SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 213. Perluasan Wilayah


[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


" Lao Hu... Kamu adalah Jenderal Besar Ras Harimau Putih. Taklukkan wilayah utara Wilayah Kekaisaran Atas Awan ini." Shu Meilu memberi perintah kepada Lao Hu.


" Baik Dewi Agung." Lao Hu menundukkan kepala.


" She Guan... Sebagai Jenderal Besar Ras Ular Hijau, saatnya kita tunjukkan kekuatan kita." She Xia memberi perintah kepada She Guan.


" Baik Dewi Agung." She Guan menundukkan kepala.


Satu-persatu Liu Ryu memberikan sebuah Lencana Kekaisaran Atas Awan kepada mereka, dimana sudah diberikan sebuah Formasi khusus agar mereka bisa melewati Formasi Pelindung di wilayah Kekaisaran Atas Awan.


Saat mereka sudah menerima Lencana Kekaisaran Atas Awan, Liu Ryu juga memberikan Lencana kepada Long bersaudara dan Huang bersaudara agar bisa membagikan kepada Kerajaan mereka.


" Suamiku... Aku akan pergi dulu Ke Istana Kerajaan Laut Timur." Ucap Long Que Zhu, lalu menghilang dari pandangan.


Begitupun dengan yang sembilan Istri Liu Ryu yang lain, mereka juga berpamitan untuk mengunjungi Kerajaan baru orang tua mereka. Juga membagikan Lencana tersebut kepada ayahnya.


" Mayi, Shuijing, Jiu, Heilong, Li Chun... Aku tugaskan kepada kalian untuk menaklukkan Kerajaan ataupun Kekaisaran yang berada di Benua Dongwei ini. Usahakan agar berdiskusi terlebih dulu. Jika mereka tidak mau dibawah kekuasaanku, Hancurkan semuanya." Liu Ryu memberi perintah.


" Baik Dewa Agung." Kelima Jenderal Besar menundukkan kepala, lalu meninggalkan ruangan.


Begitupun dengan Jinshan, Lao Tze, Lao Hu, dan She Guan, dimana mereka kembali ke Kerajaan masing-masing untuk menyiapkan pasukan agar bisa menguasai semua hutan di Benua Dongwei.


Tentu Liu Ryu dan Istrinya tidak ingin turun tangan secara langsung, karena menurutnya dengan bawahan mereka saja sudah cukup.


Meskipun demikian, Liu Ryu juga ingin bergerak sendiri sambil mempelajari situasi di Benua Dongwei.


Setelah kepergian mereka, Liu Ryu dan Istrinya kembali ke Dunia Quzhu untuk membuat pelindung yang akan ditempatkan di Benua Dongwei nantinya.


Liu Ryu yang berada di ruang Penempa, kini menatap ke arah Batu Bintang yang lebih besar dari sebelumnya.


" Dengan Batu Bintang ini, aku akan menciptakan pelindung di Benua Dongwei ini." Ucap Liu Ryu sambil membuat sebuah ukiran yang sangat rumit di Batu Bintang tersebut.


Tidak hanya itu, Liu Ryu juga berniat untuk menciptakan Formasi Pelindung yang bisa mendeteksi seseorang yang ingin menuju Benua Dongwei dengan jarak tertentu sebelum mendekati bibir pantai.


Satu minggu telah berlalu, Liu Ryu menghabiskan waktunya di Dunia Quzhu untuk mengukir Formasi pada Batu Bintang hingga mencapai ratusan.


Selama satu minggu itu juga Liu Ryu menyempurnakan Artefak teleportasi agar bisa pergi ke dunia yang lain sesuka hatinya tanpa terkena hukum alam semesta.


Setelah semua selesai, Liu Ryu kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan sambil menunggu kedatangan para prajuritnya.


" Aku yakin penguasa elemen cahaya berada di Benua Dongwei ini. Bawahanku tidak bisa mengetahuinya. Lebih baik aku mencarinya sekarang juga." Ucap Liu Ryu, lalu meninggalkan tempat keluar dari Formasi pelindung.


Wuush!


Liu Ryu terbang ke sebuah arah, sambil melepaskan kekuatan spiritual untuk memeriksa keadaan sekitar.


Satu bulan telah berlalu, Liu Ryu terus terbang menyusuri seluruh hutan yang berada di Benua Dongwei dari atas awan.


