
" Suamiku, kami membersihkan diri dulu." Long Que Zhu menghilangkan rasa canggung dengan membawa Huang Que Yun pergi ke kamar mandi.
Tidak lama kemudian kedua gadis tersebut keluar dari kamar mandi sambil menatap ke arah Ryu yang tengah mempelajari Kitab lalu berjalan mendekatinya dan membaringkan diri di samping Ryu.
" Kenapa kalian gugup?" Tanya Ryu sambil mengembalikan Kitab ke Cincin miliknya lalu memegang tangan kedua gadis itu.
Tanpa menjawab apapun Long Que Zhu dan Huang Que Yun langsung memasang wajah memerah namun berusaha untuk menahan rasa gugup merapatkan diri mereka pada suaminya.
Ryu pun berinisiatif untuk melakukannya terlebih dulu karena kedua gadis itu masih terlihat kaku lalu mencium kening kedua Istrinya secara bergantian.
Karena Ryu memperlakukan mereka dengan lembut, kedua Istrinya saling berpandangan lalu melepaskan pakaiannya karena mereka berpikir akan melewati malam pertama.
Melihat tingkah kedua Istrinya, Ryu hanya tersenyum karena menurut itu terlalu cepat. Namun mengingat mereka belum berpengalaman, Ryu memaklumi hal itu.
Secara perlahan Ryu mulai melancarkan aksinya membuat kedua Istrinya tidak mampu menahan diri hingga mengeluarkan suara khas dari mulut mereka.
Karena itu adalah hal pertama bagi kedua Istrinya, Ryu tidak ingin terlalu cepat melakukan penyatuan meskipun kedua Istrinya sudah tidak sabar lagi untuk melakukan hal yang lebih.
Waktu terus berjalan Ryu telah berhasil menerobos masuk pertahanan Long Que Zhu sehingga wanita itu berteriak kesakitan meskipun ingin untuk dilanjutkan.
Setelah rasa sakit hilang, Long Que Zhu merasakan sesuatu yang nikmat hingga tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata bahwa dia sendiri lebih aktif dibandingkan suaminya hingga mencapai batas kemampuannya.
Begitupun dengan Huang Que Yun, dia juga mendapatkan hal yang sama dimana seluruh anggota tubuhnya terasa nyeri saat pertahanannya diterobos oleh benda besar dan keras, namun sesaat tergantikan dengan sesuatu yang berbeda dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Setelah berhasil melewati ritual malam pertama mereka, Ryu mencium kening kedua Istrinya lalu mengajak mereka untuk beristirahat.
*******
Pada keesokan pagi Ryu keluar dari kamar utama langsung menuju ruang pulau kecil tempat kediaman Tou Shuijing dan Jiu Tou She karena dia mendapatkan pesan jiwa dari mereka.
Sedangkan Long Bei Zhu dan yang lain langsung masuk ke kamar utama untuk melihat apa yang terjadi pada kedua rekan mereka.
" Yaah, mereka belum bangun." Ucap Huang Nan Yun saat melihat kedua wanita itu masih berbaring di atas Ranjang.
" Kenapa kalian kesini?" Huang Que Yun terlihat kesal karena kedatangan mereka begitu tiba-tiba sehingga mereka tidak sempat memakai pakaian mereka.
Kedua wanita itu pun dengan cepat menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
" Apa yang terjadi? Apa suami kita menyiksa kalian?" Tanya Long Nan Zhu dengan polosnya.
" Tidak! Justru kami sangat menikmatinya." Jawab Long Que Zhu senyum kebahagiaan.
" Benarkah? Bei Zhu, nanti malam giliran kita." Huang Bei Yun terlihat antusias begitu penasaran dengan dengan apa yang terjadi pada Long Que Zhu dan Huang Que Yun yang terlihat sangat bahagia.
" Baiklah... Aku juga tidak sabar." Long Bei Zhu juga ingin merasakan apa yang dikatakan Long Que Zhu.
" Lalu kenapa kalian belum bangkit dari tempat tidur?" Tanya Long Hong Zhu yang merasakan keanehan pada kedua wanita itu.
