SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tiga Penguasa Hutan Angin.


Sesaat kemudian keempat Naga Gunung menatap ke langit sehingga langit kembali seakan terbelah.


" Meskipun kami masih berada di tingkat Langit, tapi kami memiliki kemampuan khusus. Naiklah ke punggung kami, kita akan langsung memasuki Hutan Angin itu." Ucap Hongshan sambil menoleh ke arah Tou Shuijing dan yang lain.


Tanpa menunggu lama, mereka pun satu-persatu naik ke punggung Naga Gunung yang berada di dekat mereka.


Naga Gunung itupun terbang ke langit lalu masuk ke celah tersebut sehingga dalam hitungan detik mereka telah menghilang dan langit pun kembali cerah.


Di sisi lain anggota Sekte Gunung Phoenix yang menyaksikan kejadian di sekitar Gunung tempat kediaman Matriak mereka, kini merasa panik.


Mereka pun saling bertanya-tanya kepada yang lain tentang fenomena alam tersebut, namun tidak ada yang berani mendekati wilayah tersebut karena tidak seizin Hong Kian.


Namun setelah Hong Kian mengirim pesan jiwa kepada salah satu Tetua, kini mereka bernafas lega karena pemimpin mereka masih baik-baik saja.


Mereka pun satu-persatu meninggalkan tempat tersebut kembali melanjutkan aktifitas mereka.


Sementara Ryu dan Hong Kian, kini terlihat masih santai sambil menikmati kebersamaan mereka.


" Gege, kenapa para Naga Gunung itu Kultivasi mereka masih rendah?" Tanya Hong Kian sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.


Hong Kian berfikir bahwa Naga Gunung memiliki kekuatan besar jika sudah mencapai tingkat Surgawi.


" Mereka baru saja sampai di Dunia Abadi ini. Bahkan ketika aku bertemu dengan mereka lebih dari seminggu yang lalu, mereka hanya mencapai tingkat Bumi tahap akhir. Kamu lihat sendiri bagaimana kemampuan mereka? Aku yakin mereka pasti bisa menyusul yang lain." Ucap Ryu sambil mengusap rambut Hong Kong.


" Apa mereka akan ikut pergi ke Dunia Tiantang?" Hong Kian kembali bertanya kepada Ryu.


" Mungkin mereka akan tinggal disini sambil meningkatkan Kultivasi mereka. Jika kita sudah sampai di Dunia Tiantang, aku akan menyiapkan segalanya membentuk kekuatan baru disana." Ryu tidak ingin mengambil resiko, karena Naga Gunung masih belum mencapai tingkat Surgawi tahap akhir.


" Apa Gege mengetahui seberapa besar kekuatan Kaisar Langit di Dunia Tiantang?" Hong Kian merasa heran karena Ryu sudah banyak memiliki bawahan.


" Aku tidak mengetahui dengan baik. Yang jelas kaisar Langit adalah seorang penguasa tertinggi di Dunia Tiantang. Sedangkan Dunia Tiantang itu sendiri memiliki luas melebihi Dunia tempat kita tinggal sekarang. Itu artinya Kaisar Langit memiliki banyak para pendukung. Mungkin saja berkali-kali lipat dari semua Kultivator yang ada di dunia ini." Ryu berasumsi bahwa Kaisar Langit tidak sesederhana yang dipikirkan.


Apalagi di Dunia Tiantang, kekuatan mereka semakin bertambah, karena itu memang tempat tinggal mereka.


Bahkan Dewa Ashura yang merupakan penguasa Dunia Ras Iblis sekalipun tidak mampu mengimbangi kekuatan Kaisar Langit, apalagi dengan Ras Manusia.


Karena itulah Ryu tidak ingin mengambil resiko yang begitu besar ketika menentang kekuasaan Kaisar Langit.


Jika saja bisa berhadapan satu lawan satu, mungkin Ryu bisa mengalahkan Kaisar Langit jika dia sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir.


Namun yang menjadi kendala adalah para pendukungnya yang tentu tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


" Hmmm, Cukup merepotkan juga. Sebaiknya kita harus berhati-hati saat berada di Dunia yang lain." Hong Kian mengingatkan.


