PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PENOBATAN RAJA DAN RATU BARU


Di ruang kerja Fei Yang, yang cukup besar dan luas, tapi terkesan sederhana.


Karena selain sebuah meja besar, yang penuh dengan berkas laporan, di dalam ruangan tersebut tidak terlihat banyak barang mewah, seperti barang antik dan lain sebagainya.


Fei Yang mengambil tempat duduk di balik meja nya, membiarkan kesepuluh menteri dan kepala daerah itu berdiri di hadapannya.


Fei Yang mengeluarkan setumpuk laporan dari biro khusus, dan melemparkannya kedepan 10 orang itu, lalu berkata,


"Ini adalah catatan laporan dari biro khusus,.. kalian boleh lihat dan baca sendiri.."


"Bila ada satu point saja, laporan itu tidak benar, silahkan kalian ajukan keberatan kalian.."


"Tapi ingat bila kalian ajukan keberatan dan terbukti bahwa kalian membuat laporan palsu.."


"Maka aku tidak jamin kepala biro khusus Guo Si dan Li Jue akan mengampuni kalian."


Menteri kebudayaan bersama beberapa menteri lain dan kepala daerah dengan tangan gemetar.


Mengambil beberapa buku laporan di atas lantai untuk di lihat.


Begitu melihat beberapa lembar, mereka langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Fei Yang, dengan wajah pucat dan keringat bercucuran.


"Ampun yang mulia,.. mohon ampuni kami.."


"Kami bersumpah tidak akan berani mengulanginya lagi.."


ucap mereka sambil membenturkan kepalanya keatas lantai berulang ulang.


"Kalian bersepuluh bangunlah.."


"Bila aku ingin menghukum kalian, aku tidak perlu repot-repot bawa kalian kemari.."


Kesepuluh menteri itu dengan ragu ragu bangkit berdiri dengan wajah masih pucat.


Fei Yang menghela nafas panjang, setelah itu baru berkata,


"Menteri kebudayaan, kamu adalah menteri kebudayaan menyangkut budaya tata Krama adat istiadat sopan santun.."


"Setiap hari kamu berbicara moral tingkah laku, norma dan peraturan perilaku kehidupan rakyat."


"Tapi lihat apa yang kamu lakukan,? seminggu tidak kurang dari 3 kali kamu berpelesir dan berfoya-foya, di mana moral mu saat kamu lakukan hal itu..?"


"Coba kamu nilai sendiri apa kamu masih pantas, berbicara nilai moral, akhlak, sopan santun, dan tata Krama kehidupan ?"


"Ada beberapa hal yang membuatku tidak menghukum ataupun menegur kalian,.."


"Hal itu adalah.?"


"Karena kalian setia, bekerja dengan penuh tanggung jawab, rajin..dan point yang paling penting adalah,..?"


"Kalian tidak korupsi dan menggunakan uang negara, untuk kesenangan kalian.."


Fei Yang melihat ada dua orang di antara kesembilan orang itu, yang tersenyum mengejek kearah menteri kebudayaan.


Dia pun melanjutkan berkata sambil menunjuk kearah kedua orang itu,


"Kalian bersembilan jangan bersenang hati, karena aku cuma menegur dia.."


"Kalian juga tidak jauh lebih baik, seperti Balam kamu punya kebiasaan berkeluyuran mencari gadis di bawah umur untuk kamu permainkan.."


"Kancar,..kamu yang paling tidak bermoral dan menjijikkan, kamu paling suka mencari pria muda, bahkan bocah laki-laki, hanya untuk memenuhi hasrat binatang mu.."


"Sekarang coba kalian pikir, mengapa aku bisa terima kalian,? tapi kalian tidak bisa terima istri kakak ku Li Dan menjadi Permaisuri.?"


"Apa hanya karena sebuah masa lalu,? yang bukan bisa menjadi pilihannya, lalu kalian memandang rendah padanya dan anggap dia tidak layak..?"


"Lalu bagaimana dengan kalian sendiri ?"


"Apa kalian lupa,? bagaimana dia, orang yang kalian anggap tidak layak itu, telah berkorban darah dan keringat buat negara ini.."


