PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TERJEBAK DALAM FORMASI


Fei Yang dengan mata terpejam tanpa melihat cermin, juga mematikan indera pendengarannya.


Dia menyerahkan semuanya kepada kata hatinya.


Perlahan lahan samar samar dia mulai bisa melihat Sen Kung Bao yang berkelebat kesana kemari.


Menyerangnya dengan sepasang gelang lingkaran emasnya dari tempat tersembunyi.


Semakin lama semua semakin jelas, sedangkan serangan gelang yang juga ikut terbaca.


Selalu bisa di hindari Fei Yang, atau terkadang kadang di tangkis membalik kearah asal datangnya.


Setelah berhasil memastikan keberadaan keberadaan Sen Kung Bao.


Fei Yang yang berpura pura tidak menyadari keberadaannya, sengaja membiarkan Sen Kung Bao membokong dirinya.


Tapi tepat di saat kedua gelang di lepaskan oleh Sen Kung Bao, Fei Yang menghilang dari posisinya.


Muncul tepat di belakangnya menikamnya dengan pedang Mestika Panca Warna.


Sen Kung Bao pun roboh tak berkutik dengan punggung hingga perut berlubang.


Semua cermin yang mengelilingi Fei Yang langsung retak retak, sesaat kemudian pecah hancur berkeping-keping dengan sendirinya.


Tiba-tiba lantai bergerak dan bergetar, lalu ambruk kebawah.


Fei Yang pun ikut terbawa melayang ke bawah, hingga akhirnya muncul di sebuah arena baru di mana pemandangan sekitar adalah api berkobar kobar.


Bahkan lantai dan langit pun berwarna merah.


Hawa yang sangat panas muncul mengelilingi Fei Yang dan seluruh penjuru tempat itu.


Sakit panasnya rambut dan pakaian mulai terbakar.


Fei Yang buru buru mengerahkan tenaga es pelindung, sehingga hawa panas kini sudah tidak terasa lagi.


Kondisi sekitar tempat itu, kini tidak membawa pengaruh buat Fei Yang.


Tubuh Sen Kung Bao yang tadi tergeletak di hadapannya, kini berubah menjadi sebatang kayu.


Di mana kayu tersebut mulai terjilat api, tak lama kemudian langsung hangus terbakar menjadi abu.


"Ingin membunuh ku..?"


"Kamu masih belum pantas, cobalah lebih cerdas lagi..Ha,..ha..ha..ha.."


Terdengar suara Sen Kung Bao yang datang secara berputar-putar tanpa di ketahui datangnya dari mana.


Fei Yang menghela nafas kecewa, ternyata yang di habisi nya bukanlah Sen Kung Bao.


Dia telah di tipu mentah mentah oleh ilusi yang di buat Sen Kung Bao.


Sen Kung Bao ternyata menjadikan sebatang kayu sebagai pengganti dirinya.


Sedang Sen Kung Bao asli tidak ketahuan di mana keberadaannya.


Di saat Fei Yang sedang mencoba menganalisa keberadaan Sen Kung Bao dan cara memecahkan formasi Api neraka ini.


Sebuah Bola api raksasa' tiba tiba muncul menabrak kearah Fei Yang.


Setelah Fei Yang menghindar beberapa kali, tapi Bola api raksasa' itu masih terus mengikutinya.


Fei Yang akhirnya melepaskan pukulan Tapak es, yang memunculkan seekor Naga Es.


Menerjang menyambut Bola api raksasa' itu.


"Boooom..!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, saat kedua energi bertemu.


Naga es hancur tak berbekas, bola api meledak hancur pecah berkeping-keping.


Tapi sesaat kemudian malah muncul ratusan bola api mengejar kearah Fei Yang.


Ratusan bola api itu terbentuk dari pecahan kepingan bola api, yang meledak tadi.


Fei Yang menjadi sibuk menghindari terjangan bola api yang bergerak mengepung nya dari segala penjuru.


Beberapa saat menghindar, Fei Yang akhirnya melepaskan energi pedang es nya.


Enegi pedang es melesat kesegala penjuru, menghancurkan bola api yang mengepungnya.


