
Hal yang Ryu pikirkan sekarang adalah, bagaimana cara untuk menyembuhkan Hawa dingin yang ada pada tubuh She Xia.
Jika Ryu meninggalkan tempat tersebut, maka hanya dalam hitungan detik, Ratu She Xia akan kembali kedinginan jika belum menemukan obat untuk menyembuhkan Hawa dingin tersebut.
" Ratu She Xia, Apa kamu tau cara untuk menghilangkan hawa dingin di tubuhmu?" Tanya Ryu.
" Aku pikir awalnya hanya terjadi hawa dingin biasa, tapi hal yang tidak aku duga sama sekali, hawa dingin itu seakan merasuk ke seluruh organ tubuhku. Jika saja ada Bunga Matahari, mungkin aku bisa pulih kembali." Ucap She Xia yang berharap agar Ryu bisa membantunya untuk mencari Bunga Matahari, meskipun itu sangat mustahil.
" Ratu She Xia, Bunga Matahari yang kamu inginkan itu hanya bisa ditemukan di Dunia Tiantang yang merupakan pengguna energi matahari. Bahkan keberadaannya sangat langka. Sedangkan tempat kita ini hanya menggunakan energi alam." Ryu tidak habis pikir kenapa wanita itu berani mengambil resiko yang begitu besar.
" Jika seperti itu, lebih baik Tuan Ryu akhiri penderitaanku ini! Lebih baik aku mati dari pada harus menderita." Ucap She Xia.
" Tapi sebelum aku mati, tolong jaga Ras Ular Hijau." She Xia memohon dengan berlutut.
Sambil menghela napas, Ryu berusaha untuk mencari cara untuk menyelesaikan masalah tersebut karena tidak mungkin dia membunuh orang yang tidak bersalah.
Meskipun Ryu memiliki sifat kejam, namun dia hanya melakukan kekejaman kepada orang yang berani mengusik ketenangan keluarga mereka saja.
" Ratu She Xia, apa kamu mau menjadi Istriku? Aku tau bahwa ini hal yang mustahil, tapi ini adalah cara satu-satunya untuk menyembuhkan hawa dingin yang ada pada tubuhmu." Ryu merasa tidak enak harus mengucapkan hal tersebut, namun dia juga merasa bersalah atas tindakan Istrinya.
" Apa? Apa kamu ingin memanfaatkan situasi ini?" She Xia terlihat marah karena dia berpikir bahwa Ryu memanfaatkan keadaannya sekarang.
" Ratu She Xia, bukan maksudku untuk memanfaatkan mu. Tapi karena ini kesalahan dari Istriku, bagaimana pun sebagai Suami mereka, akulah yang paling bertanggung jawab. Tapi itu semua aku serahkan kepadamu, aku juga tidak bisa memaksa."
" Jika saja aku memiliki cara lain, mungkin aku tidak akan memiliki pemikiran seperti ini. Maaf jika aku sudah bicara lancang." Ucap Ryu sambil bangkit dari tempat duduknya.
" Apa ucapanmu bisa dipercaya? Bukankah kamu sudah banyak memiliki Istri?" Tanya She Xia yang kini terlihat serius.
" Aku memang memiliki banyak Istri, tapi aku tidak pernah membedakan mereka. Kalau begitu aku pergi dulu, Maaf aku tidak bisa membantumu." Ryu berniat untuk meninggalkan tempat tersebut, namun dihentikan oleh She Xia.
" Tunggu! Apa Tuan benar-benar mencintaiku?" She Xia yang awalnya sangat tertarik kepada Ryu, namun dia masih memiliki harga diri.
Tidak mungkin untuknya mengutarakan isi hati kepada sosok yang baru saja dia kenal.
" Jika kamu menerima keluarga kecilku dengan tulus, maka aku juga mencintaimu dengan tulus. Jujur saja, aku sangat kagum denganmu karena memiliki prinsip yang kuat." Ucap Ryu sambil duduk di samping She Xia.
Mendengar ucapan tersebut, kini perasaan She Xia berbunga-bunga sambil menatap ke arah Ryu dengan penuh kebahagiaan.
" Apa aku bisa memanggilmu Gege?" She Xia terlihat malu-malu dengan wajah memerah.
" Kamu bisa memanggilku dengan sebutan apapun yang kamu mau. Xia'er." Ucap Ryu sambil mengusap wajah She Xia yang sudah memerah seperti tomat.
