PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TERSESAT.


"Nona apakah binatang ini yang disebut Lung Ma (Kuda Naga) yang kabarnya adalah hewan tunggangan para dewa..?"


tanya Fei Yang sambil berlari menyusul gadis baju putih, yang kini sedang mengenakan jubah luarnya.


Gadis itu sambil berjalan tanpa menoleh dia berkata,


"Aku tidak tahu itu tunggangan dewa atau siapapun, yang jelas sejak aku lahir, mahluk itu sudah ada.."


"Selama ini tidak ada yang pernah menungganginya, aku hanya tahu dari ibu ku, binatang ini memang bernama Lung Ma.."


Fei Yang mengangguk, lalu berkata.


"Nona apakah sekarang, kamu boleh memberitahukan nama mu pada ku..?"


Gadis itu tanpa menoleh berkata,


"Ibu ku melarang ku bergaul dengan pria, menurut ibu ku pria bukanlah sesuatu yang baik."


"Karena kamu sudah menolong ku tadi, untuk sementara waktu kamu boleh tinggal di sini.."


"Saat kedua orang itu sudah pergi, situasi di luar sana sudah aman aku akan segera mengantar mu, meninggalkan tempat ini.."


"Jadi kamu tidak perlu mengingat dan mengenal ku, lupakan saja semua tentang tempat ini dan isinya.."


ucap gadis itu dingin.


Fei Yang terdiam sesaat, dia hanya mengomel dalam hati,


"Pantas saja anaknya bersikap dingin dan aneh, ternyata ibunya lebih aneh lagi.."


"Tanpa pria apa kamu dan ibu mu muncul dari dalam batu, ?"


Benar benar ajaran tidak masuk akal..Hanya cocok untuk orang yang tidak masuk akal..'


"Semoga jangan sampai bertemu dengan ibunya yang gak punya akal itu.."


batin Fei Yang dalam hati.


"Apa yang sedang kamu pikirkan,? ku sarankan kamu jangan pernah punya ide dan maksud jelek di tempat ini.."


"Meski aku terluka, tapi untuk membunuh mu itu bukan hal sulit.."


"Saga,..! Sagi...! kalian di mana..!?"


teriak gadis itu dengan suara bergema memenuhi tempat itu.


"Grrrrrroww...!"


terdengar suara gerengan keras dari balik hutan.


Tak lama kemudian dari balik hutan melompat keluar dua ekor binatang Kirin, yang seluruh tubuhnya diselimuti api menyala nyala.


Sepasang mata mereka menatap kearah Fei Yang dengan tajam.


Kemunculan dua mahluk legenda itu tepat di hadapan nya.


Membuat Fei Yang sangat terkejut, hingga tanpa sadar dia terjatuh terduduk di atas rumput.


Dulu dia pernah punya teman Siau Huo, seekor harimau api, tapi bila di bandingkan dengan kedua mahluk legenda ini.


Siau Huo jelas tidak ada apa-apa nya, di bandingkan dua mahluk di hadapannya ini.



Dari ukuran tubuh kedua mahluk legenda ini juga jauh lebih besar dari Siau Huo,.


Menurut perkiraan Fei Yang kedua mahluk ini tingginya tidak akan kurang dari 3 meter.


Gadis itu tersenyum mengejek melihat reaksi Fei Yang, lalu dia berkata,


"Bila kamu berani macam-macam, semua mahluk penghuni di sini tidak akan segan segan pada mu.."


"Terutama Saga dan Sagi mereka akan dengan senang hati memangsa mu, buat ganjal perut.."


Fei Yang setelah hilang kagetnya, dia bangun berdiri dan berkata,


"Nona tidak perlu khawatir dan membawa kedua mahluk jelek ini, untuk menakuti ku.."


"Aku Fei Yang meski tidak berani mengaku diri ku sebagai orang baik, tapi aku seumur hidup hingga saat ini."


"Aku tidak pernah menganggu orang lain, apalagi seorang wanita.."


"Agar nona tidak perlu khawatir dan merasa terganggu dengan kehadiran ku..lebih baik aku pamit.."


ucap Fei Yang sambil memberi hormat kearah gadis itu.


