SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 205. Kekaisaran Atas Awan


[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Meskipun semua dikerjakan dengan kekuatan spiritual, namun bagi Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta tentu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat kediaman baru mereka.


Pasukan Semesta sama sekali tidak pernah mengeluh sedikitpun untuk mengerjakan tugas mereka, dimana semua terlihat antusias.


" Kalian semua, sekarang kita membuat beberapa bangunan untuk mengelilingi danau ciptaan dari Dewi Agung." Luan Hua memberi perintah kepada Pasukan Semesta wanita, sambil menunjuk ke arah pinggir danau.


" Baik Ketua Pertama." Jawab mereka serempak.


Satu-persatu Pasukan Semesta wanita menyebar mengelilingi danau tersebut, dimana masing-masing mengambil semua bahan di Dunia Quzhu untuk menciptakan bangunan yang berjejer rapi, namun tidak merusak pemandangan Istana Atas Awan.


" Meskipun kita tidak bisa membuat taman bunga, tapi kita bisa menata gunung ini dengan baik." Ucap Gong Ziya, dimana dia langsung mengendalikan pepohonan yang terlihat bagus dan rindang.


Satu bulan telah berlalu, kini wilayah Istana Atas Awan telah diselesaikan dengan baik, dimana terlihat bangunan berjejer rapi yang sangat banyak.


Gunung yang sebelumnya telah disulap menjadi Istana Atas Awan dengan luas halaman bisa menampung jutaan orang juga dilapisi dengan bahan kristal.


Di sekeliling Istana Atas Awan juga ditumbuhi pepohonan yang rindang dan berjejer rapi sebagai tempat bernaung.


Bagian pinggir dataran gunung itu sendiri telah berjejer patung raksasa dengan motif Naga Agung yang merupakan perubahan wujud dari Ryu itu sendiri seakan sedang melindungi Istana Atas Awan.


Bagian pertengahan gunung juga diberikan tangga raksasa yang mengelilingi gunung tersebut yang memiliki ukuran diameter 200 meter.


Namun di setiap anak tangga raksasa telah ditumbuhi pepohonan rindang yang berbaris rapi mengelilingi gunung hingga mencapai kaki gunung.


Di bawah kaki gunung juga nampak sebuah danau dengan lebar seratus meter mengelilingi kaki gunung, dimana hanya ada satu akses untuk menuju Istana Atas Awan, yaitu jembatan raksasa yang memiliki lebar 20 meter terbuat dari Batu Pelangi.


Pinggir danau bagian luar juga terdapat patung raksasa yang memiliki ukiran dengan wujud dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang seakan mengawasi jembatan raksasa.


Sedangkan di dalam danau tersebut juga diisi berbagai jenis Ikan, sehingga semakin menambah keindahan Istana Atas Awan dimana ikan-ikan tersebut bermunculan di permukaan air.


Tidak hanya itu, Ikan Nian ekor tujuh juga menghuni danau tersebut karena jumlah mereka sangat banyak di Dunia Quzhu.


Meskipun Ikan Nian ekor tujuh merupakan penghasil Batu Roh, namun Ryu sama sekali tidak merasa khawatir jika ada yang mengambilnya karena wilayah tersebut telah didiami oleh Pasukan Semesta di setiap bangunan yang mengelilingi danau.


Sedangkan beberapa bangunan yang masih kosong, akan ditempatkan Pasukan Semesta yang masih berada di Dunia Quzhu.


Tentu semua bangunan tersebut akan diisi oleh semua bawahan Ryu baik dari Pasukan Naga Gunung, Pasukan Harimau Awan yang berasal dari Dunia Fana.


" Sekarang hanya tinggal Istana kecil untuk Permaisuri dan Ratu yang lain." Ucap Xie Xian sambil menatap ke arah karya mereka.


" Ya... Untuk Ratu Ular Hijau She Xia, Ratu Harimau Putih Shu Meilu, atau ada yang ingin menjadi Ratu dari berbagai Ras yang lain." Ucap Jiu Wei Hu, sambil menatap ke arah suaminya.


" Baiklah, kita akan menata bagian ruangan Istana Atas Awan ini." Xie Xian dan Istri Ryu yang lain langsung melesat ke arah dalam Istana Atas Awan.


