
Di sisi lain sebagai kapal yang kebetulan menuju ke arah Kapal Assosiasi Senjata, kini langsung berputar arah, karena merasakan adanya bahaya dari arah depan.
" Siapa yang bertarung di tengah lautan luas seperti ini?"
" Terpaan angin ini sepertinya berasal dari hewan laut Hiu. Tapi siapa yang berani memancing mereka keluar?"
" Entahlah... Lebih baik kita mengambil jalur lain! Kalian lihat sendiri sebelumnya, bagaimana air laut bisa menyembur ke atas hingga hampir menyentuh awan."
Sebuah diskusi antara penghuni kapal tersebut, yang kini memutar arah sambil meningkatkan kewaspadaan.
*******
Di sisi lain Kapal Assosiasi Senjata telah kembali melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan pertarungan sebelumnya.
Liu Ryu dan Istrinya juga sudah berada di dalam kamar utama Kapal Assosiasi Senjata sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh pelayan mereka.
" Bagaimana dengan luka kalian?" Tanya Liu Ryu sambil menatap ke arah tujuh Istrinya.
" Suamiku, kamu tidak perlu khawatir. Setelah istirahat cukup, kami akan pulih kembali." Ucap Tai Bai sambil menyuapi suaminya.
Tentu Tai Bai dan saudarinya bisa mendapatkan luka, karena berusaha untuk melindungi Pasukan Semesta yang kewalahan menghadapi kelompok Hiu.
Jika saja mereka satu lawan satu, maka mereka tidak akan mendapatkan luka sedikitpun, meski dari segi Kultivasi mereka sama.
" Kalian tidak perlu memaksa diri. Lain kali kalian harus berhati-hati." Ucap Liu Ryu.
Selesai menikmati hidangan, Liu Ryu dan Istrinya berbincang kecil sambil menunggu Kapal Assosiasi Senjata berlabuh di Benua Timur.
Tentu perjalanan tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan agar bisa sampai, sehingga Liu Ryu berencana menghabiskan waktunya untuk menyediakan berbagai jenis Senjata untuk dijual nantinya.
" Kalian Istirahat saja disini. Aku akan memeriksa keadaan diluar." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Istrinya.
" Dalam kondisi seperti ini, kami kesulitan untuk tidur." Tai Bai bersikap manja sambil mengalungkan tangannya di leher Liu Ryu.
Melihat apa yang dilakukan Tai Bai, Tai Lung dan yang lain terlihat cemburu, sambil menggembungkan pipi mereka seakan ingin dimanja oleh suami mereka.
" Usia kalian sudah jutaan tahun,. tapi sifat kalian seperti seorang anak remaja yang baru jatuh cinta." Ucap Liu Ryu sambil menggendong Tai Bai ke tempat tidur, lalu membaringkan tubuh wanita itu.
" Itu wajar saja karena selama lebih dari 700.000 tahun kami selalu bersama dengan guru kami yang kini sudah menjadi suami kami."
" Setelah kematian guru, kami berpencar ke berbagai tempat untuk mencari berbagai Sumberdaya untuk menghidupkan guru kembali." Ucap Qu Jian, sambil berjalan mendekati Liu Ryu, lalu duduk di sampingnya.
Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Liu Ryu, Qu Jian teringat saat mereka masih kecil dimana guru mereka mendidik mereka dengan keras.
Tentu ketujuh wanita itu masih menganggap bahwa Liu Ryu adalah guru mereka yang telah hidup kembali.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menarik napas dalam-dalam lalu menceritakan siapa dirinya yang sebenarnya dengan penuh kehati-hatian.
" Jadi, kamu bukan guru kami?" Ucap Tai Bai dan saudarinya sambil menunjuk ke arah Liu Ryu, lalu menjauhkan diri mereka dengan sikap waspada.
" Entah kalian percaya atau tidak, guru kalian ingin menyerap energi kehidupan kalian setelah kalian mencapai Bintang Bumi. Aku rasa dia bukan guru yang baik bagi kalian."
" Jika dia seorang guru yang baik, maka dia tidak akan memanfaatkan kalian demi kepentingannya sendiri." Dengan sikap tenang, Liu Ryu menceritakan tentang Kaisar Langit bertopeng.
