
Zi Zi bercerita dengan gembira semua yang dia tahu.
Sedangkan Nan Thian sendiri terlihat serius mendengarkan, apa yang di sampaikan oleh Bai Xue Sethai.
Mereka terlihat sambil ngobrol sambil melangkah menuju tempat acara penyelenggaraan Pertandingan adu bela diri.
Sebuah mimbar berbentuk bulat dan luas di persiapkan di bagian tengah tengah halaman perguruan Hua San yang luas.
Penonton menempati bangku bangku dan tenda darurat yang di sediakan oleh pihak Hua San Pai.
Bangku penonton di buat bertingkat mengelilingi lapangan pertandingan yang ada di tengah tengah lapangan
Sedangkan tenda hanya di buat untuk penonton yang menempati bangku khusus yang berada di posisi paling atas.
Bangku penonton di sediakan dalam lima kelompok.
Kelompok pertama di tempati oleh Thian San Pai.
Kelompok kedua di tempati oleh Wu Tang Pai.
Kelompok ketiga di tempati oleh
Xue San Pai
Kelompok keempat di tempati oleh Qing Hai Pai.
Kelompok kelima di berikan kepada tamu bebas yang datang menjadi penonton dan saksi pertandingan.
Di bangku kelompok kelima tidak ada tenda, bangku penonton di biarkan terbuka.
Siapapun boleh duduk bebas di sana, mau di bawah atau di ujung atas, tidak ada yang mengaturnya.
Nan Thian karena membawa rombongan tamu bebas, dia tidak bisa bergabung dengan kelompok Qing Hai Pai bersama guru dan saudara seperguruannya.
Lagipula dirinya memang tidak di ajak dan di undang untuk ikut menghadiri acara ini.
Dulu rencana awal memang dia, tapi setelah peristiwa naas yang menimpa dirinya, posisinya kini telah di gantikan oleh Hung Ping Chi.
Nan Thian memilih duduk di bagian bangku tengah di apit oleh paman dan bibi kecilnya.
Nan Thian sengaja memilih posisi ini, agar tidak membuat kecil hati dan saling iri, di antara ketiga gadis cantik yang menaruh perasaan pada nya.
Siau Yen duduk di sebelah Zi Zi sedangkan Siu Lian duduk di sampingnya.
Kim Hong sendiri meski ingin tapi dia terpaksa ikut dengan rombongan gurunya menuju tenda ketiga, yang di persiapkan untuk perguruan nya
Kim Hong dan kedua kakak seperguruan nya duduk mendampingi gurunya, di bangku yang paling atas dan ada tendanya.
Sedangkan sisa muridnya yang berprestasi biasa, mereka semua duduk menurun kebawah.
Pihak Hua San Pai sebagai panitia penyelenggara, mereka menempati sebuah bangunan tinggi yang terletak paling dekat dengan arena pertandingan.
Di dalam bangunan tersedia 3 buah kursi yang masih kosong, belum terlihat ada yang hadir di sana.
Di sana hanya ada 2 orang pemuda yang berdiri di belakang ke 3 kursi kayu hitam , yang berjejer rapi.
Di tenda kelompok pertama yang di tempati oleh pihak Thian San Pai.
Terlihat di sana hadir seorang pria paruh baya, berpakaian hitam dengan bagian dada , di hiasi sebuah lingkaran hitam dan putih bergabung jadi satu.
Gambar itu adalah gambar Tai Chi.
Pria itu adalah ketua Thian San Pai, Yang Di.
Di belakang nya berdiri dua orang pemuda yang merupakan murid andalan perguruan Thian San.
Mereka adalah Yang Song dan Yang Sing.
Sisanya yang duduk di bangku tanpa tenda adalah murid biasa Thian San Pai.
Di tenda kedua yang ditempati oleh Wu Tang Pai di bangku yang ada tendanya, terlihat duduk seorang pria paruh baya , berjenggot dan beralis putih.
Dia adalah Song Wan ketua perguruan Wu Tang saat ini.
Di belakang nya berdiri seorang pemuda yang merupakan murid andalan pihak Wu Tang Pai, bernama Song Ceng Su.
