
Ryu sendiri tidak menyangka bahwa teknik Transformasi yang dia miliki bisa berwujud Humanoid Harimau Sisik Naga dengan sepasang sayap burung.
Namun itu semua terjadi karena energi Yin dari Istrinya yang terdiri dari berbagai Ras.
Ryu mendapatkan sepasang sayap burung, yaitu berasal dari Huang Que Yun dan saudarinya yang berasal dari Ras Phoenix Awan.
Sedangkan untuk sisik naga berasal dari Long Que Zhu dan saudarinya yang berasal dari Ras Naga Laut.
" Humanoid ini pasti berasal dari Yin milik Tan Shuying yang dibangkitkan oleh Yin milik Ras Peri Hutan. Lalu kenapa Yin milik 70 Peri Cahaya itu belum menandakan reaksi? Apa aku harus menyerap energi Yin mereka lebih banyak lagi?" Ryu bergumam sambil memikirkan perubahan wujud pada dirinya.
Ryu tidak menyangka bahwa Yin milik Gong Sifa dan kelima Jenderal serta 75 prajurit wanita bisa membangkitkan Yin milik Tan Shuying yang membuatnya bisa berubah wujud menjadi Humanoid Harimau sisik Naga.
" Masalah itu nanti difikirkan lagi. Sekarang aku harus memberi pelajaran kepada kedua Ras Peri Hewan itu." Ryu tersenyum lebar muncul sebuah keserakahan pada dirinya.
Tentu Ryu memiliki pemikiran buruk kepada kedua Ras Peri Hutan tersebut, karena mereka memiliki Yin yang sangat unik yang bisa membantu Ryu agar bisa memiliki perubahan wujud dalam bentuk sempurna.
Straaing!
Ryu kembali berpindah tempat ke arah kedua wanita tersebut yang sedang berlari menjauhinya.
Wuush! Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Bersamaan dengan kemunculan Ryu di tengah kedua wanita tersebut, tubuh mereka langsung disambar elemen Kehampaan.
Aaarrrggghhhh!
Aaarrrggghhhh!
Kedua wanita Ras Peri Hewan berteriak kesakitan dimana tubuh mereka seperti terbakar.
Brruuk!
Kedua wanita Ras Peri Hewan tersungkur tidak berdaya sambil menatap ke arah Ryu dengan penuh kebencian karena telah membunuh suami mereka.
Wuush!
Ryu kembali ke wujud semula, sambil menatap ke arah kedua wanita Ras Peri Hewan seakan memikirkan cara untuk menyerap energi Yin dari mereka.
Wuush!
Sebuah rantai besi yang diselimuti elemen Kehampaan langsung melilit tubuh kedua wanita Ras Peri Hewan.
" Bunuh kami sekarang." Ucap salah satu wanita Ras Peri Hewan sambil menatap ke arah Ryu dengan penuh kebencian.
" Jangan salahkan aku, karena kalianlah yang menyerangku terlebih dulu. Aku sangat tidak suka jika ada yang berani mengusikku." Ryu menoleh ke arah kedua wanita Ras Peri Hewan dengan tatapan dingin.
Kini kedua wanita Ras Peri Hewan hanya bersikap pasrah, karena kekuatan mereka seakan diserap oleh rantai yang membelenggu tubuh mereka.
" Kalian memiliki Yin yang sangat unik. Jika aku menyerapnya, maka teknik perubahan wujud milikku akan lebih sempurna. Sayangnya aku tidak bisa menyerap energi Yin milik kalian jika dengan wujud seperti itu." Ryu yang memiliki pemikiran untuk menciptakan sesuatu yang berbeda di tubuhnya.
" Gluug." Kedua wanita Ras Peri Hewan menelan ludah membayangkan jika pemuda yang ada di depan mereka melakukan hal yang buruk.
Di sisi lain Ryu terlihat kebingungan karena kedua sosok yang ada di depannya sekarang berbentuk manusia setengah kuda, meskipun setengah tubuh mereka telanjang.
" Haaahh... Sepertinya tidak bisa melakukan hal itu. Lebih baik kalian pergi menyusul suami kalian." Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir, lalu berjalan mendekati mereka.
Slaaash! Slaaash!
Gluduk!
Kepala kedua wanita Ras Peri terlepas dari tubuhnya, dimana Ryu langsung memasukkan mayat mereka ke Dunia Quzhu.