Dengan sebuah anggukan kecil, She Xia menatap wajah Ryu dengan penuh kebahagiaan.
" Aku tidak memiliki waktu banyak disini, apa kita bisa melakukannya sekarang? Aku takut hawa dingin ini bisa merusak meridian mu." Ryu berkata dengan lembut.
" Tapi Gege harus melakukannya dengan perasaan cinta." She Xia juga mengetahui jika menunggu waktu lama, maka aliran meridiannya akan buntu dan rusak.
Untuk itu She Xia menyetujui hal tersebut agar Ryu bisa membantunya untuk menghilangkan hawa dingin tersebut.
Tanpa ragu, Ryu pun mencium bibir She Xia dengan lembut sehingga wanita itu pun menutup mata lalu membalas ciuman tersebut.
Kini She Xia memperlihatkan bagian tubuhnya yang begitu sempurna dengan kulit putih bersih dan memperlihatkan kedua gunung kembarnya yang kokoh karena sudah lama tidak pernah dijamah.
Kedua tangan Ryu pun memainkan kedua gunung kembar milik She Xia yang membuat wanita itu menggeliat kenikmatan meskipun masih dalam keadaan mata tertutup.
Secara perlahan Ryu mulai menurunkan permainan lidahnya hingga berhenti sejenak di puncak gunung kembar She Xia.
Merasakan kenikmatan tersebut She Xia kembali menggeliat kenikmatan sambil memegang erat pinggang Ryu.
Kini bagian terlarang milik She Xia mulai basah karena sudah tidak sabar ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari Ryu.
" Gege... Cepatlah! Aku tidak tahan lagi." Terdengar suara lembut dari She Xia yang begitu menggoda.
Melihat wanita itu sudah tersiksa dengan nalurinya, Ryu pun langsung menyetarakan posisi tubuh mereka sehingga She Xia langsung membulatkan mata karena merasakan benda yang besar dan keras menyentuh bagian terlarangnya.
' Sebesar itu?' Batin She Xia saat melirik benda menggantung milik Ryu.
" Xia'er, kamu tahan sebentar." Ryu berusaha untuk menyatukan bagian inti milik mereka berdua membuat She Xia berteriak kesakitan, namun mencoba untuk bertahan.
Setelah melakukan penyatuan cukup lama, akhirnya rasa sakit She Xia tergantikan dengan rasa nikmat yang tiada duanya.
Wanita itu pun mengisyaratkan kepada Ryu agar melanjutkan aktivitas mereka, sehingga mereka berdua begitu menikmati ritual menyenangkan tersebut.
Sesekali Ryu meminta kepada She Xia untuk menyerap energi 'Yang' Matahari miliknya agar bisa menyembuhkan hawa dingin tersebut.
Dengan anggukan kecil She Xia berusaha untuk berkonsentrasi untuk menyerap energi 'Yang' Matahari tersebut meskipun sangat sulit karena terlalu menikmati ritual mereka.
Meskipun She Xia sering kehilangan konsentrasi, namun tidak berakibat fatal karena ritual menyenangkan tersebut tidak menyebabkan guncangan jiwa.
" Bboooom."
She Xia yang awalnya masih berada di Pendekar Surgawi tahap awal, kini berhasil mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah berkat energi 'Yang' Matahari milik Ryu.
Hal itu membuat Ryu maupun She Xia merasa heran karena bisa menerobos saat melakukan ritual seperti itu.
Di sisi lain Ryu juga mendapatkan asupan energi Yin yang begitu banyak karena She Xia tidak pernah melepaskan energi Yin selama ribuan tahun.
Ryu juga tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut langsung menyerap energi Yin milik She Xia untuk menyetarakan ' Yin-Yang ' miliknya.
" Bboooom."
Dalam jeda waktu selama enam jam, She Xia kembali menerobos Pendekar Surgawi tahap akhir yang membuat mereka semakin keheranan.
" Gege... Apa seperti ini khasiat energi 'Yang' milikmu?" Tanya She Xia di sela ritual mereka, meskipun suaranya semakin lemah.
" Aku juga tidak tau. Sepertinya ini hanya berlaku untukmu." Ucap Ryu yang masih berada di atas She Xia.
Mereka pun melanjutkan ritual menyenangkan tersebut hingga berkali-kali melakukan pelepasan Yin-Yang sehingga memakan waktu sangat lama, kini She Xia tidak mampu lagi menahan amukan dari Ryu yang membuatnya terkapar penuh kebahagiaan.