
Sementara Liu Ryu dan keempat istrinya hanya tersenyum sambil menunggu kedua kelompok yang sedang bersembunyi.
" Kalian semua, keluarlah!" Yunjiang menatap ke dua arah, dimana tempat persembunyian mereka.
" Hahahaha... Tidak menyangka kalian juga mengetahui keberadaan kami." Ucap pria sepuh sambil keluar dari persembunyian, diikuti kelompoknya.
Begitupun dengan kelompok yang lain, mereka juga langsung berjalan mendekati Liu Ryu dan keempat istrinya.
" Bagus jika kalian berkumpul disini. Jadi kami tidak perlu repot-repot lagi." Ucap Xie Hua, sambil menatap beberapa sosok yang berada di depan mereka.
Kini dari ketiga kelompok tersebut saling berpandangan karena tujuan mereka adalah untuk membunuh Liu Ryu dan mengambil Istrinya.
" Kami datang terlebih dulu disini, jadi keempat wanita itu harus menjadi milikku." Tuan muda Klan yang pertama merasa geram karena kedua tuan muda dari Klan lain juga ingin mengambil keempat wanita tersebut.
" Tidak bisa! Mereka harus bersamaku."
" Mereka harus menjadi Istriku."
" Kalau begitu, siapa yang terlebih dulu membunuh pria itu, dialah yang berhak mengambil keempat wanita itu."
Sebuah perdebatan antara ketiga Tuan muda dari Klan masing-masing, seakan tidak mau kalah, saling merasa dirinya paling berhak.
Liu Ryu yang sudah terlihat geram karena keempat Istrinya diperebutkan seperti sebuah mainan, kini langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir dan melesat ke arah mereka.
Wuush!
Liu Ryu melesat ke arah salah satu tuan muda Klan, sambil mengayunkan pedangnya.
" Astaga, pria itu cepat sekali." Ketiga sosok yang memimpin rombongan masing-masing, kini melesat untuk melindungi tuan muda mereka.
Slaaash!
Belum sempat pemimpin kelompok melindungi tuan mudanya, kini Liu Ryu berhasil membelah tubuh sosok tersebut.
Melihat kecepatan serangan dari Liu Ryu, wajah pemimpin rombongan menjadi pucat seperti kapas saat tuan mudanya mati terbelah dua.
Straaing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah tuan muda yang lain, seraya mengayunkan pedangnya.
Slaaash!
Tuan muda Klan yang kedua juga mati dengan kondisi tubuh terbelah menjadi dua bagian, dimana pemimpin rombongan tidak sempat menyelamatkan tuan mudanya.
Straaing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah tuan muda ketiga, dimana sosok tersebut juga mengalami nasib yang sama.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, ketiga rombongan tersebut tidak sempat bereaksi sehingga tuan muda Klan mereka mati seketika.
" Lancang! Beraninya kamu membunuh tuan muda kami." Ketiga kelompok tersebut sangat marah, langsung melesat ke arah Liu Ryu yang sudah berdiri di depan mereka.
Melihat hal itu, Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan.
Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!
Pedang Naga Petir yang sudah diselimuti elemen Kehampaan, membuat pihak lawan menjadi berkeringat dingin.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan pedang dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.
Keempat Istri Liu Ryu yang menyaksikan kejadian tersebut, kini tidak tinggal diam langsung mengeluarkan pedangnya melesat ke arah Liu Ryu.
" Kita bunuh saja mereka." Ucap Xie Hua, sambil mengayunkan pedangnya.
Traaang! Traaang! Traaang!
Satu-persatu kelompok lawan mulai berjatuhan, dimana ketiga pemimpin rombongan semakin pucat.
Slash... Slash.. Slash..
Tebasan dan Gerakan dari Yunjiang, Yinshi, Yuwang dan Xie Hua sangat cepat seakan menebas benda yang tidak bergerak saja.
" Kalian terlalu bersemangat." Ucap Liu Ryu menggoda Istrinya di sela pertarungannya.
" Hentikan!" Salah satu pemimpin rombongan yang merasakan bahwa pihaknya akan mengalami kekalahan, kini langsung mengambil tindakan.
