PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
NENEK MISTERIUS


Dada Fei Yang langsung berdarah begitu ujung pisau itu menyentuh dadanya.


Fei Yang tanpa ragu terus melangkah maju.


Wei Wen sedikit terbelalak kaget melihat dirinya telah melukai dada Fei Yang hingga berdarah.


Tangannya yang memegang pedang pendek itu, terlihat gemetaran.


Tanpa di sadari setiap Fei Yang melangkah maju, Wei Wen malah melangkah mundur.


"Jangan memaksa ku,.. ku mohon kakak pergilah..hu,..hu,..hu..!"


ucap Wei Wen sambil berdiri menangis dan dia menurunkan pedang pendek di tangan nya kebawah.


Melihat hal ini Fei Yang langsung maju memeluk Wei Wen erat-erat.


"Lepaskan aku, jangan sentuh aku, aku membenci mu.!"


teriak Wei Wen mencoba meronta.


Tapi Fei Yang tidak bersedia melepaskan nya, dia sadar bila saat ini dia melepaskan Wei Wen.


Maka selamanya, dia tidak akan pernah bisa bersama gadis itu lagi.


Dia juga selamanya akan di anggap oleh Wei Wen sebagai pelaku di balik kematian ayahnya.


Fitnah ini akan terus melekat pada dirinya untuk selamanya, bahkan melompat ke sungai kuning sekalipun.


Dia tidak akan bisa membersihkan diri nya dari tuduhan tersebut.


"Aku membenci mu,..! aku sungguh membencimu,..! aku juga membenci diri ku sendiri..!."


"Mengapa aku begitu lemah..!? mengapa aku masih tetap tidak bisa menolak mu..!? mengapa..!? mengapa,..!? Hu,..hu,..hu,..hu,..!"


teriak Wei Wen sedih sambil menangis dalam pelukan Fei Yang.


Fei Yang mempererat pelukannya dan berkata,


"Ikuti perasaan mu, percayalah kamu tidak akan salah.. percayalah pada ku.."


Fei Yang menghela nafas lega, sambil tersenyum bahagia.


Beban yang begitu berat menghimpit perasaannya, sedikit demi sedikit mulai menjadi lebih ringan.


Tapi mendadak wajah Fei Yang yang tersenyum bahagia, tiba-tiba berubah menjadi sedikit meringis menahan nyeri.


Dari sudut bibirnya mengalir rembesan darah segar, Fei Yang dengan tatapan mata tak percaya, melepaskan pelukannya dan melangkah mundur menjauhi Wei Wen.


Di perutnya kini tertancap pedang pendek Wei Wen, yang kini hanya terlihat gagangnya saja.


Fei Yang tiba-tiba mengeluarkan suara tawa tawa yang penuh kesedihan dan kehampaan.


Wei Wen sendiri sangat kaget, dia terus menatap tangannya yang memegang pedang pendek yang kini bersarang di perut Fei Yang dengan tatapan mata tak percaya.


Dia sendiri tidak sadar, mengapa dia bisa tiba-tiba menikam Fei Yang.


Wei Wen tidak menyadari, ketika dia dan Fei Yang sedang berpelukan, dan sedang tidak fokus.


Zhao Yuan Zuo dari jauh menggunakan aura hitamnya untuk mengendalikan tangannya yang memegang pedang pendek tujuh bintang untuk menikam Fei Yang.


Pedang Tujuh bintang adalah pedang pusaka yang memiliki kekuatan magis besar sangat tajam dan mampu melukai orang yang di lindungi oleh tenaga sakti sekuat apapun..


Karena pedang itu di dukung oleh batu tujuh warna milik Dewi Nu Wa, bahkan pedang ini konon mampu melukai kaisar langit maupun Buddha.


Pedang ini Wen Wen terima dari ayahnya, sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 17.


Sedangkan Zhao Kuang Yi menerima pedang ini, sebagai hadiah yang di berikan oleh kakaknya Zhao Kuang Yin.


Sedangkan bagaimana Zhao Kuang Yin, bisa memperoleh pedang pusaka ini tidak ada yang tahu.


Orang orang hanya tahu Pedang ini terakhir pernah ada di tangan Jendral legendaris Lu Bu di era tiga negara.


