
Di atas Gunung yang tinggi di Dunia kecil, terlihat lima sosok Naga yang memiliki ukuran yang sangat besar.
" Hhhhmmm.... Mengapa ada Aura yang sangat familiar? Tapi itu hanya sesaat." Ucap sosok Naga berwarna merah.
" Ya... Aku juga merasakannya. Aura itu sangat akrab dengan kita." Ucap Naga berwarna hitam.
" Hongshan, Heishan... Kalian tidak perlu memikirkan hal itu. Aku ingin bermain dengan manusia di Dunia kecil ini." Ucap sosok Naga berwarna putih bernama Baishan sambil merasakan beberapa sosok yang sangat jauh dari tempat mereka.
" Baishan... Tujuan kita kesini untuk mencari Tuan Penguasa. Bukankah Penguasa Dunia Fana menginginkan kita untuk membantu Tuan Penguasa untuk menghancurkan Kekaisaran Langit." Ucap sosok Naga berwarna Biru yaitu Lanshan.
" Ya... Aku tau itu. Penguasa Dunia Fana mengatakan bahwa para Dewa tertinggi itu terletak di Dunia Tiantang. Banyak Ras Naga yang lain berada di sana. Bahkan berbagai macam Ras yang mendukung Kaisar Langit. Ini bukan pekerjaan yang mudah, apalagi kita hanya berasal dari Dunia Fana. Haaahh... Petir kesengsaraan itu benar-benar mengerikan." Ucap Baishan.
" Kamu benar... Aku harap Ras Harimau Awan juga sudah sampai di Dunia ini." Ucap Lanshan.
" Mmmm... Mereka mungkin sudah sampai. Hanya saja kita berbeda tempat." Ucap sosok Naga berwarna keemasan yaitu Jinshan.
" Tapi aku rasa sudah waktunya kita keluar dari Dunia kecil ini untuk mencari keberadaan Tuan Penguasa." Ucap Baishan.
" Mmmm... Kalau begitu, kita akan bermain sebentar dengan manusia di dunia ini sebelum kita keluar dari sini." Ucap Heishan.
" Baiklah... Tapi jangan sampai membunuh mereka." Ucap Jinshan.
Kelima sosok Naga itupun mengangguk setuju lalu menoleh ke arah belakang, dimana terdapat ratusan sosok Naga yang berkumpul dimana mereka semua sudah membunuh semua penghuni di Dunia kecil tersebut dan hanya menyisakan Hewan Roh tingkat rendah saja.
" Pasukan Naga Gunung... Mari kita bermain sebentar. Tapi ingat, jangan sampai membunuh mereka." Ucap Naga Biru yang merupakan tertua dari saudaranya yang lain, yaitu Lanshan itu sendiri.
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
" Ggooooaaarr."
Auman keras dari pasukan Naga Gunung saling bersahutan menggema di udara sehingga beberapa sosok yang berada di Dunia kecil bergindik ngeri.
" Saudara... Suara apa itu?" Tanya salah satu Kultivator Muda dengan tubuh gemetar.
" Aku juga tidak tau. Sepertinya dunia kecil ini terlalu berbahaya." Ucap sosok yang lain yang tidak kalah takut, bahkan mengencingi celananya sendiri.
Tidak hanya satu, tapi puluhan sosok yang ada di kelompok tersebut juga terlihat celananya basah.
" Cepat tinggalkan tempat ini!" Ucap yang lain dengan tubuh gemetar.
Mereka pun lari kocar-kacir menjauhi wilayah tersebut hingga terlihat beberapa kelompok yang lain juga melakukan hal yang sama.
Sesaat kemudian terlihat fenomena alam yang ekstrim berada di belakang mereka, dimana sambaran petir bersahutan diikuti angin dan api.
" Sialan... Kenapa di dunia kecil ini memiliki kekuatan yang besar." beberapa sosok tersebut menggerutu dalam hati sambil berlari meninggalkan tempat tersebut.
" Mmmm... Mau lari kemana?" Suara menggema di Dunia kecil tersebut membuat semua orang yang ada di tempat itu semakin ketakutan.
" Wuush... Wuush... Wuush." Ratusan sosok Naga mengelilingi semua Kultivator Muda yang sedang berlarian.
" Ampun Tuan Naga... Kami tidak akan menggangu kediaman kalian." Ucap beberapa sosok sambil berlutut di hadapan kelompok Naga yang mengelilingi mereka dari udara.
" Cciiihhhh... Sangat payah. Apa ini kekuatan dari penghuni Dunia Abadi?" Baishan mendengus kesal karena melihat semua yang ada di tempat itu semuanya gemetar.
