SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 353. Rencana Xu Tianpeng


Beruntung pasukan dari Kekaisaran Sun mendapatkan bantuan dari pasukan bawahan Dewa Ashura dan Boneka Bernyawa, sehingga mereka merasa sedikit tertolong.


Meskipun demikian, jumlah korban yang berjatuhan tidak bisa terelakkan lagi, dimana saat Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu tidak membantu mereka, jumlah korban di pihak Kekaisaran Sun semakin banyak.


Melihat kejadian tersebut Dewa Ashura memasang wajah serius, karena jika banyak korban berjatuhan dari pasukan Kekaisaran Sun, maka Dunia Yuzhou seakan tidak berpenghuni lagi.


' Kalian berdua, bantulah kedua Istri Kaisar Ryu disana! Kemampuan mereka sangat dibutuhkan oleh semua pasukan.' Dewa Ashura mengirim pesan jiwa kepada kedua Jenderal Besar untuk menggantikan Luan Qiang dan Luan Weily.


Mendapatkan pesan jiwa tersebut, kedua Jenderal Besar langsung melesat ke arah kedua Istri Liu Ryu yang sedang bertarung.


" Yang Mulia Ratu, biarkan kami yang menghadapi mereka! Pasukan kita sangat membutuhkan bantuan kalian." Meskipun masih belum mengetahui tujuan dari Dewa Ashura, kedua Jenderal Besar hanya mengikuti perintah dari tuannya.


Dengan sebuah anggukan, Luan Qiang dan Luan Weily langsung berpindah tempat ke arah lautan pasukan dari kedua belah pihak.


Luan Qiang menatap ke arah lautan mayat dari pasukan pihak Kekaisaran Sun, lalu menarik mereka ke dunia kecil miliknya.


Begitupun dengan Luan Weily, juga ikut membantu untuk mengumpulkan mayat pasukan dari Kekaisaran Sun.


Keduanya dengan cepat mengumpulkan mayat tersebut dengan menggunakan teknik teleportasi, membuat pasukan dari kedua belah pihak merasa heran.


Meskipun demikian semua pasukan dari kedua belah pihak hanya melirik mereka sebentar saja, karena situasi mereka sedang bertarung.


Setelah berhasil mengumpulkan mayat pasukan dari pihak Kekaisaran Sun, keduanya langsung berpindah ke tempat yang cukup aman.


" Luan Qiang, aku serahkan ini untukmu." Luan Weily mengeluarkan semua mayat dari dunia kecil miliknya, lalu kembali berpindah tempat ke arah pasukan yang sedang berperang.


Tanpa membuang waktu, Luan Qiang merapalkan sebuah mantra yang diikuti sebuah gerakan yang sangat rumit.


" Teknik Kebangkitan, Lingkaran Suci."


Buussshh!


Sebuah cahaya keluar dari dalam tanah, dimana lautan mayat tersebut secara perlahan mulai menggerakkan jarinya hingga kembali bergerak dengan sempurna.


Kaisar Sun Gozi, Sun Kim Ai dan beberapa pasukan yang sempat menyaksikan kejadian tersebut, kini membuka matanya lebar-lebar karena baru pertama kali melihat seorang Kultivator bisa menghidupkan pasukan yang sudah mati.


" Siapa mereka sebenarnya? Kenapa kemampuan khusus mereka sangat mengerikan." Gumam Kaisar Sun Gozi.


Meskipun terlihat senang karena pasukannya dihidupkan kembali, namun Kaisar Sun Gozi juga merasa merinding saat melihat kejadian langka tersebut.


Di sisi lain semua pasukan yang baru saja dihidupkan, kini terlihat kebingungan karena seluruh tubuh mereka kembali utuh tanpa luka sedikitpun.


" Bukan waktunya kalian berdiskusi. Sekarang bantulah rekan kalian." Ucap Luan Qiang, membuyarkan rasa penasaran pasukan itu.


Semua pasukan itupun bangkit berdiri, langsung berlari ke arah medan peperangan, meskipun masih belum mencerna situasi yang baru saja mereka alami.


" Haaah... Ternyata menggunakan teknik itu sangat menguras tenaga." Gumam Luan Qiang, lalu menelan beberapa Pil untuk memulihkan diri.


Di sisi lain Luan Weily juga melayang di atas lautan prajurit, sambil merapalkan sebuah mantra, lalu menggerakkan kedua tangannya.


