PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
JURUS PUNCAK


Tapi kurungan formasi itu tidak bertahan lama, karena pedang energi pelangi yang di kendalikan oleh Kakek Wu dari luar sana.


Dalam.waktu singkat sudah menempati pos pos pintu kehidupan.


Sehingga mereka bebas memasok energi dan melakukan serangan.


5 unsur juga tidak bisa menahannya, karena kakek Wu mampu merubah rubah energi pedang pelangi, untuk mengantisipasi perubahan tekanan kekuatan 5 unsur.


Seperti unsur api akan dia padamkan dengan unsur air, unsur air akan dia hadapi dengan unsur tanah, tanah akan dia hancurkan dengan kayu, kayu dia hancurkan dengan logam, logam dia hancurkan dengan api.


Semua siklus ini di pahami betul oleh kakek Wu, sehingga formasi yang di ciptakan oleh Fei Yang dan Xue Lian mandeg di tengah jalan.


Dalam posisi terdesak, Fei Yang dan Xue Lian sambil berpegangan tangan.


Melesat naik keatas menghindari tekanan energi pedang pelangi, yang mengepung mereka.


Energi pedang pelangi bergerak mengejar mereka berdua keatas.


Fei Yang membentuk Pat Kwa Qian Kun Im Yang Chen, untuk menahan laju energi pedang pelangi.


Sebuah perisai Pat Kwa yang didukung oleh tenaga api dan es alam.semesta tanpa batas.


Tercipta untuk menahan serangan dan tekanan energi pedang pelangi dari kakek Wu.


Tapi Kekuatan daya tekan itu sangat dahsyat, perlahan lahan, perisai ciptaan Fei Yang mulai retak retak di sana sini.


Saat kakek Wu menarik.mundur energi pedangnya sedikit kebelakang, kemudian di dorong kembali kedepan.


Menabrak deras perisai ciptaan Fei Yang, maka seketika hancurlah sudah perisai yang di buat oleh Fei Yang.


Pecah hancur berkeping-keping, pedang pelangi dengan bebas mengejar kearah Fei Yang.


Fei Yang dan Xue Lian sebenarnya memanfaatkan situasi energi pedang pelangi tertahan.


Mereka berdua sedang menyerap energi petir 9 langit dan energi cahaya lembayung dari ufuk barat.


Begitu perisai pecah, pedang pelangi datang, mereka berdua langsung menyambutnya dengan terjangan kekuatan cahaya lembayung dan sambaran petir langit tingkat ke 9.


"Blaarrr,..! Blaarrr,..!"


Dua energi kekuatan dahsyat bertabrakan di udara, menimbulkan guncangan dahsyat.


Pedang pelangi terpental balik mundur kearah kakek Wu.


Sedangkan Xue Lian dan Fei Yang terpental naik keatas menembus langit.


Diatas ketinggian sana kedua suami istri itu saling pandang, mereka berdua mengangguk sepakat.


Tanpa berani berayal lagi kedua suami istri itu kompak, mulai bersiap memainkan jurus terakhir kitab tanpa tanding, untuk menyambut segala kemungkinan yang bakal terjadi.


Karena mereka yakin serangan berikutnya si kakek Wu akan semakin dahsyat.


Sebelum semuanya jadi terlambat, mereka yang dari tadi terus tertekan harus bergerak duluan.


Mereka berdua terlihat membentangkan sepasang tangan mereka, sambil terus menerus menyedot kekuatan alam semesta masuk kedalam tubuh.


Setelah merasa cukup, secara bergantian mereka berdua berteriak,


"Jurus ketujuh, Badai Pemusnah.! air membanjiri langit..! Api Pemusnah Langit,..! Es Pembeku Langit,..! Api dan Es Pemusnah Semesta,..!"


Pada saat teriakan pertama, Badai Pemusnah,..! yang di lakukan oleh Fei Yang dan Xue Lian secara bersamaan, terlihat angin bergulung-gulung muncul di langit sebagian di kendalikan oleh Fei Yang.


Sedangkan sebagian lainnya di kendalikan oleh Xue Lian.


Kumpulan angin topan yang membentuk pusaran, baik di sisi kiri maupun sisi kanan, terlihat sama kuat dan sama banyak.


Muncul dua keseimbangan pusaran badai yang tadinya berjumlah banyak.


