
Meskipun tubuh raja siluman tikus darah seakan ditelan bumi, namun Dewi Arinia sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan, karena makhluk raksasa itu tidak mudah untuk dibunuh.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Terdengar suara raungan dari dalam tanah, hingga terlihat sebuah pusaran dari dalam tanah.
Seketika wilayah sekitar membentuk kawah raksasa, hingga terlihat raja siluman tikus darah berada di tengah-tengah kawah raksasa.
Raja siluman tikus darah menatap tajam ke arah Dewi Arinia yang membuatnya terkubur di dalam tanah hingga membuat tenaganya berkurang secara drastis agar bisa keluar.
" Dewa rendahan... Aku akan membunuhmu." Raja siluman tikus darah yang terlihat sangat marah, kini menatap tajam ke arah Dewi Arinia penuh dengan kebencian.
Melihat serangannya tidak bisa membunuh raja siluman tikus darah, Dewi Arinia menyipitkan matanya, lalu mengarahkan kembali busur panahnya.
" Seni Dewi Gurun, Pilar Pasir."
Jleeep!
Sebuah anak panah melesat cepat ke arah depan raja siluman tikus darah hingga menancap sempurna di tanah.
Buussshh!
Sebuah pilar raksasa yang muncul dari bawah tempat raja siluman tikus darah yang sedang berdiri, kini tubuh raksasa itupun terangkat ke atas bersamaan dengan pilar raksasa semakin memanjang hingga sampai ke atas awan.
Raja siluman tikus darah yang tubuhnya terangkat hingga menembus awan, kini memasang wajah serius, karena teknik yang dimiliki Dewi Arinia sangat berbahaya.
" Sihir Darah, Kubus Darah."
Raja siluman tikus darah dengan buru-buru melindungi tubuhnya dengan sebuah kubus transparan berwarna merah darah.
Di sisi lain, Dewi Arinia yang berada dibawah tubuh raksasa raja siluman tikus darah, kini melepaskan busur panahnya, lalu merentangkan kedua tangannya.
" Seni Dewi Gurun, Tombak Penghakiman."
Buussshh!
Saat Dewi Arinia menyatukan kedua telapak tangannya, kini lautan pasir kembali berkumpul hingga membentuk belasan pilar raksasa yang runcing ke atas.
Melihat belasan pilar raksasa yang runcing dibawahnya, raja siluman tikus darah mengumpat dalam hati, karena tenaganya benar-benar sudah terkuras.
" Sihir macam apa ini?" Raja siluman tikus darah memasang wajah jelek karena dirinya sekarang terjun bebas dari udara.
Craaakk! Craaakk! Craaakk!
Sebelum tubuh raksasa raja siluman tikus darah sampai di tanah, kini belasan pilar raksasa yang runcing menancap sempurna, hingga menembus tubuhnya.
Meskipun raja siluman tikus darah masih belum mati, namun sekarang dia sama sekali tidak berdaya karena, belasan pilar pasir yang memadat membuatnya tidak bisa bergerak.
Bboooom!
Pilar pasir yang menggerogoti organ dalam tubuh raja siluman tikus darah kini langsung meledak membuat tubuhnya hancur berkeping-keping.
Wuush!
Sebuah benda raksasa berwarna merah darah melayang di udara seukuran bukit kecil, hingga potongan tubuh raja siluman tikus darah berhamburan di tanah.
Wuush!
Tanpa membuang waktu, Dewi Arinia langsung melesat cepat untuk mengambil Inti Roh dari raja siluman tikus darah, lalu menyimpannya di Cincin pemulihan.
Buussshh!
Tubuh raja siluman tikus darah yang berserakan di tanah, kini secara perlahan mulai berkumpul dan menyatu dengan sempurna.
" Manusia rendahan." Raja siluman tikus darah terlihat marah karena Dewi Arinia sudah mengambil Inti Roh miliknya.
Tubuh raja siluman tikus darah yang sudah menyatu, kini menatap tajam ke arah Dewi Arinia, lalu menciptakan sebuah sihir di tubuhnya sendiri.
" Sihir Darah, Pengorbanan Darah."
Bboooom!
Raja siluman tikus darah meledakkan tubuhnya sendiri untuk membunuh Dewi Arinia dengan sisa kekuatannya, karena tidak rela jika Inti Roh miliknya telah diambil oleh wanita itu.
