PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
UJIAN AWAL SEBELUM DI IJINKAN MENUJU PUNCAK CHOMOLUNGMA.


Charvaka dengan cepat memberi penjelasan mengenai pertolongan, yang Fei Yang berikan ke kuil halilintar, beberapa waktu yang lalu.


Setelah itu dia baru mengemukakan alasan dirinya membawa Fei Yang datang ketempat ini.


Setelah Charvaka selesai bercerita, dari arah langit kembali terdengar suara.


"Baiklah Charvaka, kamu boleh pergi dari sini, tinggalkan pemuda ini disini bersama kami.."


Charvaka memberi hormat, kepada ke 9 paman gurunya, lalu tanpa berkata apa-apa, dia langsung bergerak mengundurkan diri dari tempat tersebut.


"Anak muda buah yang Kamu cari itu, di lindungi oleh Naga Hitam yang sangat kuat."


"Kami tahu kamu juga bukan orang lemah, tapi supaya kamu tidak kehilangan nyawa sia sia di sana."


"Asalkan kamu bisa menahan 9 jurus dari kami, kami akan membantu menunjukkan jalannya untuk mu."


"Tapi bila tidak berhasil, sebaiknya kamu segera tinggalkan dan lupakan soal buah Naga Hitam yang sedang kamu cari itu.."


Fei Yang mengangguk dan memberi hormat, lalu berkata.


"Terimakasih banyak, guru senior,.. aku akan mencobanya.."


Lalu Fei Yang pun bangkit berdiri, dia berdiri di hadapan ke 9 biksu itu dengan sikap waspada.


9 biksu tua yang dari tadi diam tidak bergerak dengan mata terpejam, kini mereka masing-masing membuka sepasang mata mereka yang bersinar tajam.


Ke 9 orang itu dengan kompak mendorongkan telapak tangan mereka menghadap kearah langit.


Di atas langit tiba tiba muncul sebuah pintu portal dimensi yang terbuka lebar.


Satu persatu dari mereka melesat masuk kedalam pintu portal dimensi tersebut.


Biksu yang paling terakhir, sebelum masuk kedalam pintu portal dimensi, dia menoleh kearah Fei Yang dan berkata,


"Anak muda,.. ayo ikut dengan kami.."


Fei Yang tanpa ragu, ikut melesat kedalam pintu portal dimensi, mengikuti biksu yang barusan mengajaknya masuk itu.


Keluar dari dalam pintu portal dimensi, Fei Yang di hadapkan pada sebuah tempat yang gersang luas dan tandus.


Tempat itu sepanjang mata memandang hanya terlihat hamparan tanah luas, tanpa ada terlihat satupun tumbuh tumbuhan yang hidup di sana.


Langit di atas kepala juga berwarna kemerahan, selain hembusan angin kencang yang menderu-deru dan ke 9 biksu yang berdiri didepannya, dengan pakaian yang berkibar kibar diterpa angin.


Tidak terlihat satupun mahluk lain, yang bisa bertahan hidup di tempat tersebut.


"Anak muda, apa kamu sudah siap ? kami akan memulai nya di sini.."


Tanya salah seorang biksu tua itu.


Fei Yang mengangguk,. lalu dia juga mulai mengerahkan tenaga Sakti pengendalian kekuatan alam semesta.


Pat Kwa berwarna biru merah mulai mengelilingi seluruh tubuhnya.


6 Pat Kwa terbentuk di atas bawah kiri kanan dan depan belakang muncul melindungi tubuh Fei Yang sambil berputar-putar.


Tubuh Fei Yang perlahan lahan melayang keudara, mengambang di atas tanah.


Ke sembilan biksu itu saling pandang dan mengangguk menunjukkan kekaguman mereka, terhadap tenaga pelindung yang di mainkan oleh Fei Yang.


Salah satu biksu ikut melayang keudara, sebuah bayangan golok kristal yang berkilauan muncul di depan dadanya.


Sambil berteriak dengan tangan membentuk mudra didepan dada, Biksu itu lalu melepaskan ribuan sinar keemasan menerjang kearah Fei Yang.


Inilah jurus pertama, Sinar Buddha Menerangi Jagat Raya.


