SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 195. Kaisar Chaizu 2


[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Di tempat itu juga terdapat dua Tetua Klan Hun yang telah berhasil menghasut Kaisar Chaizu.


Namun Chaizu juga tidak sebodoh yang mereka pikirkan, karena dia sudah sering melakukan petualangan, sehingga dia masih bersikap tenang.


Tidak lama kemudian rombongan dari Kekaisaran Harimau telah sampai di depan pintu gerbang Istana Walikota.


" Yang Mulia Kaisar, kita bunuh saja mereka." Ucap salah satu Tetua dari Klan Hun yang berusaha untuk memprovokasi.


" Tidak." Chaizu menjawab dengan tegas, sambil memberi isyarat kepada bawahannya agar tidak melakukan pergerakan apapun.


Mendengar ucapan tersebut, kedua Tetua Klan Hun memasang wajah jelek karena tidak berhasil menghasut Kaisar Chaizu.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Ucap para prajurit yang menyambut kedatangan mereka.


" Mmmm... Antarkan aku ke dalam Istana." Ucap Chaizu sambil memberi isyarat kepada bawahannya agar tidak menimbulkan keributan.


" Ba... Baik Yang Mulia Kaisar." Dua prajurit langsung menuntun jalan kepada Chaizu beserta rombongan pihak Istana Kekaisaran Harimau.


Saat berada di depan Istana Walikota Hunnam, Chaizu menghentikan langkahnya karena dapat merasakan aura yang sangat familiar di dalam Istana tersebut.


' Aura ini.' Chaizu membatin sambil memasang wajah masam karena statusnya sebagai seorang Kaisar tidak lama lagi akan dipertaruhkan.


" Ada apa Yang Mulia Kaisar?" Tanya sosok Jenderal yang bersama dengan rombongan.


" Tidak." Jawab Chaizu dengan singkat, sambil tersenyum pahit.


Tap! Tap! Tap!


Terdengar suara langkah kaki dari dalam Istana, dimana terlihat sosok pemuda yang sangat dikenal oleh Chaizu.


" Tu... Tuan muda." Chaizu langsung berlutut di hadapan Ryu dengan tangan gemetar.


Melihat apa yang dilakukan sang Kaisar, semua yang berada di tempat itu saling berpandangan karena belum mampu mencerna situasi tersebut.


" Apa yang kalian lakukan? Cepat berlutut." Chaizu bersuara lantang karena bawahannya belum berlutut di hadapan tuannya.


Mendengar perintah tersebut, semua langsung terdiam lalu berlutut di hadapan Ryu, termasuk dua Tetua Klan Hun.


" Apa kabar teman lamaku Chaizu?" Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah sosok tersebut.


" Tuan muda, aku tidak pantas mendapatkan sebutan itu." Chaizu terlihat senang karena akhirnya dia bertemu dengan seorang yang menyelamatkan hidupnya juga Ras Harimau.


Jika tanpa bantuan Sumberdaya yang diberikan Ryu sebelumnya, Kekaisaran Harimau tidak akan pernah seperti sekarang.


" Yang Mulia Kaisar, apa maksudnya ini?" Tanya salah satu dari Tetua Klan Hun.


" Tangkap kedua Tetua itu!" Chaizu memberi perintah kepada bawahannya.


Tanya bertanya apapun, kedua Jenderal langsung menangkap kedua Tetua Klan Hun, lalu melemparnya ke arah para prajurit.


" Tuan muda, sebenarnya apa yang terjadi disini? Lalu kenapa tuan muda tidak langsung mendatangi Istanaku?" Tanya Chaizu dengan sikap hormat.


Para prajurit yang sebelumnya merasa khawatir, kini bernafas lega karena tidak ada pertarungan.


Namun yang menjadi pertanyaan bagi mereka, mengapa seorang Kaisar begitu hormat kepada Ryu.


" Karena aku tau bahwa kamu akan datang kesini, atas laporan dari anggota Klan Hun." Ryu menatap ke arah kedua Tetua Klan Hun, lalu menoleh ke arah Chaizu.


Mendengar ucapan tersebut, Chaizu sangat geram, lalu memberi perintah kepada bawahannya untuk menyerang kediaman anggota Klan Hun.


Jika saja ucapan tersebut tidak keluar dari mulut Ryu, mungkin saja banyak yang tidak percaya.


