
Sambil menangkis bilah bulan sabit dari mulut siluman mimpi, Liu Ryu memikirkan cara untuk menghadapi makhluk tersebut.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping siluman mimpi, lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
" Seni Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."
Ccuuumbb!
Sebuah tembakan Qi unsur Kehampaan melesat cepat ke arah siluman mimpi.
Bboooom!
Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat tubuh siluman mimpi terpental puluhan meter.
Namun siluman mimpi seakan tidak terpengaruh dengan serangan dari Liu Ryu, justru tubuhnya semakin membesar dan lebih kuat dari sebelumnya.
GOOAAAH!
Wuush! Wuush! Wuush!
Bilah bulan sabit yang awalnya sempat terhenti akibat serangan dadakan dari Liu Ryu, kini keluar dari mulut siluman mimpi, mengarah kepada Liu Ryu dengan ukuran dan ketajaman lebih kuat dari sebelumnya.
Sambil menangkis serangan dari siluman mimpi, Liu Ryu menyipitkan matanya karena serangan sebelumnya justru membuat siluman mimpi lebih kuat dari sebelumnya.
" Sepertinya serangan unsur elemen dariku, justru menambah kekuatan makhluk ini." Gumam Liu Ryu, sambil menangkis serangan dari siluman mimpi.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke tempat samping kanan siluman mimpi, lalu mengayunkan tongkat di tangannya.
Bboooom!
Sebuah pukulan keras bersarang pada siluman mimpi, hingga terlempar ke udara.
Buussshh!
Siluman mimpi itupun kembali membesar dari sebelumnya, seakan serangan dari Liu Ryu justru memberi asupan tenaga kepadanya.
" Kenapa bisa begini?" Liu Ryu seakan tidak percaya jika makhluk yang menjadi lawannya masih dalam keadaan baik-baik, meskipun dia sudah menggunakan kekuatan penuh untuk menyerang lawannya.
" Apa kamu pikir bisa mengalahkanku? Jangan mimpi."
GOOAAAH!
Bersamaan dengan ucapannya, siluman mimpi kembali mengeluarkan bilah bulan sabit dari mulutnya.
Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena serangan bilah bulan sabit seakan tidak ada habisnya keluar dari mulut siluman mimpi.
Sambil menangkis serangan bilah bulan sabit, Liu Ryu mengingat kembali saat dia mendapatkan anugerah dari penguasa elemen, sehingga setiap serangan unsur elemen justru akan membuatnya lebih kuat.
Sayangnya anugerah dari penguasa elemen mulai menghilang dari Liu Ryu, karena dia telah melanggar aturan alam semesta demi memperkuat semua Istrinya.
" Ohhh..." Liu Ryu menaikan alisnya, karena Tongkat Api miliknya mengandung unsur api, sehingga tidak cocok untuk melawan siluman mimpi yang berada di depannya.
Wuush!
Liu Ryu melesat ke sebuah arah, seraya memasukkan kembali Tongkat Api, lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.
Di sisi lain siluman mimpi sama sekali tidak menghentikan serangannya, membuat Liu Ryu kesulitan untuk mencari celah agar bisa mendekati siluman mimpi.
Dengan kata lain Liu Ryu hanya bisa menggunakan teknik teleportasi untuk mengalahkan siluman mimpi yang kebal terhadap unsur elemen.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke samping siluman mimpi, lalu mengayunkan pedangnya.
Craaakk! Kwaaahhh!
Craaakk! Kwaaahhh!
Craaakk! Kwaaahhh!
Tebasan demi tebasan dari Pedang Naga Petir, membuat ukuran siluman mimpi secara perlahan mulai mengecil.
Merasakan serangan tebasan dari Liu Ryu, siluman mimpi itupun berbalik arah, untuk menyerang balik ke arah Liu Ryu.
GOOAAAH!
Siluman mimpi kembali mengeluarkan bilah bulan sabit, dari mulutnya ke arah Liu Ryu, dengan kecepatan penuh.
Wuush!
Liu Ryu kembali melompat ke sebuah arah, untuk menghindari serangan dari siluman mimpi.
