
Mendapatkan tips tersebut, kedua penjaga gerbang sangat senang meskipun tidak mengharapkan imbalan seperti itu.
Di sisi lain pemilik penginapan yang mendengar kedatangan tamu dari Kekaisaran Han, kini dengan buru-buru menghampiri Liu Ryu dan Istrinya yang masih menggunakan topeng.
" Silahkan masuk tuan Pendekar." Ucap pemilik penginapan sambil memberi hormat.
Meskipun rombongan tersebut terlihat berpenampilan sangat mengerikan, namun pemilik penginapan dan beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
Mendapatkan sambutan ramah, Liu Ryu dan Istrinya merasa tidak enak, meskipun kejadian itu sudah sering terjadi pada kalangan bangsawan.
Semakin tinggi status seseorang, maka mereka akan mendapatkan perlakuan yang khusus, dan tentu akan ada timbal balik.
" Penjaga... Kalian boleh kembali bertugas. Kami akan menginap disini." Ucap Liu Ryu, sambil menatap kedua sosok tersebut.
" Baik tuan Pendekar. Kalau begitu kami pergi dulu." Ucap kedua penjaga gerbang, lalu meninggalkan penginapan.
Di sisi lain, beberapa pelayan juga tengah sibuk menyiapkan kamar untuk Liu Ryu dan Istrinya, dimana ditempatkan di kamar eksklusif.
Namun itu semua hanyalah topeng, dimana saat Liu Ryu berada di kamarnya, Sheng Zhishu dan yang lain bermunculan di kamar tersebut.
" Suamiku, apa kita akan beristirahat di Istana Kristal?" Tanya Sheng Zhishu.
" Tentu saja kita istirahat disana. Jika kita melakukan Kultivasi Ganda ditempat ini, suara kita akan kedengaran." Bisik Yuwang, sambil tersenyum menatap ke arah Liu Ryu.
" Aku juga berpikir seperti itu. Dengan Sumberdaya yang kita dapatkan, kalian akan mampu menerobos Bintang Alam." Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah mereka secara bergantian.
" Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Xie Hua.
" Kalian tidak perlu khawatir. Dengan menggunakan Kultivasi Ganda, aku rasa sudah cukup agar bisa menerobos Bintang Bumi." Liu Ryu tidak ingin perbedaan antara dia dan Istrinya terlalu jauh.
Oleh karena itu Liu Ryu memfokuskan Sumberdaya kepada Istrinya yang sedikit kesulitan untuk meningkatkan Kultivasi.
Begitupun dengan Jin Niu dan 69 Peri Cahaya yang dengan mudah meningkatkan Kultivasi, sehingga mereka hanya membutuhkan sedikit Sumberdaya.
" Terimakasih suamiku. Kamu sangat pengertian." Tan Shuying yang merupakan paling sulit untuk meningkatkan Kultivasi, sehingga lebih banyak membutuhkan Pil Susu Awan agar mampu mengimbangi Istri Liu Ryu yang lain.
Itupun tidak termasuk dengan Kultivasi Ganda yang mereka lakukan, karena untuk meningkatkan Kultivasi sangatlah tidak mudah.
" Jika saja dulu kami memiliki Sumberdaya seperti ini, maka kami tidak perlu membutuhkan waktu selama ratusan ribu tahun." Tai Bai tidak menyangka jika mereka sekarang lebih mudah untuk meningkatkan Kultivasi.
Terlebih karena Liu Ryu yang memiliki energi 'Yang' Matahari, sehingga proses peningkatan Kultivasi mereka jauh lebih cepat.
" Lebih baik kita bicara di Istana Kristal saja." Ucap Huli Yue, lalu membawa mereka ke Istana Kristal, tepat di kamar utama.
Sesaat Liu Ryu menoleh ke arah Tai Bai dan saudarinya yang sudah berusia jutaan tahun, yang hanya pernah mencapai Bintang Langit sebelum berada di Benua Dongwei.
" Apa dulu kalian tidak pernah mendapatkan Sumberdaya sebanyak ini?" Tanya Liu Ryu sambil menatap ke arah ketujuh Istrinya, mengingat Sun Yueyue adalah seorang Alkemis tingkat tinggi.
" Ya... Lebih tepatnya kami kesulitan mencari Sumberdaya. Kalian tau sendiri bagaimana Batu Roh sangat dibutuhkan disini. Sedangkan bagi kalian, Batu Roh layaknya sampah di Dunia Quzhu." Tai Lung seakan tidak percaya jika Liu Ryu dan Istrinya memiliki tambang Batu Roh.
