SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 441. Ratu Siluman Ular Laut


Wanita setengah ular laut itupun menatap ke arah mayat raja siluman ular laut, lalu menoleh ke arah Liu Ryu.


" Kakak." Ratu siluman ular laut langsung memeluk erat mayat suaminya dengan wajah penuh kesedihan.


Liu Ryu yang menyaksikan kejadian tersebut, sedikit mengerutkan kening karena ratu siluman ular laut tidak ada niat membunuh sedikitpun.


Sesaat ratu siluman ular laut menoleh ke arah Liu Ryu sambil membawa mayat suaminya.


" Sang dewa... Mohon maaf atas kelancangan kakakku dan rakyatku. Jika berkenan, mohon berikan Inti Roh kakakku." Ucap ratu siluman ular laut, sambil berlutut di hadapan Liu Ryu.


" Tapi kakakmu telah berani mengganggu perjalanan kami." Ucap Liu Ryu, karena dia tidak ingin mengembalikan Inti Roh tersebut, karena sangat berguna untuknya.


Namun ratu siluman ular laut sama sekali tidak menyerah, menurunkan harga dirinya sebagai seorang ratu dengan mencium kaki Liu Ryu agar bisa mengembalikan Inti Roh milik kakaknya.


" Kenapa kamu bersikeras untuk mengambil Inti Roh itu?" Tanya Liu Ryu.


" Aku membutuhkan Inti Roh kakakku agar dia bisa hidup kembali sehingga kerajaan kami tidak hancur." Jawab ratu siluman ular laut, karena kerajaan mereka saling berhubungan dan raja siluman ular laut.


Jika raja siluman ular laut telah mati, maka Istana Kerajaan ular laut agar tidak hancur.


" Sang dewa... Aku siap menjadi budakmu asalkan kakakku dan rakyat kami bisa selamat." Ratu siluman ular laut dengan senang hati mengorbankan dirinya untuk melindungi kerajaan mereka.


Melihat ketulusan hati ratu siluman ular laut, hati Liu Ryu menjadi luluh, lalu mengeluarkan Inti Roh raja siluman ular laut.


" Kamu tidak perlu menjadi budakku. Sekarang panggil rakyatmu agar tidak menggangu perjalanan kami, sebelum mereka dihabiskan oleh kedua Istriku." Ucap Liu Ryu, lalu melemparkan Inti Roh tersebut kepada ratu siluman ular laut.


" Terimakasih sang dewa." Ratu siluman ular laut mengambil Inti Roh tersebut, lalu memejamkan matanya.


Sesaat semua ular laut yang sedang menyerang Dewi Arinia dan Elena, langsung masuk ke bawah laut dan berenang menuju ratu siluman ular laut.


" Bawalah mayat raja dan Inti Roh ini ke kerajaan!" Ucap ratu siluman ular laut, sambil memberikan Inti Roh kepada salah satu ular laut yang memiliki ukuran paling besar diantara yang lain.


Ular laut itupun langsung membawa mayat raja siluman ular laut dan Inti Roh pergi ke sebuah tempat bersama ular laut yang lain, dimana hanya meninggalkan ratu siluman ular laut.


" Sesuai dengan janjiku, aku akan menjadi budakmu dan dan mengikuti kemanapun tuan pergi." Ucap ratu siluman ular laut.


" Tidak perlu! Lakukan saja tugasmu disini untuk menjaga kakakmu dan rakyat kalian agar tidak menggangu manusia lagi." Liu Ryu tidak ingin memanfaatkan situasi tersebut, karena dia juga tidak membutuhkan seorang budak.


" Tapi tuan... Aku tidak bisa melanggar janjiku sendiri. Jika tidak, selamanya aku akan berdiam disini." Jawab ratu siluman ular laut, lalu memposisikan dirinya berdiri tegak.


Ekor ratu siluman ular laut menancap di tanah dasar lautan, sedangkan tubuhnya seakan terombang-ambing diterpa arus air laut.


" Haaah kenapa beberapa makhluk memiliki prinsip yang tidak masuk akal." Liu Ryu menghela nafas berat, karena yang dikatakan ratu siluman ular laut sebelumnya tidak main-main.


Jika Liu Ryu meninggalkan ratu siluman ular laut di tempat itu, maka dia selamanya akan berdiri di tempat itu seumur hidupnya.


