
Fei Yang yang mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk menahan serangan tersebut.
Menyemburkan darah dari mulutnya, membasahi kedua pedang di tangannya.
Roh tubuh Fei Yang terpental keluar dari tubuh kasarnya, akibat benturan dahsyat tersebut.
Tiba tiba sepasang pedang api dan es mengeluarkan cahaya terang benderang, menerangi seluruh area pertarungan.
Dua buah diagram bertuliskan huruf kuno muncul di bagian atas dan bawah tubuh Fei Yang yang rohnya sedang terpental keluar dari badan Fei Yang.
Diagram kuno bagian atas mengeluarkan cahaya biru terang, sedangkan diagram bagian bawah mengeluarkan cahaya merah terang.
Kedua diagram kuno itu menyedot hawa langit dan bumi dalam jumlah besar.
Mereka mengalirkan kekuatan magis yang sangat kuat masuk kedalam tubuh Fei Yang.
Sehingga Roh Fei Yang yang terpental keluar dari tubuhnya tertarik balik kedalam tubuh kasarnya.
Kekuatan magis itulah yang menarik kembali roh halus Fei Yang kembali ke tubuhnya.
Begitu roh halus Fei Yang bergabung kembali dengan tubuhnya,
"Bangggg...!"
Terjadi ledakan dahsyat seluruh tubuh Fei Yang dan kedua pedang yang di pegang nya.
Meledakkan energi merah biru yang menyambar kesegala arah.
"Bangggg...!"
"Bangggg...!"
Ledakan beruntun kembali terjadi, Diagram kuno bagian atas yang berwarna biru menyatu kedada kiri Fei Yang.
Sedangkan diagram warna merah menyatu ke bagian dada kanan Fei Yang.
Seluruh tubuh Fei Yang memancarkan tenaga api dan es langit dan bumi tak berbatas.
Separuh tubuh Fei Yang bagian kiri memancarkan cahaya biru, hingga bola matanya pun mengeluarkan sinar cahaya biru.
Sedangkan separuh tubuhnya yang sebelah kanan mengeluarkan cahaya merah, bola matanya pun ikut mengeluarkan cahaya merah.
Hingga ke rambut nya pun ikut bersinar, sebagian merah dan sebagian lagi biru.
Fei Yang menunjuk pedang biru yang di lingkari oleh diagram kuno kearah langit, dan pedang merah yang juga di lingkari diagram kuno kearah bumi.
Muncul cahaya biru dan merah dari langit dan bumi mengalir masuk kedalam pedang Fei Yang.
Saat kedua pedang Fei Yang ditarik kebawah dan keatas, menghadap kearah Meng Yu.
Dua berkas cahaya merah dan biru melesat menyambar kearah Meng Yu.
Meng Yu yang awalnya sedikit sedih kini justru terlihat gembira dan penuh semangat.
"Bagus anak muda, ternyata kamu banyak ilmu kejutan tak terduga."
"Mari kita bertarung hingga puas.."
ucap Meng Yu sambil tertawa gembira.
Cahaya golok emas mengikuti pergerakan tangan Meng Yu, menangkis setiap sinar merah biru, yang keluar dari pedang merah biru Fei Yang.
Cahaya Golok emas sangat kuat dia mampu menangkis dan mementalkan cahaya merah biru yang mengurungnya, mengikuti pergerakan tangan Fei Yang.
Tanpa terasa ratusan jurus telah berlalu, tapi belum terlihat ada hasil siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Fei Yang terlihat mengurung Meng Yu dengan serangan cahaya api dan es, yang mengalir tiada habisnya lewat kedua pedang di tangannya.
Sedangkan Meng Yu masih terus bertahan dengan putaran cahaya golok emas nya.
Gerakan Meng Yu sangat kuat dan teratur, pertahanan nya sekuat benteng tebal yang sulit di tembus.
Berapapun kuat dan banyaknya tebasan yang Fei Yang luncurkan, tetap saja sulit menembus tembok pertahanan Meng Yu.
Pertarungan jarak jauh, kini berubah menjadi jarak dekat, Fei Yang menyerang dengan kedua pedang api dan es yang bersinar terang penuh kekuatan tidak terbatas.
Sedangkan Meng Yu bertahan dengan sepasang tangan nya yang mengeluarkan cahaya keemasan berbentuk golok.