Di tenda ketiga terlihat hadir Bai Xue Sethai dengan tiga murid wanita andalan nya.
Yang termuda adalah Kim Hong, dua orang lainnya adalah kakak seperguruan Kim Hong.
Kim Lan dan Kim Kim Sin Sethai.
Sisanya adalah murid biasa yang duduk di bangku tanpa tenda
Di tenda keempat hadir Pai Wang guru Nan Thian dari Qing Hai Pai.
Di samping Pai Wang terlihat Pai Xue.
Dia duduk mendampingi seorang pemuda tampan, yang duduk di bangku khusus yang bisa di tandu.
Pemuda itu adalah Hung Ping Chi, dari keadaan nya, sepertinya dia mengalami luka parah yang menyebabkan kelumpuhan.
Sehingga harus menempati kursi khusus yang bisa ditandu orang.
Di luar tenda adalah murid biasa Qing Hai Pai .
Nan Thian yang sudah mendapatkan informasi dari Bai Xue Sethai saat dalam perjalanan menuju Hua San Pai.
Dia terlihat tidak heran dengan keadaan Hung Ping Chi, dia hanya bisa diam diam memperhatikan Siau Semei nya dengan tatapan mata kasihan.
Siau Semei nya terlihat dengan sabar selalu berbicara dengan suaminya yang terlihat tidak banyak bicara, hanya menggelengkan kepala dan menganggukkan kepalanya saja,. menanggapi ajakan mengobrol dari istrinya.
Beberapa saat kemudian suara riuh rendah menjadi sepi.
Saat seorang pria berusia 40 an, yang merupakan wasit pertandingan.
Melayang ringan masuk ketengah tengah arena pertandingan.
Pria itu langsung memberi hormat ke empat penjuru dan berkata dengan suara lantang.
"Saya Ye Sun selaku wasit acara pertandingan, yang di selenggarakan di Hua San Pai."!"
"Di sini saya mewakili Hua San Pai memberi hormat dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, atas kehadiran semua tamu undangan, yang telah bersedia hadir di acara ini..!"
Selesai memberi hormat dan di balas dendam tepuk tangan oleh pihak penonton.
Pria itu melanjutkan berkata,
"Mari kita beri tepuk tangan kepada ketua Hua San Pai, Ye Pu Cin dan kedua wakilnya Ye Ying dan Ye Hong.."
Selesai pria itu berkata baru terlihat Ye Pu Cin dan kedua wakilnya muncul dari balik bangunan, memberi hormat kesemua yang hadir.
Lalu mereka menempati ketiga kursi hitam yang tersedia buat mereka.
Sesaat setelah ketiga petinggi Hua San Pai menempati tempat duduknya.
Ye Sun pun mengangkat tangannya keatas, meminta penonton untuk tenang kemudian dia baru berkata.
"Dengan ini saya mempersilahkan peserta pertandingan, yang mewakili perguruan masing-masing, untuk maju kedepan."
Setelah pria itu berkata, segera dari berbagai arah melayang pemuda pemudi memasuki bagian tengah arena.
Mereka semua memberi hormat kearah wasit, sambil memperkenalkan diri mereka masing masing.
"Saya Thian Ming dan di sebelah Ti Hu kami berdua mewakili pihak Hua San Pai.."
ucap seorang pemuda berwajah persegi dengan alis hitam tebal.
Mereka berdua memberi hormat kepada wasit, lalu meneruskan memberi hormat keempat penjuru arah.
Wasit mengalihkan perhatian mempersilahkan peserta kedua untuk memperkenalkan diri.
"Saya Yang Song dan di sebelah ku Yang Sing, kami mewakili perguruan Thian San Pai.
Berlanjut berturut turut, Song Ceng Su, Kim Hong, Kim Sin, Kim Lan, memperkenalkan diri mereka mewakili perguruan mereka masing masing.
Wasit Ye Sun dengan wajah heran kini menghadap ke arah tenda keempat.
Seolah olah ingin meminta penjelasan kepada Pai Wang.