
Merasakan apa yang dikatakan Xie Xian ada benarnya, Ryu langsung melesat ke arah puncak gunung tersebut dimana ditempat tersebut dipenuhi butiran salju.
Tidak hanya itu, semua pepohonan juga terlihat berwarna putih karena semua ditutupi oleh salju.
" Hmmm." Ryu merasakan ada aura yang sangat kuat sedang menuju ke arahnya.
Rrraawr!
Terlihat sosok berwarna putih berukuran besar sedang berlari ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi.
Bahkan dengan hentakan kakinya juga menimbulkan gempa kecil.
" Makhluk kuno?" Ryu menyipitkan matanya sambil menatap ke arah sosok tersebut.
Sosok itu tidak lain adalah Yetti yang juga sebagai makhluk kuno yang mendiami gunung bersalju juga sangat pemalu.
Namun disamping memiliki sifat penyendiri dan pemalu, Yetti juga sangat pemarah jika ada yang berani mendekati wilayahnya.
Rrraawr!
Sosok Yetti langsung melompat ke arah Ryu tanpa peringatan apapun dengan mengayunkan kepalan tangannya.
Sesaat wilayah sekitar yang awalnya sangat dingin, kini bertambah dingin berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Melihat hal itu, Ryu juga tidak tinggal diam langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya untuk menjajal kemampuan fisiknya.
Traaang!
Bboooom!
Pertemuan antara Pedang Naga Petir dan tinju dari Yetti menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat diikuti elemen es yang membuat gerakan Ryu sedikit melambat.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Yetty mengayunkan kedua kepalan tangannya dengan kecepatan tinggi untuk meremukkan tubuh mungil Ryu.
" Kamu pikir bisa mengalahkanku dengan mudah?" Ryu yang terus menahan tinju dari Yetti dengan menggunakan Qi yang sangat besar.
Melihat serangannya yang berhasil dipatahkan, Yetty langsung mendorong tubuhnya ke belakang hingga saat bertumpu di tanah, membuat retakan tanah di wilayah tersebut.
" Sudah lama aku tidak mendapatkan lawan yang seimbang. Aku sangat bersemangat untuk menjajal kemampuanmu." Ucap Yetty, lalu menciptakan hujan salju yang membuat wilayah tersebut menjadi beku.
" Badai Salju."
Yetty langsung menyatukan kedua telapak tangannya, hingga tercipta bola salju yang membuat Ryu merasa kedinginan.
" Pelindung Kehampaan."
Ryu langsung menyelimuti tubuhnya dengan elemen yang dia miliki, hingga sesaat Ryu tidak merasakan dampak dari hawa dingin tersebut.
" Hmmm... Baru kali ini ada orang yang bisa menahan badai Salju yang aku ciptakan." Sosok raksasa yang berbentuk seekor kera raksasa berwarna putih menyipitkan matanya sambil menatap ke arah Ryu.
" Tombak Es."
Yetty mengeluarkan Qi dalam jumlah besar hingga tercipta puluhan tombak dari elemen Es.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Puluhan tombak es melesat cepat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi disertai dengan perubahan hawa dingin semakin meningkat.
" Transformasi."
Straaing!
Ryu berpindah tempat, lalu muncul di leher bagian belakang Yetty sambil mengeluarkan Qi di kakinya.
" Tendangan Kehampaan."
Wuush!
Ryu mengayunkan kakinya ke arah leher Yetty dengan kecepatan tinggi.
Merasakan adanya arah serangan, Yetty langsung membalikkan badannya lalu menyatukan kedua tangannya untuk melindungi diri.
Bboooom!
Tendangan keras yang dialiri Qi elemen Kehampaan membuat tubuh raksasa Yetty terlempar puluhan meter.
Begitupun dengan Ryu, dia juga terlempar sangat jauh dari tempat semula, perbedaan bobot tubuh mereka.
" Manusia ini sangat berbahaya." Yetty memasang wajah serius karena dari segi ukuran tubuh, mereka layaknya semut dan gajah.
Namun kenyataannya Yetty yang memiliki ukuran tubuh raksasa bisa terlempar jauh.
Rrraawr! Rrraawr!
Yetty meraung keras hingga seluruh wilayah tersebut hancur berkeping-keping akibat gelombang kejut yang keluar dari mulutnya.
" Tinju Penghancur Daratan."
