PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TURUN GUNUNG


"Tapi bukannya kamu vegetarian, seperti semua yang ada di Xu San..?"


Hong Yi tersenyum dan berkata,


"Kamu paman guru ku, kamu masak begini buat di makan, kamu boleh makan, tentu aku juga boleh dong.."


Fei Yang tersenyum Canggung sambil menggaruk kepalanya, dia berkata.


"Aku baru bergabung, aku tidak terbiasa dengan cara makan di Xu San."


"Guru juga gak memaksa ku untuk bervegetarian, asal aku ingin,.. aku boleh bebas memasak sendiri makan sendiri.."


ucap Fei Yang beralasan.


"Sebaliknya kamu beda, kamu sudah ikut Xu San dari kecil, bila tiba-tiba sekarang makan makanan begini apa kamu tidak jijik..?"


Belum juga selesai ucapan Fei Yang, Hong Yi sudah mengigit mengunyah dan menelan bola daging di hadapannya.


Saat ucapan Fei Yang selesai, Hong Yi sudah mengambil bola daging kedua dengan sumpitnya.


Sambil tersenyum dia berkata,


"Aku hanya mengikuti aturan perguruan saja, karena masakan yang di sediakan hanya sayuran, ya aku makan saja..'


"Tapi bila ada pilihan, aku juga tidak berpantang untuk mencicipinya."


Fei Yang tidak jadi melanjutkan kata-katanya lagi, dia mulai menikmati makanan di hadapan nya.


Melihat Hong Yi makan dengan bebas dan lahap.


Fei Yang sesekali membantu mengarahkan sumpit Hong Yi, untuk mengambil dan mencicipi semua masakannya.


Hong Yi juga cukup hebat, dia hanya perlu sekali saja di bantu, berikutnya dia sudah hapal posisi letak masakan yang ingin di ambilnya.


Hari hari berlalu dengan cepat, tanpa terasa sebulan sudah berlalu, berbagai cara sudah Fei Yang lakukan.


Tapi sepasang mata Hong Yi tetap belum berhasil dia sembuhkan.


Fei Yang sendiri mulai meragukan kemampuan nya dalam ilmu pengobatan.


Hampir semalaman Fei Yang membaca buku pengobatan peninggalan Malini secara berulang-ulang, tapi dia tetap tidak menemukan cara baru, yang belum pernah di cobanya untuk mengobati sepasang mata Hong Yi.


Pagi itu Fei Yang duduk termenung, di halaman belakang pondok.


Sambil terus menatap kearah kolam air terjun.


Selagi Fei Yang sedang duduk termenung, tahu tahu Hong Yi sudah duduk di sebelahnya dan berkata,


"Adik Yang, apa yang sedang kamu pikirkan..?"


Hong Yi bisa mengetahui keberadaan Fei Yang, lewat indera pendengaran dan penciumannya.


Dia sengaja menghadiahkan sebuah tas kecil, yang berisi kayu wangi, dan meminta Fei Yang selalu mengenakan nya di pinggang.


Sehingga dia bisa menggunakan wangi aroma itu, untuk mendeteksi keberadaan Fei Yang dengan lebih mudah.


Fei Yang tersenyum pahit dan berkata,


"Maaf kakak Yi,.. Fei Yang kurang pandai, sudah sekian lama mengobati mata kakak, tapi tetap saja belum ada hasilnya."


"Oh itu,.. itu bukan masalah, tak perlu di risaukan, kakak tahu kamu sudah berusaha.."


"Kamu bersedia temani kakak dan mengobati kakak, Kakak pun sudah sangat berterimakasih.."


"Ini bukan salah mu, penyakit mata kakak lah, yang terlalu parah dan sulit untuk di obati..'


ucap Hong Yi sambil menepuk lembut bahu Fei Yang.


Fei Yang melirik Hong Yi sebentar, kemudian dia menghela nafas panjang dan berkata,


"Kakak sebenarnya ada cara lain dalam pengobatan nya, yaitu dengan cara racun lawan racun.."


"Tapi sebelumnya, kita harus tahu dulu, racun ada yang masuk kedalam mata kakak.."


"Baru kita bisa mencari obat penawarnya.'