Melihat raja siluman tikus darah yang meledakkan tubuhnya sendiri, dengan sigap, Dewi Arinia menyatukan kedua telapak tangannya, lalu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar.
Buussshh!
Sebuah kubah raksasa yang terbentuk dari tumpukan pasir yang memadat, kini melindungi tubuh Dewi Arinia.
Bboooom!
Sebuah ledakan dari raja siluman tikus darah energi membentur kubah raksasa dari pasir yang memadat hingga hancur berkeping-keping.
Craaakk!
Gelombang energi terus menjalar dan bersarang di tubuh Dewi Arinia, hingga terpental puluhan meter.
" Uhuuuk." Dewi Arinia memuntahkan darah segar, lalu bangkit berdiri, merasa sesak nafas.
Merasakan bahwa raja siluman tikus darah sudah mati karena mengorbankan dirinya sendiri, Dewi Arinia menghela nafas lega, lalu mencari tempat yang aman untuk memulihkan diri.
Tentu serangan dari raja siluman tikus darah sebelumnya, membuat Dewi Arinia mengalami luka dalam, sehingga dia memilih untuk memulihkan diri secepat mungkin.
*******
( Pertarungan Liu Yunxia dan Raja siluman ular piton )
Liu Yunxia yang sudah berada di depan raja siluman ular piton, kini menatap ke arah makhluk raksasa yang tubuhnya sudah ditumbuhi pepohonan.
Beberapa saat kemudian, gunung memanjang itupun bergetar hebat hingga menciptakan gempa bumi, dimana pepohonan yang berada di tubuh raja siluman ular piton langsung bertumbangan hingga tercipta sebuah galian besar yang memanjang.
Liu Yunxia memasang wajah serius, sambil menatap ke arah goa raksasa yang merupakan mulut dari raja siluman ular piton.
" Kemarilah! Meskipun tubuhmu sangat kecil, tapi kekuatanmu bisa membuatku merasa kenyang selama satu tahun." Terdengar suara menggema dari raja siluman ular piton.
Liu Yunxia menyipitkan matanya, karena dia mendapatkan lawan yang cukup kuat. Apalagi Liu Yunxia tidak pernah bertarung melawan lawan yang kuat, sehingga masih butuh pengalaman bertarung.
" Tidak! Aku tidak boleh kalah dari kedua wanita itu. Bagaimanapun kemampuanku lebih kuat dari mereka berdua." Liu Yunxia membulatkan tekad untuk berhadapan dengan raja siluman ular piton.
Buussshh!
Raja siluman ular piton menciptakan hembusan angin kencang ke arah Liu Yunxia, membuat wanita itu harus mundur ke belakang.
Karena tidak ingin menjadi bahan serangan dari raja siluman ular laut, Liu Yunxia melepaskan busur panahnya hingga menjadi dua bagian, membentuk pedang sabit.
" Seni Dewi Lautan, Tebasan Pembelah Gunung."
Creeessh! Creeessh!
Liu Yunxia mengayunkan kedua pedang sabit di tangannya membentuk silang, hingga tercipta Qi unsur air membentuk siluet pedang raksasa mengarah kepada raja siluman ular piton.
" Sihir Hutan, Dinding Hijau."
Buussshh!
Seketika pepohonan berjejer rapat di depan raja siluman ular piton, untuk menghalangi serangan dari Liu Yunxia.
Bboooom!
Bboooom!
Siluet pedang raksasa membentur pepohonan raksasa yang berjejer rapat, menciptakan ledakan energi yang sangat kuat, diikuti pepohonan hancur berkeping-keping.
Meskipun demikian, raja siluman ular piton tidak mendapatkan serangan apapun, lalu menyerang balik ke arah Liu Yunxia.
" Sihir Hutan, Tumbuhan Hidup."
Buussshh!
Seketika wilayah serangan menjadi hutan hijau yang ditumbuhi tanaman merambat, hingga menjalar ke seluruh Liu Yunxia dengan kecepatan tinggi.
Melihat tumbuhan merambat sedang menjalar ke arahnya, Liu Yunxia dengan buru-buru melesat ke arah belakang, lalu merentangkan kedua tangannya.
" Seni Dewi Lautan, Gelombang Pasang."
Creeessh!
Gelombang pasang muncul dari ruang hampa, seakan menyapu bersih tumbuhan hidup yang menjalar ke arahnya.
Melihat kejadian itu, raja siluman ular piton mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, lalu menyemburkan cairan racun berwarna hijau ke arah Liu Yunxia.