SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 498. Ratu Siluman Kelelawar II


Menyaksikan fenomena alam yang sangat mengerikan, Liu Ryu menyelimuti tubuhnya dengan elemen Kehampaan.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Petir berwarna hitam menyambar tubuh Liu Ryu hingga berkali-kali, membuat Liu Ryu memuntahkan darah segar, hingga tersungkur ke tanah.


Di sisi lain ratu siluman kelelawar menyipitkan matanya, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu membunuh Liu Ryu, meskipun sosok itu sudah mendapatkan luka dalam.


Jika itu digunakan kepada makhluk yang lain, dapat dipastikan tubuh mereka akan menjadi kabut darah.


" Baru pertama kali aku menggunakan sihir ini selama dalam pertarungan melawan para raja dan ratu siluman hingga Dewa tertinggi. TapiĀ  Dewa yang satu ini masih mampu bertahan?" Gumam ratu siluman kelelawar, karena sebelumnya dia sudah memperkirakan bahwa Liu Ryu tidak sesederhana yang dipikirkan.


Karena itulah ratu siluman kelelawar menggunakan kekuatan penuh, untuk menghadapi Liu Ryu.


Sraaiiingg!


Liu Ryu yang sudah bangkit berdiri, langsung berpindah tempat ke arah samping ratu siluman kelelawar, lalu mengayunkan kepalan tangannya.


Bboooom!


Sebuah pukulan yang sangat kuat membuat tubuh ratu siluman kelelawar terpental hingga melebihi satu kilometer.


Namun ratu siluman kelelawar tidak mengalami apapun, bahkan tidak ada satupun kulitnya yang lecet.


" Pukulanmu cukup kuat, baru kali ini aku menemukan lawan yang mampu membuatku terpelanting." Ratu siluman kelelawar yang kembali melesat ke arah Liu Ryu, kini seakan mengejek kemampuan Liu Ryu.


Di sisi lain Liu Ryu hampir muntah darah, karena pukulannya tidak mampu membuat tubuh ratu siluman kelelawar remuk.


Sementara itu langit yang sangat gelap terus menyerang Liu Ryu dengan sambaran petir meskipun Liu Ryu berusaha untuk menghindar.


" Aku tidak tau bagaimana caramu bisa memiliki kekuatan sebesar ini." Ucap Liu Ryu, sambil meningkatkan kewaspadaan.


Tanpa berkata apapun, ratu siluman kelelawar kembali merapalkan sebuah mantra, lalu mengarahkan kedua tangannya ke depan.


" Sihir Kematian, Lautan Petir."


Buussshh!


Ratu siluman kelelawar kembali merapalkan sebuah mantra sihir, hingga terlihat tanah dibawah mereka menjadi lautan berwarna hitam yang diselimuti elemen Petir hitam.


Lautan petir hitam itupun mengeluarkan puluhan tali hingga memanjang dari elemen petir hitam, terus mengejar Liu Ryu seakan ingin mengikatnya.


" Sihir macam apa ini?" Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena petir hitam yang berbentuk tali, terus mengikuti arahnya.


" Seni Naga Kehampaan, Malapetaka."


Buussshh!


Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan ke arah lautan petir hitam, untuk mematahkan sihir tersebut.


Bboooom!


Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat lautan petir hitam yang diciptakan oleh ratu siluman kelelawar seakan menghilang.


Kini wilayah serangan menjadi kawah raksasa, hingga hutan yang berada di sekitar pertarungan telah lenyap.


Ratu siluman kelelawar tersenyum lebar, meskipun sihir yang dia gunakan masih belum mampu mengalahkan Liu Ryu.


" Sihir Kematian, Hutan Petir."


Buussshh!


Ratu peri merah kembali menciptakan sihir, hingga tercipta hutan yang memiliki pepohonan yang tercipta dari petir hitam.


Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!


Semua pepohonan yang diciptakan, memanjang hingga melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.


Liu Ryu langsung menciptakan bola Kehampaan, lalu melemparnya ke arah hutan yang diciptakan oleh ratu siluman kelelawar.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat membuat hutan yang tercipta dari petir hitam hancur berkeping-keping dimana ratu siluman kelelawar mendapatkan serangan balik hingga memuntahkan darah segar.