Liu Ryu dan Istrinya yang awalnya tidak ingin bertarung jika tidak terpancing, kini melompat ke belakang menjauhi kelompok tersebut.
" Siapa kalian sebenarnya? Apa kalian tidak takut dengan dengan Kekaisaran Han?" Salah satu Pemimpin rombongan bertanya kepada Liu Ryu.
" Awalnya aku tidak ingin bertarung. Tapi kalian telah berani menganggap Istriku sebagai mainan, maka aku akan membunuh dan menghancurkan Klan kalian." Liu Ryu berkata dengan nada dingin, sambil menatap tajam ke arah ketiga pemimpin rombongan.
Tentu ketiga pemimpin rombongan sangat marah, karena Liu Ryu telah membunuh tuan muda Klan dan beberapa sosok yang lain.
Namun setelah melihat kemampuan dari Liu Ryu dan keempat istrinya, ketiga pemimpin rombongan hanya bisa menahan diri.
" Kamu telah membunuh putra Patriak Klan kami, maka terimalah akibatnya." Ucap salah satu pemimpin rombongan.
Tanpa menjawab apapun Liu Ryu langsung mengeluarkan Lencana milik Kekaisaran Han, lalu menunjukkan kepada mereka.
" Gluug." Ketiga pemimpin rombongan menelan ludah kasar, saat melihat Lencana di tangan Liu Ryu.
" Hari ini juga aku akan menghancurkan Klan kalian semua." Ucap Liu Ryu dengan nada mengancam.
Sesaat ketiga pemimpin rombongan langsung berlutut di hadapan Liu Ryu yang diikuti yang lain.
" Ampun tuan Pendekar. Maafkan atas kelancangan kami." Ketiga pemimpin rombongan berkeringat dingin dengan tangan gemetar.
" Pergilah dari sini! Satu jam lagi, kami akan menghancurkan Klan kalian. Jangan harap kalian bisa melarikan diri." Ucap Xie Hua yang diikuti kemunculan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain dengan menggunakan topeng dan baju Zirah.
Melihat kejadian tersebut, ketiga pemimpin rombongan semakin panik, dengan buru-buru meninggalkan tempat tersebut.
Dengan adanya 5 sosok itu saja sudah dipastikan Klan mereka akan hancur, apalagi dengan kemunculan kelompok bertopeng.
Tentu mereka membicarakan hal itu kepada Patriak masing-masing agar Klan mereka tidak dihancurkan.
Saat rombongan telah pergi, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala karena sudah tau apa yang direncanakan oleh Istrinya.
" Suamiku, kamu tenang saja! Kita tunggu disini untuk menerima kompensasi." Ucap Yunjiang, sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Mereka pun mencari tempat untuk beristirahat, dimana Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain langsung kembali ke Dunia Quzhu.
Tidak lama kemudian tiga Tetua dari Klan berjalan mendekati Liu Ryu dan keempat istrinya yang sedang beristirahat.
" Tuan Pendekar, mohon maaf atas kejadian sebelumnya. Sebagai permintaan maaf kami, terimalah kompensasi dari Klan kami." Salah satu Tetua berlutut di hadapan Liu Ryu, sambil menyodorkan sebuah Cincin Ruang kepada Liu Ryu.
Begitupun dengan kedua Tetua yang lain, mereka juga memberikan sebuah Cincin Ruang kepada Liu Ryu.
" Kali ini kami maafkan kalian. Tapi jika kalian melakukan hal yang sama, maka kalian tau sendiri resikonya." Yuwang langsung mengambil Cincin Ruang tersebut, sambil memberi penekanan kepada ketiga Tetua.
Ketiga Tetua itupun bernafas lega karena Liu Ryu dan keempat istrinya tidak mempermasalahkan kejadian sebelumnya, meskipun dengan memberikan kontribusi yang sangat besar.
Ketiganya langsung berpamitan kepada Liu Ryu dan keempat istrinya, meskipun banyak pertanyaan di benak mereka.
Tentu saja mereka masih berfikir kemana kelompok bertopeng sebelumnya? Karena kemunculan kelompok bertopeng begitu tiba-tiba dan sekarang sudah menghilang.