ini untukmu! Biar aku dan beberapa Ratu serta beberapa selir yang akan pergi ke Benua Tengah." Xie Hua juga tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan, kini membagikan diri mereka agar sebagian ikut ke Benua Tengah.


" Mmmm... Hati-hatilah! Jika sudah sampai di Benua Tengah, kabarkan kepada kami." Nan Sian mengangguk, lalu meminta kepada selir Liu Ryu yang berasal dari ras Demi-Human untuk mengikuti Xie Hua.


Tujuan Nan Sian meminta kepada ras Demi-Human, karena mereka lebih kuat dari selir Liu Ryu yang lain, sehingga perjalanan mereka jauh lebih aman.


" Kami akan berjanji akan melindungi Yang Mulia Permaisuri dengan nyawa kami sendiri." Ucap selir Liu Ryu yang berasal dari ras Demi-Human dengan serempak.


" Jangan lupa, kalian juga memiliki calon bayi milik Kaisar Ryu. Utamakan keselamatan kalian. Untuk masalah yang lain, biarkan para prajurit yang mengatasinya." Ucap Nan Sian, karena dengan tingkat Kultivasi mereka sekarang, tidak ada yang sulit bagi mereka untuk pergi ke Benua Tengah.


Kini Xie Hua, Shang Wushuang dan 70 saudarinya, Ling Huoliang dan 69 saudarinya, Ning Xuanji dan 67 saudarinya dan Ye Shue dan 70 saudarinya yang berangkat ke Benua Tengah.


Sedangkan Istri Liu Ryu yang lain terpaksa harus tinggal di Benua Timur, karena mereka juga harus mengatur Istana Kekaisaran Atas Awan.


Zi Mayi, Tou Shuijing, Jiu Tou She Wu Tian dan Guang Cheng serta para prajurit ditugaskan untuk menemani perjalanan Xie Hua dan Istri Liu Ryu yang lain.


Kapal udara pun satu-persatu berjejer di halaman depan Istana, dan bersiap untuk berangkat.


Untuk Xie Hua, Istri Liu Ryu dan selir beserta para pelayan berada di satu kapal udara yang paling besar, sedangkan para prajurit menggunakan kapal udara yang lain.


Tentu rombongan tersebut akan membangun Kekaisaran di tempat Kerajaan Naga Langit yang pernah mereka taklukkan sebelumnya.


Dengan demikian Xie Hua akan memperluas kekuasaan dan menaklukkan Kerajaan yang lain agar tunduk dibawah kekuasaannya.


" Kita berangkat sekarang." Xie Hua yang menggunakan pakaian kebesarannya langsung memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Permaisuri." Jawab kelima Jenderal Besar, lalu masuk ke kapal udara masing-masing.


*******


Di dunia yang sangat jauh, Liu Ryu yang sedang berendam di kolam kecil, kini Dewi Arinia memasang wajah masam.


Air Suci yang begitu berharga untuknya kini sudah mengering, membuatnya semakin kesal.


" Akhirnya Dunia Quzhu sudah terbuka." Gumam Liu Ryu yang kini tidak sabar ingin melihat apa yang terjadi pada dunia kecil miliknya.


Namun karena Dewi Arinia berada di tempat itu, Liu Ryu terpaksa harus menunda.


" Kau... Bagaimana kamu bisa menghabiskan semua Air Suci itu?" Dewi Arinia seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu tersenyum tipis sambil berjalan mendekati Dewi Arinia. Entah bagaimana cara wanita itu meningkatkan kekuatan, namun Liu Ryu sudah bisa merasakan bahwa kemampuan Dewi Arinia setara dengan Pendekar Semesta tahap awal.


Sedangkan Elena yang sekarang, kemampuannya sudah setara dengan Pendekar Surgawi tahap awal.


" Aku bisa membantumu agar lebih kuat lagi. Tapi jika kamu mau menjadi Istriku. Tapi jika kamu menolak, juga tidak masalah." Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah Dewi Arinia.


Liu Ryu berpikir jika tanpa Air Suci milik Dewi Arinia, maka dia akan lebih lama untuk mengumpulkan Qi.


Dewi Arinia langsung terdiam sejenak, sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan. Jika dia tidak menambah kekuatanya, maka kelangsungan Siluman Ular Gurun akan terancam punah.


" Jangan terlalu banyak berpikir. Sekarang kamu sudah menjadi Istriku, jadi kamu harus melayaniku." Ucap Liu Ryu, lalu memegang pinggang Dewi Arinia dan merapatkan tubuh mereka.


" Ahh..." Dewi Arinia sontak kaget, karena baru pertama kali ada orang yang berani menyentuhnya.


Namun kali ini Dewi Arinia tidak menolak lagi, sehingga dia harus mengikuti keinginan Liu Ryu.


Dewi Arinia tidak seperti Istri Liu Ryu yang lain yang rata-rata memiliki kulit putih. Dewi Arinia memiliki kulit sawo matang cenderung terlihat lebih eksotis dengan tubuh yang langsing.


" Emmmhhh." Dewi Arinia mendesis saat Liu Ryu mencium bibirnya.


Di bawah sinar bulan, Dewi Arinia mulai menikmati sentuhan dari Liu Ryu, meskipun perasaannya masih kacau.


Satu-persatu pakaian mereka terlepas, hingga keduanya sudah tidak memakai busana lagi, dimana Liu Ryu membaringkan tubuh Dewi Arinia di pinggir kolam yang sudah mengering.


Saat Dewi Arinia sudah seperti cacing kepanasan, Liu Ryu mulai melakukan Kultivasi Ganda, membuat Dewi Arinia merasakan sensasi yang berbeda hingga sampai ke ubun-ubun kepalanya.


Pada malam hari dibawah sinar bulan, keduanya sama-sama menikmati kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


Yin murni milik Dewi Arinia begitu padat dan sangat banyak, sehingga Liu Ryu semakin bersemangat untuk menyerap Yin milik Dewi Arinia lebih banyak lagi.


Begitupun dengan Dewi Arinia, dengan energi 'Yang' Matahari milik Liu Ryu dia merasakan kekuatanya semakin meningkat, sehingga dia juga tidak segan untuk menyerap energi 'Yang' Matahari sebanyak mungkin.


" Aku sangat membutuhkan yang itu." Pada saat matahari sudah menunjukkan sinarnya, Liu Ryu menghentikan Kultivasi Ganda, namun Dewi Arinia mencegahnya seakan ingin lebih lama lagi.


Melihat tingkah Dewi Arinia yang sudah tunduk kepadanya, Liu Ryu hanya tersenyum tipis, lalu membawa mereka menuju ke Istana Kristal.