Meski bertangan kosong, tapi tebasan sepasang tangan Meng Yu kekuatannya melebihi pedang pusaka.
Terdengar suara benturan senjata tanpa henti yang memekakkan telinga, sepanjang pertarungan berlangsung.
Area di seputar pertempuran itu sudah rusak parah, kini rumput ilalang dan pepohonan besar yang tumbuh subur sudah habis terbabat menjadi Padang gersang.
Mahluk mahluk raksasa pada mengungsi jauh ketakutan, tidak ada yang berani mendekati lokasi pertarungan antara Meng Yu melawan Fei Yang.
Dalam satu kesempatan setelah terjadi adu senjata keras lawan keras.
Fei Yang terpental mundur ke udara,..sedangkan Meng Yu sepasang kakinya terbenam kedalam tanah sebatas lutut.
Fei Yang yang melihat kesempatan ini, dia kembali menyerap sinar biru dan merah dari langit dan bumi.
Setelah itu dia menebaskan sepasang pedangnya kearah Meng Yu yang sedang terjebak kakinya.
Dengan mengumpulkan seluruh energi yang dia himpun selama seribu tahun lebih.
Meng Yu menghentakkan sepasang kakinya kebawah, kemudian tubuhnya mencelat keatas.
Meng Yu membentuk sebatang cahaya golok emas raksasa.
Melakukan tebasan secara vertikal.
Untuk menghalau serangan dua berkas cahaya merah biru yang di lepaskan oleh Fei Yang.
"Trangggg,..!!"
Benturan dahsyat terjadi di udara, menimbulkan ledakan dahsyat.
Akibat benturan dahsyat pengerahan kekuatan puncak yang di lakukan oleh kedua belah pihak.
Mereka berdua terpental dalam kondisi luka parah.
Meng Yu terpental ke bawah langsung menabrak tanah hingga terbentuk lubang besar yang sebelah gosong sebelah beku.
Meng Yu yang terkapar di atas tanah, berusaha untuk bangkit duduk, dia memuntahkan darah segar dari mulutnya berulang kali.
Dia buru-buru duduk bersila untuk menenangkan goncangan pada organ pentingnya yang terluka cukup parah.
Seumur hidup bertarung, baru kali ini Meng Yu, menemukan lawan setanding yang sangat kuat dan mengerikan seperti Fei Yang.
Meski terluka cukup parah, tapi dia tetap tersenyum gembira, sambil terus berusaha memulihkan kondisi nya.
Sedangkan Fei Yang juga tidak jauh lebih baik keadaannya daripada Meng Yu.
Tubuhnya yang terpental ke atas langit menembus awan telah kehilangan kesadarannya.
Kedua pedang sakti nya,.sudah kembali bersemayam dalam kedua tangannya.
Tubuh Fei Yang melayang jatuh kembali ke bawah dari ketinggian tertarik oleh daya gravitasi bumi.
"Blukkkkk,...!!"
Fei Yang jatuh menghantam ke atas tanah menimbulkan sebuah lubang cukup dalam.
Untungnya tenaga sakti Fei Yang yang tersisa, bergerak melindungi tubuhnya secara otomatis.
Sehingga tidak ada tulang ataupun organ yang terluka, akibat jatuh dari ketinggian menghantam tanah .
Tapi cedera yang di deritanya, akibat guncangan bentrokan dengan Meng Yu tetap saja ada.
Fei Yang terluka cukup parah kelima panca indera nya mengucurkan darah segar.
Meng Yu yang belum sepenuhnya pulih, tapi sudah bisa berhasil menstabilkan kondisi nya.
Dengan langkah terhuyung huyung dia menghampiri Fei Yang.
Meng Yu memeriksa kondisi Fei Yang, membantu mengurut dan menotok beberapa jalan darah Fei Yang, serta menyalurkan tenaga dalam membantu membangkitkan energi Fei Yang untuk bergerak menstabilkan kondisi nya.
Beberapa saat kemudian sepasang mata Fei Yang pun kembali terbuka, dia menatap kearah Meng Yu dengan tatapan mata penuh terimakasih dan berkata pelan,
"Terimakasih senior Meng.."
Meng Yu mengangguk sambil tersenyum.
Tapi saat dia melihat tanda bahaya dari istana, wajahnya langsung berubah.