" Jika kita masih berada di Dunia ini, mereka tidak akan berani bertindak lebih jauh karena kekuatan mereka akan berkurang. Namun saat mereka berada di Dunia Tiantang, kekuatan mereka berkali-kali lipat. Karena itulah aku tidak ingin bertindak gegabah." Ucap Ryu yang hanya mengetahui dari kitab yang dia baca.


" Lebih baik kita masuk ke dalam rumah, sambil menunggu kedatangan Pasukan Semesta yang lain." Hong Kian membawa Ryu menuju kediamannya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, dimana Hong Kian memberi pelayanan yang baik kepada suaminya.


( Di Hutan Angin )


Tou Shuijing dan Jiu Tou She beserta pasukan Semesta yang sudah berada di dalam hutan, kini menatap ke arah beberapa sosok yang merupakan penghuni Hutan.


Semua Hewan Roh yang berada di tempat itu seakan ketakutan saat melihat wujud dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She.


Ditambah lagi dengan pasukan Naga Gunung yang juga tidak kalah menyeramkan dengan wujud raksasa mereka.


Tiba-tiba dari gerombolan Hewan Roh tersebut, terlihat ratusan kelompok Harimau yang berlari ke arah mereka.


Salah satu Harimau Awan terlihat kaget saat melihat wujud dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She, namun mereka tidak ragu untuk mendekatinya.


" Baishan, Heishan, Hongshan, Lanshan, Jinshan... Apa yang terjadi?" Tanya salah satu dari Harimau Awan sambil menatap ke arah keempat Naga Gunung tersebut.


" Hahaha... Lao Tze, ternyata itu kau? Mengapa kalian bisa berada di tempat ini?" Tanya Jinshan yang sangat mengenali kelompok Harimau Awan.


" Ya, kami dipersilahkan untuk tinggal di tempat ini sebelum mencari kediaman baru kami." Lao Tze terlihat senang dengan kehadiran keempat sahabatnya itu.


" Apa kalian mengenal mereka?" Tanya Tou Shuijing sambil melirik ke arah keempat Naga Gunung.


Mereka terlihat kesal karena rencana mereka untuk menghancurkan wilayah tersebut tidak terpenuhi.


Semua Hewan Buas yang awalnya sangat ketakutan dengan kehadiran Tou Shuijing, Jiu Tou She, Zi Mayi, Zi Mifeng dan bawahannya kini bernapas lega karena salah satu dari rekan mereka terlihat akrab dengan pasukan Naga Gunung.


" Ya, bukan hanya kenal. Tapi sudah seperti keluarga. Mereka juga para pengikut setia Tuan Penguasa." Ucap Heishan.


" Hmmm... Selera makanku menjadi berkurang. Kalian selamat, karena telah memilih untuk setia kepada Tuanku." Ucap Tou Shuijing lalu kembali ke wujud manusia, diikuti Jiu Tou She.


Para penguasa di Hutan Angin sangat senang telah memberi tumpangan kepada Ras Harimau Awan di wilayah kekuasaan mereka.


Jika tidak, maka semua penghuni Hutan Angin akan musnah. dimana mereka dapat merasakan bahwa keempat sosok tersebut sudah mencapai tingkat Surgawi tahap akhir.


" Teman... Ajaklah saudaramu berkunjung ke Istana kita." Ucap sosok Raja Banteng kepada Lao Tze dengan ramah.


" Tidak perlu. Tuan kami hanya ingin memastikan wilayah ini saja." Tou Shuijing tidak ingin terlalu lama beranda di tempat itu, karena tidak bisa melakukan pertarungan.


" Jika boleh tau, siapa Tuan dari rekan-rekan semuanya?" Raja Banteng begitu penasaran dengan sosok yang mereka sebut dengan Tuan.


" Tuanku adalah Kaisar Ryu yang merupakan Kaisar di wilayah ini dan juga wilayah Kekaisaran Shin." Ucap Jiu Tou She dengan bangga.


Mendengar ucapan dari ketiga Penguasa Hutan Angin langsung terdiam. Mereka tidak menyangka bahwa ada Ras Manusia memiliki kekuatan besar.


Bahkan para bawahannya yang ada di depan mereka sekarang memiliki kekuatan besar.


Beruntung saja tiga penguasa Hutan Angin tidak pernah bersentuhan dengan Ras Manusia, jika tidak maka kelangsungan hidup mereka akan terancam.