Saat prajurit ingin berangkat ke kediaman Klan Hun, tiba-tiba di atas langit terlihat dua sosok raksasa sedang menuju ke arah Istana Walikota.


" Yang Mulia Kaisar." Ucap salah satu Jenderal sambil menunjuk ke arah atas langit.


" Shuijing." Chaizu menatap ke arah sosok raksasa tersebut, lalu menoleh ke arah sosok yang lain disampingnya.


" Yang satunya adalah Jiu Tou She." Ucap Ryu sambil menatap ke arah Tou Shuijing dan Jiu Tou She.


" Mereka adalah teman lamaku." Ucap Chaizu, karena bawahannya sudah mengambil sikap waspada.


Mendengar ucapan tersebut,. para prajurit langsung menurunkan kewaspadaan mereka, lalu memberi tempat agar kedua sosok tersebut bisa mendarat.


Sesaat Tou Shuijing dan Jiu Tou She mendarat di depan Istana Walikota dengan membawa Pasukan Semesta yang lain.


" Oh... Penyamaran kalian sangat sempurna. Aku saja tidak bisa mengenali kalian." Ucap Chaizu sambil menatap ke arah Tou Shuijing dan pasukan Semesta yang memiliki wujud dari berbagai suku.


" Yang Mulia Kaisar, kalau begitu, kami pamit dulu." Ucap salah satu Jenderal sambil menundukkan kepala.


" Mmmm.... Hancurkan semua anggota Klan Hun, dan jangan sampai tersisa." Chaizu memberi perintah.


" Dewa Agung, apa kami boleh ikut membantu mereka?" Tanya Wu Tian yang menawarkan diri.


Melihat para bawahannya begitu bersemangat, Ryu hanya menjawab dengan anggukan kecil yang mengisyaratkan bahwa mereka bisa ikut.


Di sisi lain Ryu membawa Chaizu, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Xie Shui masuk ke dalam Istana Walikota Hunnam.


Di dalam Istana Walikota, mereka berbicara mengenai permasalahan yang dihadapi oleh Suku Harimau.


Chaizu terlihat senang karena pada waktu yang tepat, Ryu dan pasukan Semesta telah berada di Dunia Dongwu.


" Xie Shui, apa kamu memang berasal dari Dunia Dongwu ini?" Ucap Chaizu sambil menatap ke arah wanita yang ada di tempat itu.


" Benar Yang Mulia Kaisar. Aku berasal dari Ras Kalajengking Putih. Hanya saja aku akan menemukan keberadaan mereka, karena aku sudah lama meninggalkan Dunia Dongwu sejak ribuan tahun yang lalu." Ucap Xie Shui yang terlihat murung karena ingin sekali bertemu dengan keluarganya.


" Untuk sekarang Suku Kalajengking Putih telah bergabung dengan Suku Laba-laba dimana Ratu mereka adalah Istriku Jiejia." Ucap Chaizu.


" Benarkah? Lalu dimana tempat tinggal mereka sekarang?" Tanya Xie Shui yang terlihat senang.


" Kebetulan Istriku berada di Istana Kekaisaran Harimau, jadi dia bisa membawamu ke kediaman Suku Kalajengking Putih."


" Hanya saja keadaan Suku Laba-laba dan Suku Kalajengking Putih sekarang tidak dalam keadaan baik-baik. Beruntung saat peperangan itu ada beberapa yang masih selamat." Chaizu menceritakan tentang situasi Suku Kalajengking Putih yang baru saja pulih dari peperangan melawan Suku Ular.


Karena jumlah mereka sisa sedikit, Suku Kalajengking Putih menggabungkan diri dengan Suku Laba-laba yang jumlah mereka juga sedikit.


Dengan dibawah pemerintahan Ratu Jiejia, kini secara perlahan kondisi kedua Suku tersebut mulai membaik dan tidak ada perselisihan sedikitpun.


Mendengar ucapan tersebut, Xie Shui terlihat senang, meskipun kondisi Suku Kalajengking Putih sudah tersisa sedikit, namun paling tidak masih ada yang tersisa.


Setelah cukup lama melakukan perbincangan, kini Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga muncul di ruangan tersebut, membuat Chaizu sedikit mengerutkan kening.


Tentu semua Istri Ryu yang sekarang tidak seperti yang dia kenal sebelumnya.


Melihat ekspresi wajah dari Chaizu, Ryu langsung menceritakan bahwa dia sudah memiliki banyak Istri.