*******
Di balik awan, Terlihat Ryu dan Ling Queqi yang baru selesai melakukan ritual mereka, kini menatap ke arah ratusan pasukan Naga Gunung yang sedang menjahili para Kultivator Muda.
Di sisi lain Ryu hanya tersenyum, karena ratusan Naga tersebut adalah sosok yang dia kenal.
" Baiklah... Kita akan kesana." Ryu langsung mengembalikan Awan dimana tempat mereka berpijak dengan kekuatan pikirannya melesat cepat ke arah kelompok Naga tersebut.
Tidak lama kemudian awan yang ditunggangi Ryu dan Ling Queqi secara perlahan turun di tengah kerumunan Naga tersebut layaknya Dewa-dewi.
Melihat kedatangan dua sosok yang ada di atas awan, semua Kultivator Muda berlarian mendekatinya dan berharap meminta perlindungan.
" Ya Dewa dan Dewi... Tolonglah kami." Ucap semua yang ada di tempat itu langsung berlutut.
Sementara kelima Naga tersebut sangat senang dengan kemunculan sosok yang mereka kenal, meskipun sedikit kesal karena kesenangan mereka dihentikan.
" Mmmm... Kalian tenanglah! Para Naga ini hanya ingin bermain dengan kalian." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah kelima Naga tersebut.
" Haaaiiisss, Tuan Penguasa. Kenapa pertemuan kita terlalu cepat." Ucap Baishan mendengus kesal, namun sebenarnya sangat senang dengan kehadiran sosok pemuda tersebut.
Ucapan dari Baishan memang tidak mengandung kemarahan, namun bagi para Kultivator Muda tetap saja merasa ngeri karena suara dari sosok Naga tersebut menggema di udara.
" Hei kalian, Jika kalian tidak senang dengan kehadiranku. Aku akan pergi." Ucap Ryu juga tidak ingin kalah.
Hal itu tentu saja membuat Ling Queqi keheranan, karena hubungan antara Ryu dan kelima Naga tersebut begitu akrab.
" Tunggu! Aku hanya bercanda. Mana mungkin kami tidak senang dengan kehadiran Tuan Penguasa." Lanshan langsung menghampiri Ryu.
Meskipun gerakannya sangat lembut, namun terpaan angin yang ditimbulkan membuat para Kultivator Muda mundur beberapa langkah kebelakang.
Mereka sangat heran, mengapa para Naga tersebut langsung jinak saat kedatangan kedua sosok tersebut.
Di sisi lain beberapa Kultivator Muda yang berasal dari Sekte Kuil Bambu sedikit menyelidik karena sosok wanita tersebut tidak asing di mata mereka, meskipun mereka tidak mengenal sosok Pemuda yang ada di sampingnya.
' Tidak mungkin cucu dari Ketua berada di tempat ini.' Beberapa sosok yang berasal dari Sekte Kuil Bambu menepis pikiran mereka.
Tanpa menjawab apapun, Ryu langsung membalikan badan lalu menoleh ke arah para Kultivator Muda tersebut.
" Kalian boleh kembali melanjutkan penelusuran di Dunia kecil ini! Akan aku pastikan bahwa para Naga ini tidak menggangu kalian. Jika mereka melakukannya, maka aku akan jadikan mereka sebagai daging Naga panggang." Ucap Ryu dengan nada santai.
" Gluug." Kelima Naga dan bawahannya menelan ludah.
Mereka bukan karena takut kepada Ryu, namun yang mereka pikirkan adalah bagaimana seekor Naga yang memiliki ukuran besar bagi dijadikan daging panggang.
Terlebih kelima Naga dan bawahannya sangat menghormati Ryu, karena tanpa bantuan darah Pemuda tersebut, mereka tidak mungkin mendapatkan pencapaian yang luar biasa.
" Kalian cepat pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran." Ucap Jinshan yang menggema di udara.
Tanpa banyak berpikir, semua yang ada di tempat itu langsung berlarian menjauhi mereka, meskipun mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Gege... Siapa mereka?" Tanya Ling Queqi sambil menatap kelima sosok Naga yang berbeda di depan mereka.
" Tuan Penguasa, apa ini Istri barumu?" Tanya Jinshan.
" Mmmm... Qi'er, mereka adalah temanku." Ucap Ryu.
" Salam Tuan Putri, Perkenalkan namaku Lanshan atau Naga Biru. Dan ini Heishan Naga Hitam, Baishan Naga Putih, Hongshan Naga Merah dan yang ini Jinshan Naga Emas. Sedangkan yang lainnya adalah Prajurit kami." Lanshan memperkenalkan diri mereka.
" Salam kenal semuanya. Aku Ling Queqi, Istri dari Ryu Gege." Ling Queqi memperkenalkan diri menyapa ramah mereka.