" Ja... Jadi, guru kami ingin membunuh kami saat mencapai Bintang Bumi?" Tanya Tai Bai.
" Ya... Dia membunuh anggota keluarga kalian dan menculik kalian saat masih kecil, karena dia mengetahui potensi yang ada pada tubuh kalian." Ucap Liu Ryu.
Mendengar ucapan tersebut, Tai Bai dan saudarinya terdiam sejenak sambil mencerna apa yang dikatakan oleh Liu Ryu.
" Kau... Kau... Kenapa tidak mengatakan dari sejak awal?" Tai Bai dan saudarinya merasa tertipu oleh Liu Ryu karena sebelumnya mereka anggap sebagai guru mereka.
" Aku tidak menyangka jika kamu memanfaatkan kesucian kami agar bisa menerobos Bintang Suci dengan Kultivasi Ganda itu." Xian Yin terlihat marah karena merasakan diri mereka telah dimanfaatkan.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu merasa serba salah, karena apa yang mereka katakan ada benarnya.
Namun di dalam hati kecil Liu Ryu, dia merasa kasihan kepada ketujuh wanita itu, karena guru mereka melatih ketujuh wanita itu secara tidak manusiawi agar cepat menerobos Bintang Bumi.
" Aku tidak melarang kalian jika kalian ingin pergi. Namun aku juga mencintai kalian dengan tulus, seperti aku mencintai Istriku yang lain." Ucap Liu Ryu, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Saat Liu Ryu sudah pergi, Tai Bai dan saudarinya duduk merenung tentang nasib yang mereka alami.
Butuh waktu yang sangat lama, mereka mampu menjernihkan pikirannya agar bisa menghadapi situasi tersebut.
" Apapun yang terjadi, sekarang dia adalah suami kita." Qu Jian mengeluarkan suara untuk memecahkan keheningan.
" Ya... Seharusnya kita berterimakasih pada suami kita, karena secara tidak langsung telah menyelamatkan hidup kita." Ucap Su Yueyue.
" Begitu banyak kenangan kita bersama guru. Namun dibalik semua itu, guru telah memiliki rencana lain untuk menyerap energi kehidupan kita demi mendapatkan kekuatan."
" Bahkan hal yang lebih buruk, guru telah membunuh anggota keluarga kita demi melancarkan rencananya." Ucap Tai Lung sambil menyeka air matanya.
Sesaat ketujuh wanita itu larut dalam kesedihan, karena tidak menyangka bahwa guru yang mereka agung agungkan menusuk mereka dari belakang.
" Kita harus melupakan guru kita. Guru kita tidak pantas untuk dihormati." Ucap Tai Bai dengan tegas.
" Ya... Kita harus meminta maaf kepada suami kita! Jika tanpa bantuannya, saat guru bangkit, dia akan menghukum kita lagi."
Ketujuh wanita itu mengangguk setuju, lalu keluar dari kamar utama untuk mencari keberadaan Liu Ryu.
Di sisi lain, Liu Ryu yang berada di atas kapal Assosiasi Senjata kini diselimuti dengan rasa bersalah karena telah memanfaatkan ketujuh wanita itu demi perkembangannya.
" Suamiku." Terdengar suara dari arah belakang Liu Ryu.
Sesaat Liu Ryu menoleh ke arah mereka, lalu menatap ke arah depan dimana perasaannya juga sedang tidak baik.
" Suamiku, kami minta maaf." Ketujuh wanita itu berkata dengan tulus sambil mencium tangan Liu Ryu dengan posisi berjongkok.
" Seharusnya aku yang meminta maaf kepada kalian. Seharusnya aku tidak memanfaatkan situasi itu." Ucap Liu Ryu, sambil menatap mereka bergantian.
Sesaat ketujuh wanita itu tersenyum bahagia, lalu duduk di samping Liu Ryu yang kini terlihat manja.
Tai Bai yang berada di samping kanan Liu Ryu menyandarkan kepalanya di bahu Liu Ryu, sedangkan Tai Lung yang berada di samping kiri juga menyandarkan kepalanya sambil memeluk erat Liu Ryu.