SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Bukit Yexuan


Di sisi lain Dao Luo dan Yan Ran merasa tidak enak karena sudah berbohong kepada sepuluh Putri tersebut.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka merasa heran dengan adanya sepuluh Putri tersebut ditambah lagi dengan Dao Luo dan Yan Ran yang hormat kepada mereka.


" Dao Luo, Yan Ran... Ada apa tujuan kalian kesini?" Xie Hua sedikit menyelidik.


" Maaf Yang Mulia Permaisuri... Ada hal Pribadi yang kami ingin sampaikan." Ucap Dao Luo sambil melirik beberapa sosok yang ada di ruangan tersebut.


Jika melakukan perjalanan, Dao Luo dan Yan Ran selalu memanggil mereka dengan sebutan 'Dewi Agung'. Namun saat berada di Istana, mereka harus memanggil seperti pada umumnya sebagai formalitas.


Melihat hal itu, Xie Hua mengisyaratkan kepada para pengurus Istana untuk meninggalkan tempat tersebut. Dimana semua langsung memberi hormat lalu meninggalkan ruangan.


Di sisi lain, Sheng Zhishu sudah merasa curiga dengan adanya sepuluh wanita itu, karena dapat dilihat dari kecantikan mereka yang menyamai kecantikan Istri Ryu yang lain.


Namun Sheng Zhishu sangat menyayangkan jika perkiraannya itu benar, mengingat sepuluh wanita itu sangat muda bahkan selisih tiga sampai lima tahun dari anak-anak mereka.


" Dao Luo, Yan Ran... Coba jelaskan apa tujuan kalian?' Tanya Sheng Zhishu saat semua pengurus Istana sudah pergi.


" Dewi Agung pertama... Kami datang kesini sesuai perintah dari kelima penguasa lautan." Ucap Yan Ran sambil berjalan mendekati mereka dengan menunduk lalu memberikan lima gulungan kertas.


Begitupun dengan Dao Luo, dia juga melakukan hal yang sama lalu memberikan lima gulungan kertas.


Xie Hua pun mengambil gulungan tersebut lalu membagikan gulungan itu kepada Sheng Zhishu dan yang lain.


Mereka pun satu-persatu membuka gulungan sesaat terlihat dari wajah mereka sedikit mengerutkan kening sambil menatap ke arah sepuluh gadis tersebut.


Dalam pikiran Xie Hua, Sheng Zhishu dan yang lain sangat menyayangkan tindakan dari ayah mereka dimana sampai memberikan Putrinya yang masih sangat muda.


Sheng Zhishu dan yang lain dapat memperkirakan bahwa sepuluh gadis tersebut masih berusia 17 tahun bahkan ada beberapa yang masih berusia 16 tahun.


" Apa kalian yakin dengan keputusan kalian? Asal kalian tau, Kaisar Ryu sekarang sudah memiliki 29 Istri. Terlebih lagi Kaisar Ryu sudah tua dan keriput." Ucap Sheng Zhishu yang ingin memancing sepuluh gadis tersebut agar membatalkan tujuan mereka.


" Tidak hanya Tua dan keriput. Tapi juga memiliki tubuh lebar dan buncit disertai kumis dan jenggot memanjang. Sangat disayangkan jika usia kalian seperti ini memiliki Suami seperti itu." Xin Chie ikut menimpal sambil melihat reaksi dari sepuluh gadis tersebut.


" Deeeg." Jantung kesepuluh gadis seakan terhenti karena mereka berpikir apa yang dikatakan Dao Luo dan Yan Ran memang benar.


Di sisi lain Dao Luo dan Yan Ran langsung memasang wajah masam karena apa yang dikatakan Sheng Zhishu dan Xin Chie malah memperburuk keadaan.


Dengan kata lain mereka menganggap bahwa Sheng Zhishu dan yang lain menolak secara halus atas keputusan itu.


Ditambah lagi dengan kesepuluh gadis itu, mereka akan berpikir bahwa Kaisar Ryu memiliki wajah yang jelek yang tentu mereka akan berpikir dua kali untuk menjadi Istrinya.


" Maaf Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu. Perintah dari ayah kami tidak bisa kami tarik. Apapun resikonya nanti, hamba siapa menerimanya." Ucap Long Que Zhu.


" Benar Yang Mulia... Hamba juga siap menerima." Ucap Huang Que Yun.


" Kami juga siap Yang Mulia." Ucap delapan gadis yang lain.


Melihat niat dari sepuluh gadis tersebut, Sheng Zhishu dan yang lain membulatkan mata karena mereka tidak menyangka bahwa kesepuluh gadis itu begitu menghargai keputusan ayah mereka.


Di sisi lain Dao Luo dan Yan Ran sangat senang dengan keputusan sepuluh gadis itu yang memiliki tekad yang kuat, meskipun sudah diuji oleh Sheng Zhishu dan yang lain.