Mendengar ucapan tersebut Long Que Zhu dan Huang Que Yun saling berpandangan karena mereka sendiri merasa nyeri pada seluruh tubuh mereka akibat hukuman dari suami mereka.
" Bagaimana kami bisa berdiri, kalian masih ada disini." Huang Que Yun beralasan agar rencana mereka tidak ketahuan.
" Baiklah, kami akan menunggu di luar." Jawab Long Nan Zhu, lalu membawa yang lain keluar kamar.
Saat kedelapan gadis tersebut sudah pergi, Long Que Zhu dan Huang Que Yun menghela nafas berat hingga terlihat sebuah senyuman jahat mereka.
" Rasakan kalian nanti malam. Kalian juga pantas mendapatkan hukuman dari suami kita." Long Que Zhu tidak sabar ingin melihat reaksi dari rekan mereka saat melewati malam pertamanya.
Mereka pun mengambil sebuah Pil untuk memulihkan diri, lalu beranjak dari tempat tidur.
*******
( Pulau kecil di Dunia Quzhu )
Kini Ryu telah berada di tengah Tou Shuijing, Jiu Tou She, Pasukan Naga Gunung dan Pasukan Harimau Awan.
Jiu Tou She menceritakan kepada Ryu bahwa mereka sudah menghancurkan Sekte Iblis Neraka yang telah bersembunyi di kedalaman Hutan.
Ryu merasa senang dengan informasi tersebut, dimana dia tidak khawatir lagi dengan anggota Sekte Iblis Neraka.
" Sebentar lagi aku akan melakukan perjalanan, Baishan Heishan, Hongshan, Lanshan, Jinshan, Lao Tze... Aku ingin kalian tinggal di Benua Timur ini untuk meningkatkan Kultivasi kalian terlebih dulu." Ucap Ryu sambil menatap mereka.
" Tapi Tuan Penguasa, kami juga ingin menemani perjalanan Tuan Penguasa." Ucap Jinshan yang ingin pergi bersama Ryu.
" Aku tau itu, tapi tenaga kalian sangat dibutuhkan di Benua Timur ini. Saat aku sudah berada di Dunia Tiantang, aku akan membawa kalian kesana. Dan pada saat itu aku harap kalian sudah mencapai tingkat Semesta. Karena saat itulah tenaga kalian sangat dibutuhkan." Ryu tidak ingin Kultivasi mereka terganggu saat melakukan petualangan.
Apalagi mereka baru saja sampai di Dunia Abadi yang tentu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan diri terhadap energi alam yang ada di Dunia Abadi.
Ryu juga berjaga-jaga jika terjadi penyerangan dari Dunia Tiantang terhadap anggota keluarganya.
" Baiklah Tuan Penguasa, kami akan berjanji akan lebih kuat lagi dan menunjukkan kemampuan pasukan Naga Gunung." Ucap Baishan yang juga tidak ingin merepotkan Ryu saat melakukan perjalanan.
" Bukan hanya pasukan Naga Gunung, tapi juga pasukan Harimau Awan." Lao Tze juga tidak mau kalah.
" Mmmm... Kalian bisa tinggal di Bukit Yexuan. Biar Mayi yang mengurus Sumberdaya yang kalian butuhkan." Ucap Ryu lalu menciptakan sebuah Teleportasi untuk membawa mereka ke Bukit Yexuan.
Mereka pun satu-persatu masuk ke pintu teleportasi tersebut hingga dalam hitungan detik mereka telah berpindah di Bukit Yexuan.
Para Pasukan Semesta yang kebetulan berada di tempat itu terlihat kaget saat melihat kedatangan sosok raksasa dari pasukan Naga Gunung yang memiliki ukuran tubuh raksasa.
Meskipun terlihat kaget, namun tidak merasa takut sedikitpun karena Kultivasi mereka jauh lebih tinggi dari Pasukan Naga Gunung dan Pasukan Harimau Awan.
" Salam Dewa Agung." Wu Tian dan yang lain memberi hormat.
Begitupun dengan Zi Mayi, Zi Mifeng dan bawahannya, mereka masing-masing menundukkan kepala kepada Ryu.
" Mayi, Mifeng... Kalian aku percayakan untuk memenuhi kebutuhan Sumberdaya untuk mereka." Ryu menatap mereka bergantian.