
Melihat Liu Ryu dengan mudah melepaskan ikatan sihir yang mereka ciptakan sebelumnya, semua putri duyung yang berada di tempat itu mengambil sikap waspada, hingga mundur beberapa langkah ke belakang.
" Mau menyerap energi 'Yang' Matahari milikku? Kalian tidak layak."
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu memukul satu-persatu putri duyung, hingga terpental puluhan meter.
" Kurang ajar. Bunuh dewa itu." Ratu putri duyung yang terlihat sangat marah, langsung memberi perintah kepada bawahannya.
" Baik Yang Mulia Ratu." Jawab mereka serempak, lalu melesat ke arah Liu Ryu sambil melancarkan serangan mereka.
Liu Ryu tersenyum tipis, sambil menyambut serangan dari puluhan putri duyung, dengan sebuah tongkat di tangannya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Satu-persatu putri duyung terpental puluhan meter, hingga tersungkur merasakan seluruh tubuhnya seakan remuk.
Melihat kejadian tersebut, ratu putri duyung memasang wajah masam, karena tawarannya sama sekali tidak dipedulikan oleh Liu Ryu.
Dalam waktu singkat, puluhan putri duyung semuanya terluka berat, akibat serangan pukulan dari Tongkat Api milik Liu Ryu.
" Kuat sekali." Ratu putri duyung menggigit bibirnya, karena tidak menyangka bahwa sosok yang dibawa oleh bawahannya justru membawa malapetaka bagi mereka.
" Sekarang giliranmu."
Bboooom!
Aarrgggh!
Pukulan demi pukulan bersarang di tubuh ratu putri duyung, membuatnya berteriak kesakitan.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Saat semua sudah tidak berdaya, Liu Ryu menembakkan tetesan darahnya untuk membuat perjanjian darah kepada ratu putri duyung dan bawahannya.
" Aku harap kalian tidak mengecewakanku."
Wuush! Wuush! Wuush!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mengibaskan tangannya membawa semua putri duyung ke sebuah lautan yang berada di Dunia Quzhu.
Tanpa membuang waktu, Liu meninggalkan tempat tersebut untuk melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini Liu Ryu telah berada di pulau kedua, dimana pulau itu juga tidak memiliki satupun hewan buas.
Namun Liu Ryu dapat merasakan ada satu makhluk yang mendiami pulau kedua, dimana auranya jauh lebih kuat dari makhluk yang pernah Liu Ryu kalahkan sebelumnya.
" Hewan buas ini menggunakan aura kematian untuk meningkatkan kekuatannya." Liu Ryu berpikir bahwa makhluk yang mendiami pulau kedua telah membunuh semua hewan buas yang berada di tempat itu, sehingga kekuatannya semakin meningkat.
Tidak lama kemudian, terlihat makhluk raksasa berbentuk kepiting, namun kakinya membentuk tentakel gurita.
GOOAAAH!
Makhluk raksasa meraung keras, hingga tercipta tiupan angin kencang, membuat pepohonan yang berada di tempat itu langsung bertumbangan.
" Siluman kepiting ini sudah bermutasi, karena telah berhasil membunuh semua siluman yang berada di pulau ini." Gumam Liu Ryu, sambil meningkatkan kewaspadaan karena sosok yang berada di depannya tidak bisa dianggap enteng.
Terlebih raja siluman kepiting yang berada di depannya mengeluarkan uap hitam di sekujur tubuhnya, hingga mengeluarkan aroma tidak sedap.
" Akhirnya aku kedatangan seseorang dewa." Suara raja siluman kepiting menggelar di udara, hingga mendengung di telinga Liu Ryu.
Ggooooaaarr!
Raja siluman kepiting raksasa meraung keras hingga secara perlahan tubuhnya mulai mengecil dan berubah wujud menjadi sosok pria berbadan kekar.
" Sepertinya kekuatan raja siluman kepiting ini jauh lebih kuat dari siluman yang pernah aku temui." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah raja siluman kepiting.
Melihat Liu Ryu yang terbang ke arahnya, raja siluman kepiting melompat ke arah Liu Ryu seakan menghilang dibalik awan.
