
Sheng Zhishu dan yang lain yang menyaksikan tingkah dari Xie Hua dan Nan Sian, kini memasang wajah cemberut karena mereka juga tidak ingin ketinggalan bagian.
" Jangan karena alasan anak, kalian bermesraan di depan kami. Kalau begitu kami juga menginginkan seorang anak." Xin Chie terlihat kesal karena adegan tersebut membuat hasrat mereka langsung bangkit.
" Ya... Kami juga ingin memiliki anak." Yang lain juga ikut bersuara.
Saat terjadi adu mulut antara Istri Liu Ryu, kini Han Linxi dan Haruki keluar dari ruang Kultivasi.
" Suamiku, aku membutuhkan bantuanmu untuk melakukan Kultivasi Ganda." Haruki yang kini sudah berbeda dari biasanya, langsung mengeluarkan suara tanpa memperdulikan Istri Liu Ryu yang lain.
" Ya... Aku juga membutuhkan energi 'Yang' Matahari." Han Linxi juga ikut menimpal.
Mendengar perkataan dari kedua wanita itu, Sheng Zhishu dan yang lain membuka mulutnya lebar-lebar, karena baru pertama kali kedua wanita itu terlihat agresif.
Melihat tatapan Istri Liu Ryu yang lain, Haruki menarik napas dalam-dalam lalu menjelaskan tentang bibit cahaya yang berada di dantian miliknya.
" Suamiku, saat aku mempelajari apa yang ada pada dantian milikku, aku menemukan bahwa benih matahari akan diaktifkan jika kita melakukan Kultivasi Ganda."
" Semakin banyak energi 'Yang' Matahari yang aku serap, maka cahaya itu akan semakin membesar." Haruki menjelaskan tentang keanehan dari tubuhnya.
Dengan demikian pada ukuran tertentu, maka bola cahaya tersebut akan masuk ke dalam lautan Qi milik Haruki, sehingga dia bisa menyerap kekuatan matahari sebagai sumber kekuatannya.
" Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Xie Hua, sambil menatap ke arah Han Linxi.
" Tidak ada. Aku hanya merindukan sentuhan lembut suamiku." Jawab Han Linxi dengan santai, membuat Sheng Zhishu dan yang lain membulatkan mata.
Tentu hal itu membuat Sheng Zhishu dan yang lain tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena Han Linxi memilih untuk keluar dari latihan tertutup demi mendapatkan sentuhan dari suaminya.
" Aku meminjam suami kita dulu, untuk membantuku." Ucap Haruki, sambil menarik tangan Liu Ryu.
" Tidak boleh! Kami juga ingin memiliki anak terlebih dulu." Ucap Sheng Zhishu, sambil melepaskan genggaman tangan dari Haruki.
Kini giliran Haruki yang membuka matanya lebar-lebar, karena dirinya seakan tidak diberi kesempatan untuk bersama dengan Liu Ryu.
Dengan terpaksa Han Linxi dan Haruki harus mengalah serta menunggu Sheng Zhishu dan yang lain sudah selesai.
Tanpa membuang waktu, Sheng Zhishu dan yang lain langsung membawa suami mereka menuju kamar utama Istana Kristal, dimana hanya meninggalkan Han Linxi dan Haruki.
" Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka tiba-tiba ingin memiliki anak?" Han Linxi merasa heran, karena Sheng Zhishu dan yang lain tiba-tiba berubah pikiran.
" Entahlah... Aku rasa kita juga harus memiliki anak. Lagi pula Istana Kekaisaran Atas Awan sangat luas." Haruki tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk memiliki seorang anak.
" Ya... Lagi pula kita memiliki banyak pelayan. Jadi itu tidak menggangu perkembangan kita." Han Linxi mengangguk setuju, karena dia sendiri tidak sabar memiliki seorang anak.
*******
( Kota Lanshui )
Setelah merasakan kedatangan pasukan dari Benua Tengah sedang menuju ke Benua Timur, Liu Ryu dan Istrinya langsung bergegas menuju benteng pertahanan bersama para prajurit Kekaisaran Atas Awan.
Di bagian dalam benteng pertahanan juga terdapat prajurit Kekaisaran Han, Kekaisaran Gu, dan Kerajaan dibawah kekuasaan Kekaisaran Atas Awan.