Sebelum bola api yang pecah membentuk bola api baru, jutaan Pedang es terus mengejar dan menghancurkannya.


Setelah bola api berhasil di hancurkan energi pedang es kembali menyatu kedalam tubuh Fei Yang.


"Bocah tengik, kamu jadi mengingatkan pada seseorang, oleh karena nya.."


"Aku sudah putuskan, tidak akan membiarkan mu keluar hidup hidup dari tempat ini."


"Mampuslah bocah tengik..!"


Kembali terdengar suara yang datangnya berputar putar.


Dari suaranya, jelas terlihat Sen Kung Bao mulai gerah dan geram dengan kemampuan Fei Yang.


Karena Fei Yang mengingatkan dirinya akan kakak seperguruan yang sangat di benci dan di takuti nya Ciang Ce Ya.


Begitu suara itu hilang, dari arah langit dan seluruh tempat itu, muncul suara bergemuruh hebat.


Tiba-tiba dari berbagai arah muncul mata pedang api menerjang kearah Fei Yang dengan jumlah tak terhingga.


Bukan hanya dari atas saja, tapi dari bawah dan sekeliling Fei Yang,


Dari semua tempat meluncur mata pedang api yang tiada putus putus, menerjang kearah Fei Yang.


Fei Yang kembali menghentakkan jutaan mata Es bergerak menyambutnya.


Benturan tak terhindarkan terjadi di mana mana menimbulkan kabut asap putih dan bunyi seperti es terkena sesuatu yang panas.


"Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..!"


Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..!"


Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..!"


Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..! Cesss,..!"


Awalnya terlihat pedang es Fei Yang berhasil menekan balik dan menghancurkan energi.pedang api yang datang.


Tapi berhubung energi pedang api itu datangnya tidak putus putus.


Perlahan-lahan tapi pasti jutaan energi pedang es mulai terpukul mundur sedikit demi sedikit.


Sambil menambah kekuatan menciptakan gelombang serangan baru, Fei Yang berpikir.


Bila terus seperti ini, cepat lambat tenaganya akan habis, dirinya akan menjadi sasaran empuk, pedang api yang mengurungnya dari segala penjuru itu.


Fei Yang harus memeras otak untuk keluar dari situasi ini.


Fei Yang tiba tiba teringat dengan 5 unsur yang saling mendukung juga menjinakkan.


Tanah yang jumlahnya tak terbatas juga merupakan salah satu unsur yang bisa memadamkan api selain air.


Mendapatkan pencerahan ini, Fei Yang menghentikan pengerahan tenaga inti es nya.


Dia kini memilih, memanfaatkan unsur tanah dan air membentuk lumpur, untuk menahan serangan pedang api, yang tidak ada putusnya.


Dengan cara ini Fei Yang tanpa mengeluarkan banyak tenaga sakti, dia tetap bisa membentuk tembok lumpur menahan serangan yang.datang.


Fei Yang kembali memejamkan matanya, menggunakan nalurinya untuk melacak keberadaan Sen Kung Bao.


Bila orang itu hancur otomatis, formasi ini akan ikut hancur.


Saat pedang api hampir menembus pertahanan Fei Yang.


Fei Yang sudah menghilang dari tempat itu menembus tanah dengan pedang Mestika Panca Warna.


Sesaat kemudian terlihat Fei Yang muncul kembali kepermukaan tanah dengan sesosok tubuh manusia tersate di pedangnya yang teracung keatas.


Dengan sekali hentak tubuh itu hancur berkeping-keping.


Tanah kembali berderak hebat lalu melesak kebawah, Fei Yang kembali terjatuh.


Lalu muncul di arena baru yang berwarna kehijauan, di mana sekitar arena di kelilingi oleh pohon pohon besar raksasa.


Usia pohon pohon itu mungkin mencapai ribuan tahun, baru bisa terbentuk pohon sebesar itu.


pikir Fei Yang dalam hati saat mengedarkan pandangannya.


Fei Yang sadar meski dia sudah menghancurkan dua formasi, tapi dia masih tidak tahu .


Sebenarnya si Sen Kung Bao ada berapa formasi lagi yang sedang menantinya.