PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
IRAMA PEMBETOT SUKMA


Dari kedua telapak tangan kakek itu muncul kabut asap tipis berwarna putih, yang menyelimuti hingga ke lengan bawahnya.


Kakek itu dengan gerakan setengah berjongkok mendorong kedua telapak tangannya kedepan.


Seberkas cahaya merah melesat dari kedua tangannya langsung tertuju kearah Fei Yang.


Fei Yang tidak menemukan kakek itu akan melancarkan jurus apapun.


Selain sebuah dorongan sederhana, yang terisi tenaga dalam yang unik kuat dan mengandung tenaga panas yang hebat.


Fei Yang dengan gerakan sederhana, juga mendorongkan sepasang telapak tangannya kedepan.


Seberkas energi biru melesat kedepan menyambut sinar merah yang di lepaskan oleh kakek itu.


"Cesss,..!"


Kedua tenaga bertemu di udara, mengeluarkan bunyi seperti es batu terkena siraman air panas.


Uap sejuk langsung memenuhi seputar arena pertempuran.


Kakek itu sambil tertawa gembira, memperkuat dorongan tapak tangannya.


Cahaya biru sedikit terdorong mundur oleh desakan cahaya biru.


Fei Yang dengan tenang menambah sedikit kekuatannya, dia terus menerus mengikuti dan mengimbangi daya tekan kakek itu.


Hingga Fei Yang merasa kakek itu telah sampai di titik maximal, dari ubun ubun kepalanya mulai terlihat mengeluarkan asap tipis.


Fei Yang menambah kekuatannya dan berkata,


"Pergilah,..!"


Dorongan Fei Yang membuat kakek itu terpental mundur, dengan tubuh di selimuti kabut es tipis.


Tapi hal itu hanya berlangsung sebentar saja, dengan sekali hentak seluruh kabut es tipis sirna tak berbekas.


"Bagus anak muda,.."


"Tenaga sakti mu luar biasa, sepertinya tenaga mu bukan berasal dari jaman ini.."


Mari kita bermain main lagi, kakek itu berubah menjadi kabut asap putih menghilang dari posisinya.


Hanya terlihat sinar merah yang berseliweran menembaki Fei Yang dari balik kabut asap putih tersebut.


Seluruh jurus dan pergerakan nya tertutup oleh kabut putih.


Sehingga Fei Yang sama sekali tidak bisa menebak pergerakan nya.


Fei Yang bergerak ringan menghindari serangan kakek itu dengan langkah ajaib.


Sehingga sinar sinar itu hanya berseliweran di sekitar tubuhnya.


Sekilas lihat sinar itu hampir selalu mau mengenai Fei Yang, tapi pada kenyataannya, tidak ada satupun dari sinar itu, yang mampu menyentuh tubuh Fei Yang.


Fei Yang diam diam mempelajari pola gerakan kabut itu, meski jurus dan pergerakannya tidak terlihat , tapi pola pergerakannya tetap aja ada.


Dalam sekejab Fei Yang sudah mengetahui arah pola pergerakan kakek itu.


Di antara mereka tidak ada permusuhan.Jadi Fei Yang memang tidak punya niat untuk menghabisi nyawa ataupun melukainya dengan parah.


Asal bisa melumpuhkannya, dan membuatnya tidak bisa melanjutkan perlawanan, itu saja sudah cukup pikir Fei Yang.


Setelah berhasil menemukan pola gerakannya, Fei Yang memainkan dua jurus dari kitab tanpa tanding.


Dengan jurus pertama alam semesta tanpa wujud, Fei Yang mengunci pergerakan kabut asap itu.


Setelah terkunci seberkas cahaya muncul dari langit, itulah sambaran halilintar langit tingkat ke 9, jurus kelima dari kitab tanpa tanding.


"Duaarrr,..!"


Tubuh kakek itu yang kurus kecil kerempeng, terpental keluar dari balik kabut asap putih yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Kakek itu jatuh meringkuk di atas tanah dengan seluruh tubuh di selimuti listrik kecil.


Kakek itu seperti orang mengigil kedinginan, tubuhnya tidak berhenti bergetar, dari mulut dan lubang telinganya keluar asap.


Tanpa memperdulikan kakek yang kalah mengenaskan itu, Fei Yang kini menoleh kearah sisa lawannya yang tinggal satu orang itu.