Jika saja Liu Ryu belum mencapai Bintang Dewa, dapat dipastikan dia tidak bisa bertahan lebih lama, karena kecepatan dan kekuatan serangan dari siluman mimpi tidak bisa dianggap remeh.
Terlebih serangan jarak jauh dengan menggunakan unsur elemen, justru menambah kekuatan siluman mimpi.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah belakang siluman mimpi, sambil mengayunkan pedangnya.
Craaakk! Kwaaahhh!
Craaakk! Kwaaahhh!
Craaakk! Kwaaahhh!
Tebasan demi tebasan dari Liu Ryu bersarang pada tubuh siluman mimpi, hingga mengeluarkan suara *******.
Meskipun tebasan dari Liu Ryu seakan tidak bisa melukai siluman mimpi, namun setiap tebasan tersebut membuat ukuran siluman mimpi semakin mengecil.
Bahkan serangannya juga semakin melemah, hingga serangan bilah bulan sabit dari siluman mimpi seakan menggelitik tubuh Liu Ryu.
" Menarik." Liu Ryu menaikan alisnya, sambil menatap ke arah siluman mimpi yang kini hanya seukuran kepalan tangan.
Meskipun siluman mimpi terus mengeluarkan bilah bulan sabit dari mulutnya, namun kali ini Liu Ryu tidak merasakan apapun, karena kekuatan serangan dari siluman mimpi tidak bisa menggores kulit Liu Ryu.
Craaakk!
Liu Ryu menebas siluman mimpi yang berbentuk telur, hingga terbelah menjadi dua bagian.
" Aku tidak menyangka jika ada makhluk seperti ini." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah siluman mimpi yang sudah mati.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung terbang ke arah pulau melayang berikutnya, hingga tatapannya tertuju pada sosok berbentuk telur seperti yang dia bunuh sebelumnya.
Menyadari kehadiran Liu Ryu, siluman mimpi itupun terbangun dari tidurnya sambil menatap ke arah Liu Ryu.
Jadi raja dan ratu peri meminta bantuanmu untuk mengambil wilayah mereka kembali?" Tanya siluman mimpi, sambil menyelimuti tubuhnya dengan uap berwarna merah.
Tanpa berkata apapun, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya, karena sosok yang berada di depannya tidak bisa dianggap remeh, meskipun berbentuk telur.
" Karena kamu sudah membangunkan tidurku, maka harus tidur disini untuk selamanya."
GOOAAAH!
Cliiing!
Bersamaan dengan ucapannya, siluman mimpi mengeluarkan sebuah pelindung transparan mengelilinginya.
Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena merasa ada sesuatu yang tidak beres dari siluman mimpi yang berada di depannya.
Setelah menunggu waktu cukup lama, siluman mimpi tidak melakukan pergerakan apapun, sehingga Liu Ryu berinisiatif untuk menyerang terlebih dulu.
" Teleportasi."
Sriiiiiing!
Liu Ryu berpindah tempat ke tempat depan siluman mimpi, sambil mengayunkan pedangnya.
Craaakk! Kwaaahhh!
Sebuah tebasan bersarang pada siluman mimpi, namun tidak terjadi apapun.
Cliiing!
Sebuah energi aneh seakan memantulkan kembali serangan dari Liu Ryu, membuatnya sontak kaget.
Craaakk!
Craaakk!
Craaakk!
Energi dari pelindung transparan menciptakan siluet pedang, mengarah kepada Liu Ryu, hingga tiga kali mendapat luka sayatan di tubuhnya, karena tidak sempat menghindar.
Liu Ryu melesat untuk menjauhi siluman mimpi, karena serangan dari pihak lawannya mirip dengan serang Pedang Naga Petir miliknya.
" Kenapa bisa seperti ini?" Liu Ryu bergumam, sendiri memegang dadanya yang terkena luka sayatan.
Meskipun pertarungan tersebut sangat sederhana, namun ada suatu keanehan dari siluman mimpi yang berada di depannya.
" Lebih baik aku melakukannya sekali lagi."
Wuush!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu melesat ke arah belakang siluman mimpi, lalu mengayunkan pedangnya.
Craaakk! Kwaaahhh!
Sebuah tebasan bersarang pada siluman mimpi, diikuti desahnya, namun tidak menimbulkan luka sedikitpun.