"Hanya saja cara ini sangat beresiko, salah sedikit saja, bukan kesembuhan yang di peroleh, bisa bisa kakak jadi cacat buta permanen, atau bahkan mungkin bisa saja kehilangan nyawa."


ucap Fei Yang serius.


Hong Yi tersenyum dan berkata,


"Kalaupun kelak gagal sekalipun, dan apapun resiko yang terjadi."


"Aku tidak akan pernah menyesalinya, kamu juga tidak perlu merasa bersalah."


"Ini sudah merupakan takdir ku, aku sudah lama bersiap diri menerimanya.."


ucap Hong Yi santai.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak kakak Yi, aku tidak akan pernah mengecewakan harapan mu untuk sembuh.."


"Ayo kita tinggalkan tempat ini, pergi mencari tetua bendera ungu Hei Mo Pang, syukur bila dia punya penawarnya."


"Bila tidak, aku akan membuatnya merasakan seperti yang kakak rasakan.."


"Nanti biar aku mencari dan meneliti sendiri racun dan penawarnya.."


ucap Fei Yang mantap.


Hong Yi mengangguk dan berkata,


"Terserah adik Yang, kakak nurut saja bagaimana baiknya."


"Ayo kak,.. biar Fei Yang bantu kakak bersiap siap.."


ucap Fei Yang sambil menggandeng dan menuntun Hong Yi kembali kedalam rumah.


Fei Yang membantu Hong Yi bersiap siap, lalu mereka berdua pun bergerak meninggalkan puncak gunung Xuan Wu.


Hong Yi meski tidak bisa melihat, tapi dia terlihat sangat bahagia dan gembira.


Sejak kecil dia di bawa oleh Li Sian Sian ke gunung Xuan Wu,.semenjak hari itu hingga saat ini.


Ini adalah pertama kalinya, dia meninggalkan puncak gunung Xuan Wu.


Sehingga Hong Yi terlihat sangat menikmati perjalanan menuruni gunung Xuan Wu.


Melihat kegembiraan Hong Yi, Fei Yang pun ikut terbawa suasana.


Fei Yang memetik selembar daun, sambil berjalan menuruni lereng gunung dengan bergandengan tangan bersama Hong Yi.


Fei Yang mulai meniup daun tersebut dengan bibirnya, mendendangkan lagu riang, mengiringi perjalanan mereka.


Hong Yi sangat senang mendengar lantunan irama suara, yang ditiup oleh Fei Yang, dengan menggunakan selembar daun.


Tanpa mereka berdua sadari mereka telah tiba di kaki gunung Xuan Wu.


Melihat matahari mulai naik tinggi, cuaca mulai panas, Fei Yang mempercepat gerakannya, sambil membawa Hong Yi terbang melintasi daerah Padang batu yang tandus.


Saat memasuki daerah hutan yang rindang, Fei Yang baru memperlambat gerakannya, dan kembali melanjutkan perjalanan dengan langkah santai.


"Kakak Yi, maaf ya,.. Fei Yang tadi sedikit menarik kakak untuk bergerak cepat.."


ucap Fei Yang tidak enak hati, karena gerakannya yang terlalu cepat, Hong Yi sedikit di angkat olehnya, hingga sedikit terseret tanpa menyentuh tanah.


Hong Yi tersenyum dan berkata,


"Tempat tadi sangat panas, kita memang harus bergerak cepat, berbeda dengan tempat ini yang sejuk.."


"Kamu tidak perlu minta maaf adik Yang, kakak mengerti.."


Fei Yang mengangguk, lalu dia mengeluarkan sebuah tas kulit, tempat air minum, lalu diberikan ke Hong Yi dan berkata,


"Kakak Yi pasti haus,. minumlah kak baru kita lanjutkan perjalanan kita.."


Hong Yi mengangguk, dia menerima tawaran Fei Yang sambil tersenyum senang.


Dia langsung minum tanpa sungkan, selesai minum dia baru mengembalikannya ke Fei Yang, dan berkata


"Terimakasih adik Yang, sekarang kamu juga minumlah sedikit."


Fei Yang menerimanya sambil menganggukkan kepalanya, tapi baru saja, dia ingin membawa kantong air ke mulutnya.


Tiba-tiba tanah tempat mereka berdiri berguncang hebat, hingga merekah dan membentuk jurang jurang sempit yang sangat dalam.