PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEMUNCULAN PRIA BAJU HITAM


Dewi Kwan Im mengangguk dan berkata,


"Murid akan berusaha, tapi anak itu sangat keras kepala, apalagi setelah istrinya meninggal.."


"Dia semakin tertutup, tidak bersedia menemui siapapun.."


"Semoga saja hati nuraninya terpanggil.."


Buddha Sakyamuni tersenyum lembut dan berkata,


"Semua mahluk pada dasarnya memilki sisi baik, aku yakin ketulusan akan berhasil mengundangnya keluar.."


"Kamu pergilah, waktu tidak banyak.."


"Guru akan mencoba menenangkan guncangan ini,. agar tidak merusak 3 alam.."


ucap Sang Buddha Sakyamuni sambil membaca mantra.


Om Mani Padme Hum, berulang kali sambil mendorongkan telapak tangannya kedepan.


Muncul cahaya Swastika emas terbang meninggalkan surga barat dengan cepat.


Menembus awan dan langit, kemudian turun ke bumi, tepat membentuk sebuah kubah raksasa' bersinar keemasan, dengan 8 lambang Swastika menutupi 8 arah mata angin.


Terakhir muncul tulisan dari langit mirip jimat bersinar keemasan, melakukan segel terhadap wilayah hutan bambu kuning, hingga keseluruh lembah kebahagiaan.


Akhirnya guncangan pun berhenti, keadaan kembali menjadi normal.


Hanya keadaan di dalam kubah saja yang masih terus berguncang dengan hebat.


Sedangkan di dalam Istana bawah danau, di dalam ruangan rahasia Wu Hui Lao Jen.


Telur cahaya merah raksasa, setelah mengalami guncangan hebat dan cangkang kulit telurnya terlihat retak retak.


Akhirnya terjadi ledakan dahsyat, yang menggetarkan seluruh kubah cahaya emas itu.


Muncul retakan di mana mana saat ledakan dahsyat terjadi.


Dari dalam cangkang telur yang meledak, melesat keluar sesosok bayangan berpakaian hitam.


Bayangan hitam itu menembus istana, menembus danau, lalu dia menembus kubah cahaya,


Dengan melewati retakan garis tipis kubah pelindung sinar emas.


Bayangan itu berhasil keluar dari kubah pelindung, yang menutupi seluruh area asal gempa tersebut.


"Ha,..ha,.ha,..!"


"Akhirnya aku bebas kembali.!"


"Ha,..ha,..ha,..!"


"Udara di luar sungguh nyaman,.sungguh nyaman.."


"Wu Hui pengorbanan mu tidak akan sia sia, aku juga tidak akan biarkan kamu mati sia sia."


Pria berbaju hitam itu sambil tertawa, memunculkan sebatang golok bersinar merah di dalam genggaman tangannya.


Dengan melakukan tiga kali tebasan hancurlah seluruh kubah emas berlambang Swastika itu.


Pria itu sambil melayang di udara, dia mengulurkan telapak tangan kirinya kedepan.


Potongan golok naga hijau yang menancap pada potongan tubuh Wu Hui Lao Jen, semua tercabut.


Melayang layang di udara, Pria itu menyatukan nya kembali dengan energi kehijauan yang terpancar dari tangan nya.


Potongan Golok Naga Hijau yang sedang melayang di udara, secara ajaib menyatu satu persatu.


Hingga Golok Naga Hijau itu kembali utuh seperti semula, lalu melayang turun menancap di atas tanah.


Dengan ujung gagang golok menghadap kebawah, sedangkan mata Golok Naga Hijau menghadap keatas.


Sementara itu, begitu potongan Golok Naga Hijau tercabut.


Potongan tubuh Wu Hui Lao Jen, secara otomatis kembali menyatu.


"Krekkk,..! Krekkk,..! Krakkk,..! Krakkk,..!"


Terdengar suara bunyi tulang berderak saat potongan tubuh itu kembali menyatu.


Sesaat kemudian terlihat sebuah tubuh tanpa kepala berdiri bingung,. dari perutnya terdengar suara.


"Mana kepala ku,..! bocah sialan,..! kembalikan kepala ku..!"


Bentak tubuh tanpa kepala itu dengan geram.


"Kamu memaki siapa ?"


",Lawan mu telah pergi jauh, akulah yang membangkitkan mu Wu Hui..!"


Tubuh tanpa kepala itu tersentak kaget, saat mendengar suara dari pria berbaju hitam yang sedang melayang di udara itu.