Sesaat Liu Ryu merasakan aura yang familiar berada di bawahnya, dimana dia langsung turun ke tanah.


" Tempat persembunyian yang bagus." Liu Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah cahaya yang bisa menghancurkan sebuah kota jika bertabrakan.


" Kamu sangat jeli manusia." Terdengar suara dari cahaya tersebut.


" Keberadaanmu terlalu jelas di mataku." Ucap Liu Ryu sambil berjalan mendekati cahaya tersebut.


" Aku akan memberikan anugerah elemen cahaya untukmu, tapi setelah ini kamu harus pergi." Ucap cahaya raksasa tersebut.


" Pergi? Justru aku ingin menguasai Benua Dongwei ini." Liu Ryu bicara dengan santai sambil menatap ke arah bola cahaya.


" Kamu memiliki Teknik Menggeser Alam. Berikan Teknik itu kepadaku, maka aku akan pergi ke tempat yang lain." Ucap penguasa elemen cahaya.


" Tidak perlu. Tapi aku akan membantumu agar bisa berpindah ke ruang angkasa diluar sana." Ucap Liu Ryu dengan nada datar.


Sesaat penguasa elemen cahaya terdiam sejenak, karena tanpa bantuan Liu Ryu dia tidak bisa berpindah tempat.


" Baiklah, aku menyetujui permintaanmu. Tapi ingat, setelah kamu mendapatkan anugerah dariku maka kamu memiliki kelemahan yang fatal. Jika ada seorang Kultivator yang bisa menguasai mantra pemanggilan, maka tubuhmu akan terlahir kembali."


" Kamu tau artinya itu? Jika kamu dipanggil secara utuh, mungkin tidak akan terjadi bencana. Namun jika mantra pemanggilan itu tidak sempurna, maka keseimbangan alam semesta akan dipertaruhkan." Penguasa elemen cahaya mengingatkan kepada Liu Ryu.


" Aku tidak peduli. Tidak ada makhluk hidup yang mengetahui mantra pemanggilan itu. Jika itu terjadi, jangan salahkan aku." Ucap Liu Ryu.


" Baiklah jika kamu keras kepala. Dewa Agung yang terlahir dari masa depan, lebih tepatnya Dewa Naga Agung. Aku sarankan agar kamu tidak meminta anugerah dari penguasa elemen racun. Jika itu terjadi, maka kamu akan seperti kami."


" Kamu bisa menempatkan keturunanmu di dunia ini, tapi kamu dan Istrimu akan tetap tinggal di Dunia kecil ciptaanmu." Penguasa elemen cahaya tidak menyangka bahwa Liu Ryu begitu keras kepala.


Jika Liu Ryu mendapatkan anugerah dari semua penguasa elemen, maka statusnya lebih tinggi dari Pelindung Dunia.


Namun setiap kemampuan seperti itu pasti ada harga yang harus dibayar, yaitu tubuh Dewa Naga Agung tidak bisa menolak mantra pemanggilan.


Saat itu terjadi, maka tubuh Dewa Naga Agung akan ditarik secara paksa ke tempat makhluk hidup yang menguasai mantra pemanggilan.


" Aku mengerti. Jika aku sudah menghancurkan Kaisar Langit, maka aku dan Istriku akan tinggal di Dunia Quzhu untuk selamanya. Dan Istana Kekaisaran Atas Awan akan aku serahkan kepada keturunanku." Jawab Liu Ryu dengan tegas.


" Baiklah jika itu keinginanmu. Sekarang terimalah anugerah dariku." Bersamaan dengan ucapannya, penguasa elemen cahaya mengeluarkan sebuah cahaya kecil, lalu masuk ke dalam tubuh Liu Ryu.


Di alam jiwa milik Liu Ryu kini bola cahaya langsung mengisi ruang kosong di akar jiwa miliknya.


Sesaat Liu Ryu merasakan sensasi yang hangat, dimana tubuhnya semakin kuat.


" Terimakasih penguasa." Liu Ryu menundukkan kepala.


Sesaat Liu Ryu membuat sebuah gerakan yang sangat rumit, lalu merentangkan kedua tangannya.


" Menggeser Alam."


Buussshh!


Bersamaan dengan Liu Ryu menyatukan kedua telapak tangannya, bola cahaya raksasa yang merupakan wujud dari penguasa elemen cahaya melesat cepat ke arah langit hingga tidak terlihat.