Fei Yang pernah melihat Khong Sim dan Khong Ti Hwesio melepaskan jurus ini, begitu pun dengan biksu Wu Neng.


Serangan biksu ini sangat dahsyat dan mengerikan, Fei Yang di tekan oleh kekuatan yang sangat kuat.


Tidak bisa menghindar, juga tidak berhasil menemukan titik lemahnya.


Hanya bisa menyambutnya dan berusaha menahan nya, agar pertahanan nya tidak sampai di tembus oleh serangan tersebut.


Di tangan kiri kanan Fei Yan,g kini menggenggam pedang Es dan Api, pedang itu Fei Yang gunakan untuk membalas serangan Biksu tua itu.


Dua berkas cahaya biru merah yang masing masing di dukung oleh gambar Pat Kwa biru merah, melesat dari kepungan sinar cahaya emas, langsung menuju pusat sinar, dimana biksu tua itu berada.


Golok kristal didepan dada Biksu tua itu, keluar dari dalam tubuhnya melesat menyambut dua Tebasan biru merah yang Fei Yang lepaskan.


Cahaya biru merah yang di dukung gambar Pat Kwa berhasil di musnahkan oleh bayangan golok kristal, yang keluar dari tubuh biksu tua itu.


Tapi golok kristal itu sendiri, juga terpental kembali masuk kedalam tubuh biksu tua itu.


Fei Yang sendiri dengan melakukan satu hentakan kuat, seluruh cahaya emas yang tertahan oleh Pat Kwa pelindungnya.


Cahaya emas itu meledak dan sirna, tidak berhasil mendekati Fei Yang, yang tetap di lindungi oleh kubah pelindung merah biru bergambar Pat Kwa.


Biksu tua yang sempat melayang di udara, kini sudah kembali ke posisi nya dan berkata,


"Anak muda kamu telah berhasil lolos dari ujian pertama."


"Tapi jangan senang dulu, masih ada 8 ujian lainnya yang harus kamu lewati.."


Fei Yang hanya menanggapinya dengan anggukan kecil, dia sama sekali belum menarik kembali tenaga pelindung nya.


Dia bahkan malah terus menyerap kekuatan alam semesta, yang ada di sekitarnya untuk memenuhi tubuhnya.


Kakek kedua menyusul melayang ke udara, menggantikan posisi saudaranya tadi.


Dari dadanya muncul senjata Vajra, kilatan listrik berwarna keemasan sambar menyambar di sekeliling tubuh biksu tua itu.


Dengan teriakan keras sepasang tangan biksu tua yang membentuk mudra, di hentakkan kearah Fei Yang.


Ribuan cahaya petir keemasan melesat menyambar kearah Fei Yang.


Inilah jurus Buddha menghentak jagad raya.


Fei Yang yang berlindung di balik kubah pelindung berbentuk Pat Kwa merah biru, tidak mengalami sesuatu.


Hanya perisai pelindung dan dirinya terdorong mundur dan terus mundur beberapa langkah ke belakang, setiap sambaran petir keemasan itu datang menghantam dirinya.


Fei Yang yang tidak mau terus terdorong mundur, dia membalasnya dengan melesatkan dua sinar merah dan biru kearah pusat listrik sinar emas.


Cahaya biru melesat turun dari atas langit kebawah membentuk bayangan seekor Naga biru.


Sedangkan cahaya merah yang melesat dari dalam bumi, bergerak keatas membentuk bayangan Phoenix api menyerang biksu tua dari sisi bawah.


Inilah jurus ke 4 Fei Yang Naga Es dan Phoenix Api membelah dunia.


Ini adalah salah satu jurus dari tehnik Tarian Pedang Naga Es dan Phoenix Api.


Vajra emas otomatis keluar dari dada biksu itu, lalu menembakkan dua sinar listrik yang berwarna keemasan ke arah atas dan bawah.


Untuk menyambut serangan yang Fei Yang lepaskan.


Dua berkas listrik emas melesat menyambut cahaya Phoenix Api dan Naga Es.


Kedua bayangan merah biru itu begitu tersengat listrik, langsung hancur pecah berantakan.


Tapi Pat Kwa merah biru yang mengikutinya, menyerap kekuatan api dan es yang buyar berikut energi listrik yang datang kedalam lingkaran Pat Kwa.