
Seluruh tekanan saling menyambar sendiri dari 8 arah tanpa ada sasaran nya.
Karena Fei Yang sendiri sudah berada di udara.
Wanita itu menggelengkan kepalanya kearah suaminya, lalu dia menatap kearah Fei Yang dan berkata,
"Apakah tenaga petir itu adalah kekuatan petir langit tingkat 9 dan ilmu meringankan tubuh itu adalah ilmu meringankan tubuh terbang mengendarai awan..?"
Kedua pasangan itu menghentikan serangan mereka, mereka menatap kearah Fei Yang dengan heran.
Fei Yang yang merasa kedua orang itu tidak ada keinginan untuk menyerangnya.
Dia pun muncul di hadapan kedua orang itu dan berkata,
"Benar sekali apa yang kakak Dewi katakan tadi."
"Kedua ilmu itu berasal dari kitab rahasia tanpa tanding, bagaimana senior berdua bisa mengenalinya ?"
tanya Fei Yang balik dengan heran.
Pasangan itu kini saling pandang, yang pria menganggukkan kepalanya, mengijinkan istrinya untuk berbicara.
Wanita cantik itu kembali menoleh kearah Fei Yang dan berkata,
"Yi Han,.. siapa nya kamu ?"
"Apa kamu sudah memasuki wilayah larangan hutan bambu sesat,..?"
Mendengar pertanyaan wanita itu, Fei Yang menjadi curiga dan berkata,
"Yi Han guru ku ?"
"Pemilik hutan bambu sesat, Ni Xue Lian adalah sahabat terbaik, sekaligus penolong hidup ku."
"Apakah Li Fei yang sedang berhadapan dengan Bibi Ni dan paman ini adalah ayah kandung adik Xue Lian.?"
Mendengar ucapan Fei Yang, wanita itu langsung dengan panik maju mencengkram tangan Fei Yang.
Tenaga saktinya yang mengalir lewat cengkeraman jari tangannya, mengalir tak terkendali menyerang Fei Yang.
Untung yang di hadapannya adalah Fei Yang, bila itu orang lain sudah bisa di pastikan, tangan itu akan hancur menjadi tepung di buatnya.
Wanita itu dengan wajah pucat dan sedikit cemas berkata,
"Lalu di mana Xue Lian putri ku, apa yang terjadi.dengannya..."
"Bibi Ni tidak perlu khawatir, Xue Lian baik baik saja, dia saat ini masih berada di hutan bambu, menanti di sana.."
"Dia tidak mau ikut dengan ku mengembara, karena masih terikat janji dengan bibi Ni."
Wanita itu melangkah mundur sambil menutupi mulutnya yang setengah terbuka dan berkata,
"Anak ku ibu yang salah, ibu telah menyusahkan mu, membiarkan mu melakukan penantian sia sia,.seorang diri di sana.."
Wanita itu dengan airmata bercucuran, kemudian menubruk kedalam pelukan suaminya.
Menangis sedih di sana, pria itu hanya bisa memeluk dan membelai rambut istrinya dengan lembut.
Beberapa waktu kemudian dia baru menoleh kearah Fei Yang dan berkata,
"Anak muda aku hendak minta tolong pada mu, tolong berikan benda ini kepada putri ku.."
"Tolong katakan padanya, semua ini salah ku, kami tidak bisa lagi menemuinya."
"Minta padanya jagalah dirinya baik baik,.lupakan kami, jangan pernah membawanya kemari.."
"Mengenai Kian Bu dan Kian Li, aku akan membantumu mengurusnya."
"Nanti tengah malam, aku akan membawa mereka menemui mu di luar hutan bambu, tempat raja kecapi berada.."
"Ingat jangan pernah kembali kemari, apalagi membawa Xue Lian, tolong bantu kami jaga dia baik baik.."
ucap pria itu lalu sambil menengadah menahan dua butir airmatanya yang hendak runtuh.
Dia menghela nafas panjang dan berkata,
"maafkan aku sayang, ayo kita kembali kedalam.."
Setelah berkata, dia merangkul istrinya melesat kedalam hutan.