Melihat raja siluman kepiting memiliki kecepatan tinggi, Liu Ryu menyipitkan matanya, karena makhluk itu telah menyerap kekuatan dari semua siluman yang pernah dia bunuh.
Wuush!
Raja siluman kepiting seakan turun dari langit, sambil mengarahkan tinjunya ke arah Liu Ryu yang melayang di udara.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah yang lain, untuk menghindari pukulan dari raja siluman kepiting.
Bboooom!
" Cukup menarik." Gumam Liu Ryu, lalu mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya.
Melihat kejadian tersebut, raja siluman kepiting menyipitkan matanya, lalu menyilangkan kedua tangannya.
Buussshh!
Kobaran api biru menyelimuti tubuh raja kepiting membuat tanah gersang langsung mengering hingga berterbangan membentuk debu.
" Kamu telah membangunkan tidurku. Untuk itu, aku akan memakan mu sebelum tidur kembali."
Wuush!
Bersamaan dengan ucapannya, raja siluman kepiting melesat cepat ke arah Liu Ryu, sambil mengayunkan tangannya.
Liu Ryu tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah raja siluman kepiting, sambil mengayunkan tangannya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Benturan pukulan dari kedua belah pihak, menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah hingga membuat kawah besar sebelumnya menjadi lebih beras lagi
Ketangkasan raja siluman kepiting sangat luar biasa, dimana dia mampu mengimbangi kecepatan serangan dari Liu Ryu.
Hutan yang awalnya terlihat rimbun dan hijau, kini berubah menjadi lahan gersang dimana pepohonan yang berada di tempat yang cukup jauh berterbangan ke berbagai arah.
Bahkan akibat pertukaran serangan antara Liu Ryu dan raja siluman kepiting, menciptakan kawah besar diikuti retakan tanah di pulau tersebut.
" Dewa ini tidak bisa dianggap remeh. Baru kali ini aku menemukan lawan yang tangguh." Gumam raja siluman kepiting sambil bertukar serangan dengan Liu Ryu.
Bahkan akibat benturan dan gesekan dari kedua tangan raja siluman kepiting yang seperti benda logam, membuat kedua tangan Liu Ryu merasa nyeri.
" Raja siluman kepiting ini adalah lawan yang pantas." Gumam Liu Ryu yang juga merasakan dampak dari kobaran api milik raja siluman kepiting.
Jika saja Liu Ryu tidak menyelimuti tubuhnya dengan elemen Kehampaan, dapat dipastikan dia tidak mampu menahan hawa panas dari raja siluman kepiting.
" Pukulan Peledak."
Wuush!
Tangan kanan dari raja siluman kepiting, melesat cepat ke arah perut Liu Ryu.
" Seni Naga Kehampaan, Tinju Sang Agung."
Wuush!
Tangan kanan Liu Ryu melesat cepat untuk menyambut pukulan dari raja siluman kepiting.
Bboooom!
Blaaar!
Kedua serangan tinju saling bertemu, menciptakan ledakan energi yang sangat kuat, membuat keduanya terpental belasan meter hingga tersungkur di tanah.
Raja siluman kepiting, dengan buru-buru bangkit berdiri, lalu mengarahkan kedua tangannya ke depan.
" Kobaran Api Pelahap Daratan."
Buussshh!
Saat kedua telapak tangan raja siluman kepiting saling bertemu, kini keluar kobaran api keluar dari tangannya, menuju ke arah Liu Ryu.
" Seni Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."
Buussshh!
Qi unsur Kehampaan membentuk sinar laser raksasa mengarah kepada kobaran api yang mengarah kepada Liu Ryu.
Bboooom!
Kedua serangan jarak jauh dari kedua belah pihak menciptakan ledakan energi yang menyebar ke berbagai arah.
Melihat serangannya berhasil dipatahkan, raja siluman kepiting menyipitkan matanya, sambil memikirkan cara untuk menghadapi Liu Ryu.
" Tombak Penyangga Langit."
Duuung!
Sebuah gumpalan lahar api yang memadat, muncul dari atas langit, hingga turun ke depan raja siluman kepiting.
Bboooom!
Sebuah tombak api menancap sempurna di tanah dimana tempat raja siluman kepiting sedang berdiri.