
Angin tornado semakin membesar, hingga air laut pun di hisapnya di bawa berputar-putar didalam pusaran nya yang semakin dahsyat.
"Zi Zi, berpegangan yang erat, kita harus menjauh dari sini..!"
ucap Kim Kim mengingatkan Zi Zi.
Zi Zi tidak bisa menjawab dia hanya bisa menganggukkan kepalanya, sambil menempelkan tubuh hingga wajahnya menempel di belakang kepala Kim Kim.
Sambil mengerat kan pegangan tangan nya pada bulu bulu halus di belakang leher dan kepala Naga emas.
Kim Kim meluncur cepat berusaha melepaskan diri dari arus pusaran tornado yang semakin dahsyat.
Kim Kim yang sedang berjuang di dalam pusaran yang terkepung air, hingga hampa udara.
Dia tidak menyadari dia bisa bertahan dan menerobos pusaran air itu tanpa perlu bernafas.
Tapi Zi Zi tidak bisa, Zi Zi tidak bisa bernafas dengan bebas dalam kepungan air hampa udara.
Zi Zi berusaha bertahan dengan mengatur pernafasan, dan hawa murninya untuk membantu dia bertahan lebih lama.
Tapi hal itu tidak membantu banyak, begitu kehabisan nafas hawa murni macet, perlahan lahan Zi Zi pun lemas, pandangan nya menjadi gelap, pegangan tangannya pun terlepas.
Zi Zi terkulai pingsan, terseret oleh arus pusaran air dan angin kencang di bawa terbang melayang layang berputar-putar cepat di udara tanpa arah dan tujuan.
Zi Zi dan Kim Kim terpisah, Kim Kim baru menyadarinya, saat dia berhasil keluar dari pusaran angin tornado.
"Ahhh gawat Zi Zi..!"
seru Kim Kim kaget.
Kim Kim buru buru mengedarkan pandangannya kearah angin tornado yang menyeretnya tadi.
Dia akhirnya berhasil menemukan keberadaan tubuh Zi Zi, yang samar samar berada tepat ditengah tengah arus pusaran, sedang melayang layang berputar-putar di sana.
Kim Kim langsung melesat mencoba untuk masuk kembali kedalam pusaran mencoba menjemput Zi Zi.
Tapi sekian kali mencoba, Kim Kim selalu di buat terpental oleh arus pusaran angin yang sangat kuat.
Zi Zi posisinya ada di tengah bawah, bagian ini berbeda dengan bagian atas yang akan menyedot apapun masuk kedalam.
Bagian ini justru mendorong dan menghempaskan apapun yang mencoba mendekat.
Bagian yang menyedot dengan kuat adalah bagian atas, dan bagian ujung paling bawah dari pusaran angin tornado.
Bila masuk dari atas, ataupun bawah kembali kedalam pusaran, sebelum berhasil mendekati Zi Zi.
Kim Kim sendiri pun akan menyusul Zi Zi, bisa masuk tidak bisa keluar.
Tapi selain lewat jalan itu, tidak ada jalan lain.
Setelah mencoba berulang kali, Zi Zi pun mengirim pesan suara telepati kearah Nan Thian yang sedang sibuk berusaha membelokkan arah serangannya, agar menjauhi Li Sun.
"Kakak,.. Zi Zi terhisap kedalam pusaran angin tornado, kondisinya dalam bahaya .!"
Peringatan itu membuat Nan Thian menoleh cepat kearah Kim Kim dan Zi Zi yang berada di kejauhan sana.
Melihat Kim Kim hanya tinggal sendirian, sedang terus berusaha memasuki pusaran angin tornado tapi selalu tertolak mundur.
Nan Thian segera menyadari Zi Zi pasti terjebak di dalam sana.
Tanpa sempat berpikir panjang lagi.
Nan Thian segera meninggalkan arena pertempuran, melesat pergi mendekati pusaran angin tornado raksasa yang telah menghisap Zi Zi ke dalam arus pusaran nya.
Tadi nya ada Nan Thian yang berusaha membetot energi itu, sedikit demi sedikit di tarik menjauhi Li Sun.