" Teknik Kebangkitan, Pasukan Kegelapan."


Buussshh!


" Tenangkan diri kalian! Mereka semua dibawah kendaliku." Luan Weily mengirim transmisi suara, agar pasukan dari pihak Kekaisaran Sun bisa menenangkan diri.


Mendengar perkataan dari Luan Weily, semua pasukan dari pihak Kekaisaran Sun kembali tenang, lalu fokus untuk menyerap pihak lawan yang berada di depan mereka.


Di sisi lain Xu Tianpeng yang juga menyaksikan kejadian itu, kini terlihat sebuah senyuman khas dari wajahnya.


' Tidak menyangka mereka memiliki kemampuan yang sangat langka. Aku harus mencari cara untuk mengambil mereka menjadi Istriku.' Pikir Xu Tianpeng di sela pertarungannya melawan Dewa Ashura.


Pada saat saling bertukar serangan dengan Dewa Ashura, Xu Tianpeng sambil mencari celah untuk meninggalkan pertarungannya, karena dia berpikir bahwa pasukan wanita bertopeng merupakan sesuatu yang berharga baginya.


Dewa Ashura yang mengetahui apa yang dipikirkan Xu Tianpeng, kini tidak akan membiarkan sosok tersebut bertindak sesuka hatinya.


' Saudaraku... Kamu harus berhati-hati! Kaisar Langit ingin menggunakan teknik pesona untuk mengambil istrimu.' Dewa Ashura mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu di sela pertarungannya.


Mendapatkan pesan jiwa dari Dewa Ashura, Liu Ryu memasang wajah serius sambil melirik ke arah Xu Tianpeng agar tidak melakukan sesuatu kepada Istrinya.


Di sisi lain, Xu Tianpeng memasang wajah jelek karena rencananya diketahui oleh Dewa Ashura.


Meskipun Dewa Ashura menggunakan pesan jiwa, namun Xu Tianpeng bisa mengetahuinya karena jarak mereka terlalu dekat.


' Sialan kamu Dewa Ashura. Tapi lihat saja! Tidak ada yang bisa menggagalkan rencanaku.' Pikir Xu Tianpeng sambil menangkis serangan dari Dewa Ashura yang terus mendesaknya.


Dewa Ashura yang mengetahui bahwa pesan jiwanya diketahui oleh Xu Tianpeng, kini memberi isyarat kepada salah satu bawahannya untuk mengatur strategi kepada Liu Ryu.


Karena jarak antara Xu Tianpeng sangat jauh dari Liu Ryu yang sedang bertukar informasi kepada salah satu tangan kanan Dewa Ashura tentang apa saja kemungkinan yang dilakukan oleh Xu Tianpeng, kini juga memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.


' Lihat saja! Jika kamu berani melakukan hal itu kepada Istriku, maka aku akan melakukan hal yang sama.' Pikir Liu Ryu, sambil melihat gerak-gerik Xu Tianpeng.


Tentu Liu Ryu sudah menyiapkan Batu Roh dari balik baju Zirah miliknya, untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.


Tidak ingin terlalu lama, Liu Ryu langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya, dimana Dewa Perang juga mengeluarkan sebuah tombak di tangannya.


Wuush!


Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi, lalu mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan, meskipun pikirannya terbagi untuk Xu Tianpeng.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan keras dari pedang dan tombak, menciptakan tekanan energi yang sangat kuat, membuat wilayah pertarungan semakin rusak parah.


' Istriku, kalian harus berhati-hati! Kaisar Langit ingin melakukan sesuatu kepada kalian.' Liu Ryu mengirim pesan jiwa kepada Istrinya sambil mengayunkan pedangnya untuk mendesak pihak lawan.


Mendapatkan pesan jiwa dari dari suami mereka, Sheng Zhishu dan yang lain langsung mengambil sikap waspada.


Di sisi lain pasukan dari pihak Kekaisaran Sun juga terlihat seimbang, karena mendapatkan bantuan dari pasukan yang dihidupkan oleh Luan Qiang dan pasukan mayat hidup yang diciptakan oleh Luan Weily.


Melihat kejadian itu, Xu Tianpeng dan Istrinya memasang wajah serius, karena Boneka Bernyawa dan pasukan bantuan dari Luan Qiang dan Luan Weily, kini mulai membalikkan keadaan.