Fei Yang tenaga dalam nya tentu bergerak otomatis melindungi dirinya saat merasakan ada bahaya yang datang mengancam.


Tapi pancaran cahaya batu tujuh warna itu, secara ajaib telah menghentikan pergerakan tenaga pelindung otomatis Fei Yang.


Sehingga tanpa kesulitan pedang itu langsung menembus perut Fei Yang.


Fei Yang setelah melepaskan tawa sedih nya, dia langsung mencabut pedang itu dari perut nya, hingga darah menyembur keluar dari lukanya.


"Wen Wen aku akan membantumu, meluluskan keinginan mu.."


Pedang itu langsung di arahkan Fei Yang kearah jantung di dada kanannya.


"Jangan...!!"


teriak Wei Wen pucat, sambil bergerak maju ingin mencegahnya.


Tapi semua sudah terlambat, pedang itu sudah tak terhentikan, pergerakan nya begitu cepat langsing menuju jantung.


Di saat kritis bagian punggung Fei Yang terkena sentilan totokan jarak jauh.


Sehingga gerakannya terhenti di udara, tubuhnya mematung tak bergerak di sana.


Dari arah langit melayang turun seorang nenek tua berpakaian serba putih.


"Dasar pemuda bodoh, dia sudah tidak mau mendengar penjelasan mu, dengan tega melukai mu sampai seperti ini.."


"Kamu masih mau bunuh diri di sini demi dia,.. apa kamu sudah lupa janji janji mu pada orang orang yang menyayangi mu.."


ucap nenek tua itu menegur Fei Yang.


Begitu turun keatas tanah nenek tua itu langsung merangkul pinggang Fei Yang membawanya kembali terbang menuju langit.


Tapi langkah nenek itu terhenti oleh Zhao Yuan Zuo yang menghadang nya sambil tersenyum sinis..


"Nenek tua kamu boleh pergi, tapi dia tidak.."


"Bila ingin selamat, ku sarankan jangan pernah berani ikut campur."


ucap Zhao Yuan Zuo dengan suara sedingin es.


Dia melayang menghadang dengan pedang hitam di tangannya.


Seluruh tubuhnya di selimuti oleh aura gelap yang mengerikan.


Nenek itu tersenyum mengejek dan berkata,


"Ingin menghadang ku, apa kamu bisa ?"


"Kita coba saja, bisa tidaknya akan ketahuan.."


ucap Zhao Yuan Zuo.


Belum selesai ucapan nya, sebuah tebasan energi hitam sudah melesat kearah nenek itu.


Kabut hitam yang menyelimuti tubuh Zhao Yuan Zuo juga bereaksi.


5 kabut kecil melesat membelenggu kaki tangan dan leher nenek itu.


Untuk memastikan nenek itu tidak bisa menghindar, ataupun bergerak untuk menangkis serangan Zhao Yuan Zuo.


Nenek itu tetap bersikap tenang, meski leher kaki dan tangannya telah terbelenggu kabut hitam Zhao Yuan Zuo.


Dan tubuhnya tidak bisa di gerakkan untuk menghindari serangan Zhao Yuan Zuo.


Tapi saat energi pedang hitam melesat melewati tubuh nenek itu, nenek itu yang sedang membawa Fei Yang, sudah menghilang dari tempat nya, hanya ada bayangan tubuhnya yang tersisa ditempat tersebut.


Zhao Yuan Zuo yang melihat serangannya hanya berhasil mengenai bayangan nenek itu.


Dia sangat terkejut dengan kecepatan gerak nenek itu.


Saat mendengar desir halus dari arah belakangnya, Zhao Yuan Zuo dengan sigap melakukan salto kedepan di udara.


Sehingga sinar putih yang di lepaskan oleh nenek itu lewat tepat di belakang lehernya.


Sambil bersalto menghindar, Zhao Wen Zuo juga melepaskan Tebasan energi pedang kegelapan kearah belakang.


'Wusss,..!"


Tapi lagi lagi Zhao Yuan Zuo hanya berhasil menebas bayangan tubuh nenek itu.


Belum juga posisi nya stabil, diia kembali mendengar desir halus dari balik punggungnya.


Zhao Yuan Zuo kembali harus buru-buru membuang diri menghindari sinar putih, yang melesat lewat di samping tubuhnya.