Untuk di belokan arah serangan nya,
Kerja sama mereka berdua hampir berhasil membelokkan arah serangan tersebut.
Kepergian Nan Thian membuat Li Sun yang sedang bertahan matian matian, menahan Tebasan energi pedang tanpa perasaan menjadi celaka.
Li Sun yang tidak lagi sanggup menahannya, hawa pedang itu menebas putus tangan Li Sun menghantam dada dan wajah Li Sun.
"Crasssh...!"
"Arggghhh....!"
"Booommm...!"
Li Sun yang kehilangan lengan kanannya berteriak kesakitan, sebelum kemudian hawa pedang itu menebas dari wajah hingga ke perutnya.
Untung saja 9 senjata Buddha menjadi perisai bagi tubuhnya, menahan serangan dahsyat itu.
Sehingga meski terluka cukup parah Li Sun hanya terpental dan kehilangan kesadarannya saja.
Tidak sampai merengut nyawanya dengan tubuh terbelah dua.
Setelah Li Sun kehilangan kesadarannya, justru ke 9 senjata Buddha, yang bergerak sendiri secara otomatis.
Memancarkan kekuatan sejatinya, mampu menahan dan menjinakkan hawa Pedang Tanpa Perasaan, yang masih terus berusaha untuk mengejar tubuh Li Sun, yang sedang terpental dan terluka parah.
Senjata Buddha adalah senjata suci yang memiliki kekuatan tak terbatas.
Bila di gunakan oleh orang suci apalagi Buddha sendiri, tentu kekuatannya akan sulit terbayangkan.
Di tangan Li Sun yang masih di penuhi nafsu duniawi, senjata itu hanya memancarkan 60% kekuatannya saja.
Makanya Li Sun bisa di kalahkan dengan mudah oleh Nan Thian.
Karena Li Sun hanya menguasai kulitnya saja.
Inti sari yang terkandung di dalamnya belum berhasil dia pahami secara mendalam.
Apalagi Li Sun telah tersesat oleh nafsu ego, kemarahan kebencian dan dendam yang merupakan pantangan jurus Buddha yang penuh welas asih.
Tanpa Li Sun sadari, dia justru telah meredupkan kekuatan sejati ilmunya sendiri.
Makanya ilmunya tampilan luar terlihat garang, tapi penetrasi akhirnya lemah.
Li Sun yang kehilangan kesadarannya, terpental jatuh kedalam lautan.
Sesaat kemudian tubuhnya terhisap terbawa oleh arus pusaran angin tornado, di bawa naik keatas dari dasar laut.
Mengikuti pusaran angin tornado Li Sun terbawa berputar-putar terus bergerak tanpa arah tujuan mengikuti pusaran angin tornado yang terus bergerak cepat menjauhi tempat tersebut.
Sementara itu kapal yang ditumpangi oleh Aguan dan kawan kawannya.
Mereka berhasil menyelamatkan diri, meski harus menghadapi badai dan gelombang pasang air laut yang mencapai 3 Depa tingginya.
Tapi karena posisi mereka terus bergerak menjauhi arena pertempuran, mereka masih berhasil keluar dari tempat itu dengan selamat.
Mereka hanya melihat dari kejauhan sana, di mana tempat pertempuran Nan Thian dan Li Sun, terkurung oleh awan hitam, petir sambar menyambar dan pusaran angin tornado.
Mereka semua sangat bersyukur mereka tidak ada di tempat itu, saat kejadian sedang berlangsung.
Bila tidak mereka semua dan kapal yang mereka tumpangi pasti tidak akan ada yang selamat satupun.
Di tempat lain Nan Thian yang sedang bergerak beterbangan di atas air laut, bergerak cepat menuju pusaran angin tornado yang menggulung Zi Zi.
Langkah nya terhenti oleh 3 pusaran angin tornado besar yang sedang bergerak cepat kearah nya.
Rambut dan pakaian Nan Thian terlihat berkibar kibar, terhisap kearah pusaran angin yang sedang bergerak kearah nya.
Nan Thian mengerahkan 3 kekuatan gabungan nya, berusaha menahan tubuhnya, agar tidak sampai terhisap kedalam arus pusaran angin di hadapannya.