"Apa kalian berani menganggap pengorbanan kalian buat negara ini, jauh lebih besar dan lebih hebat darinya..?"


ucap Fei Yang sambil memukul meja dengan wajah geram.


Kesepuluh orang itu langsung menjatuhkan diri kembali berlutut dan berkata,


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku tahu dengan jelas apa yang kalian pikirkan dan itu sangat tidak salah.."


"Jadi aku sarankan ke kalian dan juga teman teman kalian yang lain.."


"Li Dan kakak ku, tidak akan selonggar aku, jadi sebaiknya kalian jaga sikap kalian kedepannya.."


"Bila kalian masih tetap meneruskan perbuatan kalian, hingga di ketahui nya, aku yakin kalian pasti akan menyesal."


ucap Fei Yang serius.


Karena dia terlalu hapal, dengan sikap keras tanpa ampun dan toleransi dari kakaknya, yang sangat membenci kejahatan terutama penindasan.


Mendengar ucapan Fei Yang, kesepuluh orang itu menundukkan kepalanya dalam dalam, hingga tidak berani melirik kearah Fei Yang sedikitpun.


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Sudahlah masalah hari ini, kita lupakan saja, yang penting kalian kedepannya tahu bagaimana harus bersikap.."


"Ayo kita kembali ke ruangan sidang, yang lainnya masih menunggu di sana.."


Fei Yang setelah berkata, tanpa menghiraukan mereka, dia langsung berjalan kembali menuju ruang sidang.


Kesepuluh orang itu mengikuti Fei Yang dari belakang, begitu sampai di ruang sidang.


Kesepuluh orang itu langsung kembali ke posisi barisan mereka, tanpa di perintah mereka langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata dengan lantang.


"Kami memutuskan mendukung Raja Li Dan dan Ratu Pai Lan Yi sebagai pemimpin negara ini dengan sepenuh hati.."


Li Dan sedikit terkejut dan agak surprise dengan perubahan sikap mereka yang begitu cepat.


Di dalam hati dia berpikir, apa yang sudah adiknya lakukan, ? sehingga kesepuluh orang itu seperti habis di cuci otak dan terlahir kembali.


Melihat hal itu yang lain pun kembali berlutut dan berkata,


"Kami semua siap mendukung raja Li Dan dan Ratu Pai Lan Yi sepenuh hati.."


"Kalian,..?"


ucap Li Dan bingung..


"Baiklah baiklah,.. bangunlah kalian semuanya.."


ucap Li Dan tidak bisa menolak lagi.


Dia berjalan menuruni anak tangga menuju posisi istrinya yang berdiri bergabung dengan pejabat militer.


Li Dan mengulurkan tangannya kehadapan istrinya sambil tersenyum lembut.


Lan Yi menatap wajah suaminya dengan sepasang mata berkaca kaca dan bergeleng ragu.


Mimpi pun dia tidak berani membayangkan, dengan keadaan masa lalunya yang begitu suram.


Masa lalu yang paling suram bagi seorang wanita, dia bisa di angkat hingga ke posisi seperti saat ini.


Posisi yang tidak mungkin bisa di raih oleh wanita manapun, yang menginginkan nya.


Li Dan tersenyum maklum dengan sikap Lan Yi yang ragu, dia segera maju selangkah, meraih tangan istrinya yang putih halus dengan lembut.


Lalu mengajaknya, untuk ikut melangkah kembali ke posisi depan, menuju singasana raja dan ratu, yang terletak di undakan tangga teratas.


Seluruh pejabat istana menunggu hingga Li Dan dan Lan Yi duduk di atas kursi Raja dan Ratu, lengkap dengan jubah kebesaran dan mahkota diatas kepala mereka.


Mereka semua kembali berlutut dan berkata,


"Semoga Raja dan Ratu panjang umur,..!!"


Li Dan dan Lan Yi saling menatap dan tersenyum bahagia, lalu dengan kompak mereka berdua berkata,


"Kalian semua berdirilah..!"


Fei Yang Li Yuan Ming Sabrina mereka bertiga tersenyum puas dan menganggukkan kepala mereka.