Tubuh itu segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata, dengan suara gembira.


"Tuan akhirnya kamu bebas juga, terimalah salam dari hamba mu.."


"Terimakasih kasih banyak, tuan telah menolong ku hidup kembali.."


"Tapi kepala hamba Haisss bocah sialan itu.."


Pria yang sedang melayang itu tersenyum dan berkata,


"Bukannya bagus, kini kamu boleh pilih.."


"Mau kepala pria tampan muda, atau mau kepala yang kuat dan bisa meningkatkan kesaktian mu..?"


"Tentu saja kalau bisa aku mau kepala yang bisa meningkatkan kesaktian ku."


ucap Wu Hui Lao Jen mantap.


"Baik itu pilihan mu, jangan menyesal, aku cuma bisa membantu mu sekali saja.."


ucap pria itu mengingatkan.


"Tidak aku tidak akan menyesal tuan,.."


ucap Wu Hui Lao Jen tegas.


"Baiklah,.."


"Naga Hitam keluar lah kamu,..aku membutuhkan mu..!"


teriak pria itu sambil menatap tajam kearah danau.


"Rooaaarrrrrrr...!"


"Rooaaarrrrrrr...!"


"Rooaaarrrrrrr...!"


Terdengar raungan berulang ulang dari dasar danau, sebelum air danau meledak, menyembur keatas.


Seiring seekor Naga Hitam Raksasa melesat tegak lurus keluar dari dalam air.


Naga hitam terus meraung ketakutan sambil terus berputar-putar di angkasa.


Dia seolah olah bisa merasakan akhir hayatnya sudah dekat.


Tiba-tiba Naga Hitam berhenti bergerak, bagaimana pun dia meronta.


Tubuhnya yang besar tetap tersedot mendekati kearah tangan kiri pria berbaju hitam itu.


Setelah mendekat tubuh Naga Hitam raksasa yang besar itu perlahan lahan menciut ukurannya.


Hingga tubuhnya hanya menjadi seekor ular naga sepanjang 3 meteran saja.


Leher ular Naga Hitam masuk kedalam cengkraman tangan pria itu.


Naga Hitam menatap kearah pria itu dengan tatapan mata penuh ketakutan dan iba.


"Tuan ku mohon tolong ampuni aku.."


ucap Naga Hitam dengan suara memelas.


Tapi pria itu hanya tersenyum dingin, tanpa berkata-kata, golok merah di tangannya berkelebat melewati leher Naga Hitam dalam cengkraman nya.


"Crashhh,..!"


Kepala Naga Hitam terpental dari tempatnya, melayang jatuh menempel tepat di atas leher tubuh tanpa kepala Wu Hui Lao Jen.


Seluruh tubuh Wu Hui Lao Jen bergetar hebat, sebelum kemudian terbang melayang ke udara.


Tubuhnya muncul sisik hitam tebal, sama seperti sisik kulit Naga Hitam yang keras.


Dari mulutnya mampu menyemburkan api hitam beracun, apapun yang dilewati oleh semburan nya langsung mati kering kerontang.


",Ha,...ha,...ha,..!"


Terdengar suara tertawa Wu Hui Lao Jen yang terlihat sangat gembira.


"Terima kasih tuan, terimakasih banyak, kepala baru ini benar benar luar biasa.."


"Aku benar benar sangat menyukainya,"


ucap Wu Hui Lao Jen dengan penuh rasa bangga dan gembira.


Wu Hui Lap Jen bukan hanya sekedar mendapatkan kepala saja.


Tapi di luar itu, dia juga mendapatkan seluruh kekuatan dan kesaktian yang di miliki oleh Naga Hitam.


Sementara itu, tubuh Naga Hitam yang tadinya melilit di tangan pria itu.


Kini terkulai lemah dengan darah menyembur nyembur dari luka lehernya yang terpotong.


Dengan mengerahkan cahaya merah mengalir ketubuh Naga hitam yang tergantung lunglai di udara.


Perlahan-lahan tubuh Naga Hitam berubah menjadi sebatang golok berukir Naga di batang pedangnya.


"Wung,..! Wung,..! Wung,..! Wung,..!"


Pria itu memutar mutar Golok Naga Hitam' di tangan nya, hingga menimbulkan gulungan angin topan hitam kecil di sekeliling tubuhnya.


"Bagus pengorbanan mu jadi tidak sia sia.."


"Wu Hui pergilah cari seribu pemuda dan pemudi bawa kemari untuk ku.."


ucap pria baju hitam ringan.