SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Dunia Yuzhou 2


Melihat hal tersebut, Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta pun telah bersiap menyambut kedatangan manusia berkepala kelelawar.


Tanpa menunggu instruksi, manusia berkepala kelelawar langsung menyerang ke arah Ryu dan kelompoknya.


Ryu dan 23 Istrinya pun dengan sigap menghalau sambaran tersebut dengan tebasan pedang di tangan mereka.


Begitupun dengan Tou Shuijing Jiu Tou She dan Pasukan Semesta, mereka sangat bersemangat untuk menjajal kemampuan mereka.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Terdengar suara Auman keras dari 70 Naga Kerang, membuat manusia berkepala hewan langsung menjadi asap hitam dan masuk ke dalam tubuh mereka.


" Sialan." Tou Shuijing dan Jiu Tou She menggerutu karena 70 Naga Kerang mendahului mereka.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Tou Shuijing dan Jiu Tou She langsung berubah wujud dan terbang menuju kumpulan manusia berkepala kelelawar yang paling banyak.


Bboooom!


Bboooom!


Kedua sosok raksasa berpijak di kumpulan manusia berkepala kelelawar, hingga mati seketika.


Wuush!


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Ryu melepaskan Aura Dewa Agung seraya menciptakan Hujan Petir Hitam, karena dia dapat merasakan akan ada banyak lagi manusia berkepala hewan yang mendatangi mereka.


Wuush! Wuush! Wuush!


Semua Istri Ryu juga mengeluarkan Hewan Kontrak Elang Batu milik mereka untuk mempercepat jalannya pertarungan.


Melihat hal itu, semua Pasukan Semesta juga mengeluarkan Hewan Kontrak mereka, kecuali 26 Naga Kerang yang tidak memiliki Hewan Kontrak.


Kwaaaaaaak!


Kwaaaaaaak!


Kwaaaaaaak!


Semua Elang Batu juga menyambar gerombolan manusia berkepala hewan, hingga mati seketika dan mengeluarkan asap hitam lalu masuk ke tubuh mereka.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Semua Hewan kontrak jenis Harimau juga tidak ingin ketinggalan bagian, dimana gerombolan manusia berkepala hewan langsung mati seketika.


Kini pertarungan antara kedua belah pihak itu seperti pertarungan besar hingga menciptakan gempa.


Meskipun kalah dalam jumlah, Ryu dan rombongannya seakan tidak gentar menghadapi lautan manusia berkepala hewan.


" Ini lebih banyak dari yang aku pikirkan. Jika seperti ini tidak mungkin menghadapi mereka sekaligus." Ryu melirik gerombolan manusia berkepala hewan yang seakan tidak berujung.


Swing!


" Formasi Petir Hitam."


Buussshh!


Ryu berpindah tempat ke gerombolan manusia berkepala hewan. lalu menciptakan Formasi Petir Hitam untuk mengurung manusia berkepala hewan yang terlalu banyak.


Rrraawr...!


Rrraawr...!


Rrraawr...!


Manusia berkepala hewan seakan tidak terima jika mereka dikurung, hingga meraung keras dan menerjang untuk menghancurkan pelindung tersebut.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Saat mereka mendekati dinding pelindung, tubuh mereka langsung terkena sambaran Petir Hitam.


" Ini sangat merepotkan." Ryu menatap ke arah depan dimana manusia berkepala hewan seperti pasukan semut.


Swing!


Wuush!


Saat Ryu muncul di tengah gerombolan manusia berkepala hewan, dia langsung melepaskan Aura Dewa Agung sepenuhnya.


Kraaack!


Kraaack!


Kraaack!


Terdengar suara renyah dari gerombolan manusia berkepala hewan, saat terkena tekanan Aura tersebut langsung menjadi kabut darah hingga membentuk asap hitam.


Hanya dalam hitungan detik, Ryu merasakan kepalanya pusing karena terlalu banyak mengumpulkan energi hitam tersebut.


Saat itu juga Pagoda Jiwa mulai bekerja, dimana dia langsung mengambil peran untuk menyerap energi hitam dari korban yang Ryu bunuh.


" She Xia dan kalian semua... Sepertinya Aura kita sangat efektif untuk membunuh mereka." Xie Xian yang melirik ke arah Ryu dari kejauhan, kini teringat saat mereka bertarung di Benua Kekacauan.