Jika saja ada orang lain yang mengetahui bahwa Liu Ryu memiliki Batu Roh, maka tidak menutup kemungkinan bahwa seluruh Dunia Tiantang akan memburunya.
Untuk mencari Batu Roh, para Kultivator harus menggali tanah yang memiliki ciri-ciri tertentu, sehingga bisa menemukan Batu Roh.
Bahkan untuk mendapatkan tambang Batu Roh, akan sering terjadi pertumpahan darah antar Klan, agar tambang Batu Roh menjadi milik mereka.
" Tapi untuk tambang Batu Roh milik suami kita sangat berbeda. Aku tidak menyangka bahwa Batu Roh bisa dihasilkan oleh Ikan Nian ekor tujuh." Qu Jian menggelengkan kepala karena, ada ikan yang sangat mengerikan bisa menghasilkan Batu Roh.
Bahkan Ikan Nian ekor tujuh sudah berkembang biak di Dunia Quzhu, maupun di kaki gunung Istana Kekaisaran Atas Awan.
Setelah melakukan percakapan cukup lama, kini Liu Ryu dan Istrinya memilih untuk beristirahat juga meningkatkan Kultivasi mereka dengan cara Kultivasi Ganda sambil menunggu hari berikutnya.
Disamping melakukan Kultivasi Ganda, Istri Liu Ryu juga menggunakan Pil Susu Awan dan memprioritaskan kepada Istrinya yang kesulitan naik tingkat.
*******
Pada keesokan harinya, Liu Ryu dan Istrinya keluar dari kamar masing-masing dimana mereka semua sudah naik satu tingkat.
Dengan adanya Dunia Quzhu yang memiliki kecepatan waktu satu tahun, Liu Ryu berhasil menerobos Bintang Bumi.
Sedangkan untuk Sheng Zhishu dan yang lain juga berhasil menerobos Bintang Alam, dimana mereka tidak ada yang merasa iri jika ada yang menggunakan Pil Susu Awan sangat banyak.
Tanpa menunggu lama, Liu Ryu dan Istrinya keluar dari penginapan setelah membayar biaya menginap selama satu malam.
Setelah berada di Rumah Sumberdaya, Liu Ryu mengambil pesanannya, lalu melanjutkan perjalanan mereka ke markas perampok berikutnya.
" Suamiku, sepertinya kita membutuhkan Sumberdaya lebih banyak lagi dari sebelumnya."
Saat mereka sudah keluar dari kota tersebut, Xin Chie mengeluarkan suara sambil memacu kudanya.
" Ya... Aku harap kita bisa menemukan peluang untuk mendapatkan Sumberdaya." Jawab Liu Ryu, sambil menuntun jalan kepada mereka.
Secara gambaran umum, masing-masing Istri Liu Ryu membutuhkan satu juta Pil Susu Awan agar bisa menerobos Bintang Bumi
Meskipun diantara mereka ada yang kurang dari satu juta atau lebih dari satu juta Pil Susu Awan, sesuai dengan kebutuhan mereka agar bisa naik tingkat.
Begitupun dengan Liu Ryu yang sudah mencapai Bintang Bumi, gambaran umumnya membutuhkan 10 juta Pil Susu Awan agar bisa menerobos Bintang Langit, jika tanpa bantuan Kultivasi Ganda.
" Semoga saja kita bisa bertemu dengan para perampok yang lain." Ucap Qin Shuomei yang sangat antusias untuk mendapatkan Sumberdaya.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu tersenyum pahit, karena untuk meningkatkan Kultivasi mereka, paling tidak jumlahnya setara dengan Sumberdaya Klan besar.
" Aku harap ada yang lebih." Ucap Liu Ryu, sambil memacu kudanya.
Setelah melakukan perjalanan selama satu hari, kini Liu Ryu dan Istrinya sudah berada di dekat sebuah kota kecil dimana terdapat markas para perampok yang kedua.
Tanpa menunggu lama, Liu Ryu dan Istrinya langsung melompat dari kudanya menuju ke arah markas perampok yang berada di tengah hutan.
Di hutan tersebut terlihat sebuah bangunan yang cukup besar, dimana dikelilingi tembok yang terbuat dari kayu dan dijaga ketat oleh beberapa sosok.