" Baiklah, aku akan membebaskan mu dari kutukan. Aku akan memberimu perintah untuk menjaga tempat ini agar rakyat kalian tidak menggangu manusia, jika mereka tidak mengusik kalian."


Buussshh!


Bersamaan dengan ucapannya Liu Ryu melepaskan tetesan darahnya ke kening ratu siluman ular laut, lalu berpindah tempat ke arah Dewi Arinia dan Elena berada.


Buussshh!


Bboooom!


Traaang!


Tubuh ratu siluman ular laut menciptakan ledakan yang sangat kuat, hingga tubuhnya hancur berkeping-keping.


Sriiiingg!


Butiran butiran cahaya dari kepingan tubuh ratu siluman ular laut kembali menyatu, hingga terlihat sosok wanita cantik menggunakan gaun berbentuk baju Zirah, namun terlihat sangat indah dan lembut.


" Dewa Agung, Dewa masa depan?" Gumam ratu siluman ular laut yang kini sudah berwujud layaknya manusia normal.


Ratu siluman ular laut tidak menyangka bahwa tetesan darah dari Liu Ryu memiliki kekuatan besar dan memiliki garis darah Dewa tertinggi.


" Apakah aku sudah menjadi dewa?" Gumam ratu siluman ular laut, sambil memeriksa seluruh tubuhnya.


Wuush!


Saat ratu siluman ular laut tidak henti dengan kekagumannya, kini terlihat sebuah cahaya turun dari langit, langsung masuk ke dalam lautan hingga melayang di depan ratu siluman ular laut.


" Salam leluhur. Maafkan aku telah gagal." Ucap ratu siluman ular laut, sambil menundukkan kepalanya.


Ratu siluman ular laut merasa bersalah karena dari sejak kecil dia mengasingkan diri untuk melakukan latihan tertutup demi menjadi seorang Dewa, justru gagal ditengah jalan karena dia merasakan kematian kakaknya.


" Cucuku, kamu tidak gagal. Hasil dari latihan tertutup mu selama jutaan tahun, telah membuahkan hasil."


" Terlebih dengan bantuan Dewa Agung, kamu telah melampaui dewa yang berada di dunia ini." Suara dari cahaya itu menjelaskan kepada ratu siluman ular laut.


Cahaya itupun menjelaskan kepada ratu siluman ular laut, bahwa dia sekarang tidak lagi menjadi siluman, melainkan sudah menjadi Dewa.


Meskipun demikian, cahaya itu juga mengingatkan kepada ratu siluman ular laut bahwa masih banyak siluman atau makhluk hidup yang melebihi kemampuannya, karena bagaimanapun ratu siluman ular laut masih tergolong sangat muda jika dibandingkan dengan makhluk yang lain.


Meskipun usia ratu siluman ular laut sudah jutaan tahun, namun bisa dikatakan dia hanyalah Dewa yang baru lahir.


" Masih banyak para siluman tua yang mendiami dunia ini yang gagal menjadi Dewa. Namun kekuatan mereka sangat besar, sehingga kamu harus mengembangkan kemampuanmu."


" Ikutilah Dewa Agung! Kelak dia akan membantumu menjadi lebih kuat lagi. Karena hanya kamulah yang bisa membunuh Kaisar Langit itu." Cahaya itupun menjelaskan bahwa dengan kemampuan khusus dari ratu siluman ular laut, maka dia ditakdirkan untuk membunuh seseorang yang terlahir dari alam semesta.


" Tapi leluhur... Aku telah mendapatkan perintah dari Dewa Agung untuk menjaga tempat ini?" Ucap ratu siluman ular laut, karena aturan siluman ular laut tidak bisa diabaikan.


" Aku sudah mengatakan bahwa kamu bukan lagi sebagai siluman, melainkan seorang Dewa. Jadi kamu tidak terikat dengan perintah dari Dewa Agung." Ucap cahaya itu.


Kini ratu siluman ular laut terdiam sejenak sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh leluhurnya.


" Pergilah! Takdirmu sekarang ada pada Dewa Agung. Dia akan membantu lebih kuat lagi. Satu lagi, mintalah kepadanya agar memberikan nama untukmu." Ucap cahaya itu, karena sebelumnya ratu siluman ular laut tidak memiliki nama.