" Kami mengerti." She Xia dan Istri Ryu yang lain langsung mengangguk.


Swing! Swing! Swing!


Xie Xian dan Istri Ryu yang lain langsung menggunakan teknik teleportasi dan berpindah tempat ke berbagai arah.


Wuush! Wuush! Wuush!


Dari berbagai arah, terlihat 22 Istri Ryu juga melepaskan Aura Dewi Agung hasil kombinasi dari teknik tubuh Dewi Emas Suci dan teknik yang dimiliki Xie Xian.


Kraaack!


Kraaack!


Kraaack!


Terdengar suara renyah dari gerombolan manusia berkepala hewan yang terkena tekanan Aura Dewi Agung.


" Apa yang terjadi?"


Semua anggota Pasukan Semesta yang terlalu fokus untuk bertarung, kini tiba-tiba manusia berkepala hewan seakan hilang dari depan mereka.


Sesaat mereka menoleh ke arah Ryu dan 22 Istrinya yang sedang duduk bersila, dimana semua manusia berkepala hewan langsung hancur berkeping-keping saat mendekati mereka.


" Apa?" Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta membulatkan mata dengan rahang terbuka.


Entah tertawa ataupun menangis, mereka melihat jelas bahwa manusia berkepala hewan adalah makhluk paling idiot yang pernah mereka temui.


Tentu karena mereka seakan mengantar nyawa saja saat mendekati Ryu dan Istrinya.


" Bukankah dulu Dewa Agung pernah mengajarkan kepada kita teknik Aura Dewa Naga? Kenapa kita tidak mencobanya?" Tanya Wu Tian sambil menoleh ke arah rekannya.


" Ya, aku rasa dengan menggunakan Aura Dewa Naga, maka kita tidak perlu bersusah payah untuk bertarung." Ucap Dao Luo sambil mencari arah lain untuk menggunakan Aura Dewa Naga.


Tanpa menunggu lama, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta juga mengambil tempat untuk mempraktekkan Aura Dewa Naga yang mereka miliki.


Wuush! Wuush! Wuush!


Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta langsung melepaskan Aura Dewa Naga di berbagai tempat, dimana terlihat gerombolan manusia berkepala hewan langsung hancur berkeping-keping.


Meskipun Aura dari mereka tidak sekuat Aura yang dimiliki Ryu dan Istrinya, namun cukup efektif untuk menghalau gerombolan manusia berkepala hewan yang tidak ada habisnya.


Di sisi lain 96 Naga Kerang hanya berdiam mematung saat menyaksikan kejadian tersebut.


Tentu mereka tidak ingin mengambil resiko. Jika menggunakan Aura Pembunuh, maka pikiran mereka akan terganggu, bahkan bisa menjadi monster yang jahat.


" Sang Dewi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Jin Ke yang masih dalam wujud Naga Kerang.


Tentu mereka semua mematuhi perintah Ryu, agar terus menggunakan wujud Naga Kerang saat keluar dari Istana Kristal dan alam jiwa milik Ryu.


" Sudah aku katakan berkali-kali bahwa status kita sekarang sama. Kalian panggil namaku saja." Jin Niu terlihat kesal karena 69 Naga Kerang selalu memanggilnya Sang Dewi.


" Baik Jin Niu." Jawab 69 Naga Kerang dengan serentak.


" Kalian tunggu disini, aku akan menemui Dewa Agung agar dia bisa mengajarkan kepada kita cara mengolah Aura Pembunuh." Ucap Jin Niu yang terlihat serius.


" Baik." Jawab mereka serempak.


Tanpa menunggu lama, Jin Niu langsung melesat ke arah Ryu untuk menanyakan tentang teknik yang dia miliki.


Beruntung Aura Dewa Agung yang Ryu miliki hanya berfokus pada pihak lawan, jadi Jin Niu tidak merasakan imbas apapun.


" Salam Dewa Agung." Jin Niu menundukkan kepala sambil melirik ke arah gerombolan manusia berkepala yang hanya mengantar nyawa.


" Mmmm, ada apa?" Ryu menoleh ke arah Jin Niu dan tentu tetap fokus untuk melepaskan Aura Dewa Agung miliknya.


" Mohon maaf Dewa Agung, kami juga ingin mempelajari teknik untuk mengolah Aura Pembunuh yang kami miliki." Jin Niu memberanikan diri untuk bertanya, meskipun terlihat gugup.