"Fei Yang katakan pada Xue Lian, maafkan ibu nak, ibu menyayangi mu selamanya.."
ucap wanita itu dari balik hutan.
Tapi dengan kemampuannya saat ini, dia jelas tidak bisa membantu apapun.
Bila di paksakan, dirinya bukannya membantu, malah akan merepotkan mereka berdua.
Orang tua Xue Lian yang begitu sakti saja, tidak mampu mengatasi kesulitan mereka, apalagi dirinya yang kekuatannya jelas jauh di bawah mereka.
Lebih baik dia ikuti perkataan.ayah Xue Lian untuk sementara ini.
Bila kelak urusannya perguruannya selesai, dia baru akan pergi menemui Xue Lian, mereka harus kembangkan dan dalami ulang kitab tanpa tanding, yang memiliki pengetahuan maha luas.
Setelah berhasil mereka baru boleh datang kemari, membantu mengatasi masalah kedua orang tua Xue Lian.
Berpikir seperti itu, Fei Yang sambil menghela nafas panjang,.terbang kembali menuju mulut gua, di mana Yue Feng dan Hong Yi menunggu dirinya di sana.
"Ayo kita segera tinggalkan tempat ini selagi bisa."
ucap Fei Yang singkat,.sambil terus melangkah meninggalkan tempat tersebut.
"Adik Yang, bagaimana dengan kedua orang itu.."
tanya Yue Feng penasaran.
Fei Yang tanpa menoleh, berkata.
"Nanti malam akan ada yang membantu kita.."
"Sekarang lebih baik kita cepat tinggalkan tempat ini.."
Mendengar ucapan Fei Yang, Yue Feng dan Hong Yi sama sama mempercepat langkah kaki mereka tanpa banyak bicara, mengikuti Fei Yang meninggalkan tempat itu.
Saat tiba di hadapan Ku Tu Qiu Su,tanpa berkata apa-apa ketiga orang itu memberi hormat.
Lalu mereka berlalu dari sana, menuju pondok pendekar ular emas, disana mereka juga memberi hormat pada makam yang dibuat oleh Yue Feng.
Baru melanjutkan perjalanan keluar dari dalam hutan bambu, hingga tiba ditempat raja kecapi.
Melihat kehadiran Fei Yang di sana dalam.keadaan baik baik saja.
Dengan penuh penasaran raja kecapi berkata,
"Bagaimana hasilnya ?"
"Kalian berhasil hingga tiba di bagian mana,..?"
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku gagal saat berhadapan dengan pasangan pendekar, beruntung mereka melepaskan kami keluar kembali.."
Raja kecapi memandang Fei Yang dengan tatapan mata kaget dan tak percaya.
"Tak mungkin, bagaiman mungkin setelah kalian kalah masih bisa kembali kemari."
"Seharusnya kalian ditahan di dalam lembah kebahagian."
"Melepaskan kalian hanya akan mencari penyakit buat diri sendiri."
ucap raja kecapi kurang percaya.
Fei Yang menatap kearah raja kecapi dan berkata,
"Apa maksud perkataan.senior barusan ? hukuman apa ?"
Raja kecapi menghela nafas panjang dan berkata,
"Kamu termasuk hebat, bisa melewati Ku Tu Qiu Su.."
"tapi lebih hebat lagi, dan sulit di percaya adalah,.mereka berdua rela menanggung hukuman 10 cambukan petir langit demi melepaskan kalian."
ucap raja kecapi serius.
Mendengar penjelasan kakek itu, wajah Fei Yang pun pucat, dia semakin merasa bersalah dan berhutang Budi pada orang tua Xue Lian.
Ingin rasanya dia kembali menerobos masuk kedalam menolong mereka terlepas dari hukuman.
Tapi pikiran waras mencegahnya, bila dia nekad,.dia hanya akan mengecewakan harapan kedua orang tua Xue Lian pada dirinya.
Fei Yang hanya bisa menahan dan menelan semuanya, dia hanya berharap tindakan membantunya ini, tidak akan membuat kedua orang tua Xue Lian menerima hukuman berat.
Hal ini membuat Fei Yang ingin sesegera mungkin menyelesaikan, masalah Kian Li dan Li Mu Bai.