' Hua'hua... Sepertinya keberadaan mereka cukup membantu. Ras Phoenix Awan dan Ras Naga Laut ini bisa dijadikan percobaan Pil yang aku ciptakan.


' Tapi itu terlalu berbahaya. Jika mengambil esensi kehidupan mereka, sama saja dengan menghilangkan lebih dari setengah kekuatan mereka.' Pesan jiwa dari Xie Hua.


' Anggap saja sebagai ujian untuk mereka.' Pesan jiwa dari Xin Chie.


Mendengar Ide gila dari Xin Chie, Xie Hua hanya menggelengkan kepala, karena merasa kasian kepada kesepuluh gadis itu.


Meskipun kesepuluh gadis itu merupakan garis keturunan Dewa, namun kemurniannya hanya 40%. Yang artinya jika harus mengambil esensi darah mereka, maka akan terlalu berbahaya.


" Terimakasih Yang Mulia Ratu." Kesepuluh gadis tersebut menundukkan kepala terlihat senang.


" Mmmm." Sheng Zhishu menganggukkan kepala.


" Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu... Sepertinya tugas kami sudah selesai. Kalau begitu kami pamit undur diri." Ucap Dao Luo sambil menundukkan kepala diikuti Yan Ran.


Sheng Zhishu dan yang lain pun menganggukkan kepala dan mempersilahkan kedua Jenderal tersebut kembali ke tempat masing-masing.


Kini hanya tersisa sepuluh gadis yang masih terlihat kebingungan karena tidak tau apa yang mereka lakukan.


" Sekarang kalian sudah resmi menjadi anggota keluarga kami, jadi kalian tidak perlu memanggil kami dengan sebutan Yang Mulia." Ucap Xie Hua.


" Baik Kak." Sepuluh gadis tersebut memakup kedua tangan mereka.


" Sekarang ikutlah dengan kami." Sheng Zhishu dan yang lain membawa kesepuluh gadis tersebut.


" Mmmm." Mereka mengangguk lalu berjalan mendekati Sheng Zhishu dan yang lain.


Meskipun terlihat canggung, sepuluh gadis itu berusaha untuk membiasakan diri untuk bersama anggota keluarga baru mereka.


Sambil berjalan menyusuri setiap sudut ruangan Istana, Sheng Zhishu dan yang lain menunjukkan beberapa ruangan yang ada di tempat itu.


Tidak lupa Xie Hua memberikan kamar baru sebagai tempat peristirahatan mereka yang kebetulan masih banyak yang kosong.


Sheng Zhishu dan yang lain juga saling memperkenalkan diri mereka agar semakin akrab.


Mendengar nama sepuluh gadis tersebut yang hampir mirip, Sheng Zhishu dan yang lain sedikit mengerutkan kening.


Setelah memperkenalkan kepada para pengurus Istana Kekaisaran Awan, Sheng Zhishu langsung membawa mereka ke Istana Yexuan untuk bertemu dengan anak-anak mereka dan yang lainnya.


" Kakak Hua... Mana yang lain?" Tanya Long Nan Zhu.


" Mereka sedikit ada urusan. Setelah semua selesai, mereka pasti kembali." Ucap Xie Hua.


Saat berada di Bukit Yexuan, kini Liu Guangxi dan saudaranya berlari kecil mendatangi Ibu mereka masing-masing.


" Salam Ibu semuanya." Liu Guangxi dan saudaranya memberi hormat lalu melirik ke arah sepuluh gadis yang ikut bersama rombongan.


" Xi'er... Mana adikmu Yunyi?" Tanya Xie Hua.


" Seperti biasa ibu. Adik Yunyi selalu berlatih dengan paman Fang." Ucap Liu Guangxi.


Di tempat itu juga terdapat anak-anak dari Feng Quinlan dan yang lain, dimana mereka semua sudah terlihat akrab.


Sebelum mengetahui bahwa mereka adalah saudara kandung satu ayah, mereka sudah saling mengenal. Ditambah lagi sekarang yang sudah mengetahui bahwa mereka bersaudara, hal itu semakin membuat mereka akrab.


" Ibu, Siapa kakak-kakak itu?" Tanya Liu Nanzhi yang merupakan anak dari Nan Sian dan sebagainya Putra Mahkota Kekaisaran Shin dengan polosnya.


Hal itu membuat Sheng Zhishu dan yang lain serta sepuluh gadis tersebut terbatuk-batuk sambil memasang wajah memerah.


" Zhi'er... Mereka juga ibu kalian yang baru. Ayo beri hormat kepada Ibu kalian." Ucap Sheng Zhishu sambil memberi isyarat kepada anak-anak mereka.


*******


Sekedar informasi buat para Pembaca, bagi yang berminat untuk membaca [ Bangkitnya Pendekar Naga ], silahkan beri dukungan.


Semakin banyak Like, Koment dan Rate yang muncul, Penulis akan lebih bersemangat untuk berkarya. 🙏🙏🙏