" Sepertinya aku terlalu ceroboh, karena terlalu meremehkan dewa ini." Gumam ratu siluman kelelawar, sambil mengusap mulutnya.


Wuush!


Ratu siluman kelelawar kembali melesat ke arah Liu Ryu, karena sihir yang dia gunakan seakan tidak berfungsi untuk menyerang Liu Ryu.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, kembali menimbulkan gelombang energi yang semakin menambah kerusakan di sekeliling mereka.


Bahkan seluruh hewan laut yang mendekati pulau ketiga langsung melarikan diri, akibat terjadi gempa bumi di pulau itu.


Craaakk!


Sebuah cakaran dari ratu siluman kelelawar mampu menembus pertahanan Liu Ryu, hingga membuat luka sayatan di dadanya.


Wuush!


Liu Ryu dengan buru-buru menjauhi ratu siluman kelelawar, karena konsentrasinya sedikit terganggu akibat serangan cakaran dari ratu siluman kelelawar mengandung racun mematikan.


Sementara di tempat lain, ratu siluman kelelawar sedikit kaget karena Liu Ryu masih mampu bertahan dari racun dari cakarnya.


Sesaat wajah ratu siluman kelelawar menjadi cerah, lalu menjilati darah Liu Ryu yang menempel di kukunya.


Buussshh!


Seketika angin puyuh menyelimuti tubuh ratu siluman kelelawar, hingga secara perlahan tubuhnya mulai membentuk sosok wanita dengan paras yang cantik, dimana kulitnya putih bersih dan halus.


" Gluug." Liu Ryu menelan ludah kasar, karena darahnya begitu berarti bagi ratu siluman kelelawar.


" Sepertinya aku tidak bisa melawannya. Lebih baik aku melarikan diri." Pikir Liu Ryu, karena berkat tetesan darahnya, kemampuan ratu siluman kelelawar justru semakin meningkat.


" Teleportasi."


Sriiiiiing!


Liu Ryu menghilang dari pandangan, untuk melarikan diri dari ratu siluman kelelawar dan menjauhi pulau itu secepat mungkin.


Melihat Liu Ryu yang menghilang dari pandangan, ratu siluman kelelawar tersenyum lebar, lalu memejamkan mata.


Wuush!


Liu Ryu yang berniat untuk melarikan diri, kini justru muncul di hadapan ratu siluman kelelawar.


Craaakk!


Sebuah cakaran bersarang di punggung Liu Ryu hingga menyemburkan darah segar.


Ratu siluman kelelawar tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk mengambil darah dari Liu Ryu yang menyembur ke wajahnya.


" Darahmu sangat manis." Ucap ratu siluman kelelawar yang sudah meminum darah yang menyembur dari luka sayatan di punggung Liu Ryu.


" Sialan." Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena dengan darahnya, membuat ratu siluman kelelawar semakin kuat.


Dalam keadaan panik, Liu Ryu berniat untuk kembali ke Dunia Quzhu agar bisa memulihkan diri ataupun mencari cara untuk mengalahkan ratu siluman kelelawar.


Lagi-lagi Liu Ryu tidak bisa kembali ke Dunia Quzhu, karena seakan terhalang oleh energi tidak kasat mata yang diciptakan oleh ratu siluman kelelawar.


" Sepertinya aku membutuhkan energi 'Yang' Matahari milikmu, sebelum membunuhmu."


Bboooom!


Bersamaan dengan ucapannya, ratu siluman kelelawar menciptakan pukulan, membuat Liu Ryu terpental lebih dari satu kilometer.


Wuush!


Ratu siluman kelelawar melesat cepat ke arah Liu Ryu, lalu menangkap kedua tangan Liu Ryu.


Jleeep! Jleeep!


Tanpa membuang waktu, ratu siluman kelelawar menancapkan taringnya di leher Liu Ryu, membuat tubuhnya mulai kelelahan.


Semakin banyak darah yang dihisap oleh ratu siluman kelelawar, tubuhnya mulai mengeluarkan aroma wangi yang membuat Liu Ryu mulai kehilangan kendali.


" Sialan... Kenapa di dunia ini memiliki makhluk sekuat ini?" Liu Ryu mengumpat dalam hati, berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan ratu siluman kelelawar.


Namun sekuat apapun Liu Ryu mencoba untuk memberontak, namun ratu siluman kelelawar masih mampu menahannya.