Ryu yang melihat semua Istrinya begitu bersemangat, kini hanya menggelengkan kepala lalu melesat ke arah Pasukan Semesta.


" Salam Dewa Agung." Sambut mereka serempak.


" Mmmm... Terimakasih karena kalian sudah bekerja dengan baik." Ryu tidak henti dengan kekagumannya pada wilayah baru ciptaan mereka.


" Justru kami dengan senang hati bisa membantu Dewa Agung. Aku yakin Kekaisaran yang baru ini akan berkembang pesat." Ucap Tou Shuijing.


" Dewa Agung, kami sudah merencanakan semua bangunan disini akan dibagi menjadi beberapa kelompok."


" Untuk bangunan di samping kanan jembatan pelangi akan digunakan oleh Tou Shuijing dan keluarganya, sedangkan bangunan samping kiri jembatan pelangi untukku dan keluargaku. Semua itu telah kami diskusikan." Jiu Tou She menjelaskan tentang pembagian bangunan yang berjejer tersebut.


Jiu Tou She juga menjelaskan bahwa bagian barisan kedua samping kanan jembatan pelangi sebagai tempat tinggal Zi Mayi, Zi Mifeng dan bawahannya.


Barisan kedua samping kiri jembatan pelangi sebagai tempat tinggal Pasukan Naga Gunung.


Barisan selanjutnya akan diisi oleh Ras Ular Hijau, kelima Ras Naga Laut, kelima Ras Phoenix Awan, Ras Harimau Awan dan berbagai Ras yang lain.


Dari setiap Ras akan didirikan sebuah Kerajaan dimana semua akan berada di bawah kendali Kaisar Ryu, karena wilayah tersebut sangatlah luas sehingga mampu menampung puluhan Kerajaan.


" Dewa Agung... Kami juga membuat aturan dimana tidak ada yang boleh masuk ke Istana Atas Awan, kecuali Jenderal Besar dari setiap kerajaan itu sendiri." Jiu Tou She menutup pembicaraannya.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu mengangguk setuju, karena dia juga berencana untuk membawa kelima Raja Phoenix Awan dan lima Raja Naga Laut selain semua bawahannya.


Tidak menutup kemungkinan Ryu juga membawa anggota Klan Liu, meskipun dia tidak yakin bahwa mereka ingin pergi ke Dunia Tiantang.


" Baiklah. Usul kalian sangat bagus. Kita harus menyiapkan segalanya sebelum kita membuka diri untuk dunia luar dan menguasai berbagai wilayah di Dunia Tiantang ini."


" Aku yakin di Dunia Tiantang ini sangatlah luas dan tentu akan banyak Kekaisaran kecil yang lain ataupun Kerajaan kecil yang lain. Dengan begitu, Kekaisaran atau Kerajaan yang lain tunduk dibawah Kekaisaran Atas Awan." Ryu tersenyum lebar karena dia tidak ingin melakukan serangan secara langsung kepada Kekaisaran Langit karena pasti akan banyak dukungan.


Meskipun Ryu dan Istrinya sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir, namun dia sangat yakin bahwa ada jutaan Kultivator pendukung Kaisar Langit yang sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir, karena mereka sudah hidup selama jutaan tahun.


Jika saja semua pendukung Kaisar Langit turun ke Dunia Abadi, maka dapat dipastikan mereka akan musnah, karena akan terkena hukum alam semesta.


" Dewa Agung, kalau begitu kami akan menciptakan Istana Kerajaan di berbagai penjuru wilayah Istana Kekaisaran Atas Awan ini." Tou Shuijing menundukkan kepala, lalu meninggalkan tempat tersebut diikuti Pasukan Semesta yang lain.


" Pekerjaan kalian sangat sempurna." Ryu tersenyum lebar karena bawahannya begitu bersemangat menjalankan tugas mereka.


Setelah kepergian mereka, Ryu langsung berpindah tempat ke dalam Istana Atas Awan untuk menemui istrinya.


Namun saat berada di dalam Istana,. kini Ryu disambut dengan pemandangan dimana terdapat ratusan kursi yang berjejer rapi.