" Haaahh... Sepertinya Yin dari Ras Peri Hewan bisa digunakan untuk penyatuan dari Yin milik 70 Istriku juga Gong Ziya." Ryu tersenyum pahit karena sebanyak apapun dia menyerap energi Yin dari Istrinya yang merupakan dari Ras Peri Cahaya, tidak akan bisa menyatu dengan perubahan wujudnya.
Namun setelah mengingat bahwa Ras Peri Hewan memiliki wujud seperti itu, Ryu berpikir dua kali untuk menyerap energi Yin mereka.
" Lebih baik aku kembali ke Istana Kristal untuk memanjakan Istriku." Ryu bergumam lalu berpindah tempat ke Istana Kristal.
Di Istana Kristal, disambut oleh 94 Istrinya yang memiliki tambahan dari Gong Ziya.
" Suamiku." Sambut mereka serempak.
" Mmmm.... Sepertinya kalian sudah mengajarkan kepada Gong Ziya dengan teknik yang kalian miliki." Ucap Ryu sambil menatap ke arah Istrinya.
" Ya... Jika tidak diajarkan teknik tubuh Dewi Agung, Gong Ziya akan mengalami kerusakan berat. Meskipun usianya sudah lebih dari seratus tahun, tapi masih dianggap usia belia." Ucap Xie Xian sambil menoleh ke arah Gong Ziya.
" Suamiku... Apa yang dimaksud mereka tentang malam pertama itu?" Tanya Gong Ziya yang masih terlihat lugu.
Mendengar perkataan dari Gong Ziya, Xie Xian dan yang lain langsung melotot ke arahnya karena gadis tersebut sama sekali tidak mengerti apapun.
Di sisi lain Gong Ziya juga tidak mengerti mengapa dirinya bisa dihadapkan situasi seperti itu, karena awalnya dia hanya memiliki dorongan untuk mendekati Ryu.
" Suamiku... Ajarkan kepada Gong Ziya mengenai malam pertama. Kamu juga harus ikut." Ucap Jiu Wei Hu lalu menoleh ke arah Tan Shuying.
" Ah... Kenapa harus aku?" Tan Shuying dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.
Melihat kedua Istrinya yang berbeda dari Istrinya yang lain, Ryu hanya menggelengkan kepala lalu membawa Tan Shuying ke dalam kamar utama.
" Kenapa masih disini? Cepat ikuti suamimu!" Ucap Xie Xian sambil menatap ke arah Gong Ziya yang masih berdiam diri.
" Mmmm." Gong Ziya mengangguk, lalu berjalan mengikuti Ryu dan Tan Shuying.
Di dalam kamar utama, Ryu yang sudah membersihkan diri, langsung menatap ke arah kedua wanita itu.
" Suamiku... Aku sangat penasaran dengan malam pertama yang mereka katakan." Ucap Gong Ziya dengan polos sambil berjalan mendekati Ryu karena ada dorongan lain dari tubuhnya.
" Istriku... Aku harap kamu cepat mengerti." Ryu tersenyum seraya menarik tangan Gong Ziya dengan lembut.
Dug...Dug... Dug...
Jantung Gong Ziya berdetak kencang saat tubuhnya berdekatan dengan Ryu.
" Ada apa dengan Jantungku? Kenapa bisa berdetak kencang seperti ini?" Gong Ziya terlihat ketakutan berkeringat dingin menganggap ada sesuatu yang salah pada dirinya.
" Istriku... Kamu jangan cemas. Itu artinya kamu normal." Ryu menggelengkan kepala sambil memberi isyarat kepada Gong Ziya untuk mengikuti arahannya.
Setelah memberi arahan agar mengikutinya, Ryu mencium kening Gong Ziya dengan lembut, membuat jantung gadis itu semakin berdegup kencang.
Namun kali ini Gong Ziya hanya mengikuti arahan Ryu juga mencium kening suaminya.
Setelah itu Ryu kembali melanjutkan ke tahap selanjutnya, dimana dia mencium bibir Gong Ziya, sehingga gadis tersebut secara otomatis merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
Dengan penuh kehati-hatian, Ryu menjulurkan lidahnya yang juga diikuti Gong Ziya yang mulai terbiasa dengan sensasi yang aneh tersebut.