" Semua sudah kami siapkan Yang Mulia Kaisar." Jawab Tou Shuijing.
" Bagus." Liu Ryu mengangguk, lalu menoleh ke arah bibir pantai.
Sesaat Liu Ryu menatap ke arah puluhan kapal udara yang mulai menepi di bibir pantai, membuat Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya.
Dalam hitungan detik, kini terlihat lautan prajurit yang keluar dari kapal udara dan muncul di bibir pantai.
" Pasukan dari Benua Tengah benar-benar tidak terhitung." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah lautan prajurit dari Benua Tengah.
Meskipun para prajurit Kekaisaran Atas Awan sudah menyiapkan berbagai Formasi di bibir pantai, namun jumlah pihak lawan layaknya air bah yang jebol dari tanggul.
" Sepertinya Penjara Abadi akan penuh lagi." Liu Ryu tidak menyangka bahwa Penjara Abadi yang sudah mereka perluas lagi, masih belum mampu menampung miliaran pasukan dari Benua Tengah.
Tentu Liu Ryu dapat merasakan bahwa pasukan dari Benua Tengah memiliki jumlah besar dari sebelumnya, sehingga Liu Ryu tetap meminta bantuan kepada Kekaisaran Han, Kekaisaran Gu dan 26 Kerajaan tersebut.
" Suamiku, biarkan kami saja yang berjaga di Penjara Abadi." Han Linxi dan Haruki menawarkan diri untuk kembali ke Dunia Quzhu, mengingat tingkat Kultivasi mereka masih rendah.
" Baiklah, gunakan Pil Tuan-Hamba secepatnya, agar bisa mengurangi jumlah korban di pihak kita." Liu Ryu merasa kali ini akan ada pertarungan yang sengit.
" Mmmm." Han Linxi dan Haruki mengangguk, lalu berpindah tempat ke Dunia Quzhu.
Di sisi lain Liu Ryu juga memberi Isyarat kepada prajurit yang bertugas untuk menggunakan meriam peledak.
Dalam satu meriam peledak, Liu Ryu meminta lima orang untuk menempati setiap masing-masing meriam peledak.
" Heilong, Li Chun, Mayi, Shuijing, Jiu... Keluarkan Prajurit Awan Hitam." Liu Ryu memberi perintah kepada kelima Jenderal Besar.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak, lalu mengeluarkan Prajurit Awan Hitam yang kini memiliki penampilan yang berbeda.
Disamping menggunakan baju Zirah berwarna hitam, Prajurit Awan Hitam juga menggunakan topeng khusus untuk menyembunyikan aura dan tingkat Kultivasi mereka, juga menggunakan pedang lebar seperti sebuah golok.
Kali ini Liu Ryu dapat memperkirakan bahwa akan banyak sekali Prajurit Awan Hitam yang akan kehilangan nyawa.
Namun Liu Ryu sama sekali tidak peduli, karena dia menganggap bahwa Prajurit Awan Hitam hanya sebagai tameng dan bidak catur.
" Adik ipar... Apa kamu yakin bahwa kita bisa menang?" Meskipun Han Juan mengetahui bahwa Liu Ryu dan para prajurit Kekaisaran Atas Awan memiliki kekuatan besar, namun lautan prajurit dari Benua Tengah memiliki jumlah yang tidak masuk akal.
" Kakak ipar... Kalian tenang saja! Aku bisa menjadikan Prajurit Awan Hitam menjadi tameng para prajurit kita." Liu Ryu seringai lebar, karena dia seakan menyandingkan pasukan yang semua berasal dari Benua Tengah.
Meskipun nantinya Prajurit Awan Hitam semuanya mati terbunuh, Liu Ryu sama sekali tidak menyesal, karena mereka juga berasal dari Benua Tengah.
Wuush!
Untuk menambah pertahanan, Liu Ryu juga mengeluarkan Pasukan Boneka Bernyawa, sebagai lapisan pertahanan yang kedua.
Melihat apa yang dilakukan Liu Ryu, para prajurit membuka matanya lebar-lebar karena Liu Ryu benar-benar mempertemukan semua pasukan dari Benua Tengah agar saling bertarung.