"Kamu adalah yang terakhir majulah,.."


keempat orang yang mengatakan diri mereka adalah salah satu dari lima besar.


Menurut pengamatan Fei Yang, tidak ada satupun dari diri mereka, yang pantas membuat mereka di sejajarkan dengan kesaktian dari biksu kuil Potala.


Untungnya pihak itu tidak datang, bila terjadi bentrokan dengan mereka, Fei Yang yakin gunung ini pasti akan sulit terhindar dari musibah kehancuran.


Pria yang memegang suling Giok itu tidak bergerak menyerang Fei Yang.


Dengan gerakan tenang dia menempelkan suling ditangan nya kebibir.


Begitu terdengar lantunan nada lembut keluar dari lubang suling di tangan nya.


Fei Yang tiba tiba merasa perasaannya terbawa oleh lantunan nada itu, Fei Yang tiba-tiba merasa sangat sedih ingin menangis sejadi jadinya.


Satu persatu peristiwa menyedihkan muncul di depan matanya.


Mulai dari hari keberangkatannya harus berpisah dari orang tua dan neneknya yang sangat sangat menyayanginya.


Hingga dirinya di tikam oleh kakak sepupunya sendiri, yang merupakan salah satu teman mainnya dari kecil.


Fei Yang juga teringat dengan perpisahannya dengan gurunya Yi Han Tao Se, juga Xue Lian dan terakhir permasalahannya dengan Wei Wen.


Tanpa sadar Fei Yang sudah kehilangan semua kekuatannya, dia ter jatuh berlutut di atas tanah, menangis tersedu-sedu seperti anak kecil,.


Fei Yang menggunakan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya sendiri yang basah airmata.


Hati kecil Fei Yang berulang kali berbisik padanya, semua ini datangnya sangat tidak wajar.


Dia harus bisa mengontrol diri, melepaskan diri nya dari pengaruh musik itu.


Tapi semakin dia berusaha melepaskan diri, suara nada itu semakin terdengar menyedihkan.


Perasaannya menjadi semakin tertekan, sulit di kontrol.


Bagaimana Fei Yang berusaha dia tetap sulit melepaskan diri dari pengaruh suara suling itu.


Alunan suara suling Huang Lao Xie bukan alunan suara musik sembarangan.


Itu adalah Suara Pembetot Sukma, yang memiliki kekuatan magis tingkat tinggi.


Ilmu ini pernah menjadi andalan seorang pendekar sakti 7 800 tahun yang lalu.


Ilmu ini sudah lama hilang dari peredaran tidak di sangka sangka ada di tangan Datuk timur ini.


Fei Yang terlalu meremehkan lawan sehingga harus jatuh ke posisi sekarang.


Dia tidak menyangka lawan ini, berhasil menemukan titik lemah dalam perasaanya, yang banyak perasaan menyesal dan merasa bersalah.


Bukan hanya Fei Yang semua yang ada di sana semuanya ikut menangis tersedu-sedu, tidak ada yang terlewatkan seorang pun.


Nada itu perlahan lahan mulai mengarahkan Fei Yang untuk memusnahkan ilmunya sendiri.


Kesadaran kecil Fei Yang berusaha melakukan perlawanan, untuk tidak mengikuti perintah tidak benar itu.


Tapi semakin kesadaran kecil Fei Yang melawan tekanan suara yang datang semakin kuat.


"Arghhhh,..!!"


teriak Fei Yang sekuat tenaga, sambil memegangi kepala nya, merasa sangat kesakitan dan tersiksa.


Meski suara Fei Yang mengandung Chi hebat, tapi tetap saja dia tidak bisa menghilangkan pengaruh dari suara suling tersebut.


Di saat kritis, di mana Fei Yang sudah mulai mengangkat tangannya untuk melumpuhkan dirinya sendiri.


Tiba-tiba terdengar suara bisikan lembut di telinga Fei Yang,


"Kakak Yang sadarlah,..jangan terpengaruh,.."


"Kakak tidak boleh terpengaruh, kosongkan pikiran kakak."


Gunakan rapalan tehnik pengendalian kekuatan alam semesta, dipadu dengan Qian Kun Im Yang Sen Kung.."


"Cobalah untuk melawannya,..uhuk,..uhuk,..!"


Sehabis menyelesaikan suara bisikan yang semakin lemah, lalu di tutup dengan suara batuk batuk.