Kemudian semua bersatu menjadi dua pusaran badai besar, dengan petir menyambar nyambar memenuhi langit.


Saat terdengar teriakan kedua oleh Xue Lian, "air membanjiri langit,!" seluruh unsur air di lautan, mulai ditarik oleh Xue Lian naik keatas, memenuhi langit, berdampingan dengan pusaran badai.


Pada teriakan ketiga oleh Fei Yang "Api Pemusnah Langit,..!" terlihat Fei Yang yang kini menarik api panas dari dasar perut bum naik keatas, memenuhi langit berdampingan dengan pusaran badai.


Di saat bersamaan Fei Yang juga melakukan hal yang sama, dia menggabungkan pusaran badai dan api, hingga membentuk kobaran api yang menyala-nyala memenuhi langit.


Pada teriakan kelima yang dilakukan Fei Yang dan Xue Lian dengan kompak, "Api dan Es Pemusnah Semesta..!"


Dengan serentak baik Xue Lian maupun Fei Yang mereka berdua secara serentak menarik kedua kekuatan dahsyat itu dari samping tubuh mereka.


Fei Yang membentuk hujan pedang api, sedangkan Xue Lian membentuk pedang es.


Pedang es dan pedang api yang datangnya bagaikan hujan semuanya di arahkan ke Kakek Wu di bawah sana.


Sebagai puncak serangan mereka berdua masing masing membentuk sebuah pedang api dan sebuah pedang es raksasa menghujam ke bawah sana, sebagai serangan susulan.


Kakek Wu di bawah sana mengangguk anggukan kepala nya, menatap dengan penuh kekaguman kearah atas sana.


"Baiklah,.. kita lihat saja, "


"Pedang pelangi kembali ke leluhur..!"


teriak kakak itu.


Pedang pelangi di tangannya di lepaskan keatas, tiba di udara, berubah menjadi jutaan pedang pelangi, bergerak meluncur keatas menyambut serangan dari Xue Lian dan Fei Yang.


Jutaan pedang pelangi di udara samar samar membentuk kumpulan bayangan kuda, yang sedang berderap menuju langit.


Sebagai serangan pendukung, dari kedua telapak tangan kakek Wu yang bergetar hebat.


Terlihat meluncur dua bola raksasa yang mengeluarkan cahaya pelangi, seperti bola kristal.


Kedua bola kristal besar itu bergerak menyusul membelah udara, hingga menimbulkan percikan bunga api di sekitarnya.


"Boooom...!" "Boooom...!"


"Boooom...!" "Boooom...!"


"Boooom...!" "Boooom...!"


"Boooom...!" "Boooom...!"


"Boooom...!" "Boooom...!"


"Boooom...!" "Boooom...!"


Terjadi ledakan beruntun di udara, saat pedang pelangi berbenturan dengan hujan pedang api dan es dari langit sana.


Masing masing saling menekan dan saling menghancurkan.


Pedang pelangi lebih unggul, barusan pedang pelangi berhasil meluluh lantakkan, seluruh hujan mata pedang es dan api dari langit


Tapi saat pedang pelangi harus berhadapan dengan pancaran energi pedang api dan es raksasa.


Pedang pelangi akhirnya pecah meledak hilang tak berbekas di udara.


Pedang pelangi asli melayang jatuh kebawah, kembali ketangan kakek Wu yang menyimpan nya kedalam cincin penyimpanan nya.


Fei Yang dan Xue Lian setelah melepaskan serangan terakhir mereka.


Mereka berdua melakukan pengamatan dari atas untuk melihat hasil.


Begitu pula Kakek Wu dia yang melayang di atas lautan luas, juga sedang menggendong kedua tangannya di belakang punggung


Menanti hasil akhir pertemuan, dua kekuatan inti mereka.


Sebelum kedua kekuatan inti raksasa bertemu, alam semesta dalam dimensi telah bergetar hebat.


Satu persatu alam dimensi mulai pecah', tidak kuat menahan beban kekuatan dahsyat itu.


Meski terlempar ke dimensi baru, kedua kekuatan dan ketiga orang itu.


Mereka terlihat tidak bergeming, karena seluruh tubuh mereka terlindung oleh tenaga sakti mereka masing-masing,


"Boooom....!!"