Bboooom! Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Dua tinju raksasa melesat cepat ke arah Ryu, hingga seluruh gunung tersebut bergetar hebat.
Bahkan akibat Gempa tersebut semua hewan buas berlarian ke berbagai arah untuk menyelamatkan diri dari amukan Yetty.
Begitupun dengan Xie Xian dan Istri Ryu yang lain, mereka juga merasakan hal yang sama. Namun hal itu menjadi keuntungan bagi mereka untuk membunuh hewan buas yang sedang berlarian.
Di sisi lain Ryu yang sedang berhadapan dengan Yetty, kini memasang wajah serius karena kekuatan fisik Yetty sangat mengerikan.
Dengan kecepatan berpindah tempat, Ryu berusaha untuk menghindar dari serangan tersebut.
Namun Yetty juga tidak ingin melepaskan Ryu. Dimana sosok tersebut muncul, Yetty langsung melompat ke arah tersebut untuk melakukan serangan.
Melihat kecepatan dari pihak lawan, Ryu menjadi terlihat bersemangat untuk menjajal kemampuannya sesekali membenturkan serangannya yang membuat Yetty mundur beberapa langkah kebelakang.
" Hukum Es"
Traaang!
Yetty menciptakan balok Es mengelilingi tubuh Ryu dengan serangan penguncian.
" Teleportasi."
Straaing!
Ryu kembali berpindah tempat untuk menghindari arah serangan, yang bisa mengunci tubuhnya.
Traaang!
Teknik yang digunakan Yetty langsung dipatahkan, dimana Ryu sudah berada di atas kepala Yetty tersebut.
" Tebasan Kehampaan."
Ryu mengangkat Pedang Naga Petir tinggi-tinggi, lalu mengayunkan pedangnya untuk membelah kepala Yetty.
" Raungan Bencana Es."
Ggooooaaarr!
Yetty yang menyadari arah serangan yang berada di atas kepalanya, langsung menciptakan raungan keras membuat gelombang kejut tertuju pada Ryu.
Aaarrrggghhhh!
Akibat serangan raungan tersebut, tubuh Ryu terlempar ke udara dengan kecepatan tinggi, merasakan seluruh tubuhnya dicabik-cabik.
Wuush!
Yetty kembali melompat ke arah Ryu yang berada di udara, dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.
" Sangat cepat." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Yetty yang sudah berada di dekatnya.
" Teleportasi"
Straaing!
Ryu tidak ingin mengambil resiko, langsung menghindar dengan menggunakan teknik teleportasi.
" Apa? Seberapa banyak Qi yang dimiliki manusia itu?" Yetty membulatkan mata karena Ryu berkali-kali menggunakan teknik teleportasi.
Dengan kecepatan tinggi, Yetty langsung melesat ke arah Ryu yang baru saja keluar dari ruang hampa.
" Sialan... Insting Yetty ini sangat peka." Ryu menggerutu karena baru saja muncul dari ruang hampa, kini kepalan tangan raksasa hanya tinggal setengah meter dari tubuhnya.
Bboooom!
Tubuh Ryu terpental keluar dari puncak gunung tersebut dimana langsung jatuh ke arah kaki gunung.
" Uhuuk." Ryu memuntahkan darah segar, tidak menyangka bahwa Insting dan kecepatan serangan Yetty bisa mengimbangi teknik teleportasi.
" Suamiku." Xie Xian dan yang lain langsung melesat cepat ke arah Ryu yang sedang terluka.
" Kalian tidak perlu khawatir." Ucap Ryu sambil menatap ke arah puncak gunung tersebut.
Straaing!
Ryu kembali berpindah tempat ke arah puncak gunung, dimana Yetty juga merasakan kehadirannya.
" Aku akui kehebatanmu manusia. Baru kali ini aku bisa berkeringat saat bertarung." Yetty menyeringai lebar sambil menatap ke arah Ryu yang melayang di udara.
Tentu sebagai makhluk kuno, Yetty sudah lama hidup dan sudah banyak melakukan pertarungan.
Bahkan bagi mereka yang sudah mencapai puncak Kultivator juga berpikir dua kali untuk berhadapan dengan Yetty yang memiliki kekuatan yang tidak terukur.
Namun bagi Ryu sendiri, tentu tidak ingin melepaskan buruannya, karena Inti Jiwa dari makhluk kuno bisa membantunya agar lebih kuat lagi.