Kemudian dia membalikkan badannya, berjalan ingin meninggalkan tempat tersebut.


Gadis itu sedikit tertegun melihat reaksi dari sikap yang Fei Yang tunjukkan.


Bagaimana pun Fei Yang pernah menyelamatkan diri nya, dia sedikit merasa tidak enak hati.


"Apa aku telah bersikap terlalu kelewat batas padanya..?"


tanya gadis itu dalam hati.


"Biarkan saja, dia lah yang bersikap terlalu sensitif tak perlu di pikiran.."


"Lagi pula tanpa bantuan ku,.dia mana bisa tinggalkan tempat ini..'


batin gadis itu, membantah pikirannya tadi.


Lalu dia pun bersikap tidak perduli,. membalikkan badannya berjalan menuju pondok sederhana nya, yang letaknya sudah bisa terlihat dari posisinya berdiri.


Kedua Kirin itu juga memutar badan mereka, berjalan mengikuti langkah gadis itu dari belakang.


Fei Yang semakin bulat tekadnya meninggalkan tempat itu,.dia menolong gadis itu sejak awal memang tanpa maksud apapun.


Bila kehadirannya justru menganggu ketenangan orang lain, maka keputusannya meninggalkan tempat ini adalah paling tepat.


Fei Yang terus melanjutkan langkahnya, hingga kembali ketepi hutan bambu yang misterius.


Fei Yang sempat meragu sejenak, tapi akhirnya dia melangkah masuk juga kedalam hutan.


Fei Yang masih ingat cara melangkah masuk kedalam hutan bambu, dengan mengikuti petunjuk gadis itu.


Kini Fei Yang tinggal membalikkan ingatan nya saja, maka dia pun bisa keluar dari tempat ini.


pikir Fei Yang dalam hati.


Fei Yang memiliki kecerdasan tinggi, sehingga cukup sekali lihat, dia sudah langsung mengingatnya.


Dengan penuh percaya diri Fei Yang melanjutkan langkahnya, memasuki hutan bambu tersebut.


Tapi setelah beberapa waktu berlalu, dimana dia sudah berjalan sesuai petunjuk arah yang dilakukan oleh gadis itu, hingga langkah terakhir.


Fei Yang masih tetap saja berada di dalam hutan bambu yang rimbun dan lebat itu.


"Apa apaan ini, ? kenapa aku masih belum juga menemukan jalan keluar nya."


batin Fei Yang dalam hati.


"Padahal aku yakin,.aku sudah melakukan langkah yang sama persis dengan saat itu, kenapa bisa demikian,"


Pikir Fei Yang dalam hati.


Dia sungguh tidak habis pikir, Fei Yang mulai ragu apa dia salah ingat.


Tapi dia sangat yakin, dia tidak mungkin salah ingat, pasti hutan inilah yang telah merubah formasi awal, pola jalan masuk dan keluar dari hutan ini..


Fei Yang mencoba melangkah untuk kembali ke posisi awal datang tadi.


Tapi dia kembali kecewa, dia bukannya berhasil kembali ketempat awal, yang ada dia malah berputar-putar di dalam hutan bambu itu, semakin tersesat dan kehilangan arah.


Fei Yang belum menyerah, dia mencoba terbang keatas menuju salah satu puncak tertinggi dari sebatang bambu.


Tapi saat tiba di bagian paling atas dari ujung daun bambu itu.


Yang Fei Yang lihat tetap lah adalah hamparan luas hutan bambu, yang sangat luas tanpa ujung dan pangkal.


Fei Yang melihat kearah matahari, di dalam hati Fei Yang berpikir aku akan menggunakan matahari sebagai patokan arah.


Kita lihat saja, aku bisa datang tentu bisa keluar.


batin Fei Yang.


Kemudian dengan penuh percaya diri


dia mulai melayang diatas ujung daun bambu, dari ujung daun bambu yang satu,.dia melayang keujung daun bambu yang lainnya.


Dia terus bergerak kedepan mengikuti arah matahari.


Tapi baru beberapa saat melangkah, dia melihat matahari nya seperti berpindah posisi.


Saat Fei Yang dengan nekad melanjutkan langkahnya, dia malah melihat matahari nya, kini bukan hanya satu.